
Hari sudah mulai gelap, tak terasa ketiga sahabat itu menghabiskan waktu dengan saling mengobrol, menceritakan kisah masing-masing.
Aura menceritakan kisah cintanya bersama Kenzo, awal mula kisah mereka di mulai, sampai hubungan dengan adik iparnya.
Mellypun menceritakan tentang Kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Dia juga memberitahu Aura, bahwa kekasihnya adalah sahabat dari suaminya.
"Serius, jadi kamu pacarnya Denis?" Tanya Aura terkejut. Sebab selama ini Aura sudah sering mendengar nama Denis bahkan sempat bertemu, namun tidak tahu bahwa itu adalah pacar dari sahabatnya.
Melly tersenyum sambil menganggukan kepalanya tanda memang ia adalah pacarnya Denis.
"Berarti kamu sudah pernah bertemu Kenzo dong?" Tanya Aura lagi.
"Beberapa kali, tapi kami tidak sempat mengobrol, bahkan mungkin Kenzo tidak tahu kalau kita ini sahabatan."
"Bisa jadi, karena Kenzo tidak pernah membahas tentang itu. Kalau kamu Ge, apa yang kamu lakukan dua tahun ini?" Tanya Aura beralih kepada Gea.
"Aku, tidak ada yang spesial terjadi, aku masih seperti ini saja. Kecuali kakakku yang harus mendahuliku, dia sudah meninggal." Ucap Gea menahan tangisnya.
"Sorry Ge, aku baru tahu kabar ini. terus sekarang kamu bagaimana?" Tanya Aura memeluk Gea.
"Sekarang aku baik-baik saja, dan aku harus terus melanjutkan hidupku, tanpa kakak."
"Kamu kuat Ge, kamu bisa lalui ini semua." Ucap Aura memberi semangat untuk Gea.
Melihat Gea, Aura seperti melihat dirinya sendiri, diapun harus melakukan seperti ucapannya tadi. Aura sangat tahu arti kakak untuk Gea, itu segalanya. Kehilangan kakak, seperti kehilangan sebelah tangan untuk genggamannya. Aura merasakan itu semua.
"Terima kasih Ra, mulai sekarang kita bisa kumpul bertiga lagi. karena aku sudah memutuskan untuk tinggal disini." Gea meneruskan bercerita tentang kepindahannya, namun dia tidak menceritakan tentang pertemuan dengan Kenzo.
"Oh ya Ge, ceritakan tentang pria anting itu, bukankah kamu sudah bertemu dengannya?" Tanya Aura, dia sangat penasaran karena Gea belum menceritakan secara menyeluruh tentang itu.
Di balik antusiannya Aura ada dua wajah yang terkejut. Yaitu Gea dan Melly. Mereka tidak menyangka Aura akan membahas tentang pria anting itu.
"Ah... pria itu, Dia mengambil anting itu kembali, aku ketahuan berbohong, dan aku tidak ingin bertemu dia lagi."
"Jadi antingnya masih ada di dia?"
"Iya, hampir saja aku mendaptkan anting itu. Itu semua gara-gara Alex."
"Sudahlah, aku juga tidak berharap untuk bertemu dia. Sekarang aku sudah mempunyai kehidupanku sendiri."
__ADS_1
"Benar, kita harus melupakan anting dan pria itu." Ucap Gea.
Gea dan Melly masih menyimpan tentang siapa sosok pria anting itu. Sebab mereka bingung bagimana cara menceritakannya, karena sebagian certa itu adalah cerita yang harus mereka sembunyikan sementara.
"Ra, Udah sore ini, lain kali kita bisa bertemu di resto Denis atau rumah ku." Ucap Gea berpamitan, sebab sebentar lagi malam hari dan pasti kenzo akan pulang. Gea ingin menghindari momen canggung jika bertemu dengan Kenzo. Apalagi jika nanti Kenzo mengatakan bahwa dia mengenal dirinya.
"Jangan dulu pulang, sebentar lagi suamiku pulang, aku akan memperkenalkan kalian berdua dan juga kita bisa makan malam bersama." Ajak Aura. yang mencegah kedua sahabatnya untuk pulang.
Melly dan Gea tidak bisa begitu saja menolak permohonan Aura, terlebih lagi Aura sudah menarik dirinya menuju ruang makan.
"Tuh... Sepertinya Kenzo datang." Ucap Aura saat mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya.
Diapun segera berlari menghampiri suaminya sementara Gea dan Melly saling melemparkan pandangannya.
"Aduh mell.... Bagaimana ini? jika Kenzo mengatakan semuanya, habislah aku." Gea sudah gelisah, dia tidak tahu alasan apa lagi yang bisa dia utarakan agar keluar dari masalah ini.
"Tenang saja Ge, aku yakin Kenzo akan bersikap seolah tidak mengenal kamu, karena tidak mungkin Kenzo mengatakan bahawa dia mencari wanita anting kepada istrinya. Sebab pertemuan kalian pertama kali adalah karena anting itu. Dan Kenzo tidak tahu bahwa wanita anting itu adalah istrinya sendiri."
