AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Benih Cinta


__ADS_3

Kenzo duduk termenung dengan tangan yang menopang kepalanya. Menyesali dirinya yang tidak bisa mengontrol emosinya. Tidak tahu harus menyikapi seperti Apa. Kini isi kepalnya bagaikan kaset kusut yang trus mengulang-ulang pertengkarannya dengan Aura.


Saat ini Kenzo berada di tempat Denis, Karena hanya Denis yang akan mendengarkan keluh kesahnya. Sementara Aura, pergi dengan membawa mobilnya entah kemana.


"Loe kenapa lagi? Masih mencurigai istri loe? Loe belum Tanya langsung? Tanya Denis, sambil memberikan secangkir kopi untuk Kenzo.


"Gw gak bisa!" Jawab Kenzo.


"Terus apa yang loe pikirkan, sampai datang malam-malam? Tanya Denis lagi.


"Gw berantem, kali ini Aura pergi. Dan gw gak kejar dia sama sekali." Ingin sekali Kenzo mencegah Aura pergi, namun ucapan di mulutnya selalu saja tidak sesuai dengan isi hatinya, alhasil itu menjadi luka baru bagi Aura.


"Aduh... kenapa loe selalu bodoh kalau tentang cewek!" Denis menepuk-nepuk bahu Kenzo. memang sahabtanya ini tidak banyak pengalaman, dan juga sangat egois. Sebab, hanya beberapa orang saja yang akan tahan dengan tingkah lakunya.


"Terus gw harus bagaimana?" Tanya Kenzo. Dia tidak tahu harus melakukan Apa.


"Loe harus hilangkan kecurigaan loe, dengan cara, loe tanya kebenarannya. Kalau ngga loe cari sendiri kebenarannya."


Semenjak kepulangannya dari berbulan madu, Kezno datang menemui Denis, dia menceritakan bagaimana dirinya sudah mulai membuka diri dengan Aura. Berawal dari dirinya memperhatikan Aura yang sedang tertidur, dia melihat Aura seperti bayi yang tak berdosa, wajah polosnya ketika tidur mampu menggetarkan hati Kenzo, Sampai Kenzo tak tega melihat Aura tertidur di kursi, kemudian ia memindahkannya ke atas kasur. Dan kembali memasang wajah dingin ke esokan harinya.


Namun semua itu tak berlangsung lama. Sebab banyak keanehan-keanehan yang bermunculan, seperti sebuah rahasia yang sedikit demi sedikit mulai terbuka.


Kenzo mencurigai ada sesuatu yang terjadi diantara istrinya juga adiknya. kecurigaan itu bermula, saat Keanu tahu tentang Alergi Aura.


Masih di malam yang sama. Sayup-sayup terdengar suara Keanu bersama Aura, di depan kamarnya. Entah apa yang mereka obrolkan, karena Pada malam itu Kenzo tahu bahwa aura sedang menangis, dia menebak alasannya pasti karena adiknya. Kenzo menjadi semakin mencurigai mereka berdua.


Kenzo selalu memperhatikan gerak-gerik kedua orang itu. Kenzo melihat Aura mulai menjauh dari Keanu, dan itu menambah rasa curiga di diri Kenzo. Selau bertanya kepda dirinya sendiri, kemungkinan-kemungkinan yang telah terjadi di antara mereka saat di santorini. sampai hubungan mereka menjadi canggung.


Satu hal yang menambah keyakinan Kenzo, yaitu tatapan mata Keanu. Berkali-kali Kenzo melihat Keanu sedang menatap istrinya dengan tatapan yang sangat berbeda. Kenzo yakin itu.


...※※※※...


Kenzo berkali-kali menelphon Aura, namun tidak satupun panggilannya, Aura jawab.


"Pergi kemana kamu?" Kesal Kenzo.


Kenzo mendatangi setiap hotel sekitaran tempat tinggalnya, namun tidak ada tamu yang bernama Aura menginap disana.


