AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Perlahan Terbongkar


__ADS_3

Suara obrolan bahakan teriakan dari pengunjung yang memanggil pelayan terdengar memenuhi suasana Resto Denis yang sudah sibuk sejak jam makan siang, sampai saat ini menjelang malam hari.


"Ra..." Panggil Melly saat melihat Aura datang. Aurapun datang mengampiri sahabatnya. sambil berjalan menoleh kekanan kirinya melihat kesibukan dari semua karyawan Resto juga kedua pemiliknya.


"Tolong bantu aku malam ini." Ucap Melly yang kemudian memberikan sebuah apron kepada Aura, sementara Melly kembali menyiapkan menu pesanan pelanggan.


Saat Melly kembali, dia masih melihat Aura menatap bingung dengan apron di tangannya.


"Kamu tulis pesanan pengunjung." Ucap melly lagi dengan memberikan buku menu kepada Aura.


"Tapi Mell,... " Ucap Aura terputus karena melly sudah pergi membawa makanan pesanan pengunjungnya.


Niat hati akan makan malam di Resto Denis, justru kini ia dipaksa membantu kekacauan ini.


Aura menarik nafas sebelum memakai apron yang di berikan melly.


"Ayo Aura!" Ucapnya dengan penuh semangat. Siap melayani setiap pelanggan yang datang.


"Pesan apa pak, Bu?" Tanyanya memberikan buku menu kepada sepasang suami istri yang terlihat sangat harmonis.


Aura dengan ramah mengunjungi setiap pelanggan yang datang, menanyakan menu apa yang akan dipesannya. Kemudian memberikan menu ke meja koki lalu kembali lagi melayani pelanggan yang lainnya.


"Meja No 6." Ucap Denis memberikan satu nampan menu untuk diantarkan.


Namun nampaknya semua orang masih belum selesai dengan pekerjaan mereka, tersisa Aura yang sedang berdiri sedang menunggu pelanggan memanggilnya. Diapun menghampiri Denis dan mengambil nampan tersebut.


"Biar aku yang bawakan." Ucap Aura tersenyum kepada Denis.


Aura sangat kagum dengan pencapaian Denis dan juga Melly, setelah mereka menikah restonya menjadi ramai, karena ada beberpa promo tentang pasangan.


"Thank you!" Ucap Denis mengerakan bibirnya tanpa bersuara.


Aurapun berjalan menuju meja no 6, dia melihat sepasang suami istri dan juga terlihat anak mereka di dalam stroler bayi.


Aura tersenyum haru kepada bayi mungil yang sedang memainkan jarinya. Sampai ia kehilangan fokus dan tanpa sengaja menumpahkan minuman di atas meja.


"ah, maaf saya tidak sengaja!" Ucap Aura yang kemudian mengelap meja tersebut.


"Kalau kerja yang benar dong. Ini jadi basah semua!" Umpat Kesal dari pelanggan wanita yang pakaiannya terkena tumpahan minuman tadi.


"Lain kali lebih berhati-hati lagi, bagaimana jika terkena bayi kami." tambah sang suami, namun dengan kata-kata lebih halus dari pada perkataan istrinya.


"Maaf, ini murni kesalahan saya, dan anda tidak perlu membayar makanan ini." Ucap Aura tidak ingin mempermasalahkannya, biar dirinya yang nanti membayar tagihannyankepada Denis. Namun nampaknya pelanggan tersebut enggan melepas Aura begitu saja.

__ADS_1


"Arrghh... saya tidak peduli dengan uang, saya masih bisa membayar ini semua. tapi apa kamu bisa mengganti pakaian saya?" Ucap sang wanita dengan nada sombongnya.


Bahkan itu terlalu murah bagi Aura, dia bisa membeli pakaian yang lebih mahal dari yang digunakannya, namun dia tetap diam, tak berusaha menujukan taringnya. dia tidak ingin mengacaukan usaha sahabatnya. apa lagi pelanggan adalah raja. sebisa mungkin Aura tetap merendah dan berusaha meminta maaf.


