AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Tempat Kembali


__ADS_3

Aura tidak bisa terus membiarkan Keanu menemaninya, meninggalkan pekerjaan dan kewajiban Keanu lainnya.


"Nu, mau sampai kapan kamu disini, aku sudah lebih baik kok." Ucap Aura yang kini merebut remot dari tangan Keanu dan mematikan televisi.


"Sampai kamu sudab benar-benar membaik. Anggap saja aku tidak ada disini." Jawab Keanu yang kembali merebut remot televisi dan menyalakannya.


Aura mendengus kesal, Keras kepala Keanu memang belum hilang.


"Jika kamu seperti ini, aku tidak akan mengabari kamu jika terjadi apapun selama aku disini." Keaal Aura yang kemudian berbalik hendak masuk kedalam kamar.


Keanu mencoba mencerna ucapan Aura, sebuah ancaman yang terdengar sangat meyakinkan. Dan Keanu takut itu bukan hanya sekedar ancaman semata.


"Baiklah aku akan pulang, tapi dengan satu syarat." Ucap Keanu yang membuat Aura kembali berbalik dan duduk mendekat.


"Apa syaratnya?" Tanya Aura, dia yakin bisa melakukan semua syarat dari Keanu, karena dia ingin Keanu kembali menjalani hidupnya dan tidak terpaku dengan Aura seorang.


"Akan ada seseorang yang menemani kamu disini."


Aura mengangkat sebelah alisnya. "Siapa?" Tanyanya kemudian.


"Aku baru bisa tenang, kalau kamu tidak sendiri." Ucap Keanu yang mengulur waktu untuk memberitahukan siapa yang akan menemani Aura.


"Iya, siapa orangnya? Karena aku tidak mau ada yang tahu keberadaanku."


"Sebentar lagi datang." Keanu tetap merahasiakannya, dia ingin Aura sendiri yang melihatnya secara langsung.


Aura yang kesal hanya membuang nafasnya kasar. Dia capek untuk terus menanyakannya sementara Keanu sedang menahan tawanya.


Tak lama terdengar suara bell berbunyi, Keanu segera berlari menghampiri pintu, hendak membukanya.


"Sini." Kenau melambaikan tangan kearah Aura.


Dengan langkah malas, Aura mendekati pintu dengan maksud menyambut orang di balik pintu apartment Keanu.


"Satu-dua-tiga." hitung Keanu tanpas suara. kemudian ia menarik handel pintu hingga terbuka.


Aura yang berhadapan dengan pintu, berdiri terperangah saat melihat siapa sosok di balik pintu itu.


"Ibu." Teriak Aura segera memeluk ibunya. "Kenapa ibu disini?" Tanya Aura dengan perasaan bingung tapi juga bahagia.

__ADS_1


"Ibu kangen nak. Ibu pikir kamu melupakan ibu." Ucap Ratmi dengan air mata yang sudah menetes.


"Ibu bicara apa? Aura tidak mungkin melupakan ibu." Jawab Aura menghapus air mata di pipi Ratmi.


Dengan menggandeng tangan Ratmi, Aura mengajak ibunya untuk masuk dan segera duduk.


"Bapak Apa kabar bu?"


"Bapak baik Nak, Sebenarnya kamu kemana saja, Keanu tiap hari datang kerumah ibu untuk menanyakan kalau-kalau kamu pulang." Ucap Ratmi menceritakan bagaimana Keanu yang selalu datang kerumahnya sepulang kerja. Bahakan pernah tengah malam karena rapat yang selesai malam ia segera menuju rumah ratmi untuk sekedar menanyakan tentang Aura.


"Maaf karena sudah membuat ibu khawatir."


"Ibu senang, melihat kamu baik-baik saja." Dengan mata bebinar Ratmi melihat Aura yang kini tengah mengandung, penantiannya selama ini atas doa dan usahanya.


Sebelumnya Ratmi sudah di ceritakan semuanya tentang Aura oleh Keanu, agar Ratmi tidak terlalu terkejut saat bertemu Aura.


Ratmi beralih menghadap Keanu, kemudian ia raih tangan Keanu, lalu di gengamnya erat.


"Terimakasih nak Keanu, dari dulu sampai sekarang kamu sangat peduli kepada Aura."


"Aku senang membantu Aura bu." Jawab Keanu dengan kedua sudut bibir mengembang.


