
Aura sedang duduk di teras depan rumahnya, sambil sesekali memainkan ponselnya. Tiba-tiba suara dering telphon masuk, diapun segera mengangkatnya.
"Halo Ge, apa kabar?" Ternyata yang menelphon Aura adalah Gea sahabtanya.
"Baik, Selamat ya atas kehamilannya. Aku tahu dari Mely. Dia sudah pulang ke indonesia."
"Oh ya... Dia gak bilang." Aura tekejut dengan berita kepulangan Mely. Sebab Mely tidak mengatakan apapun tentang itu
"Hhhmmm mungkin dia lupa. Ra, masalah anting itu, aku ketahuan bohong. Ini gara-gara Alex." Gea menceritakan tentang pertemuannya dengan Penemu anting Aura. yang tak lain adalah Kenzo. Aura sudah mengatakan bahwa dia tidak tertarik dan ingin mengabaikannya. Namun Gea bersikukuh untuk dia yang melanjutkan drama anting itu.
"Alex...?" Tanya Aura bingung. Mengapa ada Alex diantara pria anting itu.
"Ternyata cowok itu temannya Alex, dan alex sepertinya tahu anting itu punya kamu. Padahal cowok itu ganteng banget Ra." Gea sungguh menyesal tidak bisa mendekati lelaki itu lagi.
"Ups... dulu dia pernah tanya tentang anting itu. Ge bagaimana kalau cowok itu datang kesini?" Aura khwatir jika pria anting itu tetap memaksa ingin bertemu dengannya, sedangkan Aura tidak ingin ada pria lain yang nantinya akan merusak rumah tangganya. Karena suaminya pasti akan marah jika tahu hal itu.
"Andai saja Alex gak ikut campur, pasti dia dekat denganku dan tidak akan mencari kamu."
"Ge, udah dulu ya suamiku datang." Aura segera mematikan posnelnya.
Aura segera memasukan ponselnya ke saku celananya. dan mengahmpiri suaminya yang baru turun dari mobil.
"Sayang, kenapa duduk di luar?" Tanya Kenzo, merangkul dan membawa Aura masuk kedalam.
"Aku nunggu kamu. Bawa apa?" Tanyanya bergelayut manja.
"Aku bawa pesanan kamu, donat."
"Wah, aku makan sekarang ya." Aura segera membuka dan memakannya.
"Ra, apa kamu tidak keberatan mengikuti apa kata papa untuk tinggal lagi bersama mereka?" Tanya Kenzo.
"Aku nggak masalah. Memang kenapa? bukankah kita sudah selesai tentang itu."
"Masalahnya Diana keberatan."
"Selalu saja begitu. aku juga gak paham mengapa Diana tidak suka kepadaku."
__ADS_1
"Mungkin karena masa lalu kalian." Tebak Kenzo.
"Dulu kami berhubungan baik, bahkan dulu aku selalu mendengarkan setiap curhatannya tentang laki-laki yang sedang mendekatinya. bahkan aku percayakan surat untuk keanu kepdanya...." Aura mengehtikan ucapannya, dia lupa bahwa yang saat ini dia obrolkan adalah adik iparnya.
"Maaf Ken, aku gak bermaksud untuk..." Ucap Aura kemudian. Namun Kenzo hanya tersenyum dan tidak mempermasalahkannya.
"Nggak masalah, kamu bisa membahas Keanu denganku. Apa sebenarnya isi surat itu?" Tanya Kenzo. Sebenarnya dia sudah tahu isi surat itu dari Keanu, tapi dia ingin mendengarkan juga dari istrinya.
"Kamu yakin ingin tahu isinya?" Tanya Aura menelisik kedua mata kenzo. dia ingin memastikan bahwa tidak ada emosi di dalamnya.
"Iya."
"Aku minta Keanu untuk menungguku, karena aku harus ikut mami, dan entah kapan aku akan kembali lagi. Kurang lebih seperti itu."
Kenzo menyimak ucapan istrinya dan dia menemukan perbedaan isi dari surat yang sama.
"Ada apa kok melamun?" Tanya Aura saat Kenzo hanya tertegun.
"ah... Nggak kok sayang, Jadi Keanu tidak menunggu kamu justru menjalin hubungan dengan Diana." Ucap Kenzo menyimpulkan.
