AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
TARGET


__ADS_3

Aura mengerejapkan matannya, lalu di bukanya perlahan, nampak silau dengan cahaya Samar-samar terlihat sampai terbuka sepenuhnya. Melirik kearah kanan dan kirinya, terlihat suasana yang asing dan jelas dia tidak berada di apartment Keanu.


Kemudian kembali mengingat apa yang sebenarnya telah terjadi kepadanya. Aura mengingat saat tiba-tiba perutnya terasa sakit, bahakan ada sedikit darah yang keluar. Seketika Aura segera meraba perut dengan kedua tangannya.


"Bayiku..." Gumamnya, saat merasakan perutnya yang masih kencang membesar. Itu tandanya mereka selamat.


"Terimakasih Tuhan!" Serunya penuh syukur.


Kemudian Aura merasa sesuatu menempel di bagian samping tubuhnya, Aura pun perlahan menolehkan kepalanya.


"Keanu, sejak kapan dia disini?" Tanya menatap Keanu yang masih tertidur, sementara matahari sudah menjalankan tegasnya. Mungkin karena kecapean setelah menjaga Aura semalaman.


Aura sangat tersentuh, meski dia bukan siapa-siapa lagi bagi Keanu, Namun Keanu masih saja peduli kepadanya.


Aura kembali memalingkan wajahnya, ketika dia melihat pergerakan dari Keanu yang sepertinya sudah akan bangun dari tidurnya.


Keanu mngerenyitkan dahi karena menahan matanya dari cahaya silau matahari pagi, dia tidak sadar bahwa dia tertidur di samping Aura dengan posisi yang membuat tubuhnya menjadi pegal.


Sekilas ia melihat keraha Aura yang masih memejamkan mata,kemudian melakukan peregangan, dengan suara lenguhan yang cukup kencang.


Mendengar itu Aura menahan bibirnya untuk tidak tertawa, karena merasa lucu saat membuka sedikit mata dan melihat eksprsi Keanu tadi.


"Kamu sudah bangun Ra?" Tanya Keanu yang segera merapikan pakaiannya yang tadi sempat terangkat saat peregangan.


"Sudah, dari tadi. Maaf ya badan kamu pasti sakit." Ucap Aura.


"Aku sudah biasa tidur seperti ini, jadi tidak masalah. Kamu tunggu sebentar, aku harus panggil dokter untuk mengecek kondisi kamu." Ucap Keanu yang kemudian pergi keluar untuk mencari dokter.


...****************...


Seperti biasa Siska dan Rian sedang menikmati pagi dengan bersarapan bersama, hanya saja pagi ini ada yang berbeda, karena hari ini siska sudah berdandan rapi bahkan menyanggul rambutnya.


"Ken, nanti antar mama ke tempat arisan. kamu siangan saja masuk kantornya." Ucap Siska begitu Kenzo duduk bergabung bersama mereka.


"Aku sibuk mah, bukankah ada supir?" Tidak biasanya siska meminta antar kepadanya


"Supir lagi sakit." Jawab Siska sambil mengunyah makannya.


"Papa ada, papa bisa kan?" Kenzo melemparkan kepada Rian.

__ADS_1


"Papamu ada acara dengan teman-temannya. Kini hanya kamu saja yang bisa mengantar mama. pokoknya kamu tidak boleh menolak." Omel Siska kepad Kenzo.


"Aduh mah, hari ini aku sibuk banget. mama bisa nyetir sendiri atau aku pesankan taxi." Ucap Kenzo tetap menolak mengantarkan mamanya. Kenzo memiliki perasaan aneh dengan itu.


"Mama sudah lama tidak menyetir. Apa lagi naik taxi, mama gak mau. Lagi pula mama baru kali ini minta bantuan kamu, selama ini kalau supir tidak bisa ada Diana. tapi karena Diana tidak ada Keanu juga tidak ada. Yang tersis tinggal kamu." Ucap Siska yang kini sudah berdiri dengan menatap tajam kearah anaknya. Dia harus berhasil meyakinkan Kenzo untuk mengantarkannya.


"Mama tunggu diluar." Lanjutnya yang kemudian segera berjalan keluar rumah.


Sebenarnya hari ini jadwal arisan di rumah bu wibowo. Tujuan siska mengajak Kenzo adalah agar Kenzo bisa bertemu dengan anknya bu wibowo.


Tak lama Kenzopun datang dengan membawa mobil dan berhenti tepat di depan mamanya.


"Ayo nail ma, di mana tempatnya?" Tanya Kenzo dengan wajah kesal. dia tak masalah jika harus mengantar mamanya ke tempat arisan tapi yang jadi masalah adalah waktunya tidak tepat. harusnya Siska bisa mengatakan itu di jauh-jauh hari, agar Kenzo bisa memasukan ke jadwalnya.


