AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Tak Harus Bersama


__ADS_3

Setelah membagi cerita dengan Melly Aura bisa sedikit lega, itu hanya sebuah kesalahan yang tidak harus di ungkit-ungkit. Bahkan harusnya segera Aura lupakan.


"Sayang kamu dimana" Suara Kenzo memanggil.


Aura segera berlari dan menghampiri suaminya.


"Sudah pulang?" Tanyanya karena saat ini masih pukul 14.00, dan masih ada beberapa jam sampai waktu pulang kerja.


"Papa mengizinkan kita, Kita bisa berangkat hari ini juga." Ucap Kenzo antusias.


"Serius ? itu berarti kita harus siap-siap sekarang." Aura bergegas masuk kedalam kamar, disusul Kenzo dari belakangnya.


"Bawa pakaian secukupnya saja, kita bisa beli disana apa yang kita butuhkan." Ucap Kenzo karena Aura sudah membuka beberpa koper miliknya.


"Iya sayang." Jawab aura tersenyum. Dirinya merasa senang, karena dengan kepergiannya akan sedikit melupakan apa yang terjadi diantara dia dengan Keanu.


"Aku cukup terkejut, kenapa papa mengizinkan kita secepat itu?" Tanya Aura yang penasaran dengan apa yang suaminya katakan terhadap mertuanya. Sebab Rian tidak pernah main-main dengan keputusannya.


"Itu karena aku yang memintanya." Ucap Kenzo dengan bangganya.


"Ya... kamu memang anak kesayangan papa. Tapi, jika di pikir-pikir cukup aneh, apa papa memberikan syarat tertentu?" Tebak Aura yang terus saja menanyakannya.


"Ya, papa mengizinkan aku untuk menerima tawaran kakek winston, dengan syarat aku tetap bekerja disini. Tapi, kamu tidak usah khawatir, karena aku sanggup melakukannya."


"Itu berarti kamu akan sulit membagi waktu antara Bali dan Jakarta. Apa kita batalkan saja kepergian kita?" Ucap Aura hendak menyimpan kembali kopernya.


"Jangan sayang, kita tetap akan pergi. Kamu tidak usah khawatir ya."


Aura mendekati Kenzo dan memeluknya erat.


"Maafkan aku" Bisiknya di telinga Kenzo. Permintaan maaf Aura bukan karena tentang kepergian kebali, tapi karena apa yang telah ia lakukan bersama Keanu.


"Kenapa harus meminta maaf? kamu tidak salah!" Ucap Kenzo membelai pucuk kepala Aura.


...¤¤¤¤...

__ADS_1


"Aku tidak bisa meninggalkan Keanu." Ucap Diana lirih.


Saat ini Diana sedang berbaring beralaskan paha Reza.


"Lantas bagaimana dengan anak di dalam perutmu, dia anakku Di." Ucap reza yang terus saja ingin mengakui nak yang Diana kandung. sedangkan Diana sendiri tidak tahu pasti siapa ayahnya, Tapi memang ada kemungkinan besar ini adalah anak Reza.


Diana memegang pipi kiri Reza dan menatap matanya dalam.


"Aku mohon om, aku pasti akan pertemukan kamu dengan dia nanti, bahakan aku akan sering mengajaknya untuk bertemu kamu. Aku janji." Ucapannya mampu membius Reza.


"Kamu minta aku untuk berkorban lagi, setelah kamu kini anak kita, aku harus kehilangan kalian berdua." Reza dibuat putus asa. Dia paling tidak bisa menolak keinginan Diana.


"Om mencintaiku kan? om mau aku dan anak kita bahagia?" Tanya Diana kemudian.


"Aku bisa membahagiakan kalian. Kurang apa aku Di? harta aku banyak, aku sanggup untuk memberi semua yang kamu mau. aku bisa memberikan cinta yang tidak kamu dapatkan dari Keanu."


"Aku ingin anak kita hidup di keluarga yang lengkap, dia akan mendaptkan kasih sayang yang lengkap, kamu tahu anak ini akan menjadi cucu pertama dan mungkin satu-satunya di keluraga. Nenek dan kakeknya sudah pasti akan menyayanginya." Diana berdalih semua demi anaknya. Dia sangat yakin bahwa anaknya nanti akan menjadi satu-satunya pewaris di keluarga hartanto. Karena Aura sudah pasti tidak bisa hamil lagi.


"Sekarang aku bisa mengerti kekuranganku. Maafkan aku terlahir tanpa ayah dan ibu." Reza mengakuinya, dia tidak memiliki keluarga sempurna, bahkan dia tidak tahu siapa kedua orang tuanya.


