AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Rasa Simpati


__ADS_3

Sebelum pulang dari kantornya, Kenzo mampir ke resto milik sahabatnya Karena Aura meminta di bawakan makanan dari resto Denis untuk makan malamnya.


Sambil menunggu pesanannya, Kenzo mengobrol ringan dengan Denis yang saat itu sedang duduk bersantai, karena restonya tidak terlalu ramai.


"Bagaimana acara kemarin?" Tanya Denis tentang perayaan kehamilan Diana.


"Ya... Bagitulah." Jawab Kenzo emggan menceritakan.


"Setidaknya Kamu tidak perlu mengkhawtirkan Keanu mendekati Aura lagi. Dia akan sibuk mengurusi istrinya." Ucap Denis kemudian.


"Iya untuk saat ini. Tapi aku masih saja khawatir."


"Gila sih si Keanu berani ngancam rebut istri kakaknya sendiri." Denis tidak habis pikir dengan jalan pikirannya Keanu.


"Sudahlah, aku juga tidak takut ancamannya."


"Bagaimana dengan Aura saat melihat Diana hamil?"


"Dia pastinya sedih, ingat kembali masa-masa dia kehilangan bayi kami. bahkan semalam kami bertengkar lagi. aku juga yang salah, tidak menyadari perasaan Aura saat itu."


"Ken, aku saran aja nih, lebih baik kalian menjauh dulu, Bawa Aura kemanapun yang penting dia tidak terlalu sering bertemu dengan Keanu ataupun Diana."


"Apa harus sampai sejauh itu?"


"Ya itu tergantung kalian berdua, lebih baik kalian obrolkan bersama saran dariku tadi."


"Oke thanks ya bro." Ucap Kenzo pamit saat pesanannya sudah selesai di buat.


Saran dari sahabatnya cukup masuk akal, ini semua demi kebaikan Aura, karena pasti aura akan sedih setiap kali melihat Diana. Meskipun Aura akan menyembunyikan kesedihannya, lebih baik untuk bersembunyi sampai Aura benar-benar sembuh dan menerima semuanya.


Sesampainya di rumah, Kenzo berpapasan dengan mobil yang baru saja keluar dari pekarangan rumahnya. Itu mobil Diana. Kenzo segera turun dari mobilnya, dia takut terjadi sesuatu dengan Auar.


"Sayang, Diana datang kesini?" Tanya Kenzo begitu masuk kedalam rumahnya.


"Iya, kebetulan mampir. Kamu bawa pesananku kan mas?"


Kenzo lega, ternyata Aura baik-baik saja, karena setiap Aura bertemu Diana pasti ada saja yang terjadi.


"Ini, aku tidak mungkin lupa." Kenzo menyerahkan pelastik berisi makanan pesanan Aura.


Aura segera membuka dan memakannya.


"Sayang, bagaimna menurut kamu jika kita pindah dari sini?" Tanya Kenzo.


"Kamu mau ajak aku pindah kemana?"


"Bali mungkin?"


"Maksudnya kamu akan menerima tawaran kakek?"


"Iya, karena papa minta Keanu di tugaskan kembali di jakarta, dan mungkin aku serahkan kepemimpinan kepada Keanu, karena papa sempat menjanjikan posisi itu untuk Keanu."


"Papa pasti tidak akan setuju jika kamu memimpin di anak perusahaan kakek."


"Aku bisa membujuk papa. Yang terpenting apakah kamu mau?"

__ADS_1


"Hhhmm... Aku mau." Jawab aura.


"Baiklah, kita sudah sepakat. Selanjutnya aku akan bicarakan dengan papa."


"Semoga saja papa mengijinkan." Ucap aura penuh harap. Karena sebenarnya diapun sudah ada niatan untuk menerima tawaran kakeknya.


Aura tidak bisa tidur, dia memikirkan tentang ucapan Diana, diliriknya ke sebelah kirinya, terlihat Kenzo sudah terlelp. Aura pun bangun dan membawa segeal air minumnya menuju balkon kamarnya.


Dia kembali mengingat saat Diana datang kerumahnya tadi. Diana mengatakan untuk Aura memeriksakan dirinya kepada dokter, karena temannya ada yang langsung hamil kembali stelah mengalami keguguran yang sama seperti Aura.


Dengan alasan peduli kepada Aura, Diana terang-terangan menceramahi Aura untuk melakukan seperti apa yang di ucapkannya.


Aurapun hendak mencari artikel yang akan membantunya namun sepertinya ponsel Aura kehabisan batrai, diapun segera menchargernya dan begitu ia mengaktifkannya, puluhan panggilan dan pesan masuk terlewatkannya.


"Melly, ada apa mengirim pesan sebabyak ini?" Tanyanya bingung sendiri. Aurapun segera membuka pesan dari sahabatnya itu.


Aura kamu nggak lupakan malam ini ulang tahun Gea.


Ra aku udah sampai di rumah Gea.


Duh... Ra kamu kemana?


Dan masih banyak lagi pesan yang melly kirimkan.


"Ya ampun mell sorry aku lupa." Ucap aura segera masuk kambali kedalam kamar, tak lupa ia menutup pintu balkonnya kemabli.


Diliriknya jam yang sudah menunjukan pukul 22.45, masih ada waktu untuk Aura sampai kerumah Gea. Aura pun segera mengganti pakaiannya, dia juga tak lupa membalas pesan Melly yang begitu banyak.


Aku lupa. Tapi Aku akan sampai tepat waktu.


"Sayang, aku kerumah Gea ya..." Ucap Aura di sela-sela membangunkan suaminya.


"Hati-hati." Jawab Keanu yang kembali tertidur lagi.


Aurapun menghebuskan nafasnya setelah melihat Keanu kembali tertidur.