Siska pun menyebutkan sebuah alamat, dan membuat Kenzo terkejut mendengarnya. Iapun mengehel nafas kesal, karena tujuan mereka sangat jauh.


perjalanan satu setengah jam di tambah kemacetan kota yang tak bisa di hindari menjadikan total perjalanan mereka selama dua jam setengah. barulah mobil yang mereka naiki melewati gerbang besar berwarna hitam.


Kenzo mengehntikan mobilnya tepat di depan rumah mewah sang pemilik disana juga sudah berjajar mobil teman-temannya Siska.


"Kita sudah sampai." Ucap Kenzo, mempersilahkan mamanya untuk turun dari mobilnya.


"Ma, kita sudah sampai." Ulang Kenzo.


"Kamu ikut mama kedalam." Ucap siska Kemudian.


"Ikut?" Tanya Kenzo bingung.


"Iya, semua teman-teman mama membawa anaknya." Siska mencari alasan agar supaya Kenzo mau menemaninya masuk.


"Ini apa lagi sih mah?"


"Please, sebentar saja. setelah mama kenalkan kamu, kamu bisa segera pergi."


Karena Kenzo ingin segera berangkat kekantornya dia pun menyetujui dan akhirnya ikut masuk bersama Siska.


Saat memasuki rumah Kenzo terheran-heran karena hanya ada para ibu-ibu yang sedang berkumpul. Ucapan siska tadi tidak benar sama sekali. karena tidak ada satupun yang membawa anaknya.


Kenzo suda menatap tajam kearah siska, namun siska tak menghiraukannya.

__ADS_1


Kenzo melihat siska berbisik dengan salah satu temannya, dan kemudian menarik Kenzo untuk duduk di ruang tamu, terpisah dari kumpulan para ibu-ibu tadi.


"Ini toh anakmu jeng!" Ucap wanita yang diketahu adalah pemilik rumah.


"Iya jeng, dia anak pertamaku." Ucap siska menyikut pinggang Kenzo untuk menyapa dan memperkenalkan dirinya.


"Saya Kenzo hartanto." Ucap Kenzo dengan singkat.


"Wah, ternyata kamu ini persis seperti yang selalu mamamu ceritakan." Ucap bu wibowo entah memuji ataupun bukan Kenzo tidak memperdulikannya. Kenzo hanya menoleh dengan tatapn yang semakin tajam kearah Siska.


Siska hanya melemparkan senyum sambil terus berkedip kearah Kenzo.


"Maaf tante sepertinya saya harus pergi." Ucap Kenzo yang tentu saja membuat siska terkejut dan segera mencegah, karena Kenzo belum sempat bertemu dengan putri bu wibowo.


"Tunggu sebentar, Riana sedang membuatkan minuman, kamu boleh pergi setelah itu." Ucap Bu wibowo dengan cepat


"Benar itu Nak. tunggu sebentar." Tambah siska sambil memukul pelan lengan anaknya.


kenzo pun kembali duduk, merasa terjebak dengan jebakan yang sudah sengaja mamanya buat.


Tak lama datang seorang wanita muda dengan membawa nampan berisi minuman. Dia Riana anak sulung keluarga wibowo. yang baru menyelsaikan S2 nya dan kini sedang mencari calon suami.


Nampaknya Kenzo tidak terlalu memperhatikan siapa di balik nampan itu, hanya saja dia menunggu minuman untuk segera ia habiskan.


"Perkenalkan anak tante." Ucap bu wibowo menggandeng anaknya.


Kenzo perlahan menaikan pandangannya kearah dua orang di depannya. Terlihat Riana yang sudah tersenyum dengan tangan yang sudah terulur.


"Riana." Ucapnya terdengar lembut.


"Saya Kenzo." Kenzo dengan cepat meraih tangan itu dan segera ia lepaskan begitu menyebutkan namanya.


"Baiklah karena saya sudah mengahbiskan minuman itu, maka saya bisa pergi. Terimakasih atas jamuannya." Ucap Kenzo yang kemudian pergi begitu saja.


Siska merasa kebingungan denagn sikap anaknya. Meski ia sudah menduga hal ini akan terjadi, namun ternyata dia tetap merasa malu dengan sikap anaknya.


"Maafkan anak saya jeng, dia begitu karena harus segera kekantornya, untuk menghadiri rapat." Siska mencari alasan agar Kenzo tak di pandang buruk.


"Nggak apa-apa tante, dia pasti pekerja keras, dan sudah pasti waktunya sangat berharga." Jawab Riana yang membuat kepercayaan diri siska kembali lagi.

__ADS_1


Siska pikir Riana akan tersinggung dengan sikap yang Kenzo berikan tapi ia salah, rupanya Riana terkesan. Dan itu membuat Siska dan bu wibowo saling pandang dan saling melemparkan senyuman.


__ADS_2