
Suara benda pecah terdengar keras dari dalam kamar Gea, Keanu yang sedang menyiapkan sarapan pagi segera meninggalkan semua yang di kerjakannya dan masuk kedalam kamar Gea.
"Kamu baik-baik saja." Ucapnya begitu menghampiri Gea.
Keanu melihat Gea baik-baik saja, hanya gelas yang sudah tak berbentuk pecah di atas lantai.
"Kamu seharusnya panggil Aku." Ucap Keanu sedikit menyentak Gea.
"Aku pikir kamu masih tidur." Jawab Gea sedikit tergagap, karena sentakan Keanu.
"Pria macam yang masih tidur di saat matahari sudah hampir di atas puncak." Jawab Keanu masih dengan nada yang terkesan marah, namun Gea tahu bahwa pria di dekatnya sedang mengkhawtirkannya.
Keanu mengumpulkan semua pecahan gelas yang berceceran, untuk di buangnya.
Namun sebuah fhoto di nakas mengalihkan perhatiannya. Keanu melihat fhoto tiga wanita dan satu diantaranya sangat ia kenal.
Gea melihat itu, bahkan kini Keanu memegang bingkai fhoto tersebut. Barulah disaat itu Gea mengingat siapa pria yang ada bersamanya itu.
"Kamu mengenal Aura?" Tanya Keanu yang masih menatap bingkai fhoto itu.
"Jadi kamu adalah Keanu mantan kekasih Aura." Ucap Gea pelan, namun masih terdengar oleh Keanu.
Gea merasa dirinya akan kembali di campakan seorang pria, sejak menerima perhatian dari Keanu, Gea sangat tersentuh bahkan dirinya berharap Keanu adalah jodohnya yang dikirimkan tuhan melalui peristiwa kecelakaan kemarin.
Tapi, dia kembali terjebak bersama pria yang memiliki masa lalu bersama sahabtanya, bahkan pria itu belum sepenuhnya melupakan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Jadi kamu sahabat Aura juga." Ucap Keanu tersenyum, karena dia baru mengenal melly saja, dan saat ini dia mengetahu sahabat lain dari Aura.
Gea membalas senyuman Keanu dengan terluka, bagaimana Keanu langusng terlihat bersemangat saat membahas tentang Aura.
"Aku tidak bisa membiarkan dia terlalu lama disini." Ucapnya dalam hati, Gea tidak ingin perasaanya tumbuh jika bersama Keanu terlalu lama.
"Hari ini terakhir kamu disini, aku anggap kamu sudah bertanggung jawab, Karena aku sudah mempekrjakan seseorang untuk membantuku." Ucap Gea membuang mukanya, mengalihkan pembicaraan dari membahas Aura. dia lebih baik berbohong mengenai pengganti Keanu, padahal Gea sama sekali belum menemukan siapa yang akan menggantikan Keanu. Hanya saja dia harus menjauhi Keanu.
"Kenapa mendadak?" Tanya Keanu Heran, sebab sebelumnya Gea tidak pernah mengatan hal semacam itu.
"Ini tidak mendadak, aku hanya baru mengatakannya saja." Jawab Gea masih menahan untuk tetap tak melihat Keanu.
"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan." Ucap Keanu yang masih menunggu Gea berbalik kearah dirinya. Namun tak ada reaksi dari wanita di depannya itu.
"Aku pergi." Lanjut Keanu perlahan meninggalkan kamar Gea.
"Lebih baik seperti ini." Ucapnya dalam hati.
Gea mengusap dadanya pelan, seolah-olah memberi kekuatan untuk dirinya supaya tegar, merelakan rasa di hatinya yang sama sekali belum berkembang.
Hal wajar baginya tertarik dengan seorang pria seperti Keanu. penuh tanggung jawab juga sangat perhatian, meski kata-kata nya kadang terasa dingin, namun sebenarnya Keanu sosok yang sangat hangat. Sayangnya pria itu masih terjebak dengan kisah cinta di masa lalunya, bahkan pernikahannya pun hancur karena itu.
...****************...
Aura berada dalam dekapan Kenzo, dia butuh seseorang yang mampu meredakan emosinya, membiarkannya bersandar di bahunya untuk sekedar menjadi pelepas lelahnya. Dan mantan suaminya yang saat ini ada di dekatnya melakukan itu semua.
__ADS_1
Kenzo ingin meredakan amarah Aura, dia yakin berada di pelukannya mungkin bisa meredakan itu. dia berusaha menahan Aura agar tidak pergi mendatangi Reza, Karena semuanya akan percuma, kemarahan Aura hanya akan membuat Diana bahagia. Diana akan semakin merasa menang jika Aura masih larut dalam masalah yang sengaja dibuat untuk menghancurkannya.
Kenzo menepuk-nepuk punggung Aura, memberikan semangat untuk tetap menghadapi masalahnya dengan kepala dingin.
"Terimakasih Ken, kalau saja kamu tidak ada, aku tidak tahu akan seperti apa." Ucap Aura menarik diri dari dekapan Kenzo.
"Aku akan selalu ada Ra." Jawab kenzo beraling mengengam tangan Aura.
Kemudian Aura teringat sesuatu, ia pun menarik tangannya hingga lepas dari genggaman Kenzo, membuka laptop yang tak jauh dari tempatnya.
"Apa kamu mengenal Seteven gerald?" Tanya Aura, yang kemudian membuka artikel tentang pria yang ia sebutkan namanya tadi, lalu ia tunjukan kepada Kenzo.
Kenzo memincingkan matanya, mencoba mengenali pria yang ada di layar laptop itu
"Beberapa kali aku sempat mendengar namanya dari beberpa rekan kerjaku, tapi akupun belum pernah bertemu dengannya." Jawab Kenzo masih menatap layar laptop yang menunjukan beberpa informasi tentang pria tersebut.
"Dia adalah harapan terakhir untuk mendapatkan kembali kepercayaan kakek winston." Ucap Aura yang memhuat Kenzo beralih menatapnya tajam.
"Hati-hati, jangan samapi berakhir seperti Reza." Ucap Kenzo memperingati Aura. sebenarnya dia sedikit cemburu, karena di ketahui pria itu masih lajang dan juga merupakan tipe semua wanita.
"Kamu tidak usah khawatir, kali ini aku pasti berhasil." Ucap Aura dengan sangat yakin.
Namun berbeda dengan Kenzo, melihat Aura seperti ini membuatnya bertambah mengkhawtirkannya. Apalagi Aura akan berurusan dengan pria asing lagi, dan pria kali ini terlihat seperti seorang mavia.
"Sudah larut, aku akan antar kamu pulang." ucap Kenzo menutup laptop di depannya. "Sebelum itu temui Melly terlebih dahulu, sejak kemarin dia tak berhenti menanyakan kabarmu."
__ADS_1
Aura baru mengingatnya, dia berkali-kali menolak panggilan Melly, bahkan pesan teks darinya tak ada satupun yang ia balas.
"Kamu benar, aku harus menemui Melly." Jawab Aura yang mengekori Kenzo sampai luar kantornya.