
Perlahan Aura sudah mulai ceria kembali, meskipun masih belum banyak berbicara, tapi setidaknya sudah berkali-kali senyuman terlihat di wajahnya.
Hari ini Aura akan mengunjungi panti asuhan bersama Keanu sesuai dengan apa yang di rencanakannya kemarin, namun dia melihat Kenzo juga sudah rapi seperti hendak pergi.
Namun Aura enggan menanyakannya, dia masih merasa kesal dengan Suaminya itu. Semalam Kenzo datang sangat larut, disaat Aura yang masih belum stabil secara emosi.
"Kamu mau pergi kamana?" Tanya Kenzo kepada Aura, sebab saat ini Aura sudah berpakaian rapi.
"Aku akan keluar." Jawab Aura singkat.
"Kamu sadar kondisi kamu sekarang, kamu tidak bisa pergi sendirian." Ucap Kenzo melarang Aura untuk pergi. tanpa menawarkan diri mengantarkannya.
"Kamu tenang saja, aku akan pergi bersama Keanu."
"Dengan Keanu? Dia lagi?" Kesal Kenzo saat Aura menyebutkan nama adiknya itu.
Aura tidak menggubris pertanyaan Kenzo dia hanya terdiam meneruskan sarapannya.
"Kamu tidak bisa pergi atau keluar dari rumah ini sampai kamu benar-benar sembuh." Ucap Kenzo tegas.
Aura memejamkan mata menahan marahnya. Dia kecewa karena Kenzo sama sekali tidak mengajukan diri untuk mengantar kemana ia akan pergi.
"Kenapa tidak kamu saja yang mengantarku?" Tanya Aura,membuat Kenzo termenung. Bukannya tidak ingin, hanya saja hari ini Kenzo sudah janji akan membantu membereskan rumah Gea.
"Hari ini aku sudah ada janji. Tapi Besok aku janji akan antar kamu menemui psikiater, bukankah jadwalnya besok?" Tanya Kenzo. Dia merasa bersalah, tapi dia juga tidak bisa membatalkan rencananya.
Setelah mendengar ucapan Kenzo, Aura berdiri dan meninggalkan meja makan, selera makannya hilang, padahal dirinya sudah mulai merasakan lagi kehidupannya. Rupanya suaminya tidak menyadari ada perubahan dalam diri Aura.
Suara deru mesin mobil meninggalkan pekarangan rumahnya, Aura sengaja mengintip dari jendela kamarnya, Dia melihat Kenzo sudah pergi menaiki mobilnya.
Aura sangat merasakan perubahan suaminya, dia sadar Kenzo seperti itu adalah karena dirinya, karena Aura yang masih larut dalam kesediahan. Namun dia merasa itu bukan sepenuhnya salahannya, ia seperti ini pun karena kurangnya perhatian dari kenzo.
...※※※※...
Aura segera turun dari kamarnya saat mendengar suara mobil Keanu sampai di depan rumah.
"Kamu sudah siap?" Tanya Keanu ketika Aura sudah berada di luar rumahnya.
"Kita berangkat sekarang." Jawab Aura cepat. Dia sudah tidak sabar ingin segera sampai di panti itu.
Aura merasa di dalam dirinya ada sesuatu yang mendorongnya shingga dia sangat bersemangat hari ini.
__ADS_1
"Sepertinya kamu senang sekali Ra?" Tanya Keanu yang kembali melihat senyuman mewarnai wajah Aura.
"Apa sangat terlihat?" Bukannya menjawab justru Aura balik bertanya.
"Jelas sekali, jika perjalan menuju panti sangat membuat kamu senang, aku akan selalu mengantar kamu."
"Terima kasih Nu." Ucap Aura kembali memasang wajah sendunya.
"Ada apa?" tanya Keanu menggenggam tangan Aura.
Refleks Aura menarik tangannya, shingga terlepas dari genggaman Keanu.
"Aku tidak apa-apa, hanya saja tadi pagi aku sempat bertengkar dengan Kenzo." Entah mengapa Aura sangat ingin mengutarakn perasaan yang dirasakaannya kepada Keanu, tentang rumah tangganya, tentang hubungannya dengan Kenzo yang semakin memburuk.
"Kali ini apa yang di lakukan kak Kenzo?" tanya Keanu mengepalkan tangannya kesal. Keanu sangat kecewa kepada Kenzo. Disaat Aura seperti ini, Kenzo tidak bisa menahan egonya.
Aura menceritakan tentang Kenzo yang bersikap acuh sehingga dia merasa Kenzo sudah tidak mencintainya lagi.
"Apa karena kekuranganku, Kenzo menjadi seperti itu? kamu tahu kan Nu, bahwa aku akan sulit hamil kembali."
"Tidak Ra, kamu tidak kurang apapun. kamu masih bisa hamil." Ucap Keanu menenagkan Aura.
"Aku sudah tahu semuanya Nu. Dan jika hari itu datang, hari dimana Kenzo pergi meninggalkanku, maka aku akan...."
Keanu tidak sanggup mendengar kalimat yang akan Aura ucapakan lagi, sebagai gantinya dia menjanjikan hal yang sangat sulit. bagaimana dia bisa melakukan itu, sementara dirinya ingin menggantikan posisi kakanya di hati Aura.
...※※※※...
