AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Rahasia Besar


__ADS_3

Semuanya berkumpul merayakan atas kehadiran keluarga baru mereka yang cantik nan mungil. Denis sengaja menutup Restonya demi berkumpul dengan para sahabatnya.


Terasa sekali di balik kebahagiaan Denis dan juga Melly ada Kenzo yang masih saja merasa hampa sejak kehilangan Aura, apa lagi dia secara langsung bertemu wanita mirip kekasihnya itu, saat di pesta kemarin.


"Maaf aku terlambat." Ucap Gea yang datang bersama Keanu. "Ini buat kamu sayang, dari aunty." Gea mendekat kearah bayi mungil melly dan memberikan bingkisan yang sempat ia beli tadi yang menyebabkan keterlambatan mereka.


"Wah... kita makan besar malam ini." Keanu melihat berbagai makanan sudah tersaji di meja dan segera mengambil posisi duduknya.


"Ah... ini hanya pesta kecil-kecilan saja,makananya pun seadaanya."Denis menanggapi ucapan Keanu.


Sementara para wanita sedang bermain dengan sang bayi, para pria sedang mengibrol santai sebelum memulai makan malam mereka.


"Kalian bertemu Aura disana?" Tanya Denis yang belum mendengar perkembangan terbaru dari pencarian tentang Aura.


Kenzo menggelengkan kepalanya lemah. Dari sikap Kenzo saja terlihat bahwa mereka tidak membuahkan hasil.


Keanu menjadi tegang saat membicarakan tentang Aura, karena sejatinya menyimpan sebuah rahasian itu sebuah beban.


"Mereka sangat mirip jika di lihat secara langsung bahakan terlihat seperti orang yang sama." Ucap Keanu berusaha masuk kedalam pembicaraan seolah-olah dia tidak tahu apapun.


"Kamu menanyainya langsung?" Tanya Denis lagi.


"Aku tidak sempat, tapi kakak menanyainya langsung." Jawab Keanu lagi.


Denis segera menoleh kearah Kenzo meminta di ceritakan secara detail.

__ADS_1


"Dia tidak mengakuinya, padahal jelas sekali dia Aura, aku tidak mungkin salah orang. Bahakan aku mendatangi kantor Seteven. Dan kalian tahu apa yang di katakannya, 'Laura atau Aura yang jelas dia sedang mengandung anakku.' Itu yang dia katakan." Kenzo mengulang ucapan Seteven yang cukup membuatnya kembali patah semangat.


"Dan kakak percaya begitu saja?" Kenzo menanykan sikap apa yang kakaknya ambil setelah mendengar ucapan tersebut.


Kenzo menundukan kepalanya, ia memang sempat mempercayai semua ucapan Seteven. "Dia terlihat yakin saat mengatakannya."


"Bagaimana jika itu memang Aura, dan dalam kandungannya adalah anak kakak."


"Masuk akal, karena kamu pernah mengatakan bahwa kalian sempat melakukan hubungan sebelum keberangkatan Aura. Jika di hitung-hitung itu semua bisa terjadi."


"Itu jika Aura dalam keadaan sehat, kalian tahu kondisi seperti apa yang diderita Aura. sedangkan kami hanya melakukannya satu kali." Kenzo mengingatkan kembali tentang kehamilan Aura yang hampir sulit terjadi.


"Tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa saja terjadi. jangan sampai kakak patah semangat sehingga kehilangan Aura." Ucap Keanu sedikit meninggikan nada bicaranya. Karena dia tidak ingin kakaknya patah semangat dan melupakan Aura, sementara Aura tengah berjuang demi kembali bersama kakaknya."


"Mungkin saja Aura punya alasan tersendiri, jangan sampai kesalahanku dulu kakak ulangi." Kini kakak beradik itu mulai terbawa emosi.


"Dulu dan sekarang berbeda. dulu kesalahan kamu Nu. jelas beda dengan yang saat ini terjadi. Kenapa kamu sangat memaksa, atau kamu memang masih ada rasa?"


Kedua pria itu kini berdiri saling melemparkan tatapan tajam. Denis memisahkan keduanya dengan menjauhkan dan mendorong agar kedua pria tersebut kembali duduk di kursinya.


"Sudahla Nu, ini masalah kakakmu, kita hanya bisa mendukungnya saja, selebihnya prihal keputusan apa yang akan Kenzo buat, biarlah menjadi keputusannya." Ucap Denis menenangkan Keanu.


"Aku hanya tidak ingin kakak menyeslinya. seperti apa yang pernah aku rasakan." Jawab Keanu pelan.


Tanpa para pria tahu, ada Gea yang sedang mengepalkan tangan menahn rasa marah juga cemburunya, karena mendengar semua yang di ucapkan Kenzo.

__ADS_1


Lagi-lagi jika menyangkut tentang Aura pasti keanu bereaksi berlebihan.


"Kalian belum memulai makan malamnya?" Tanya Gea yang kini mendekat.


Segera ketiga pria itu menghilangkan semua ketegangan yang tadi sempat mereka rasakan. Melupakan pertengkaran yang terjadi saat para wanita datang.


"Anasya mana? sudah tidur?" Tanya Denis karena melly tidak membawa serta anaknya.


"Ia, dia sudah tertidur." Jawab Melly yang kemudian duduk bergabung.


Rupanya kehadiran para wanita mampu menghilangan suasana tegang yang menyelimuti. Apalagi Keanu yang segera tersenyum saat Gea datang.


...****************...


Seteven sudah mengutus orang untuk memata-matai Kenzo, setelah mendaptakn alamat Kenzo, tanpa berlama-lama menyuruh orang kepercayaannya. Tak hanya Kenzo, Seteven juga memata-matai keluarga Aura. Setidaknya jika Aira kembalinkepada kekuarganya ia akan sedikit tenang, tapi Jika Aura mendatangi Kenzo, dia akan sangat marah sekali.


"Hallo, apa ada perkembangan?" Tanya Seteven saat menghubungi orang kepercayaannya.


"Maaf Tuan, saya terus mengawasi setiap gerak gerik Kenzo, tapi saya belum menemukan ada tanda-tanda nona Aura bersamanya."


"Terus awasi, kemungkinan dia sedang berhati-hati karena sudah tahu kita akan melakukan ini. jangan sampai kehilangannya sedetikpun." Seteven segera mematikan ponselnya. Dia kesal karena sudah beberapa hari ia hanya mendengar laporan yang sama.


Jika saja pekerjaannya bisa ia tinggal maka ia yang akan menanyai Kenzo langsung seperti kemarin saat Kenzo datang kepadanya.


"Kenapa aku harus melakukan hal bodoh itu. memang aku tidak bisa mengontrol bi**hiku ini." Seteven terus saja merutuki kesalahannya. Jelas-jelas dalam kontrak Aura tidak menginginkan hal semacam itu terjadi.

__ADS_1


__ADS_2