
Aura menatap ke setiap sudut ruangan, nampak Asing dan terasa sunyi. Disinilah kehidupan barunya di mulai.
Saat ini Aura sedang gelisah menanti kabar mengenai ibunya. Sejak sampai di rumah ini belum ada satu kabarpun yang ia dengar tentang ibunya, tentang oprasinya, dan bahkan banyak kehawatiran lain yang ia rasakan.
Cklek....
Aura menolah kearah pintu yang terbuka, terlihat jasmin dengan senyum merekah berjalan mendekat kearah Aura.
"Hari ini mami sangat senang. Kamu tidak usah khawatir semuanya baik-baik saja. Kak Ratmi sudah sadar." Ucap Jasmin memeluk Aura.
Akhirnya kabar yang ditunggu-tunggu, membuat Aura bisa sediki bernafas lega.
"Syukurlah! izinkan aku menemui ibu!" Ara sangat ingin melihat ibunya karena dia pergi tanpa berpamitan kepada ibunya, entah bagaimana perasaan ratmi saat mengetahu tidak ada Aura di sampingnya.
"Tidak bisa sayang, nampaknya kamu melupakan yang baru saja kita sepakati." Ucap jasmin membelai rambut Aura.
Aura hanya memejamkan mata, menahan airmatanya, bukan saatnya untuk Aura menangis, harusnya dia bahagia karena mendengar ibunya sudah sadar.
"Kamu harus segera berangkat. Maaf, mami tidak bisa mengantarkan kamu!"
Aura terdiam, dia terkejut dengan ucapan Jasmin. Dia sudah sangat keliru, semula dia berpikir hanya akan tinggal saja di sini, di rumah ini, dan sewaktu-waktu dia bisa bertemu ibu, bapak dan juga keanu. Namun ternyata salah, sesuai rencana sebelumnya, Aura akan melanjutkan kuliahnya di inggris.
Aura harus segera memikirkan cara untuk memberitahu keanu tentang kepergiannya.
Diambilah selembar kertas dan juga pulpen, dia mulai menulis menceritakan apa yang sedang terjadi kepada dirinya, dan memohon pengertian keanu untuk menunggunya.
Kata demi kata dia rangkai sejelas mungkin, Aura tidak ingin Keanu salah paham dengan kepergiannya.
Setelah selesai menulis, Aurapun menyimpan surat itu di tasnya, dia akan memberikannya langsung kepada Keanu sebelum kepergiannya kebandara, karena Jasmin tidak ikut itu menjadi kesempatan emas untuk Aura mengantarkan langsung ke rumah Keanu."
"Pak, kita mampir dulu ke jalan xxx, saya ada perlu." Pinta Aura kepada supir yang akan mengantarnya menuju bandara.
"Maaf non, tidak bisa!"
"Sebentar saja pak, saya mohon!" Aura memohon, karena hanya ini kesempatan baginya untuk bisa menyerahkan surat itu.
"Tetap tidak bisa, ibu berpesan untuk tidak memberhentikan mobil selain di bandara."
Sekejur tubuhnya lemas, dia putus asa, dia tidak menemukan cara untuk bisa memberikan surat ini,
Aura kembali menatap suratnya, Surat yang mungkin tidak akan pernah sampai di tangan Keanu.
"Maafkan aku Nu, aku harus pergi, semoga kita bisa bertemu kembali."
__ADS_1
Hatinya terus saja menyebut nama Keanu, bahkan Aura berdoa supaya mendaptkan keajaiban, suratnya akan sampai di tangan Kenau dengan sendirinya.
Aura mengalihkan pandangannya kesamping kirinya menatap aktivitas orang-orang yang di lewatinya.
"Pak, tolong berhenti disini!" Teriaknya membuat sang sopir menginjak rem mendadak.
"Tunggu disini sebentar, hanya sebentar!" Aura segera membuka pintu mobilnya dan berlari menghampiri seseorang yang ia percaya akan menyampaikan suratnya untuk Keanu.
"Aku titip ini, maaf aku harus segera pergi!" Aura menyerahkan surat untuk Keanu. Dia lega, karena Keanu akan segera tahu mengapa dirinya pergi tanpa berpamitam.
"Ra tunggu...!" Aura terus berlari menjauh, karena supirnya sudah membunyikan kelakson berkali kali.
...※※※※...
Keanu merasa hampa, padahal saat ini dia sedang di tengah keramaian orang-orang yang sedang berlalu lalang. Karena saat ini jam pulang kerja, wajar saja jalanan sangat ramai, namun semua itu tidak Keanu rasakan, kekosongan hatinya, kesendiriannya yang saat ini menemani di setiap langkah kakinya.
Hatinya bergejolak, menyerukan semangat untuk tetap pada tujuannya. Tujuan hidup setelah bertemu Aura. Keanu tersadar kembali, terlalu mudah baginya untuk menyerah, sedangkan Aura sendiri belum jelas keadaannya, apakah dia sedang kesulitan? atau dia sedang berjuang sendiri? siapa yang tahu.
"Aku harus mencari Aura."
Dia urungkan masuk kedalam rumahnya, dia akan kembali menuju rumah sakit untuk menanyakan kembali kepada Agus keberadaan Aura. Kali ini Kenau akan memaksa Agus untuk menceritakan kebenaran di balik ketidak hadiran Aura.
"Kak Keanu...!" Teriak Diana memanggil namanya.
"Diana, Sedang apa kamu disini?" Tanya Keanu saat jarak mereka semakin dekat.
