
"Aura...Aura..." Teriak Kenzo saat tidak melihat istrinya berada di dalam rumah. Setelah sampai di rumahnya, Kenzo segera mencari Aura untuk menjelaskan kesalah pahamannya. Namun saat dia membuka pintu kamarnya, dia tidak melihat sosok Aura berada di dalam kamar tersebut, lantas Kenzopun mencari Aura, menyisir setiap ruangan di dalam rumahnya, Namun dia tidak menemukan keberadaan istrinya sama sekali.
"Kamu lihat Aura?" Tanyanya Ketika ARTnya lewat.
Karena sudah berjanji untuk tidak memberitahu Kenzo, wanita yang sudah cukup lama membantu kekuarga kecil itu hanya menundukan kepalanya, dia tidak kuasa menatap mata majikannya itu.
"Cepat katakan? Aku yakin kamu mengetahuinya." Desak Kenzo.
"Maaf Tuan, saya tidak tahu. Tadi non Aura keluar dengan membawa kopernya. Dan bilang tidak boleh memberitahu Tuan." Ucapnya penuh ketakutan, sebab Eksprsi Kenzo kini telah berubah.
Mata Kenzo memerah menahan rasa kesalnya. Lebih tepatnya Dia kesal kepada dirinya sendiri.
"Baiklah,kamu bisa pulang sekarang!" Ucap Kenzo kemudian. Meskipun masih ada beberapa jam sampai jam kerjanya selesai, Namun Kenzo butuh waktu sendirian berada di rumahnya, untuk memikirkan kemungkinan kemana Aura pergi.
"Jangan-jangan dia pulang kerumah ibu." Ucap kenzo dalam hatinya. Dia hanya meprediksi bahwa kemungkinan besar Aura pergi kesana.
Segera kenzo mengambil kunci mobilnya dan segera mengendarai mobil menuju tempat ibu Ratmi.
Di perjalanan Kenzo mencari alasan yang tepat untuk menjelaskan kedatangannya.
Sebab tidak mungkin ia berterus terang sedang mencari Aura yang kabur gara-gara melihat photonya bersama dengan sahabat Aura. Itu akan membuat dirinya di pandang buruk oleh ibu Ratmi.
Tok...tok...tok....
Dengan ragu Kenzo memberanikan diri mengetuk pintu rumah ibu Ratmi.
"Nak Kenzo. Sendirian saja, Aura tidak ikut?." Tanya Ratmi ketika membuka pintu dan melihat Kenzo datang seorang diri tanpa istrinya.
Namun Kenzo terkejut mendengar pertanyaan ibu Ratmi. Pertanyaan Itu sudah menjawab alasannya datang kerumah itu.
"Berarti Aura tidak berada di rumah ibunya." Ucapnya dalam hati.
"Oh... Kekebetulan aku hanya lewat, dan teringat ibu." Ucap Kenzo berbohong.
"Jika bukan disini, dimana kamu Ra?" Tanya Kenzo di benaknya. sambil melangkahkan kaki masuk kedalam rumah. sementara pikirannya terus saja mencari kemungkinan-kemungkinan keberadaan Aura.
__ADS_1
Cukup lama Kenzo duduk dan mengobrol dengan ibu Ratmi. Saat ini pikirannya kacau bahkan dia tidak fokus saat mengobrol dengan bu Ratmi. Lebih baik menyudahinya saja, dari pada semakin lama ibu ratmi menyadari kejanggalan di dirinya.
"Maaf bu, sepertinya aku harus pulang. Aura pasti sudah menunggu." Pamit Kenzo, mengingat hari semakin malam.
Kenzopun segera pergi dari rumah Bu Ratmi untuk mencari Aura lagi.
Menyusuri jalanan malam, yang entah kemana tujuan dirinya, yang ada di kepalanya hanya bagaimana cara untuk menemukan Aura. Kali ini Kenzo sangat putus asa. sebab dia tidak tahu kemana Aura pergi. Bahkan ponselnyapun tidak aktif.
...※※※※...
Aura duduk di ruang tunggu, sebelum pemberangkatannya menuju Surabaya. Aura akan langsung terbang ke surabaya menemui Keanu. Diapun sudah bertukar kabar agar Keanu menjemputnya saat tiba disana. Setelah itu dia menonaktifkan ponselnya, menghindari telphon dari suaminya.
"Bu Aura?" Tanya seorang wanita yang nampak tidak asing saat akan melewatinya.
Aura terkejut, sebab yang ia lihat adalah sekretaris dari Kenzo. Mereka hanya saling menyapa, setelah itu Aura kembali duduk. Namun hatinya cemas. Dia khawatir jika sekretaris Kenzo akan memberitahu tentang pertemuan tadi. Meskipun begitu Aura masih berharap bahwa dia tidak mengetahui tujuan Aura.
Tak butuh waktu lama, karena saat ini Aura sudah berada di bandara juanda. Dia sedang mencari sosok yang akan datang menjemputnya.