"Benar juga. Tapi tetap saja aku takut." Mata Gea dan Melly tak lepasa menunggu kedatangan Aura san Kenzo.
Suara langkah kaki mulai mendekat itu artinya Aura dan Kenzo sudah akan muncul di pandangan mereka. Dengan serentak Aura Dan Melly menarik nafas dalam saat Aura sudah datang dengan menggandeng suaminya.
Kenzo membelakan matanya, dia terkejut dengan kehadiran dua wanita yang sudah tidak asing lagi.
"Kamu pasti sudah mengenal Melly." Ucap Aura memperkenalkan Melly.
"Ya, aku pernah bertemu di tempat Denis." Jawab Kenzo sambil menyalami Melly.
"Dan ini Gea, kami dulu selalu bertiga." Ucap Aura berpindah memperkanalkan Gea.
"Aku Gea, salam kenal." Ucap Gea yang pura-pura tidak mengenal Kenzo.
Kenzo pun demikian dia melihat Gea seolah tidak pernah saling mengenal sebelumnya.
"Saya Kenzo. Silahkan nikmati makan malamnya. kebetulan saya masih ada pekerjaan." Ucap Kenzo pamit kepada sahabat Aura, kemudian meninggalkan meja makan.
Melihat itu Aura kebingungan, sebab awalnya Kenzo sudah setuju untuk makan malam bersama. Kemudian dia segera mengejar Kenzo.
"Bukankah kita akan makan malam bersama?" Tanya Aura yang berjalan di belakang Kenzo.
__ADS_1
"Kalian saja, aku baru ingat ada pekerjaan, aku akan makan setelah menyelsaikannya. Lagi pula pasti banyak yang ingin di bicarakan, dan itu lebih nyaman jika aku tidak bergabung." Ucap Kenzo kemudian.
Aura mengerti maksud Kenzo, diapun kembali menuju dapur menemui sahabatnya
"Maaf ya, Kenzo masih banyak pekerjaan." Ucap Aura, Kemudian memulai makan malamnya.
"Kita mengerti kok." Jawab melly yang juga memulai suapan pertamanya.
Melly dan Gea paham mengapa kenzo tidak ingin bergabung, bukan soal pekerjaan, melainkan karena adanya mereka berdua.
...※※※※...
Kenzo termenung di ruang kerjannya, dia tidak menyangka bahwa istrinya bersahabat dengan melly dan juga Gea.
"Tunggu, jika mereka bersahabat, berarti Aura juga mengetahui tentang anting itu. sebab mereka berada di kampus yang sama." Ucap Kenzo berbicara sendiri. dia menarik kesimpulan dari beberapa kenyataan yang membuatnya terkejut.
"Atau Jangan-jangan pemilik anting ini adalah Aura, sebab Gea seperti sangat mengenalnya. Jika Aura, berarti selama ini wanita yang aku cari berada tepat di sampingku. wanita yang mampu membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama, dia adalah istriku. Jika benar, pantas saja aku bisa langsung jatuh cinta dengan hanya beberpa bulan saja kepada Aura."
Rasa penasaran sudah sangat memuncak di kelpalanya, Diapun segera menelphon Alex untuk menanyakan itu semua dan juga untun memperkuat dugaannya. Semoga dugaannya benar.
Jika Benar maka Kenzo adalah orang yang paling beruntung. Dan takdir benar-benar sangat berpihak kepadanya.
"Hallo Lex, soryy aku ganggu." Ucap Kenzo.
"Ada apa Ken?" Tanya Alex dengan suara berat, sepertinya Alex baru bangun tidur.
"Apa Dia Aura?" Tanya Kenzo langsung pada intinya.
"Dia siapa?" Alex yang baru bangun belum bisa mencerna pertanyaan dadakan dari Kenzo.
"Wanita anting itu, apa dia Aura. Sahabat Gea, wanita yang menggantikan pemilik asli anting itu." Ucap Kenzo memperjelas. Agar Alex langsung mengingatnya.
"Kamu sudah tahu, Dari mana? Ya wanita itu bernama Aura, dia itu sahabat Gea. Dan aku masih mencari alamatnya, aku hanya tahu dia tinggal di jakarta, tapi alamat lengkapnya aku belum tahu." Ucap Alex menjawab pertanyaan Kenzo.
"Thanks Lex. Kamu tidak usah cari dia lagi, karena aku sudah menemukannya." Ucap Kenzo menutup telphonnya.
Kini senyuman menghiasi wajah Kezno. Dia sangat bahagia. Ternyata selama ini dia menikahi cinta pertamanya. wanita yang mampu mengambil hatinya hanya dengan tatapan mata saja.
Kenzo segera mengambil anting yang sudah dua tahun ini masih tersimpan dengan baik.
__ADS_1
"Akhirnya kamu akan bertemu dengan pasanganmu." Ucap Kenzo memandangi sebelah anting milik Aura.