
Hari ini Aura bertingkah, Aura menolak semua masakan koki rumah, dan itu membuat semua pelayan kebingungan. Ini bukan sengaja Aura lakukan, tapi entah mengapa perutnya menolak semua makanan yang di sajikan.
Semua pelayan berdiskusi mencari cara agar Aura bisa makan, karena jika Tuannya tahu pasti semuanya akan kena marah.Namun tak ada cara lain selain mengadukan kepada Tuannya.
Seteven yang mendapat kabar bahwa Aura belum memakan apapun sejak pagi hari, segera meninggalkan pekerjaannya dan memilih pulang untuk menemui Aura.
Seteven sangat khawatir karena ia takut Aura jatuh sakit, apa lagi acara penting menunggu kehadiran dirinya berserta Aura.
Setelahvsampai rumah, Seteven segera berlari menuju kamar Aura.
"Ada apa dengan kamu hari ini?" Tanya Seteven menerobos masuk kedalam kamar Aura
Aura yang sedang fokus dengan ponselnya hanya melirik sekejap kearah Seteven.
"Ada apa apanya?" Ucap Aura dengan balik bertanya, sementara dirinya sibuk meminkan permainan di dalam ponselnya.
"Saya mendaptkan kabar, kalau kamu belum memakan apapun sejak pagi. Apa benar?"
"Oohh... itu, aku nggak lapar." Ucapnya singkat, seolah itu bukan hal yang penting, namun berbeda dengan Seteven yang menganggap apa yang di lakukan Aura akan berbahaya untuk bayi dan juga dirinya.
Seteven menghembuskan nafasnya, kemudian dia merebut ponsel dari tangan Aura.
"Kembalikan!" Pinta Aura mencoba meraih ponselnya dari tangan Seteven.
Namun Seteven terus mengangkat ponsel Aura tinggi, sehingga tak sengaja tubuh Aura terjatuh dan menimpa tubuhnya.
Mata mereka saling bertatapan, jantung Merekapun seolah saling saut menyaut. Sampai saat Aura mengedipkan matanya berulang, barulah ia sadar dan segera bangun.
Suasana menjadi cangung seketika, Aura merapi kan duudknya, sementara Seteven juga merapikan pakaiannya.
"Ini, Kamu harus tetap makan, demi anak dalam kandungan kamu." Ucap Seteven yang kemudian memberikan kembali ponsel Aura, dan segera keluar dari dalam kamar.
Setelah kepergian Seteven, barulah Aura bisa bernafas lega, dia berulang kali mengatur nafasnya agar kembali normal. Aura merutuki dirinya yang Lagi-lagi terlihat bodoh di depan Seteven.
Tak hanya Aura, Seteven yang berdiri menghadap kolampun sedang memegangi dadanya. dia sangat merasa debaran jatungnya yang semakin cepat dan itu tidak pernah terjadi kepadanya saat berhadapan dengan wanita manapun. Namun dengan Aura dia sering merasakan hal semacam ini.
"Mengapa selalu seperti ini?" Tanyanya dalam hati.
Seteven tahu arti dari reaksi tubuhnya terhadap Aura, namun dia berusaha tetap menyangkal, karena yang dia inginkan justru sebaliknya. Dia ingin bahwa Auralah yang harus lebih dulu jatuh cinta kepadanya. Seperti halnya dia selalu menaklukan setiap wanita. Namun Aura, pesonanya tak berhasil.
...***************...
__ADS_1
Kenzo dan keanu sudah datang di inggris, seperti biasa Kenzo sangat mengandalkan sahabatnya.
Terlihat dari jauh sana ada Alex yang sudah melabaikan tangan, saat melihatnya.
"Lex, apa kabar?" Tanya Kenzo kepada Alex.
"Aku baik, ini pasti Keanu?" Tanya Alex kepada Keanu yang berdiri di samping Kenzo.
"Iya, Adekku Keanu." Jawab Kenzo memperkenalkan keanu kepada Alex.
Alex sudah sering mendengar nama Keanu selalu di sebut, Karena Kenzo memang sangat peduli kepada adiknya, dari dulu sampai sekarang.
Setelah saling menyapa, Alex mengantarkan mereka ke hotel tempat mereka menginap, dan tanpa mereka tahu hotel itu adalah milik dari Seteven.
"Terimakasih lex, kamu selalu merepotkanmu."
"Santai. kalian istirahat saja, nanti malam aku jemput." Ucap Alex yang kemudian pamit pergi.
