AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Hadiah Berlibur


__ADS_3

Kenzo menggeliat, meraskan badannya yang sangat kaku dan pegal, mungkin karena posisi tidurnya yang salah, tidur di kursi yang tak sama dengan tinggi badannya cukup menyulitkan. lalu ia terduduk menunggu dirinya benar-benar sadar dari sisa-sisa kantuknya.


"Apa yang kamu lakukan disini?" Ucap Aura terkejut, mendapati Kenzo ada di kamar yang sama dengannya.


Kenzo pun sama kagetnya, karena dia berniat akan diam-diam keluar dari kamar Aura, sebelum Aura terbangun. Kini dia harus mencari alasan untuk keberadaannya di kamar yang sama dengan Aura.


"Kenapa kamu tidak kembali ke kamar semalam? justru memesan kamar lain, kamu tahu itu membuat aku malu di depan staf hotel. Mana ada pengantin baru tidur di kamar terpisah." Ucap Kenzo yang sama sekali tidak menjawab pertanyaan Aura.


"Bukankah kamu yang minta aku tidak berharap. untuk apa aku masih diam di kamar itu." Jawab Aura menahan kesalnya.


"Dangkal sekali pikiran kamu, aku minta kamu tidak berharap, bukannya melarikan diri." Lagi-lagi Kenzo melontarkan hinaannya.


Aura hanya diam tak menanggapi lagi, karena semakin dia membalas ucapan Kenzo, semakin tinggi nada bicaranya.


"Jangan sekali-kali pergi tanpa izin dariku, dan jangan pernah mencoreng nama baiku, karena sekarang apapun yang kamu lakukan akan mempengaruhi nama baiku." Kenzo sangat memperdulikan nama baiknya. itu adalah bagian dari nilai dirinya.


Kemudian Kenzo keluar dari kamar itu di susul Aura dengan wajah cemberut menuju kamar pengantinnya.


...※※※※...


Semua persiapan sudah selsesai, beberapa koper yang akan di bawapun sudah di naiki kedalam mobil. saat ini siska dan Rian sedang menunggu anak-anaknya untuk sarapan sebelum berangkat ke bandara.


"Apa semuanya sudah siap?" Tanya siska kepada Diana, yang baru saja datang untuk sarapan.


"Hanya pengantin baru mah yang belum datang." Jawab Diana.


"Memang ya, kalau pengantin baru selalu kesiangan." Tutur siska tertawa.


"Coba kamu telphon Kenzo." Perintah Rian kepada Keanu.


Baru saja Keanu memegang ponselnya hendak menelphon, ternyata Kenzo dan Aura sudah terlihat berjalan mendekat.


"Maaf mah, kita terlambat." Ucap Aura tersenyum canggung, sebab semuanya sudah berkumpul dan menatap kearah mereka.


"Kami semua maklum kok!" Jawab Sisika mengedipkan matanya.


Mereka semua menduga keterlambatan Aura dan Kenzo karena aktivitas malam pertama mereka.


Nyatanya mereka terlambat karena harus bertengkar terlebih dahulu.


...※※※※...


Sampailah mereka semua di tempat tujuan. berada di tempat yang sangat memanjakan mata, dengan beberapa bangunan bernuansa putih dan biru, kolam renang yang menghadap langsung ke arah laut nan biru.


suasana yang hanya pernah di gamabar, kini mereka berada di tempatnya secara langsung.


Karena liburan kali ini adalah hadiah dari orang tuanya, sehinga kenzo dan Keanu hanya menunggu apa saja yang di putuskan orang tuanya. Sementara Rian dan siska sibuk mengurusi semuanya.


Siska membagi penginapan untuk anak-anaknya. mereka pun masuk ke kamar masing-masing, setiap kamar memang memiliki pembatas dan teras terpisah. karena tidak ingin mengganggu privasi anak-anaknya, apa lagi tujuan mereka kesini adalah untuk berbulan madu, jadi sisika dan rian tidak ingin mengganggu anak-anaknya dan membebaskan merek auntuk melakukan apa saja.


Rasa lelah karena perjalanan yang jauh, membuat Aura langsung terlelap begitu saja berbaring diatas kursi panjang tepat di dekat jendela.

__ADS_1


Sinar matahari sore, mengenai bagian wajah dari Aura, Kenzo yang melihat itu segera menutup gorden, agar tidak mengganggu tidur Aura. Sementara Kenzo berjalan keluar dari kamarnya untuk menikmati sore hari dengan di temani secangkir kopi.


"Hai kak, sendirian aja?" Tanya Keanu menghampiri dan duduk di samping Kenzo.


"Aura tidur! Kamu sendiri, mana Diana?" Kenzo balik bertanya.


"Sama, tidur juga!" Jawab Keanu.


Sempat saling diam, dengan pikirannya masing- masing. Tiba- tiba Keanu memberanikan diri bertanya tentang Aura.


"Dimana kalian bertemu?"


"Siapa?" Tanya Kenzo tak mengerti.


"Kakak dan Aura."


Kenzo merasa aneh, adiknya menanyakan tentang Aura. sudah jelas mereka dipertemukan karena perjodohan. dan tidak mungkin jika keanu tidak mengetahuinya.


"Bukankah kamu juga tahu, kenapa aku bisa menikah dengan Aura."


"Aku sama sekali tidak tahu kak. kaka lupa aku satu tahun di jerman. Ayolah kak cerita, sementara kakak sudah tahu tentang kisah cinta antara aku dan Diana." Keanu sangat memaksa untuk Kenzo bercerita.


