AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Kekurangan Diri


__ADS_3

Abigail mengetuk pintu ruangan Seteven, kemudian masuk dengan membawa sebuah undangan yang di tujukan untuk Tuannya.


Abigail berjalan dengan memainkan ujung rambutnya, mencari perhatian dari Tuannya yang semenjak kemunculan Aura, tak lagi mengunjunginya.


Dengan menyilangkan kaki duduk di meja samping kursi Seteven, memperlihatkan paha mulusnya. Kemudian Abigail menujukan undangan tepat di depan wajah Tuannya.


Seteven kemudian menoleh, melirik dengan tatapan tajam. "Simpan di meja." Ucapnya yang kemudian kembali fokus ke layar laptopnya, tanpa memperdulikan Abigail yang sedang menggodanya.


Sudut bibir Abigail bergetar, menahan kata-kata kesal yang tidak boleh terucap di depan Tuannya.


"Saya permisi dulu." Ucapnya kemudian pergi dengan menghentikan kaki menunjukan kekesalannya


Seteven melirik matanya melihat kartu undangan tergeletak di samping laptopnya. Ia kemudian mengambil dan membukanya.


Bukan hal baru baginya di undangan acara tersebut. Acara besar yang mengakui para pembisnis sukses. Siapa saja yang belum pernah menghadiri acara itu maka belum bisa di katakan pembisnis sukses.


Mengingat Aura masih harus beristirahat, dia menjadi bingung, karena dia sudah janji akan membawa istrinya untuk hadir di pesta nanti. Akhirnya Seteven berkonsultasi dengan dokter kandungan tanpa sepengetahuan Aura.


"Siapkan mobil, saya akan pulang sekarang." Perintah Seteven kepada bodyguardnya.


Setelah berkonsultasi, ternyata dokter miminta untuk Seteven datang dengan membawa Aura, dokter harus tahu kondisi Aura setelah istirahat total yang telah dijalaninya.


Sementara di rumah besar Seteven, Aura di beritahukan untuk bersiap-siap Karen Seteven akan datang dan mengajaknya pergi.


Tidak biasanya Seteven pulang di tengah pekerjaannya, dan itu membuat Aura heran, bahkan tak hanya Auar para pelayan yang sudah lama melayani Seteven lebih heran dengan sikap Tuannya yang berubah.


Suara langkah kaki terdengar, Aura menoleh kearah pintu kaca, menanti kedatangan Seteven. Entah mengapa Aura masih saja terkesima saat melihat Seteven dengan balutan jas kerjanya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Aura terkejut karena saat ini dirinya sedang dalam gendongan Seteven.


"Kamu lupa, aku vemum membolehkan kamu menggunakan kakimu ini." Jawab Seteven dengan pandangan lurus kedapan.


Jika di lihat sedekat ini, wajah Seteven sangat tampan, apa lagi dia memiliki leher dan pundak yang kokoh. Aura tak mau berkedip melihat pemandangan indah ini.


"Lima bulan lagi, Hanya lima bulan." Ucap Aura menguatkan dirinya untuk lebih sabar hingga sampai waktunya ia pergi dari pria aneh ini.


"Kita akan keman?" Tanya Aura lagi. Dia sama sekali tidak tahu Seteven akan membawanya kemana.


"Kita akan menemui dokter."


"Untuk Apa? bukankah jadwalnya baru minggu depan?" Tanya Aura, namun tak ada jawaban apapun dari Seteven. dan itu membuat Aura memanyunkan bibir dan mengalihkan padangannya.


...****************...


di akui sebagai pembisnis.


Tanpa mengetuk, Gea menerobos masuk dengan mengkibas-kibaskan kartu undangan di hadapan Kenzo.


Kenzo tersenyum, dan segera menghampiri Gea untuk mengambil kartu undangan itu. Dia sudah yakin kerja kerasnya selama ini akan terbayar. Apalagi undangan ini sudah di nantikan sejak empat bulan lalu.


"Terimakasih Ge." Ucap Kenzo kemudian membuka dan membaca udangan itu.


"Selamat bos." Ucap Gea yang kemudian keluar dari ruangan Kenzo.


Kenzo sangat semangat, tak lupa dia mengabari Denis tentang berita baik ini. Dia sudah tak sabar menantikan hari itu, akhir pekan ini dirinya harus sudah sampai di inggris. Dan karena itu sia harus segera memesan penerbangan dan mempersiapkan banyak hal.

__ADS_1


"Aura tunggu aku, aku yakin kamu disana sedang membutuhkan pertolongan."


Alasan itu yang di jadikan Kenzo agar menjaga pikirannya untuk tak berpikiran negatif tentang Aura. Kenzo yakin bahwa Aura disana sedang di bahwa tekanan Seteven, entah ancaman apa yang Seteven berikan, dan itu membuat Aura tak juga memberi kabar. Karena Aura melakukan ini semua bukan untuknya tapi untuk semua orang yang bekerja di bawahnya.


...****************...


Semua orang sudah berkumpul di resto Denis, untuk merayakan Kenzo yang akhirnya di undang ke acara besar. Kali ini ada wajah baru yang hadir di perkumpulan mereka, tak lain adalah kekasih Gea, yaitu Keanu.


Saat mereka tengah berbincang, tiba-tiba Melly menjatuhkan gelas dari tangannya, kemudian memegangi perutnya yang terasa sakit.


Semua orang menoleh dan segera menghampiri Melly,


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Denis panik. karena Melly terus mengaduh dan memegangi perutnya.


"Sepertinya Melly akan melahirkan." Ucap Gea yang juga panik karena melihat darah yang mengalir di kaki Melly.


"Kita harus segera membawanya kerumah sakit." Ucap keanu yang meminta denis untuk segera menggendong Melly untuk di bawa kerumah sakit.


Denis pun mengikuti semua arahan dari Keanu. terlihat sekali Kenau cukup tenang menghadapi situasi semacam ini. Sementara Kenzo dan yang lainnya terliha sangat panik.


"Biar aku saja yang bawa." Ucap Keanu merebut kunci mobil dari tangan Kenzo.


Tanpa berpikir panjang Kenzo pun menyerahkannya, dan kemudian membuka pintu samping pengemudi. sementara Gea dan Denis duduk di kursi belakang menemani Melly.


Kenzo melihat Keanu sangat fokus mengemudi, bahakan Keanu tak terganggu dengan darah melly yang ada di tangannya. Dia seakan sudah terbiasa menangani hal semacam ini. Kenzo sangat iri melihat nya, karena dia sangat berbeda dengan sang adik, dia tak pernah ada di situasi semacam ini.


Jika di ingat kembali, bagaimana dulu ketika Aura masih menjadi istrinya, tak pernah sekalipun dirinya mendampingi Aura di saat-saat sulitnya selalu saja Keanu yang menggantikan pernannya. Kenzo baru menyadari bahwa dia belum melakukan banyak hal untuk Aura. Dan wajar saja jika dulu Aura lebih nyaman meminta bantuan sang Adik dari pada suaminya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2