"Aku sudah menemukannya bu." Jawab Keanu dengan wajah malu-malu, terlihat dari pipinya yang memerah.


"Oh ya, siapa? kamu harus perkenalkan kepada ibu." Desak Ratmi.


"Dia sahabat aku bu, namanya Gea, dia orangnya sangat baik. Keanu sangat beruntung mendaptkannya."


"Syukurlah, kamu anak baik, pasti kamu dapat yang terbaik." Ratmi menepuk-nepuk pundak Keanu.


Keanu mempersilahkan Aura dan ibunya untuk melanjutkan obrolan mereka di dalam kamar. Apa lagi setelah perjalanan yang cukup jauh, bu ratmi juga pasti butuh istirahat.


...****************...


Setelah melihat wanita yang bersma Kenzo pergi, kini Gea kembali menghampiri meja kenzo, tak hanya Gea pasangan ibu dan ayah baru pun ikut berkumpul setelah sukses menidurkan bayinya.


"Siapa wanita itu?" Tanya Melly yang sudah sangat penasaran.


"Kalian semua duduk dulu." Ucap Kenzo karena dia kini di kelilingi para sahabat yang sedang berdiri dengan melipat kedua tangannya di dada.

__ADS_1


Dengan serentak ketiganya menarik kursi kemudian duduk, siap mendengar cerita Kenzo.


"Jadi, wanita tadi adalah Riana, dia anak dari teman arisannya mama, dan mama berniat untuk kami bisa dekat."


"Lalu, apa kamu sudah merasa dekat?" Tanya Melly yang di angguki oleh denis juga Gea.


"Kalian tidak usah khawatir, aku sama sekali tidak tertarik." helaan nafas lega dari ketigannya saat menjawab jelas sari Kenzo.


"Syukurlah, karena kamu sampai terbang ke inggris untuk mencari Aura, jika ujung-ujungnya kamu menyerah, semua itu percuma." Denis menanggapi. Dia lega sahabatnya masih berpikir jernih.


"Aku tidak mungkin berpaling. Karena aku mencintai Aura." Jawab Kenzo yang di tanggapi senyum bahagia dari ketiga sahabatnya.


...****************...


Hampir satu minggu Keanu tak pulang, dan selama itu juga Gea menunggu dengan sabarnya, karena Keanu tak pernah menjawab jika di tanya alasan kepergiannya.


Kini pria itu sedang menikmati sarapan pagi buatan kekasihnya. Meski rasa penasaran mengganggu hati, namun Gea berusha menahan diri untuk bertanya, karena Keanu baru saja datang.


"Apa ada baju kerja aku disini?" Tanya Keanu dengan mulut penuh makanan.


"Pelan-pelan makannya." Tegur Gea, karena Keanh makan dengan lahap.


"Habis enak sih, aku kangen masakan kamu sayang." Keanu selalu saja bisa membuat Gea tersenyum.


"Habiskan makanannya, aku siapkan pakaian kamu dulu." Ucap Gea hendak pergi menuju kamarnya, namun dengan cepat lengannya di genggam Keanu.


Gea pun menoleh,dan menautkan kedua alisnya, menunggu kalau Kenau butuh hal lainnya.


"Terimakasih." Hanya satu kata yang keluar dari mulut Keanu dengan sangat tulu.


Entah mengapa kata itu membuat Gea sangat senang mendengarnya. Geapun tersenyum dengan mengedipkan kedua matanya, Kemudian meneruskan langkah menuju kamarnya.


Setidaknya setelah kepergian Keanu, Gea masih jadi tempat pertma ketika Keanu kembali. Dia hanya akan menunggu sampai keanu mengatakan dengan mulutnya sendiri.


"Aku sudah siapa kan air hangat juga." Ucap Gea saat Keanu datang ke kamarnya.


"Aku mandi dulu." Keanu membuka jaketnya lalu ia simpan sembarang di atas kasur, sementara dia terus berjalan menuju kamar mandi.


Melihat jaket keanu tergeletak begitu saja, rasa penasaran Gea mencuat, tangannya tak sadar meraih jaket itu. Ia pernah menemukan sesuatu mencurigakan di dalam jaket Keanu sebelumnya. kemungkinan kalu inipun demikian. Entah apa yang akan ia temukan kali ini, karena dia tiba-tiba menjadi ragu. dia takut jika menemukan hal-hal yang akan membuat hatinya sakit.

__ADS_1


__ADS_2