AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Misi Pertama


__ADS_3

Hanya keheningan yang menghiasi perjalannan pulang Gea dan Melly. Tak ada pembicaraan apapun yang keluar dari mulut mereka berdua. Semuanya menyelami pikirannya masing-masing.


"Aku bisa pulang sendiri!" Ucap Melly saat mereka sudah mendarat di babdara, Melly menolak untuk pulang bersama menggunakan mobil Gea seperti saat mereka berangkat.


"Mell, kamu marah?" Tanya Gea menahan Melly untuk pergi.


"Pikir saja sendiri!" Jawab Melly melepaskan tangan Gea dari lengannya.


Melly kecewa dengan Gea, Melly tahu Gea mencoba mengambil kesempatan yang diberikan Aura. Namun sebagai seorang saabat dia harusnya tidak menerima permintaan Aura untuk alasan apapun.


Gea terus mengekori Melly, dia bingung mengapa mendadak melly sinis kepadanya.


"Apa ini tentang permintaan Aura? Tanya Gea mencoba menebak arti dari kemarahan Melly.


"Dia yang memaksa Mell, apa salah aku membantunya?" Lanjutnya, Gea tidak mengerti mengapa dirinya yang menjadi sasaran kemarahan Melly, Karena Gea merasa dia tidak berbuan salah.


Melly menghentikan langkahnya setelah3ndengar pertanyaan Gea, lalu diapun berbalik menghadap sahabtanya itu.


"Jelas salah Ge. apapun alasannya itu salah."


"Dimana letak salahnya? Aura meminta bantuanku, dan aku sebagai sahabatnya akan membantu sebisaku, dia meminta aku menggantikannya menjaga Kenzo dan kamu sangat tahu bagaimana persaanku terhadap kenzo." Ucap Gea membela dirinya sendiri. karena dia yakinnkeputusannya adalah benar, ini demi kebaikan Aura juga dirinya.


"Kamu memang memanfaatkan kesempatan yang ada. Semoga kamu benar dengan keputusan yang kamu ambil. Dan kamu harus tahu, tidak akan mudah membuat Kenzo berpaling dari Aura." Ucap Melly tetap dengan sinisnya.


"Itu akan mejadi urusanku, Tapi aku mohon, kamu jangan membenciku, aku tidak punya siapapun selain kamu dan juga Aura." Gea perlahan meraih tangan Melly lalu digenggamnya.


Melly merasa iba, dia sangat tahu kesepian yang selama ini di lalui sahabatnya itu. Melly pun tak ingin persahabatnya menjadi rusak.


"Maafkan aku Ge, aku hanya tidak mengerti jalan pikiran kalian berdua." Ucap Melly memeluk Gea.


...****************...


Pertengkaran kembali terdengar dari kamar Aura dan juga Kenzo, mereka kini tengah berdebat tentang sikap Aura yang berubah. Sejak hari dimana Aura menjnggalkan Kenzo untuk bersama Gea, sampai saat ini Aura menolak jika Kenzo menyentuhnya.


"Kamu tidak akan pernah mendaptkan anak dari rahimku." Ucap Aura mengakhiri semua pertengkaran yang terjadi.


Kenzo terdiam sejenak sebelum mengeluarkan ucapannya.


"Jadi ini semua tentang itu." Ucapnya pelan.


"Tentang itu katamu? Kenapa kamu mengaanggpnya seolah itu bukan masalah besar?" Tanya Aura marah, saat dorinya berusaha untuk keluar dari masalah itu, ternyata suaminya hanya mengaggap itu bukan masalah besar.

__ADS_1


"Aku tidak peduli, kita bisa mengangkat seorang anak atau apapun itu." Ucap kenzo kemudian.


"Tidak Ken, bukan itu solusinya. Kamu harus mempunyai keturunan kamu sendiri dan itu sudah pasti bukan dariku."


Ucapan Aura seperti petir disiang hari, karena tidak pernah terpikirkan di benaknya untuk melakukan itu.


"Apa maksud kamu, kamu ingin aku menikahi wanita lain? Itu tidak mungkin terjadi. Aku akan selalu mendampingi kamu." Jawab Kenzo menghampiri Aura dan memeluknya erat. Ia tahu beberpa bulan ini istrinya sedang rapuh, bahakan dia sebagai suami tidak mampu berbuat banyak.


"Tapi aku yang menanggung beban ini, kamu tidak akan pernah mengerti apa yang aku rasakan." Ucap Aura melemah, di sertai dengan isak tangisnya.


Kenzo melihat Aura sudah terlelap di pelukannya, usia pertengkaran yang membuat lelah hati dan pikirannya. Kemudian Diapun membaringkan Aura diatas kasurnya. sebelum ponselnya berdering.


Masalah dengan istrinya belum juga selesai, Kenzo harus menerima panggilan tugas, pekerjaannya menuntutnya untuk segera kembali ke jakarta, ada beberapa rapat yang membutuhkan kehadiarannya.