"Aku akan kerumah kakak. Syukurlah kita bertemu disini. Ada titipan dari Aura." Diana menyerahkan surat yang tadi Aura titipkan, untuk di berikan kepada Keanu.
Keanu segera mengambil surat itu dan lekas membukanya, dia sedikit mendaptkan pencerahan. Namun dia heran mengapa harus melalui surat,mengapa tidak Aura sendiri yang datang menemuinya.
Semua keheranan itu dia tepis, yang terpenting saat ini dia mendaptkan kabar tentang Aura walupun melalui surat.
Keanu perlahan membaca isi surat itu, matanya terbelalak membaca kata demi kata yang berubah menjadi bara di hatinya. kemudian dia meremas surat itu sekuat tenaga. mata yang memerah menahan luapan emosi, menatap Diana tajam.
"Kapan kamu bertemu dia?" Suaranya tertahan, karena dia sadar bukan Diana sasaran kemarahanya.
"Baru saja, aku lihat dia menaiki mobil mewah, dengan seorang pria." Sengaja Diana mengatakannya, dan memang sesuai dengan apa yang di lihatnya.
"Aura bersama seorang pria?!" Tanya Keanu lagi.
"Iya, bahakan mereka terlihat akrab."
Tidak ada lagi harapan yang tersisa untuk Keanu bersama Aura. Kini tersisa rasa marah dan juga benci kepada wanita yang membuatnya seperti orang bodoh.
__ADS_1
Sekarang dia sadar, bahwa semua yang dia lakukan untuk Aura semuanya percuma, karena tidak sedikitpun Aura menghargai itu.
"Ada apa kak, surat apa itu?" Diana mengambil surat yang telah kusut karena remasan tangan Keanu.
"Aura yang aku kenal menulis ini semua? keterlaluan! padahal kakak telah berkorban banyak untuk dia, dan ini balasan dia!" Ucap Diana terkejut setelah membaca isi surat itu.
"Sebaiknya kamu pergi!" Ucap Keanu pelan, meninggalkan Diana dan kembali masuk kedalam rumahnya.
Diana tersenyum, dia bahkan memamerkan gigi putihnya. Ini kesempatan untuknya berada di sisi Keanu menggantikan Auar. Sudah lama Diana ingin dekat dengan Keanu, namun selalu saja Aura menjadi penghalangnya.
"Entah apa yang telah terjadi di antara kalian, tapi ini adalah kesempatan untuk aku bisa mengambil perhatian Keanu."
...※※※※...
Angan dan harapan kini hanya tinggal cerita yang tak berujung, Semua pengorbanan seakan tidak berarti, sia-sia begitu saja. Melepaskan ego dan harga diri seharusnya bisa di bayar dengan penghargaan yang sama besarnya.
Keanu mengepalkan tangan dengan seluruh sisa energinya, berharap bisa meredamkan rasa marah dan kecewa. Harus kepada siapa kemarahan dan kekecewan ini terlampiaskan selain kepada diri
Namun ada satu sisi pada dirinya yang masih murni yaitu hatinya, bahkan setelah apa yang terjadi hati masih mengelak dari apa yang di tuduhkan akal. Hati masih memihak sedangkan akal sudah berpaling.
Keanu menatap cek 100 juta yang ada di tangannya, mengingat kembali bagaimana di harus bersimpuh di kaki papanya, meminta seperti sedang mengemis namun semua itu dia tahan. Nilai dari sebuah harga diri. Kini sudah tiada artinya.
Keanu kembali membaca sutar itu perlahan, bahkan setiap kata dan kalimat dia coba artikan kembali, dia tidak ingin salah mengartikan isi dari surat ini. Karena surat ini tidak sesuai dengan kepribadian yang Aura miliki. Namun isi surat dan apa yang di lihat Diana sangat sesuai.
"Kamu tidak mungkin melakukan itu 'kan Ra? kamu juga tidak pergi meninggalkanku. Aku sudah meminta kamu untuk menunggu. Kenapa kamu tidak mendengarkan dan mengambil jalan hina itu."
Keanu duduk bersandar di dinding, sesekali ia membenturkan kepalanya menahan rasa frustasi yang menguasai hatinya, begitu menyesakan.
Cklek....
Keanu menolah saat pintu rumahnya terbuka. dia terkejut, melihat Diana tiba-tiba masuk kedalam rumahnya.
"Kenapa kamu datang kesini?" Tanya Keanu segera menyembunyikan cek dan surat itu
"Maaf kak, aku pikir pintunya terkunci, aku sangat khawatir, aku rasa kakak sedang tidak baik-baik saja." Ucap Diana menerobos masuk kedalam rumah Keanu.
"Itu bukan urusan kamu." ucap Keanu datar.
"Maaf, tapi secara tidak langsung aku sudah terlibat. aku tidak akan mengatkan apapun, aku hanya ingin berada di sini menemani kakak, aku takut kakak melakukan hal-hal yang tidak dininginkan." Diana tahu saat ini keanu merasa risih dan tidak ingin di ganggu namun itu membuatnya semangat, dia tidak ingin menyerah dan akan berusaha membuat Keanu terkesan.
"Maksud kamu bunuh diri? kamu pikir aku bodoh melakukan hal seperti itu." Keanu menggelengkan kepalanya mendengar ucapan polos dari Diana.
"Aku benar-benar khawatir kak! Ucap diana dengan tersenyum tipis.
__ADS_1
aku bawa ini, aku tahu kakak pasti belum makan dari kemarin." Diana membuka kantung pelastik yang di bawanya. Ia mendaptkan celah untuk memasuki hati keanu lebih dalam lagi, dia yakin akan berhasil.