Kenzo semakin bingun, karena malam sudah semakin larut, bahakan sang surya sedang bersiap menapakan dirinya.


"Halo..." Suara paru terdengar di telinga Kenzo.


Akhirnya Aura mengangkat telphonnya, Sedikit kesal, karena disaat dirinya sangat khawatir, justru Aura sedang asik dengan mimpi-mimpinya. Namun tak bisa di pungkiri, Kenzo merasa lega, karena Aura sudah mengangkat panggilan telphonya.


"Sekarang kamu berada dimana?" Tanya Kenzo.


"Kenzo?" Gumam Aura.


"Iya aku Kenzo, suami kamu. Sekarang kamu dimana? aku kesana!" Ucap Kenzo. yang sudah sangat prustasi.

__ADS_1


"Untuk apa?" Tanya Aura. Aura merasa heran, mengapa Kenzo mencarinya, setelah apa yang dilakukannya.


"Cepat katakan dimana kamu!" Teriak Kenzo yang sudah tak sabar ingin segera menemukan Aura.


"Iya, aku share location sekarang." Jawab Aura kesal.


Kemudian Aura menutup telphonnya. Rasa kantuknya pun hilang seketika.


"Ah, kenapa dia harus kesini? ibu gak boleh tahu tentang sikap Kenzo selama ini. ah... bagimana ini?"


Aura melupakan bahwa dirinya saat ini berada di rumah ibunya, sedangkan ibunya belum pernah mengetahui sosok suaminya. Aura khawatir, ibu tahu sikap Kenzo yang selalu dingin kepadanya, karena ibu sangat peka. bahkan Aura sendiri sulit jika menyembunyiakn sesuatu dari ibunya.


Setelah menerima lokasi keberadaan Aura, Kenzo mulai melajukan mobilnya mengikuti panduan dari ponselnya. Di liriknya kanan dan kiri, dia mulai memasuki perkampungan dan sampailah Kenzo di tempat tujuan. Dia melihat mobil Aura sudah terparkir di depan rumah yang sangat kecil.


Bukan sebuah hotel bintang lima ataupun rumah mewah, tapi rumah kecil di daerah perkampungan yang menjadi tempat persembunyian istrinya. Dan Kenzo penasaran siapa kenalan Aura yang sederhana itu.


Jika dibandingkan dengan Aura yang tinggal di rumah mewah dan memakai segala sesuatu yang branded, rasanya tidak mungkin Aura bergaul dengan pemilik rumah itu.


Tok...tok...tok...


Kenzo mulai mengetuk pintu. Dan tak lama pintunya pun terbuka, terlihat seorang wanita paruh baya, namun masih terlihat muda, membukakan pintu.


Tak lama terlihat juga Aura yang berlari di belakangnya, ia hendak membukakan pintu namun ia kalah cepat dengan wanita paruh baya itu.


"Ibu...!" Seru Aura,


"Ibu???" Kenzo mengerenyit, saat mendengar Aura memanggil wanita itu dengan sebutan ibu.


"Bu, ini Kenzo." Ucapnya memperkenalkan Kenzo.


Dengan mata penuh harapan, agar Kenzo mau mengikuti alur yang ada.


"Ya ampun, nak Kenzo. maaf, ibu tidak mengenali. duh, ternyata lebih ganteng aslinya. Ayo masuk!" Seru Ratmi, mengusap-ngsap punggung Kenzo.


Kenzo semakin kebingungan, namun dia mengikuti untuk masuk kedalam rumah itu.


"Duh, pasti nak kenzo capek ya, baru Datang langsung kesini." Ucap Ratmi yang menambah kebingungan Kenzo.


Lalu ia melirik kearah Aura, mencari sinyal apa yang akan Aura berikan untuknya menjawab pertanyaan Ratmi.


"Iiiyya bu." Jawab kenzo ketika Aura memainkan matanya.


"Ra, antar nak Kenzo ke kamar dulu, dia harus segera istirahat, ibu akan buatkan minum hangat." Ucap Ratmi meninggalkan mereka berdua.