Kenzo memang meminta bantuan Alex untuk mencari kendaraan yang cukup pantas untun menghadiri acara nanti malam, dan alex dengan senang hati membantu sahabatnya.
Kenzo merasa perutnya lapar, karena saat di pesawat dia melewatkan makan malamnya.
"Kamu istirahat saja, kakak cari makanan." Ucap Kenzo kepada Keanu.
Kakak berdik saling berjalan berdampingan dengan mata memandang keseluruha interior hotel, mereka berdua sangat takjub dan merasa hotel tempatnya menginap memiliki karakter tersendiri.
"Unik!" Satu kata terlontar begitu saja dari mukut Keanu.
"Apa kita sedang memikirkab hal yabg sama?" Tanya Kenzo, yang merasa apa yang saat ini ada di kepalanya sama dengan apa yang ada di kepala adiknya.
"Hotel ini aku menyukainya." Jelas Keanu di barengi anggukan setuju dari kakaknya.
Mereka tak jauh mencari makanan, karena mereka berbelok kearah restoran hotel.
Memesan makanan, dan menunggu sambil membaca majalah yang di sudah di sediakan.
Namun tiba-tiba Keanu melihat wajah seorang pria yang pernah ia lihat sebelumnya, dengan mencuri-curi pandang melalu majalah yang di pegangnya, kepalanya tak berhenti mengingat.
"Bukankah itu Seteven Geral?" Tanya Keanu kepada kenzo saat dia mengingat siapa pria yabg duduk tak jauh dari tepatnya.
"Mana?" Tanya Kenzo mencoba mencarinkesetiap pengunjung yang ada di dalam restoran.
__ADS_1
Keanu menujuk dengan memajukan bibirnya.
Namu tiba-tiba Seteven berdiri dan meminggalkan Restoran.
"Kamu tunggu disini." Pinta Kenzo kemudian mengikuti kemana perginya Seteven.
Kenzo terus mengikuti Seteven dengan menjaga jarak, Sampai kenzo kehilangan Seteven persimpangan di koridor, karena Kenzo di hentikan oleh salah satu pekerja hotel.
"Maaf apa anda tersesat?" Tanya pria yang menghentikan langkah Kenzo.
Kenzo kebingungan sesaat, sampai dirinya mengiyakan ucapan pria tersebut.
Lalu pria itu menunjukan jalan yang tepat untuk Kenzo, juga pria itu mengatakn bahwa arah yang tadi Kenzo lewati itu mengarah ke kantor CEO Hotel.
"Lalu pria yang tadi saya lihat itu..."
"Itu CEO kami." Jawab pria itu tetap ramah.
Kenzopun terkejut dan segera kembali menuju restoran. Akhirnya dia menemukan Steven gerald, alamat kantor sudah cukup baginya untuk mencari Aura.
...****************...
Suara putaran roda dari troli yang di bawa para pelayan, membangunkan tidur nyenyak Aura. Aura menggosokan kedua matanya saat melihat pandangannya yang semula buram.
"Apa yang kalian lakukan sepagi ini?" Tanya Aura dengan wajah kesal karena tidurnya yang terganngu.
"Maaf non, ini sudah siang. dan juga saya di pinta Tuan untuk membantu memilihkan gaun untuk acara nanti malam." Ucap Pelayan itu dengan menundukan kepalanya takut terkena omelan Aura.
Sudah beberapa hari ini Aura selalu mengomel tentang hal-hal kecil. Kemarin saja Aura mendadak menolak semua masakan koki rumah. Dan itu membuat semua pelayan dan bahkan Seteven kebingungan.
"Baiklah!" Jawab aura malas, kemudian turun dari ranjang, dan mulai memilih gaun yang akan ia kenakan di pesta nanti malam.
Satu demi satu gaun Aura pilih dan ternyata dugaan semua pelayan benar, Aura menolak semuanya.
"Aku rasa ini semua tidak cocok." Ucap Aura menolak semua gaun yang dibawakan.
Kemudian Aura mengambil ponselnya dan menujukan satu gambar gaun yang sudah Aura pilih.
"Aku mau gaun ini, Beri tahu Seteven." Ucap Aura yang menahan tawanya.
"Sekali-sekali, boleh lah aku kerjai kamu." Ucap Aura yang sudah tertawa terbahak-bahak dalam hatinya.
__ADS_1
Sebenarnya Aura hanya ingi menguki Seteven saja, dia ingin tahu sepenting apa dirinya untuk menghadiri pesta nanti malam. Jika memang dirinya sangat penting, pasti Seteven akan mencari gaun yang ia inginkan.