
Keanu berdiri dengan mengetuk-ngetukkan kakinya diatas lantai, Berkali-kali dia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, tak hanya itu, dia pun Berkali-kali menatap ponselnya menunggu balasan pesan yang ia kirim kepada Aura,
Ia sangat ingin berada di sisi Aura, setelah melihat berita di televisi, membuatnya ingin segera berada di samping Aura, menemani dan mensuport secara langsung, meski ia tak yakin bisa membantu Aura mencari solusi atas masalahnya. Tapi setidaknya dia ingin menjadi sosok yang bisa membuat Aura tenang dalam menghadapi permasalahnya.
Sampai semua ini terjadi, karena dirinya yang ingin segera bersama Aura, membuatnya kehilangan fokus dan hampir membahayakan nyawanya dan bahkan nyawa orang lain.
Disinilah Keanu berakhir, menunggu wanita asing yang dia sendiripun tak tahu nama dan lain sebagainya. Atas nama kemanusiaan dia menemani wanita itu dan bahkan harus merelakan untuk bisa berada di samping Aura. Lagi pula ia harus bertanggung jawab atas apa yang di perbuatnya.
Tiba-tiba dering telphon Keanu berbunyi, satu pesan teks masuk. dan Keanu langusng lompat kegirangan yang pada akhirnya Aura membalas pesannya juga.
"Aku baik-baik saja, sekarang aku sedang bersama Kenzo untuk mencari solusinya." Tulis Aura di pesan yang ia kirimkan untuk Keanu.
Keanu menggenggam erat ponselnya, selalu saja kakanya selangkah lebih dulu darinya. Jika begini jawaban dari Aura, lebih baik untuk tidak membalas pesannya sama sekali.
Disaat dirinya tengah kesal, ada wanita yang saat ini membuatnya lebih bersimpati, Keanu melihat Wanita tersebut sedang kesusahan saat akan mengambil minum di gelas tepat di meja samping tempat tidurnya.
Keanu pun segera masuk dan membantu wanita tersebut.
"Harusnya anda minta bantuan saya." Ucap Keanu mengambil gelas itu dan ia berikan kepada Wanita yang sedang terbaring tak berdaya di hadapannya, ia juga bahkan membantu wanita itu untuk duduk.
__ADS_1
"Aku Gea, aku bingung harus memanggil kamu apa, sedangkan kamu belum memperkanalkan diri." Jawab Gea yang merubah panggilan menjadi aku dan kamu, agar terkesan akrab. Karena pria ini yang pasti dalam 15 hari selalu ia temui, aneh saja jika masih merasa canggung satu sama lain.
"Aku Keanu. Kamu bisa panggil aku jika membutukan bantuan lainnya, aku tunggu di luar." Ucap Keanu sambil mengambil kembali gelas dari tangan Gea. Kemudian dia kembali menunggu Gea di luar ruangan.
Gea masih termenung setelah kepergian Keanu. Dia semakin berusah keras untuk mengingat dimana ia pernah bertemu dengan pria itu, bahkan namanya sangat sering ia dengar.
"Keanu. Namanya sangat tidak asing." Ucapnya. semakin memikirkannya, semakin sakit kepala Gea.
...****************...
Diana mematikan televisinya, setelah ia kenyang dengan pemberitaan yang menyudutkan Aura. Bahakan ia merasa Aura tidak akan berani menampakan dirinya lagi. karena nama baiknya sudah tercoreng.
Itu semua sepadan dengan apa yang Reza berikan, kahancuran Aura adalah bayaran untuknya menerima lamaran dari Reza. Meskipun bukan ini yang dia inginkan. Namun sedikit lebih lama bersma Reza ada untungnya juga untuknya. Diana sudah membayangkan kedepannya bersma Reza, dengan kemewahan dan kemanjaan yang Reza berikan membutanya rela melepaskan perasaannya.
Apa lagi tujuan hidupnya, selain hidup terjamin meskipun tidak bersama Keanu. Dulu ia pernah hidup untuk cinta, mencintai Keanu dengan tulus, meskipun ia tidak mendaptkan yang setimpal, tapi itu hanya membuat hatinya sakit, meminta haknya yang tak selalu Keanu berikan.
Setelah merasa puas berendam, Diana pun mengambil kimononya, dan membuka kotak yang sejak semalam sudah berada di kamarnya.
"Wah...." Ucapnya terperangah melihat isi kotak tersebut. Yang ternyata sebuah gaun berwarna Merah yang akan ia gunakan untuk menyambut Reza nanti.
__ADS_1
Diana perlahan mengambil gaun itu dan ia pun berputar di cermin. Belum di pakai saja sudah terlihat elegan, apa lagi nanti ketika menempel di tubuhnya, Diana sudah memperkirakan dirinya nanti akan tampak cantik sekali.
Terdengar suara mobil berhenti di depan villa tempat Diana menginap, siapa lagi yang akan datang selain Reza yang memang akan menagih janjinya.
Diana duduk dengan bersilang kaki, gaunnya yang memiliki belahan panjang, menampakan kaki jenjang miliknya. Dengan kedua tangan yang ia rentangan bersandar di sofa.
Reza terpana begitu membua pintu, disuguhkan pemandangan indah nan cantik.
"Bagaimana hadiah dariku?" Tanya Reza perlahan mendekat.
"Kamu memang selalu tahu yang aku inginkan." Jawabnya membelai wajah Reza yang kini sudah duduk di sampingnya.
"Jadi, apa kamu menerima lamaranku? Tanya Reza untuk lebih memastikan, meskipun memang sudah dipastikan demikian.
"Kamu berhak memilikiku seutuhnya." Jawab Diana yang perlahan mendekat. matanya tak sedetikpun terlepas dari memandang Reza. Bahakan jari jemarinya sudah bermain di setiap titik sensitif milik pria itu.
"Apa kamu menginginkan hadian kamu?" Ucapnya dengan suara yang dibuatnya pelan.
Kini malam ini milik mereka berdua, merayakan kemenangan atas penderitaan orang. tak peduli di sebrang sana ada yang masih berusaha keras memulihkan nama baiknya. Merka terus larut dalam perayaan yang memabukan. Merayakan kesenangan yang hanya bersifat fana.
__ADS_1