Akhirnya Aura bisa bernafas lega.


"Ikut aku." Ajak Aura menuntun Kenzo untuk masuk kedalam kamarnya.


Kenzo mengangak kedua tangannya, meminta penjelasan dengan apa yang baru saja terjadi.

__ADS_1


"Oke, aku jelasakn. Tapi sebelunya aku mohon kamu jangan berulah disini." Pintanya memohon.


"Aku berulah...." Ucap Kenzo yang tidak terima dengan apa yang di ucapkan Aura. karena menurutnya yang berulah itu Aura, karena memainkan trik kabur-kaburan.


"Sssttt...." Aura menempelkan jarinya di bibir Kenzo. Jarak mereka sangat dekat sekali.


Kenzo merasakan jantungnya berdetak sangat kencang, desiran-desiran aneh menyebar keseluruh tubuhnya.


"Ada apa dengan jantungku?" Ucapnya dalam hati.


"Dengarkan, disini kita tidak boleh bicara terlalu keras, sebab akan terdengar dari ruangan sebelah." Ucap Aura melepaskan tangannya, dan kembali mundur menjauh dari Kenzo.


Akhirnya detak jantungnya kembali ke ritme normalnya.


"Baiklah, sekarang jelaskan!" Ucap kenzo. mendarkatan tubuhnya duduk di atas kasur.


"Dia ibuku, kamu harus bersikap baik kepadanya. sebagaimana aku bersikap kepada mama." Ucap Aura menjelaskan siapa sosok ibu bagi dirinya.


"Ibu?" Tanya Kenzo, Sebab yang ia tahu bahwa ibunya Aura yaitu Jasmin. Ternyata Banyak yang tidak ia ketahui tentang istrinya, selain dari data yang di berikan papa untuknya.


"Nanti aku jelaskan secara rinci, tapi tidak disini." Ucap Auar.


Tiba-tiba ibunya datang dengan membawa namapn berisi minuman untuk Kenzo.


"Ra, ini minumnya, Biarkan Nak kenzo beristirahat, jangan kamu ganggu." Ucap Ratmi mengingatkan Anaknya. Sebab ia mendengar Aura sedari tadi mengajak Kenzo mengobrol.


"Iya bu." Jawab Aura sebelum ibunya keluar dari kamar Aura.


Kenzo menyelisik ke setiap sudut kamar yang ukurannya bahkan tidak separuh dari kamarnya. Terlihat beberap photo tergantung rapi, photo-photo Aura saat sekolah.


"Lebih baik kamu tidur." Ucap Aura


Kemudian Kenzo melihat Aura yang hendak keluar dari kamarnya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Kenzo,


"Aku akan tidur di depan!" Ucap Aura, karena tidak mungkin dia tidur bersama Kenzo.


"Disini saja, apa kata ibu nanti." Ucap Kenzo menepuk-nepuk kasur,


"Aku bisa jelaskan nanti kepada ibu." Aura tetap tidak bisa menerima ajakan Kenzo.


"Kamu selalu saja ingin aku terlihat buruk!"


"Bukan seperti itu, hanya saja kita tidak terbiasa tidur bersama." Ucap Aura pelan.


"Terserah kamu. kamu memang ingin aku jelek di mata ibu kamu." Ucap Kenzo mulai membaringkan tubuhnya di atas kasur yang sudah tidak empuk lagi.


Aura masih berdiri mempertimbangkan keputusan apa yang akan diambilnya.

__ADS_1


"Baiklah." Jawab Aura, kembali dan berbaring di samping Kenzo.


Aura membalikan badanya membelakangi Kenzo, merasakan hawa panas di punggungnya. Hati memang tidak bisa di bohongi, dia mulai bereaksi. Aura memegangi dadanya, dia merasa gugup. meski tidur bersama Kenzo pernah terjadi, namun kali ini dia secara sadar melakukannya.


__ADS_2