AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Menjauhkan Dia


__ADS_3

Suasana hati Kenzo kini sedang baik. Setelah mengetahui kebenarannya, Kenzo semakin bersyukur masih bersama Aura. Dia pun berjanji tidak akan pernah menyakiti Aura lagi.


"Sayang, malam ini bagaimana kalau kita makan malam di luar?" Ajak Kenzo. Kenzo ingin memberi kejutan untuk Aura, dan dia akan mengatakan yang sebenarnya, bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya. Bahwa mereka mempunyai ikatan takdir yang sama.


"Sepertinya tidak bisa, sebab nanti malam kita diundang untuk makan malam di rumah mami." Jawab Aura.


"Mami sudah datang?"


"Ya, mami baru saja landing."


Rupanya Kenzo harus menunda rencananya, dan membiarkan Aura untuk menghabiskan waktu bersama maminya terlebih dahulu. sebab sudah lama Aura tidak bertenu dengan maminya.


"Hati-hati ya..." Ucap Aura mengantarkan Kenzo sampai ke depan mobilnya.


Baru saja Aura hendak masuk kedalam rumah setelah kepergian suaminya, tiba-tiba datang sebuah mobil berhenti di halam rumahnya.


Keluarlah seorang wanita dari dalam mobil tersebut.


"Mami...!" Ucap Aura terkejut, dia tidak mengira maminya akan datang menemuinya terlebih dahulu.


"Sayang, mami kangen sekali, bagaimana kabar kamu?" Jasmin langsung memeluk Aura dan menanyakan kondisinya.


"Sekarang aku merasa lebih baik." Jawab Aura. Aura pun sama sangat merindukan maminya.


Aura mempersilahkan jasmin untuk masuk kedalam rumahnya. diapun segera memberikan minum dan membawakan beberpa buah-buahan.


"Duduk saja disini. mami masih kenyang." Jasmin menarik Aura untuk duduk di sampingnya ketika Aura hendak membawakan makanan yang lainnya.


"Mami dengar kamu sudah menemui psikiater? Lalu apa katanya?" Tanya Jasmin.


"Masih harus berlanjt mam, tapi aku sudah merasa baikan, setelah datang ke panti asuhan yang sama dengan photo yang berada di rumah mami, di inggris."


"Apa? kamu datang ke panti itu? Jasmin sangat terkejut mendengar Aura mendatangi panti asuhan. Panti Asuhan yang memiliki cerita tersendiri bagi Jasmin.


"Iya. Kenapa mi?" Tanya Aura ketika eksprsi maminya berubah.


Jasmin tidak bisa begitu saja melarang Aura untuk datang ke panti itu, apa lagi saat ini kondisi aura masih belum stabil.


"Kamu bertemu siapa disana?" Tanya Jasmin khawatir.


"Aku bertemu ibu wati. bukankah keluarga winston adalah donatur utama panti itu? Tanya Aura, sebab bu wati sempat menceritakan tentang itu.


"Iya, mami sering ke panti itu. Tapi kalau bisa kamu tidak perlu datang langsung, kamu bisa mengirimkan bantuanmu saja." Ucap Jasmin. Dia tidak mau jika Aura terus datang ke panti asuhan itu.


"Tapi aku senang bisa berkumpul dengan anak-anak disana."


"Bagaimana kabar Kenzo?" Tanya Jasmin mengalihkan pembicaraannya.

__ADS_1


Aura merasa maminya menghindari bembicaraan mengenai panti asuhan, sehingga dia pun teringat ucapan bu wati.


"Kenzo baik-baik saja, dia baru saja berangkat kerja." Jawab Aura kemudian.


"Nanti malam jangan sampai telat, kakek juga ingin melihat kondisi kamu sayang."


"Maksud mami kita makan malam bersama kakek juga?"


"Iya, itu agar kamu lebih dekat dengannya. ya sudah mami pamit pulang dulu." Ucap Jasmin berpamitan.


"Iya mam, aku dan mas Kenzo pasti datang." Ucap Aura mengantarkan maminya sampai masuk kedalam mobil.


...※※※※...


Keanu dan Kenzo masih belum saling tegur sapa, setelah kejadian di depan rumah Kenzo beberapa hari yang lalu. Bahkan Kenzo menghindari pertemuannya dengan adiknya itu. Dia masih kesal mengingat kenyataan bahwa Keanu masih mencintai istrinya.


Kenzo tidak akan membiarkan Keanu ada di sekitar Aura. Dia sudah merencanakan mutasi untuk Keanu, hanya tinggal izin dari papanya saja. Kebetulan hari ini papanya akan berkunjung ke kantor.


"Maaf pak, pak Rian sudah ada di ruangannya." Ucap sekretaris Kenzo memberitahu.


Mendengar berita itu Kenzopun segera beranjak pergi ke ruangan papanya.


Tok...tok...tok...


"Pah...." Sapa Kenzo membuka pintu perlahan.