Saat ini Aura masih terlelap bersama mimpi-mimpi yang menghiasi tidurnya, sedangkan dirinya harus segera berangkat untuk mempelajari berkas untuk rapat pagi hari.


Tak lupa Kenzo memberi pesan kepada para Art di rumahnya untuk memberitahukan kepergiaannya saat Aura terbangun nanti.


Sesampainya di bandra, Kenzo segera menuju kantornya, disana kebetulan sudah ada Gea yang sedang menunggu kedatangannya.


"Kamu belum pulang?" Tanya Kenzo saat Gea masih sibuk dengan komputernya.


"Aku sengaja menunggu. Kita harus mempelejari bersama berkas ini untuk rapat besok." Jawab Gea memberikan berkas untuk mereka pelajari.


"Iya, supaya lebih cepat saja." Jawab Gea tersenyum mendapat pujian dari atasannya itu.


Gea bingung bagaimana Awal untuk lebih akrab lagi dengan Kenzo, sebab selama ini hanya jika ada melly dan Denis saja Gea bisa lebih akrab dengan Kenzo.


"Mau aku buatkan kopi?" Hanya itu ide yang keluar dari kepalanya.


"Boleh Ge." Jawab Kenzo.


Tak ada yang sepesial terjadi, Gea berusaha mencuri oerhatian Kenzo Namun Kenzo tetap fokus kepada pekerjaanya.


"Akhirnya selesai juga. sudah malam, kamu bawa mobil?" Tanya Kenzo kepada Gea.


"Hhhmmm Bawa sih, tapi sepertinya aku menginap saja di kantor."


"Kenapa?"


"Sudah sangat malam, aku takut!" Jawab Gea dengan harapan Kenzo akan mau mengantarkannya pulang.

__ADS_1


"Ya sudah aku anatar pulang." Jawab kenzo seperti yang Gea harapkan.


"Apa tidak akan merepotkan?" Tanya Gea sok jual mahal.


"Tidak kok, sekalian lewat juga." Ucap Kenzo tetap dengan nada cueknya.


"Terima kasih ya Ken." Gea sangat senang, akhirnya dia bisa mendaptkan ide brilian.


...****************...


Aura menerima sebuah photo dari Gea, Gea menujukan saat dirinya diantar Keanu pulang kerumahnya. Bukan bermaksud untuk membuat Aura cemburu, tapi memang Aura yang memintanya. Aura hanya ingin tahu apakah Gea benar-benar menjalankan misinya, seperti apa yang Gea janjikan.


Aura menatap photo itu, semula dia pikir akan baik-baik saja ternyata tidak, Aurapun wanita normal, dia cemburu melihatnya, Dia marah bagaimana bisa Kenzo begitu mudahnya mengantarkan Wanita lain untuk pulang.


Dia menyalahkan Kenzo yang terlalu gampangan di dekati sembarang wanita padahal statusnya sudah beristri.


Kemudian Aura segera menghapus photo itu dari galery ponselnya. Dan melemparkannya sembarang, melapiaskan kekesalannya.


tok...tok...tok...


"Maaf non, ada pak Irwan menunggu." Ucap Art dari depan pintu kamarnya.


"Baik, suruh tunggu. Sebentar lagi saya turun.


Pak Irwan adalah pengacara yang maminya percayakan untuknya mengurusi semua hal, dari kontrak pekerjaan sampai rencana perceraiannya dengan Kenzo.


"Selamat pagi bu Aura." Sapa Irwan saat aura sudah turun menemuinya.


"Pagi pak, maaf lama menunggu."


"Kedatangan saya untuk memberitahukan bahwa pak Winston sudah mengakui perusahaan anda di atas kertas." Ternyata pengacaranya membawa kabar tentang perusahaannya sudah di akui di winston grup.


"Lalu masalah perceraian saya?" Tanya Aura. Sebab maminya membolehkan dirinya bercerai jika perusahaanya sudah diakui kakeknya.


"Sekarang anda sudah bisa meminta gugatan cerai kepada pak Kenzo."


"Akhirnya, buatkan saya gugatannya, kemudian kirimkan ke alamat kantor Kenzo."


"Baik bu, saya permisi." Setelah semuanya selesai dibahas dengan aura, Pengacaranyapun pamit.


Aura sudah sangat yakin untuk melepasakan Kenzo, Karena jika terus bersama hanya akan membuat dirinya juga Kenzo tersakiti. Aura yakin ini adalah yang terbaik untuk Kenzo dan juga keluarganya.

__ADS_1


Aura hanya tidak siap jika nanti orang tua Kenzo tahu tentang kondisi Aura sebenarnya, mereka pasti akan sangat kecewa, karena mereka sangat ingin seorang keturunan, apalagi dari anak pertamanya. Meskipun siska dan Rian tidak pernah memaksakan secara langsung kepada Aura untuk memiliki anak kembali, namun Aura sangat tahu jika mereka memang sangat menantikan Aura untuk hamil kembali. Dan itu tidak akan pernah terjadi kepadanya.


__ADS_2