AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Cemburu


__ADS_3

Suasana sore hari yang memanjakan mata, langit berwarna merah menghiasi perjalanan Aura menuju tempat janji temunya.


Aura memberhentikan mobilnya di depan gedung yang menjulang tinggi, sebuah Resto bintang lima dengan hotel diatasnya.


Aura turun dengan gaun putih panjangnya memasuki rseto, saat ini jam sudah menujukan pukul 07.00 malam, suasana resto tidak terlalu ramai, mungkin karena tergolong resto mewah.


Begitu Aura masuk ia disambut dua pelayan resto, lalu iapun menyebutkan reservasi atas nama Reza, dan kemudian pelayan tersebut mengantarnya ke meja yang dimaksud.


"Selamat malam!" Sapa Aura duduk tepat di hadapan Reza.


"Malam," Jawab Reza memandangi Aura dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Wow... anda terlihat cantik sekali."  Puji Reza terpesona melihat penampilan Aura tanpa pakaian kantornya.


"Anda terlalu memuji." Jawab Aura tersenyum, dia baru lagi mendengar kata pujian setelah tidak lagi bersma Kenzo. biasanya Kenzo selalu memuji dirinya cantik.


Merekapun memulai percakapan ringan dengan sesekali membahas tentang pekerjaan. Reza adalah pendengar yang baik, juga pola pikirnya membuat Aura merasa cocok jika berpartner bisnis maupun menjadi teman curhatannya.


Sampai pada saat ponsel Reza berdering dan membuat obrolan mereka terhenti.


Reza melirik kearah ponselnya, dan disana tertulis jelas nama Diana. Namun Reza segera menggeser gambar gagang telphon berwarna merah, yang berarti dia menolak panggilan itu.


"Sampai dimana tadi?" Tanya Reza saat akan melanjutkan obrolan mereka.


Namun belum juga Aura menjawabnya, suara dering dari ponsel Reza kembali berbunyi.


"Angkatlah, sepertinya penting." Ucap Aura mempersilahkan Reza untuk mengangkat telphonnya.


Reza sempat Ragu untuk mengangkat telphonnya, namun karena Aura sudah mempersilahkannya, dengan terpaksa Reza mengangkat telphon dari Diana.


"Maaf, saya permisi dulu." Ucap Reza yang kemudian menjauh dari Aura.


Sebenarnya Reza enggan untuk menerima panggilan dari Diana, Karena baru saja kemarin Diana memutuskan untuk berhenti berhubungan dengannya, meskipun dia masih mengharapkan Diana akan kembali.


"Hallo,"


"Kenapa kamu bisa bersama Aura?" Tanya Diana dengan nada marahnya.


Reza terkejut mendengar pertanyaan dari Diana, bagaimana dia bisa tahu tentang Aura dan pertemuannya? Rezapun menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok Diana.


"Kamu ada diResto ini juga?" Bukannya menjawab Reza justru balik bertanya.


"Jangan kemana-mana, tunggu aku disitu." Ucap Diana, lalu mematikan ponselnya.


Reza masih mncari Diana di dalam Resto namun dia masih tidak menemukannya.


Tiba-tiba dari arah belakang sebuah tangan menepis pundaknya.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa bersama Aura?" Teriak Diana menepis pundak Reza, dengan kasarnya.


"Kamu disini juga?" Tanya Reza mencoba santai menghadapi kemarahan Diana.


"Kenapa kamu balik bertanya?" Tanya Diana semakin marah.


Reza memegang kedua pundak Diana dengan kedua tangannya.


"Santai sayang, kenapa kamu marah seperti ini, bukankah kita sudah benar-benar berakhir." Ucap reza menusuk tepat di hatinya. Memang dirinya telah memutuskan mengakhiri semuanya dengan Reza, tapi melihatnya bersama Aura, Diana tidal Rela.


"Tapi bukan berarti kamu bisa dengan wanita itu." Teriak Diana Kesal. wanita yang ia benci kini sedang mendekati prianya lagi.


"Memang apa salahnya dengan dia?" Tanya Reza yang menemukan keanehan dari Diana, karena Reza melihat kebencian di mata Diana kepada Aura.


"Wanita itu adalah Aura dia adalah..." Ucapnya terpotong, Diana tidak bisa memberi tahu bahwa wanita itu adalah musuhnya selama ini.


"Apa dia orangnya. Wanita yang masih dicintai Keanu?" Tebak Reza, setelah paham semuanya.


"Wajar saja jika Keanu tidak bisa melupakan Aura. wanita berkelas, dan memang tipe semua pria." lanjut Reza yang sengaja memuji Aura di depan Diana. Dia memang ingin membuat Diana semakin kesal dan marah.


"Apa yang kamu katakan?" Tanya Diana terpancing, kini Diana menatap mata Reza lekat dengan tangan di gengamnya kuat-kuat.


Reza yang sudah berniat ingin membuat Diana semakin kesal dan Cemburu diapun sengaja menatap balik mata Diana.


"Aura memang punya pesonanya sendiri." tambah Reza yang membuat rasa marah Diana semakin mencuat.