"Masuk Ken. Ada apa?" Tanya Rian, karena jarang sekali Kenzo menemui papanya di kantor.


"Apa itu, sepertinya sangat serius sekali."


"Iya pah, karena ini menyangkut pekerjaan. Cabang kita di surabaya mengalami penurunan yang sangat drasti, di sana butuh seseorang yang mampu membalikan keadaan. Sepertinya aku akan mengutus Keanu untuk mengurusi cabang kita disana."


"Keanu ya... apa tidak ada pegawai yang lain?" Tanya Rian.


"Jika Aura tidak sedang sakit, mungkin aku yang akan turun tangan sendiri." Ucap Kenzo mencoba meyakinkan papanya.


"Baiklah kamu atur saja semuanya." Ucap Rian mengizikan.


Setelah mengantongi izin dari papinya, Kenzo kembali keruangannya dan membuat surat keputusan untuk memutasi adiknya sendiri. Dengan begitu Keanu tidak akan mendatangi rumahnya untuk bertemu Aura lagi.


"Berikan surati ini kepada pak Keanu." Ucap Kenzo kepada sekretarisnya.


"Baik pak." Jawab Sekretarisnya membawa surat untuk Keanu.


Kenzo tidak memberikan sedikit waktu untuk Keanu mempersiapkan kepindahannya, keputusannya sangat mendadak. Dan pasti itu akan membuat Keanu sangat terkejut dan mungkin saja keanu tidak akan begitu saja menerima keputusan Kenzo.


Kini Kenzo tidak lagi bisa membedakan mana urusan kantor dan urusan pribadinya, karena setiap bertemu Keanu di kantor itu akan membuat Kenzo marah dan membenci adiknya.

__ADS_1


...※※※※...


Diana sedang duduk bersantai di pinggir kolam berenang, saat ini suasana hatinya sedang bahagia. Dia kembali membuka galery di ponselnya, manatapnya sambil tersenyum jahat.


"Tunggu sebentar lagi." Ucapnya dengan yakin.


"Kamu sedang apa Di?" Tanya siska yang tiba-tiba datang mendekati Diana.


"Mama, mengagetkan saja." Ucap Diana langsung menyimpan ponselnya kembali.


"Apa yang kamu lihat itu?" Tanya Siska.


"Ah... biasa ma, online shop." Jawab Diana berbohong.


"Di, antar mama arisan, kebetulan pak tio sedang sakit."


Siska meminta bantuan menantunya, selain karena supirnya yang sedang sakit, Sisika juga ingin agar menantunya tidak selalu berada di rumah Siska melihat Diana sedang memiliki masalah dengan anaknya. Itu sangat membuat Siska merasa simpati kepada menantunya.


"Diana siap-siap dulu ya mah." Dianapun segera menuju kamarnya untuk bersiap-siap.


Sebenarnya Diana malas untuk keluar rumah, sebab dia sedang menikmati rasa bahagianya karena photo yang baru di dapatnya.


Setelah mengganti pakaian, Dianapun turun menemui mama mertuanya yang sudah menunggunya di depan rumahnya.


Diana melajukan mobilnya di tengah terik matahari. tak ada yang mereka obrolkan, karena mamanya sedari tadi sibuk bertelphonan dengan temannya.


"Di alamatnya di perumahan xxx. kamu tahu kan?" Tanya Siska menyebutkan alamatnya.


"Tahu mah." Jawab Diana.


Mendengar alamat tujuannya di sebutkan Diana merasa tidak asing dengan alamat itu, sebab perumahan itu sama dengan perumahan milik sahabatnya.


"Aku harap bisa bertemu dengan wanita itu." Ucapnya dalam hati.


Seketika moodnya berubah, tidak sia-sia dia mengantarkan mertuanya jika akhirnya akan mendekatkan dengan rencananya.


"Ma, mau aku jemput lagi?" tanya Diana ketika siska sudah turun dari mobilnya.


"Tidak usah, mama akan di jemput papa."


"Baiklah, Diana pulang dulu."


Dianapun segera mengarahkan mobilnya menuju rumah wanita yang ada di photo itu.


"Ini dia rumahnya." Ucap Diana menghentikan mobilnya. Diana memutuskan untuk menunggu sebentar dan berharap bisa bertemu dengan wanita itu.


Diana yang sudah sangat kesal karena lelah menunggu akhirnya memutuskan untuk pulang. Namun baru saja Diana menghidupkan mesin mobilnya dia melihat sebuah mobil berhenti, dan Diana sangat mengenal mobil itu.

__ADS_1


Dia mencari ponselnya untuk memotret apa yang saat ini di lihatnya.


Kali ini takdir sedang berpihak kepada dirinya. ibarat sekali mendatung dua pulau terlampaui. Sekali membuka kartu yang dia miliki akan ada dua orang bahkan lebih yang menerima imbasnya.


__ADS_2