"Seperti itu, tapi itu masa lalu, aku sudah melupakan Keanu jauh dari sebelum kita menikah. Jadi jangan pernah berpikir bahwa aku masih mengharapkannya."
...※※※※...
Kenzo memikirkan. Masa lalu yang terjadi dianatara istri, adiknya dan adik iparnya. Jika mendengar dari ketiga orang itu, mereka memiliki cerita yang berbeda.
Sudah jelas bagi Kenzo, dia akan mempercayai istrinya.
"Sudah pasti isi surat itu adalah kebohongan. dan yang memberikan surat itu adalah Diana. serta yang mengambil keuntungan itu juga Diana. Sudah jelas dalang dari ini semua adalah Diana."
Kenzo merasa kasihan melihat Adiknya yang tidak tahu kenyataan ini semua, dan dia juga tidak tahu sosok Diana yang sebenarnya.
Namun, jika Kenzo mengungkapkan kebenarannya, dia takut jika Kenau akan berusaha mengambil Aura dari sisinya.
Namun jika terus dibiarkan, Keanu akan terus bersama orang yang salah. dan Kenzo sebagai kakak tidak tega, karena Keanu pasti akan dapat yang lebih baik dari Diana.
tok...tok...tok...
__ADS_1
Aura mengetuk pintu ruang kerja Kenzo dan masuk kedalamnya.
"Ada papa di bawah." Ucap Aura memberitahukan suaminya.
"Ngapain papa bertamu malam-malam?" Tanya Kenzo.
"Aku kurang tau, cepat kamu temui papa." Aura mengangkat kedua bahunya, dia tidak tahu ada tujuan apa papanya datang.
"Ya sudah, kamu istirahat saja." Ucap Kenzo, segera menemui papanya. Sedangkan Aura masih diam di dalam ruang kerja Kenzo.
Aura mengitari ruangan Kenzo, dia membuka setiap buku yang menurutnya menarik. sampai pada satu buku yang seharusnya tidak pernah ia buka. Karena begitu Aura membukanya ada sesuatu jatuh dari dalam buku tersebut.
"Apa ini?" Tanya Aura saat memungut kertas yang jatuh dari dalam buku itu.
perlahan Aura membukanya dan ia sangat terkejut membaca isi surat itu. Matanya melotot tajam, membaca setiap kata yang tertulis didalamnya. seolah dirinya yang menulis itu.
"Kenapa ini bisa ada di dalam buku ini?" Tanyanya bingung,
Setelah di ingat kembali, buku ini kenzo bawa dari rumah orang tuanya, Aura sangat ingat moment itu karena pada hari itu Kenzo sangat marah kepada dirinya.
"Apa surat ini yang di baca Keanu? mengapa suratnya berbeda dengan yang aku buat?" Aura melihat surat dengan tanggal yang sama juga ada namanya di dalamnya namun Isi suratnya sangat bertolak belakanng dengan isi surat yang di tulis Aura.
"Aku yakin ini buatan Diana. Ternyata ini yang membuat Keanu tidak menungguku bahakan ia membenciku." Aura segera menyimpan surat itu di sakunya. Dia yakin Kenzo pun tidak mengetahuinya.
Aura segera keluar dari ruang kerja Kenzo dan kembali kedalam kamarnya. Aura terkejut, jika saja surat ini tidak ada, mungkin saat ini Aura masih bersama Keanu, bukannya tidak ingin bersma suaminya. Namun kenzo adalah lelaki yang sudah memberi kekuatan untuk Aura. lelaki yang memberi harapan untuknya. Meski dalam keadaan sulit Keanu tidak pernah mengeluh dan menyakiti hati Aura.
Membaca surat itu membuat Aura merasa bersalah, ternyata anggapan Keanu selama ini adalah Aura yang telah menyakitinya.
Aura segera menymbunyikan surat itu saat Kenzo masuk kedalam kamar.
"Papa sudah pulang?" Tanya Aura gugup, karena dia khawatir kalau Kenzo melihat dia menyembunyikan sesuatu.
"Sudah, tadi papa hanya mengantarkan undangan. malam minggu ini kita harus menghadiri pesta peresmian kantor sahabat papa."
"Aku juga ikut?" Tanya Aura.
"Iya dong, aku tidak akan datang jika kamu tidak." Jawab Kenzo memeluk manja istrinya.
__ADS_1
"Iya aku ikut. kamu gemes deh." Ucap Aura mencubit pipi Kenzo.