AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Cahaya Dalam Gelap


__ADS_3

Kenzo mengambil photo Aura bersama Keanu yang tergelatk di atas meja, lalu ia meremas photo tersebut dengan sekuat tenanga. Menyalurkan rasa cemburu juga marah. Karena sebuah photo dapat membuat masa depan dengan Aura semakin tak terlihat. Namun dia tidak akan goyah,Kenzo yakin bisa melewati segala halangan, meskipun itu datang dari kedua orang tuanya.


"Ini semua gara-gara kamu Nu." Ucapnya melemparkan photo yang sudah berbentuk bulatan kearah adiknya. Kemudian ia pergi menuju kamarnya, meninggalkan Keanu yang masih duduk dengan kepala tertunduk.


Keanu hanya diam, dia tak berusaha membalas ataupun melapiaskan kekesalannya kepada Kenzo, karena dia tahu pasti yang dirasakan Kenzo sama dengan apa yang dirasakannya. Dia menyadari itu semua, bahwa tak akan mudah untuk membawa Aura kembali bersamanya, apa lagi Aura pernah menjadi istri dari kakakanya. Namun ia tak akan mengulang kesalahan yang sama, kesalahannya di masa muda yang mengantarkannya kepada kehilangan sosok wanita yang sangat ia cintai. Kali ini dia akan berjuang, dan tak akan kenal menyerah.


Keanu memungut kembali photo yang tadi di lempar Kenzo kearahnya, perlahan dia membuka bulatan photo itu agar kembali seperi bentuk semula, meskipun photonya sudah tak berbentuk lagi, setidaknya masih terlihat ada dirinya dan Aura di photo tersebut.


Bahkan kenangan saat photo itu dibuat masih terlukis jelas di ingatannya. Bagaimana dulu dirinya sangat menghargai setiap moment yang di lalui bersma Aura. Namun semua bukti dari momen itu dibakar habis bersama kemarahan yang dirasakannya dulu. Dan kini tersisalah satu photo ini yang sudah tak berbentuk lagi.


Dengan membawa photo yang tak lagi sempurna, Kenau pulang meninggalkan rumah orang tuanya. menembus dinginnya malam ibu kota yang sedingin hatinya saat ini. sepinya malampun seperti sepi hatinya. gelap, kosong tak berpenghuni.


Tak terasa berkendara dengan perasaan hampa terasa lebih cepat,kini Kenzo sudah berada di tempat parkir apartmentnya. Rasanya ia enggan turun, energinya sudah terkuras habis ia gunakan agar segera pergi dari rumah orang tuanya.


Namun suara ketukan dari kaca mobil membuatnya kembali mendapat cahaya kehidupaan.


Iapun segera menurunkan kaca mobilnya.


"Kenapa tidak turun?" Tanya Aura yang sedari tadi melihat kedatangan keanu, namun tak juga turun dari mobilnya.

__ADS_1


Bukannya menjawab Keanu justru bertanya balik.


"Ini sudah malam, Kenapa masih berada di luar?" Tanya Keanu yang segera turun dari dalam mobilnya.


"Aku kehabisan makanan." Jawab Aura menunjukan isi tas belanjaanya.


"Mie. Jangan bilang Kamu akan makan mie di tengah malam begini?" Tanya Keanu dengan menatap tajam seolah sedang memarahi anak kecil yang ketahuan memakan makanan yang dilarang orang tuanya.


"Iya, karena mungkin makan malam ku sedikit tadi." Jawab Aura dengan sedikit tawanya.


"Tidak bisa begini, ayo ke tempatku, sepertinya aku ada sesuatu yang layak di makan." Ucap Kenzo yang kemudian menarik tangan Aura untuk mengikutinya, sementara belanjaan Aura terpaksa dia ambil.


Ternyata malamnya tak sesepi dan segelap apa yang dipikirkan Keanu sebelumnya, karena di ujung jalan sana ada cahaya yang pasti sudah menunggunya.


Reza baru saja sampai di rumahnya, kini dia lebih semangat untuk pulang kerumah, karena sudah ada wanita pujaannya yang kini menunggunya pulang.


"Sayang, Ini untukmu." Ucap Reza yang datang dengan segenggam bunga untuk Diana.


Diana dengan senyum lebarnya, menerima bunga yang Reza berikan, dia sangat bahagaia dan merasa di cintai.

__ADS_1


"Heemm... Wangi sekali, terimakasih ya om." Ucap, memberi sedikit kecupan lembut di pipi Reza.


Reza melihat Diana bahagia dengan pemberiannya, karena Diana masih mencium dan mengusap setiap helai bunganya.


"Kapan kamu akan menjawab lamaranku?" Tanya Reza kemudian. Reza masih menunggu jawaban dari lamarannya tempo hari, setelah memilih kalung bersama Diana, Malamnya Reza melamar Diana dengan sebuah cincin yang tak kalah mahalnya dengan kalung yang ia belikan.


Diana yang mendengar pertanyaan Reza tersenyum simpul, kemudian ia menyimpan bunganya terlebih dahulu, lalu ia membelai punggung Reza lembut.


"Setelah Aku lihat kehancuran Aura, maka di hari itu akan jadi hari aku menjawab lamaran om. dan di hari itu aku pasti sangat bahagia." Diana sudah membayangkan dirinya menari diatas penderitaan Aura. hanya Aura seorang yang menghalangi jalan bahagianya. menghancurkan rumah tangganya, bahkan membuat dirinya tak berharga di mata Keanu.


"Baiklah. Itu berarti kamu akan menerima lamaranku di minggu ini." Ucap Reza yang membuat Diana semakin bebinar.


"Maksud om, Aura akan hancur dalam hitungan jari saja." Ucapnya sembari menekuk jari jemarinya satu persatu.


"Iya, di hari itu aku mau kamu tampil dengan sangat menawan saat kepulanganku."


"Terimakasih om, karena sudah mau mewujudkan semua keinginanku." Ucap Diana segera memeluk erat Reza.


Reza membelai rambut lurus Diana lembut, bau harumnya yang tak pernah berubah.

__ADS_1


"Aku akan lakukan apapun untuk kamu sayang." Ucapnya yang tersenyum jahat di balik punggung Diana.


Karena setelah mengikuti semua keinginan Diana, kini giliran Diana yang akan menuruti semua keinginannya, termaksuk membawa anak kandungnya untuk hidup bersama, dan itu berarti Diana hatus rela kehilangan semua harta Hartanto yang di milikinya.


__ADS_2