Dari sana Kenzo tahu bahwa perjodohannya tidak ada yang mengetahui, kecuali orang tuanya. Dan juga setelah di pikir untuk apa .memberi tahu semua orang tentang dirinya yang di jodohkan.


"Ya terjadi begitu saja, bahkan lebih menarik kisah cinta kalian." Ucap Kenzo datar.


"Apa kakak tahu siapa sebenarnya Aura?" Tanya Keanu lagi, Kenau sangat penasaran tentang Aura setelah meninggalkan dirinya. sehingga ia ingin tahu bagaimana Kenzo bisa bertemu dengan Aura.


"Nu kenapa sedari tadi kamu selalu menyebut istri kakak hanya dengan namanya saja? memang dia lebih muda dari kamu, tapi panggil dia secara hormat. Sekarang Aura kakak kamu juga." Ucap Kenzo keluar begitu saja dari mulutnya.


Keanu terkejut dengan reaksi kakanya, dia tidak menyangka Kenzo akan marah dengan hal itu.


"Sorry kak, aku salah. Aku tidak tahu hal itu mengganggu kakak."


Kenzo pun demikian dia merasa dia sudah keterlaluan kepada adiknya, padahal itu hal yang sepele.


"Sorry Nu, kakak sudah berlebihan."


"Gak masalah kak, Aku yang harusnya sadar, bahwa aku yang sudah tidak sopan. aku permisi kak." Ucap Keanu meninggalkan Kenzo.


...※※※※...


Kenau kembali kekamarnya dengan wajah kesal. meski dia paham kesalahannya, tapi reaksi kakanya berlebihan.


"Kenapa sayang? Aku lihat, tadi kamu sedang bersama Kak Kenzo." Tanya Diana yang melihat suaminya kesal setelah bertemu kakaknya.


"Iya. Aku nggak tahu kalau kak kenzo akan semarah ini."


"Memang apa yang kamu lakukan tadi?"


"Aku tadi tanya tentang awal mereka bertemu,dan aku mengucapkan nama Aura tanpa tambahan kata 'kakak', kak Kenzo marah, dan meminta kita memanggil istrinya dengan Kak Aura. Kamu hati-hati nanti kalau bicara dengan Aura." Keanu memperingati istrinya agar tidak ada hal seperti ini terjadi lagi.

__ADS_1


Diana mengelus dada suaminya yang sedang menahan kesal.


"Rasanya berlebihan kalau sampai marah begitu. pasti kak Kenzo sudah terpengaruh istrinya." Ucap Diana membela suaminya, dan memojokan Aura.


"Lebih baik kita lebih hati-hati lagi dalam bicara."


"Iya, sayang. kamu siap-siap sana, mama minta kita semua makan malam bersama." Ucap Diana sambil melangkah keluar kamar.


"Terus, kamu mau kemana?" Tanya Keanu.


"Hp pengantin baru nggak aktif, mama minta aku kasih tau mereka." Ucap Fiana sambil berlalu.


Dianapun pergi ke kamar Kenzo dan Aura membawa pesan dari sisika. Dia berjalan mengendap-endap untuk mengintip apa yang sedang di lakukan Aura dan juga Kenzo.


Diana tidak melihat apapun yang menarik, selain Kenzo yang sedang duduk sendirian.


Diapun meneruskan langkahnya mendekati Kenzo.


"Kak, kata mama Hp kalian gak aktif." Diana datang mendekat dan duduk di samping kenzo.


Kenzo pun teringat ponselnya yang masih di dalam tas dan belum sempat di keluarkan.


"Ah... iya mungkin kakak lupa mengaktifkannya, apa kata mama?" Tanya Kenzo.


"Mama ingin kita makan malam bersama."


"Baiklah, terimkasi Di."


"Kak Aura mana?" Tanya Diana menoleh ke arah kamar.


"Aura masih tidur, sepertinya sudah waktunya untuk dia bangun." Kenzo melihat jam di tangannya.


"Sampai bertemu nanti malam kak." Ucap Diana kembali ke kamarnya.


Kenzo pun masuk kedalam kamarnya untuk membangunkan Aura, namun dia bingung cara untuk membangunkannya, ketika dia akan menyentuh badan Aura untuk membangunkan namun dia tidak bisa menyentuh Aura begitu saja.


"Apa kamu tidak akan bangun?" Ucap Kenzo dengan nada Tinggi.


"Mama minta kita datang makan malam!" Ucapnya lagi.


Aura melenguh, kesdarannya perlahan kembali, rupanya suara Kenzo membangunkan Aura.


"Argh.... berisik sekali. Aku tahu kamu membangunkanku, tapi tolong bangunkan aku secara manusiawi. Bukan teriak seperti itu." Teriak Aura kesal namun dia hanya berani di dalam hatinya saja.


"Apa yang kamu bilang, kita akan makan malam?" Tanya Aura yang mulai sadar dengan ucapan Kenzo.


"Iya. Aku tidak mau terlambat lagi,kamu tahu kan jika kita terlambat, pasti jadi bahan candaan mama."


"Iya. aku siap-siap sekarang!"


Aura segera bangun dan menuju kamar mandi. Aura belum berganti pakaian bahkan mandi sejak kedatangannya ke kamar ini. karena memang aura sangat lelah dan juga mengantuk.

__ADS_1


__ADS_2