Dengan membawa mobilnya menuju rumah Gea.


Namun di tengah perjalanan Aura melihat sebuah mobil yang terparkir sembarang di pinggir jalan. Dan Aura mengenal mobil tersebut, tapi dia berusaha untuk tidak peduli dan tetap meneruskan lajunya.


Namun hatinya tak sejalan dengan pikirannya, dengan terpaksa Aura memundurkan kembali mobilnya dan berhenti tepat di samping mobil tersebut.


Aurapun keluar dari dalam mobilnya, dan mendekat untuk melihat siapa yang berada di dalam mobil tersebut, dan Ternyata Aura tidak melihat siapapun padahal kaca mobil sedang terbuka.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Aura setelah mengitari sekeliling mobil tersebut dan menemukan pemilik mobil sedang berjongkok tepat di sebelah kiri mobil.


"Aura!" Ucap Keanu mendongkakan kepalanya, melihat Aura berdiri tepat di depannya.


Aura melihat Keanu dalam keadaan berantakan.


"Apa yang kamu lakuka disini?" Tanya aura lagi.


"Aku butuh air Ra." Pinta Keanu alih-alih menjawab pertanyaan Aura.


Aurapun segera menuju mobilnya untuk membawakan sebotol air mineral.

__ADS_1


"Ini." Ucap Aura memberikan air untuk Keanu. Keanupun mengambilnya dan langsung meminumnya tanpa menyisakan satu tetespun.


"Kamu mabuk Nu?" Tanya Aura berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Keanu.


"Tidak!" Jawab Keanu mengelak, padahal sangat jelas tercium bau minuman. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi kepada Keanu, sampai Keanu mabuk seperti ini.


"Ada apa Nu? kamu bisa cerita. Aku siap mendengarkan cerita kamu." Bujuk Aura


Keanupun menoleh, menatap lekat mata Aura. dirinya memang sedang mabuk, tapi dia cukup sadar untuk melihat wanita cantik di sampingnya. Wanita yang bukan lagi miliknya.


Keanupun mendekatkan wajahnya untuk semakin dekat dengan Aura, lalu satu kecupan lolos begitu saja tepat di bibir Aura.


Sontak saja Aura mendorong Keanu hingga terjatuh kebelakang.


"Apa yang kamu lakukan Nu?" Tanya Aura mengusap bibirnya untuk menghapus jejak Bibir Kenau.


Dengan perasaan marah Aura pergi meninggalkan Keanu yang tergelatk di tanah.


Aura segera masuk kedalam mobil dan menginjak gas dengan kencang menjauhi Keanu. Dia memegang bibirnya, kemudian beralih ke dadanya yang sejak tadi sudah berdebar kencang.


"Arrgghh... perasaan apa ini?" Tanyanya menanggapi perasaan aneh di dadanya.


Sampailah Aura di depan rumah Gea dengan wajah tegangnya. Kejadian tadi tidak begitu saja hilang dari ingatannya, Aura masih saja memikirkannya.


"Ra, kita hampir saja terlambat." Ucap Melly begitu Aura sampai.


"Sorry." Jawab Aura singkat.


"Ra, kamu kenapa?" Bisik Melly di telinganya. Rupanya Melly menyadari keanehan didirinya.


"Aku nggak apa-apa Mell." Jawab Aura menyembunyikan semuanya dari Melly.


Waktu sudah menunjukan pukul 23.59, Aura dan Melly sudah siap di depan pintu rumah Gea dengan kue ulang tahun yang sudah mereka siapkan.


Susana meriahpun dirasakan ketiga sahabat itu.


"Selamat ulang tahun Ge!" Ucap Aura memeluk Gea, dan membiarkan hadiah yang sudah di belinya.


Setelah selesai perayan kecil-kecilan, mereka bertiga saling mengobrol, namun Aura tidak bisa fokus dengan obrolan kedua sahabatnya. Dia masih memikirkan kejadian tadi, saat dia mendorong Keanu sampai terjatuh. apa lagi Keanu dalam kondisi mabuk.


"Sepertinya aku harus pulang." Ucap Aura pamit kepada Melly dan Gea.


"Tapi Ra, Bukankah kita akan menginap disini."


"Sorry, aku pulang saja, aku jelaskan nanti." Ucap Aura segera pergi dari rumah Gea.


Saat ini Aura mengkhawtirkan Keanu, dia takut Keanu masih ada di pinggir jalan, dengan kondisi yang belum sadarkan diri. Dan Betul saja dugaannya, mobilnya masih ada di tempat yang sama, berarti Keanu masih disana.


Aurapun segera turun dan menghampiri Keanu. Dia melihat Keanu masih duduk bersandar di mobilnya, dalam keadaan masih setengah sadar.


"Nu, kenapa kamu masih disini?" Tanya Aura memapah Keanu untuk masuk kedalam mobilnya. Tubuh Keanu sangat dingin, mungkin karena berjam-jam berada di luar. Apalagi udara tengah malam yang sangat dingin.


Setelah mendudukan Keanu di kursi penumpang, kini giliran aura yang bingung harus membawa Keanu kemana, Tidak mungkin Aura membawa pulang kerumah mertuanya, bisa-bisa Diana dan mertuanya salah sangka, dia juga tidak mungkin membawa pulang kerumahnya. Saat ini Aura bingung. Diapun mengendarai mobilnya sambil mencari tempat untuk membawa Keanu.


Tak ada satupun tempat yang terpikirkan Aura, selain memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, Kembali ke tempat semula, saat bertemu dengan Keanu. Dia memarkirkan mobilnya tepat di belakang mobil Keanu, Aura melirik kearah Keanu yang terlelp tidur, tak lama matanyapun ikut terpejam dan tertidur di dalamnya.

__ADS_1


__ADS_2