"Urusan kita belum selesa ya!" Ucap Diana mengangkat telunjuknya yang ia arahkan ke wajah Reza. Kemudian Dia masuk kembali kedalam Resto.


Reza tersenyum simrik, dia merasa menang, karena setelah ini Diana akan terus menemuinya untuk memuaskan rasa penasaran tentang bagaimana dirinya bisa bersama Aura.


Reza pun kembali masuk, sepanjang perjalanan Reza menatap Aura, semakin dekat semakin jelas dan membuatnya mengerti mengapa Diana sangat membenci Aura.


Sekarang ia tahu bahwa wanita di depannya ini adalah wanita yang akan menjadi jimat keberuntungan untuknya.


Mata Reza memandang lekat ke arah Aura, di lihat dari sudut manapun Aura memang jauh lebih menarik dari Diana, dan wajar saja jika Keanu sulit melepaskannya, bahakn jika dirinya menjadi Keanu, diapun enggan melepaskan Aura.


"Maaf, menunggu lama." Ucap Reza saat kembali duduk di tempatnya.


"Tidak masalah, pasti telphon penting dari istri anda." Tebak Aura, sambil menyeka mulutnya.


Reza terkekeh mendengar ucapan Aura.


"Saya single, saya telah lama bercerai, itu karena saya kurang beruntung dengan masalah keturunan." Ucap Reza tanpa rasa malu dengan kekurangannya, karena kini ia sudah membuktikan bahwa tidak ada masalah dengan kelaki-lakiannya.


Aura menatap Reza dengan simpati, karena dia tahu apa yang Reza rasakan, dan dia sedang berusaha sembuh dari perasaan itu.

__ADS_1


"Pasti anda sangat putus asa. Saya tahu betul perasaan itu." Ucap Aura menanggapi.


Reza mengangkat sebelah alisnya, menunggu kelanjutan dari cerita Aura.


"Saya belum lama ini juga bercerai,"


Aura menghebuskan nafas berat, sebelum melanjutkan lagi bercerita. "Dan mungkin hampir mirip dengan kisah anda." ucapnya lagi.


"Anda hanya bisa melupakan itu semua, hiduplah sesuai dengan apa yang anda inginkan, dan jangan jadikan itu sebuah kekurangan atau aib. karena anda berhak bahagia dengan siapaun yang anda inginkan."


"Sepertinya anda sudah berdamai dengan itu semua."


"Ya seperti itulah, lagi pula itu sudah lama berlalu. karena waktu akan menyembuhkan segalanya."


Aura tersenyum kagum dengan apa yang Reza utarakan.


...****************...


Kenzo berdiri di balik dinding, menyembunyikan dirinya. Sejak ia datang di tempat pertemuannya dengan kedua orang tuanya, disana juga ia melihat wanita yang ia kenal sedang bersama pria lain, bahkan terlihat sangat akrab.


"Siapa pria itu?" Tanya Kenzo di dalam benaknya.


Kezno begitu penasaran, sampai ia mencoba semakin dekat untuk melihat wajah si pria dengan jelas.


Seorang pria dewasa sedang makan malam bersama dengan mantan istrinya, bahakan mereka terlihat seperti seorang ayah dengan anaknya.


Namun pengintaiannya harus berakhir karena Diana yang tiba-tiba ada di belakangnya dan membuatnya terkejut.


"Sedang apa kak?" Tanya Diana "Papa dan mama sudah menunggu." Lanjutnya.


Kemudian Kenzopun mengikuti arahan Diana menuju meja makan malam mereka.


"Wanita tadi Aura kan?" Tanya Diana, padahal dirinya sudah tahu itu.


"Wanita mana?" Tanya Kenzo, mengelak semuanya.


"Aku tahu kakak tadi sedang melihat Aura dengan pria lain. sepertinya mereka sangat dekat. Tapi mengapa aku jadi khawatir ya?" Ucap Diana menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Apa yang kamu khawatirkan?" Tanya Kenzo yang tiba-tiba penasaran dengan apa yang Diana maksud.


Terbesit ide di kepala Diana, dia harus menjauhkan Aura dari Reza, dia tidak ingin aura memiliki Reza, setelah keanu dia juga tidak ingin Reza jatuh cinta kepada Aura.


"Di lihat dari tampilannya, sepertinya pria itu sudah memiliki istri. Atau dia hanya ingin memperdaya Aura saja. Aku berharap kakak masih peduli dengan Aura." Ucap Diana lagi, dia berharap Kenzo akan menarik Aura jauh dari Reza.


"Apa yang kamu bicarakan Di, aku tidak mengerti." Elak Kenzo lagi.

__ADS_1


Dia mengangkat sebelah bibirnya, mendengar tanggapan dari Kenzo. Mata kenzo tidak dapat membohonginya, bahwa saat ini Kenzo sedikit banyaknya sudah terpengaruh ucapannya.


"Apa benar yang Diana katakan?" Tanya Hati Kenzo yang semakin gelisah akibat perkataan dari Diana. Meski dirinya telah berpisah dengan Aura, dia tidak ingin melihat Aura menderita, apa lagi harus bertemu dengan Pria yang hanya akan merugikannya.


__ADS_2