Sepanjang perjalanan Kenzo teringat akan Aura, dia merasa hari ini ada yang berbeda dari istrinya, namun dia tidak menyadari hal apa yang membuat Aura berbeda dari hari-hari kemarain.
"Ya ampun... Kenapa aku baru menyadarinya!" Ucap Kenzo saat tahu perubahan apa yang terjadi kepada istrinya.
Setelah menyelami pikirannya, akhirnya Kenzo sadar, bahwa tadi mereka sarapan bersama, Aura turun dari kamar untuk memakan sarapannya, dan itu kemajuan yang bagus, namun semua itu di hancurkan Kenzo. Dengan bodohnya Kenzo merusak mood Aura pagi ini.
"Ah.... Bodoh sekali!" Ucap Kenzo merutuki dirinya.
Sepertinya terlambat bagi Kenzo jika ingin putar balik menuju rumahnya dan meminta maaf kepada Aura. Karena saat ini Kenzo sudah sampai di depan rumah Gea.
tok...tok...tok...
Suara ketukan dari kaca mobil Kenzo.
__ADS_1
"Turun...!" Seru Denis yang melihat Kenzo masih di dalam mobilnya yang tak kunjung turun.
"Kalian sudah sampai." Kenzo pun turun dan melihat Denis dan juga Melly sudah sampai terlebih dahulu.
Kenzo sengaja meminta bantuan Denis dan Melly untuk membantu Gea, sebagai sesama teman dia merasa mereka pun harus membantu Gea yang merupakan sahabat dari kekasih Denis.
"Ayo, banyak yang kita harus kerjakan." Ajak Denis agar Kenzo segera memulai pekerjaannya membantu Gea.
Mereka menghabiskan waktu bebenah sampai siang hari, selama itu pikiran Kenzo tidak fokus, kenzo terus saja terpikirkan sikapnya tadi pagi kepada Aura.
"Aku harus pulang, aku khawatir dengan Aura." Ucap Kenzo pamit kepada Denis. Diapun menitipkan pesan untuk Gea yang sedang memasak, tentang kepulangannya yang mendadak. Sebab rencananya mereka akan makan siang bersma.
Kemudian Kenzopun membawa mobilnya meninggalkan komplek perumahan Gea.
Sedangkan di dapur, Melly dan Gea sedang sibuk menyiapkan makan siang untuk mereka, Kegiatan seperti ini sering mereka lakukan saat masih menduduki bangku kuliah, namun bedanya kali ini mereka lakukan tanpa Aura.
"Ge, ada yang mau aku bicarakan?" Ucap melly, Melly sudah yakin akan mengatakan kepada Gea kebenarannya. dia tidak ingin menunda terlalu lama.
"Apa?" jawab Gea siap mendengarkan sambil melanjutkan memasak.
"Sebenarnya kenzo adalah suami Aura." Ucap Melly langsung kepada inti pembicaraannya.
Gea yang kaget menjatuhkan spatula yang sedang di pegangnya.
"Kenzo yang aku kenal? Kenzo yang tadi..." Gea tidak bisa meneruskan ucapannya, bibirnya kaku setelah mendengar kenyataan bahwa pria yang akan dia dekati adalah suami dari sahabatnya, bahkan mereka telah di takdirkan melalui sebuah anting.
"Iya Ge, Kenzo pria anting itu." Melly, mencoba merangkul Gea dan membawanya untuk duduk dan menenagkan diri.
"Mel, please... rahasiakan ini dari Aura. Aku nggak mau Aura tahu bahwa aku pernah berusaha mendekati suaminya." Ucap Gea kemudian.
Melly sudah menyangka Gea tidak akan berbuat hal yang akan menghancurkan persahabatnya, dia sudah sangat mengenal Gea. Meskipun terlihat seperti gadis nakal, namun kehidupan Gea sangat lurus. Dia tidak akan melakukan hal yang merugikan dirinya.
"Tenang saja, aku tidak akan mengatakan apapun kepada Aura."
"Terima kasih Mel, dan maafkan aku, aku tidak tahu." Ucap Gea memeluk Melly.
"Sudahlah Ge, yang terpenting kamu dan Kenzo memang tidak ada hubungan apapun."
"Iya mel, awalnya aku memang ingin mendekatinya. Tapi, saat mengetahui dia memiliki istri, aku tidak berniat untuk merusak hubungannya, aku hanya ingin berteman dengannya saja. Dan sepertinya Kenzo memang mencintai Aura." Ucap Gea menejelaskan niat dirinya.
"Aku justru berpikir sebaliknya." Ucap Melly yang berpikir bahwa Kenzo tidak mencintai Aura.
__ADS_1
"Aku baru sadar tadi pagi, aku kira Kenzo akan datang sendiri untuk membantuku hari ini, karena semalam dia tidak menyebutkan nama kalian, aku sempat senang mendengarnya. Tapi setelah melihat kalian berdua datang aku baru sadar bahwa Kenzo memang tidak ada niatan apapun, dia hanya ingin membantuku saja. dan dari situ aku tahu bahwa kenzo mencintai istrinya, dia tidak sedang bermain di luar."
"Syukurlah, jika memang Kenzo seperti itu, itu berarti Aura tidak memilih lelaki yang salah." Ucap Melly, sebab awalnya Melly tidak begitu menyukai Kenzo.