Karena tak juga menemukan Keanu, Aura mencari ponselnya dan mengaktifkan kembali, dia tercengang karena ada ratusan panggilan dan pesan dari Kenzo yang mencari dirinya.
Aura pun menghembuskan nafasnya kasar, dia tahu saat ini Kenzo pasti sedang khawatir dan mencarinya. Namun dia melakukan ini semua karena ingin mengistirahatkan hati dan pikirannya, jauh dari Kenzo. Aura hanya tidak siap bertemu dengan Kenzo. karena selalu terlintas di benaknya bayangan Kenzo dan Gea yang sangat akrab. dan itu sangat membuat Aura tertekan.
Aura seketika menoleh. "Keanu, ternyata kamu sudah datang." Ucap Aura memasukan kembali ponselnya. Belum sempat menghubungi Keanu, Namun ternyata Keanu sudah ada di dekatnya.
"Apa kabar?" Tanya Keanu. Sebab setelah terjadi aksi saling melayangkan tinju saat bersama Kenzo, Keanu sudah tidak bertemu dengan Aura lagi.
"Aku baik-baik saja, Makasih Nu kamu sudah mau menampungku."
"Apaan sih Ra, Aku siap membantu kamu. Kamu pasti lapar? mau makan dulu?" Tanya Keanu mengalihkan pembicaraannya. Dia tidak mau Aura menjadi sungkan terhadapnya. Dia ingin Aura kembali mengandalkannya seperti dulu.
"Boleh." Ucap Aura memegangi perutnya yang lapar.
Keanu mengajak Aura makan di sekitar apartmentnya, Agar proses pencernaan makanan tidak tergagu, karena perjalanan lagi.
Sedari tadi Keanu tidak melepaskan pandangannya dari wajah Aura. Dia melihat sosok Aura yang rapuh namun terbalut senyum untuk menyembunyikannya.
__ADS_1
"Kamu pasti penasaran dengan kedatanganku kesini?" Tanya Aura saat sadar bahwa Keanu sedang menatap dirinya.
"Sudahlah, kamu bisa bicarakan itu nanti, Lebih baik kamu teruskan saja makan." Ucap Keanu, dia tidak ingin melihat Aura lebih sedih lagi ketika menceritakan apa yang terjadi dengannya.
"Kamu tinggal dimana Nu?"
"Kamu lihat gedung di depan sana. Aku tinggal di Apartment itu." Unjuk Kenau dengan telunjuknya.
Mata aurapun mengikuti arahan dari telunjuk Keanu, mengarah ke gedung yang cukup tinggi.
Setelah merasa kenyang, mereka berduapun melanjutkan perjalanannya menuju tempat Keanu. yang berjarak sangat dekat dari tempatnya makan.
"Silahkan masuk!"Ucap Keanu dengan membawa koper Aura masuk kedalam apartmentnya.
Aura melangkahkan kakinya mengikuti langkah Keanu, menelisik kesemua sudut di dalam apartment.
"Kamu bisa tidur di kamar ini." Keanu membukakan kamar tempatnya tidur. Dan menunujkan isinya.
Aura melihat kamar itu banyak barang-barang milik Keanu, dia dapat menyimpulkan bahwa itu kamar Kenau. Lagi pula tidak ada pintu lagi selain menuju kamar ini.
"Hanya ada satu kamar?" Tanya Aura.
"Iya. Tapi tidak masalah, aku bisa tidur di depan televisi."
"Sepertinya aku merepotkan kamu Nu, lebih baik aku pesan kamar di hotel saja." Ucap Aura yang menarik kembali kopernya keluar dari dalam kamar Keanu.
Namun keanu kembali membawa koper Aura dan memasukan kedalam kamarnya lagi. Kemudian memegang kedua bahu Aura dan menatap matanya lekat.
"Ra, kamu sama sekali tidak merepotkanku, justru aku senang kamu meminta bantuanku." Ucap keanu menarik Aura kedalam pelukannya.
"Aku senang kamu ada disini." kata-kata yang tidak bisa ia katakan langsung kepada Aura. Bagaimana dirinya bisa merasa Senang sedangkan kedatangan Aura membawa kesedihan yang dirasakannya.
Semua saraf Aura menegang, tubuhnya merespon cepat akan tindakan yang Keanu lakukan saat ini, Aurapun berusaha tetap sadar untuk tidak terbawa perasaannya,
"Aku istirahat dulu Nu." Ucap Aura, segera menarik diri lepas dari pelukan Keanu.
__ADS_1
Keanupun mengiyakan, dan membiarkan Aura masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat. Lalu merutuki dirinya karena sudah tidak bisa mengontrol sikapnya tadi.
Ada sesuatu di dalam hatinya yang selalu mendorongnya untuk memberikan ketenangan, kenyamanan bagi Aura. Namun sebisa mungkin ia selalu menahan untuk tidak berlebihan mengingat status mereka yang tidak sama seperti dulu lagi.