AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Ego Yang Terkubur


__ADS_3

Awal semester yang membahagiakan, menjadi mahasiswa baru bersama orang terkasih. Setelah di beri masukan beberapa kali oleh Keanu, Aura akhirnya memutuskan untuk meneruskan sekolahnya.


Niat awalnya untuk bekerja tetap di lakukannya, saat ini Aura bekerja di toko buku yang cukup besar di daerahnya. Dan itu cukup untuk biaya kuliah dan juga membantu bapaknya membeli obat-obatan untuk ibunya.


"Bagaimana hari ini?" Tanya Keanu saat Aura menghampirinya di depan kampus.


Sengaja Keanu menunggu Aura disana, karena mereka akan pergi makan siang bersama.


"Awal yang berat." Jawab Aura menekuk wajahnya, karena dia baru saja keluar dari kelas pak Aandre yang terkenal sangat tegas.


"Sabar ya sayang, ingat kamu butuh nilai bagus di mata kuliah pak Andre." Keanu memberikan semangat untuk kekasihnya, karena untuk mendapatkan beasiswa di tahun depan Aura harus mendapatkan nilai bagus.


Untuk tetap bisa kuliah tanpa memikirkan keuangan, jalan satu-satunya adalah mengejar Beasiswa. Karena Kini Aura hanya memikirkan tentang mengumpulkan uang untuk ibunya saja. Rupanya kemegahan yang di tawarkan ibu kandungnya tak membuat hati Aura tergerak untuk ikut tinggal dengan Jasmin. Dia memilih untuk hidup berkecukupan bersama ibunya yang sedang sakit keras.


Drrtt...drrtt...drrtt....


Suara getar dari ponsel Aura, dia pun merogoh saku untuk mengambil ponselnya, dan ternyata nama bapaknya terpampang jelas dilayar ponselnya.


Tidak biasanya Agus menghubungi Aura jika itu bukan tentang Ibunya. Diapun menarik nafas sebelum mengusap layar ponselnya.


Matanya melebar dan mulai terkumpul air mata di pelupuknya. Tubuhnya lemas, seakan semua tulang terlepas begitu saja. Setelah mendengar berita dari bapaknya.


Rupanya Keanu memperhatikan dan mendapti perbuhan itu, Keanu segera merangkul tubuh Aura dan menanyakan apa yang sedang terjadi.


"Tadi bapakan? apa yang bapak katakan?" Tanyanya dengan penuh kekhawatiran.


Tiba-tiba saja pandangannya mulai menghitam. Wajah keanu yang semual terlihat jelas menjadi buram.


"Aura sadar!" Tubuhnya di goncang keanu sangat keras, sehingga dia bisa melihat cahaya terang lagi, Kini dia melihat Keanu yang sedang menatap khawatir kearahnya.


"Ibu Nu, kita harus segera ke rumah sakit." Jawab Aura gusar.


"Minum dulu, lalu kita berangkat." Ucap Keanu memberikan segelas air putih untuk diminum Aura.


Dengan menaiki motor andalan Keanu, merekapun menuju rumah sakit. Aura sangat cemas, dia tidak ingin kehilangan ibunya. sepanjang jalan dia hanya menangsi dan meminta Keanu untuk mengebut agar segera sampai di rumah sakit.


Setelah sampai, Aura langsung berlari menuju UGD tempat ibunya berada, dan disana dia melihat bapaknya sedang memohon kepada pihak runah sakit.


"Tolong oprasi istri saya, selamatkan dia terlebih dahulu." Teriak putus Asa dari mulut Agus.


"Maaf pak, kami akan mengoparsi istri anda setelah anda membayar baiayanya."

__ADS_1


"Pak...." Aura memanggil Agus dan menangis di pelukannya.


"Aura, ibumu nak, dia harus segera di oprasi." Agus tidak bisa berbuat banyak, keterbatasan keuangan menjadi masalah saat ini.


"Berapa biaya yang di butuhkan pak?" Tanya Keanu yang mengerti keadaan saat itu.


"Biaya seluruhnya 100 juta, tapi mereka minta setengah, untuk bisa memulai oprasi." Agus menundukan kepalanya, Dari mana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam sekejap.


"Aura, jaga ibu kamu disini, bapak harus cari uang itu." Agus tidak bisa hanya diam saja. Dia harus mencari uangnya sesegera mungkin entah bagaiaman caranya, yang jelas dia harus tetap berusha.


Kenau termenung sejenak, otaknya berputar keras, mencari cara untuk mendaptkan uang sebanyak itu. Bahkan uang yang selama ini dia kumpulkan, dari semua kerja kerasnya, tidak menutupi setengh dari biaya yang di perlukan.


"Nu, lebih baik kamu juga pulang. Bukankah kamu harus bekerja Nu, aku baik-baik saja."


Ucap Aura pelan.


Kenau meraih tangan Aura, lalu di gengamnya dengan erat. Mencoba meyakinkan Aura untuk percaya dengan apa yang akan di ucapkannya.


"Aura, kamu tunggu disini, aku janji akan datang dengan membawa uang untuk biaya ibu."


"Kamu akan cari di mana uang sebanyak itu?" Bukannya tidak percaya dengan Keanu, tapi Aura khawatir Keanu melakukan hal yang akan merugikan dirinya.


"Kamu percaya Aku, jangan khwatir, Aku akan bawakan uang itu. Tunggu aku."