"Maaf om, Aku tidak bermaksud menyinggungmu."


Diana tersenyum mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut Reza, itu berarti tidak akan ada yang mengganggu rumah tangganya lagi.


"Terim kasih, om memang selalu pengertian." Ucap Diana memeluk Reza.


Baginya cukup mudah membulak-balikan hati dan pikiran Reza. Entah bagaimana awalnya Reza tidak pernah menolak semua permintaan Diana, meskipun dirinya harus tersakiti.


Semua itu berawal saat Reza tak sengaja melihat seorang gadis SMA sedang berlari seperti di kejar sesuatu. Reza yang kala itu hendak masuk kedalam mobilnya, membiarkan gadis itu bersembunyi di dalam mobilnya. Gadis lugu itu adalah Diana.


"Siapa para lelaki itu?" Tanya Reza ketika kedua lelaki yang mengejar itu telah pergi.


"Mereka penagih hutang om." Jawab Diana. kemudian Diana pun menceritakan bahwa dia harus menaggung hutang ayah nya yang sering bermain judi. dia dan juga ibunya tidak punya cara lain selain bersembunyi setiap ada penagih hutang mencarinya.


Rasa iba di rasakan Reza setelah mendengar semua cerita Diana, Dan dia sangat merasakan bagaimana dulu ketika dia tumbuh dengan keadaan ekonomi seperti Diana. Apalagi semua curhatan Diana membuat dirinya merasa diandalkan.

__ADS_1


Disaat istrinya tidak memiliki waktu untuknya, Reza menemukan kenyamanan pada diri Diana.


Tapi sayang seribu sayang, Diana tidak merasakan cinta yang selama ini Reza berikan, setelah semua kenyamanan yang Reza berikan Diana mengatakan bahwa dia telah jatuh cinta kepada seorang lelaki yang saat ini menjadi suaminya.


Ingin marahpun tidak bisa, karena sebagai pria yang masih memiliki seorang istri dia tidak akan bisa membahagiakan Diana. Reza dengan tulus membiarkan Diana memilih jalannya sendiri.


Sampai dia bertemu lagi dengan Diana saat dirinya dalam status yang baru. Dan juga melihat Diana tidak bahagia dengan suaminya, membuat Reza ingin membawa Diana kedalam pelukannya lagi.


Tapi harapannya sirna, dia tidak bisa memaksakan kehendaknya, Lagi-lagi Reza harus rela dan membiarkan Diana dengan pilihannya.


...¤¤¤¤...


Aura dan Kenzo sudah sampai Di bali, disana sudah ada seorang supir yang menjemputnya dan membawanya ke rumah milik keluarga winston.


"Wah... aku tidak tahu mami punya semua ini?" Ucapnya saat melihat rumah mewah dan beberpa pelayan yang sudah berbaris menyambut kedatangannya.


"Tidak aneh lagi, winston memang memiliki segalanya." Ucap Kenzo menambahkan.


"Aku belum terbiasa dengan ini semua." Ucap Aura. Dia sudah membayangkan bagaimana nanti dia selalu dilayani pelayan-pelayan yang jumlahnya tidak sedikit.


"Kamu harus terbiasa, karena kamu akan mewarisi ini semua." Ucap Jasmin mengejutkan Aura dengan kedatangannya.


"Mami, ada disini?" Tanya Aura, dia tidak tahu jika akan ada Jasmin di sana.


"Iya, mami langsung datang begitu kenzo memberitahu."


Mereka bertigapun duduk sambil menikmati coklat panas, karena udara pada malam itu cukup dingin.


Jasmin menjelaskan Kepada aura tentang apa yang Aura harus dapatkan.


"Semua ini milik kamu, rumah ini beserta perusahaan yang akan Kenzo jalani. Ini semua adalah milik papi kamu." Ucap Jasmin memberitahu aura.


"Papi?" Tanya Aura tak percaya karena maminya membahas tentang papinya. Karena jika di tanya tentang papinya, jasmin selalu menghindar.


"Perusahaan itu papi kamu yang membangunnya, sampai pada saat Kekek mengambil semuanya. Dan hari ini mami kembalikan kepada kamu yang berhak memilikinya." Jasmin menambahkan.

__ADS_1


"Aku merindukan papi." Aura memeluk jasmin, jika mendengar cerita-cerita tentang papinya membuat Aura semakin merindukannya.


"Mami yakin papi kamu bahagia melihat kamu saat ini, apa lagi ada Kenzo yang akan menjaga kamu. Jasmin membelai lembut putri satu-satunya, bagaimana dulu dia tidak pernah melakukan hal ini untuk Aura.


__ADS_2