Keanu tidak bisa begitu saja tidak memikirkan beban keluarga Aura, jika saja dia tetap menjadi Keanu hartanto pasti akan sangat mudah untuk mendaptkan uang 100 juta.


Namun dia sadar kini dirinya bukan Keanu Hartanto, yang bisa dengan mudah mengeluarkan uang sebanyak itu, dulu dia mengangap uang 100 juta itu sedikit, tetapi setelah hanya menjadi seorang Keanu saja, tanpa nama belakang papanya, uang 100 juta amat lah banyak.


Hanya ada satu jalan untuk bisa mendaptkan uang sebesar itu dalam sekejap, yaitu kembali menjadi Keanu hartanto yang berarti kembali menjadi anak dari papanya, yang harus mengikuti apa yang papanya inginkan.


Demi Aura, meski harus membuang jauh harga dirinya, demi Aura, meski harus kembali terkekang dan Demi Aura, Keanu bisa melakukan apa saja.


Saat ini dia telah berdiri di depan pintu rumah orang tuanya, sudah berbulan-bulan setelah kepergiannya dia kembali menginjakan kaki lagi di rumah tempat ia di besarkan.


"Mas... Anak kita pulang, Keanu pulang." Teriak siska memanggil suaminya, seraya menuntun Keanu masuk kedalam rumah.


Rian yang mendengar teriakan istrinya segera turun dan mengomeli istrinya yang berteriak.


"Aduh mama, kenapa bertriak begitu hebohnya." Omel Rian menghampiri istrinya.


"Kamu lihat mas, Akhirnya Keanu pulang." Bisa bertemu dengan anak bungsunya merupakan kebahgaian tersendiri bagi sisika, apalagi selama ini Rian melarangnya untuk menemui Keanu, meskipun mereka tahu dimana dan apa yang sedang anaknya lakukan.

__ADS_1


Rian pun mengalihkan pandangannya kesosok lelaki yang sedang menundukan wajahnya berdiri di samping istrinya.


"Kenapa kamu pulang? Bukankah kamu sudah tidak mengangap kami ini orang tuamu?" Suara Rian sangat menusuk di hati Kenau, jika saja bukan demi Aura, dia tidak akan datang menemui papanya.


"Ada yang mau aku bicarakan!"


"Apa? Kamu butuh uang? Atau apa yang kamu inginkan?" Rian langsung bisa menbak isi kepala anaknya. menurutnya Keanu yang sudah terbiasa hidup berkecukupan hanya akan memiliki satu maslah, yaitu uang.


"100 juta!"


Rian mengangkat sebelah bibirnya, saat Keanu menyebutkan nominal yang ia butuhkan.


"Apa kamu sadar, setelah kamu meninggalkan rumah ini kamu sudah bukan anakku lagi, jadi untuk apa kamu datang dan meminta uang kepada orang asing!"


"Aku mohon pah, aku akan mengikuti apa mau papa!" Keanu bersimpuh memohon kepada Rian. Ini adalah harapan terakhirnya, harga dirinya sudah terlanjur jatuh, kehilangan pun tidak masalah.


"Seharusnya dari dulu kamu mengatakan itu, kamu hanya anak kecil yang masih membutuhkan uang orang tua. Buang sifat angkuh mu itu. kamu tidak bisa melakukan apapun tanpa bantuan papa. kamu sadar itu sekarang?"


"Maaf pah, aku sadar aku telah salah, seperti yang papa bilang aku memang sangat angkuh." Ucapnya menahan sesak karena hinaan yang papanya ucapkan.


"Baiklah, papa tidak akan menanykan untuk apa kamu meminta uang ini, yang jelas kamu harus mengikuti apa yang papa telah tentukan untuk kamu."


Tidak ada yang bisa Keanu lakukan selain mengikuti apa kemauan papanya dan mengambil cek 100 juta yang jelas di depan matanya.


Setelah mendaptkan uang itu, Kenau pun segera kembali kerumah sakit tempat ibunya Aura di rawat.


Saat sampai di UGD rumah sakit, Keanu sudah tidak melihat Aura bahakan bu Ratmi di sana. diapun mencari tahu lewat beberpa suter yang menjaga di sana.


"Bu Ratmi sudah masuk ruang oprasi." Jawab salah satu suster.


"Apa mereka telah mebayar biayanya?" Tanya Kenau lagi.


"Iya. bahkan semuanya sudah lunas."


Keanu terkejut, dia menatap cek yang ada di tangannya, ternyata di kalah cepat. Sedikit kecewa namun dia tetap bersyukur.


Keanu berlari mencari ruang tunggu oprasi, namun saat sampai, dia tidak melihat Aura disana, hanya ada Agus yang tengah gelisah menunggu istrinya yang sedang di oprasi.


"Pak, bagaimana ibu?" Tanya keanu mendekat.


"Ibu sedang di oprasi."

__ADS_1


"Aura mana pak?" Tanya Keanu kemudian. Krena Aura tidak mungkin meninggalkan ibunya dalam kondisi seperti ini.


Namun Agus hanya diam menahan Air matanya, itu membuat Keanu semakin bingung dan juga khawatir terhadap Aura. Dia sudah membayangkan hal-hal buruk. Namun tidak mungkin Agus tega melakukan hal yang akan menyakiti Anaknya.


__ADS_2