Namun nampaknya beberpa pelanggan menyadari perdebatan yang terjadi, ada diantara mereka yang kini menatap kearah Aura yang masih menunduk menunggu maafnya di terima.


Dan juga seseorang yang sudah mulai kehilangan kesabaran melihat Aura di perlakukan seperti itu, padahal Aura sudah berkali-kali meminta maaf.


Langkahnya mulai mendekat, kemudian dia menggengam tangan Aura, lalu ditariknya mundur sehingga Aura berlindung di balik tubuhnya.


Kini Aura berlindung di balik punggung lebar pria yang selalu ada, meskipun mereka sudah tidak bersama lagi.


Kenzo melihat kearah pakaian si wanita, bahakan noda yang dimaksud sangat kecil bahakan tidak terlihat.


"Nampaknya pakaian anda baik-baik saja, hanya noda sedikit tidak akan terlihat, justru yang saat ini jelas terlihat adalah noda kotor di hati anda." Ucap Kenzo dengan tenang namun terdengar sinis.


Si wanita terlihat kesal dengan ucapan Kenzo, bahakan sang suami pun memperlihatkan eksprsi yang sama.


"Hubungi nomor ini untuk menuntut ganti ruginya. saya akan membayar berapapun yang anda pinta." Lanjut Kenzo yang kemudian memberikan kartu namanya.


Kezno benar-benar membuat pelanggan itu tidak bisa berkata-kata. apa lagi saat sang suami mengambil kartu nama yang di berikan Kenzo dan terkejut setelah membacanya.


Kemudian Kenzo meninggalkan keduanpasangan yang telah membuat keributan itu, dengan menggengam tangan Aura dibawanya menuju luar resto.


Kenzo segera melepaskan tangan aura dari gengamannya, dia tidak ingin merasakan perih seperti saat itu, saat Aura melepas tangannya dari gengamannya karena tidak nyaman.


"Aku tidak ingin memperunyam masalahnya. lagi pula memang aku yang salah." Jawab Aura, namu Kenzo masih gemas saja melihat Aura Lagi-lagi mengekuarkan sisi baiknya.


"Tapi tadi di kamu di caci Ra, bahkan dengan tak tau malu wanita itu menyombongkan dirinya di depan kamu." Lanjut Kenzo lagi


"Sudalah Ken, pakaiannya mungkin benar-benar mahal. seharusnya kamu juga tidak perlu bereaksi berlebihan seperti tadi." Ucapnya mampu membuat Kenzo terdiam. Dan itu terlihat dari sudut matanya, dan membuatnya merasa bersalah.


"Tapi aku berterimakasih karena kamu membelaku." Lanjut Aura yang membuat kenzo menolehkan kepalanya. kemudian terlihat segaris senyum yang kemudian segera ia sembunyikannya lagi.


Enatah mengapa Kenzo merasa tersentuh mendengar ucapan terimakasih keluar dari bibir Aura.


"Ayo kita makan!" Teriak Denis dari dalam memanggil Aura dan Kenzo untuk segera bergabung dengan mereka.


"Sepertinya sudah waktunya kita untuk mengisi perut." Ajak Kenzo kepada Aura.


Mereka pun kemudian berjalan bersama masuk kedalam Resto.


...****************...

__ADS_1


Keanu berteriak memanggil nama istrinya, bahkan kali ini kedua orang tuanya mendengar teriakannya, dan datang menghampirinya.


"Kenapa memanggil Diana dengan berteriak seperti itu Nu?" Tanya Siska yang datang menghampiri.


Namun Keanu tidak menghiraukan ucapan mamanya, dia kembali meneriaki nama istrinya.


"Diana....Diana...." Teriaknya lagi dengan lantang.


"Keanu apa yang sedang kamu lakukan?"Kali ini Rian yang menegur anaknya.


"Ini bukan urusan mama dan papa!" Jawab Keanu, yang membuat Rian semakin marah.


"Kalau begitu selesaikan diantara kalian berdua, tidak usah membuat keributan seperti ini." Ucap Rian tak kalah lantangnya dengan Keanu.


Daian dengan berlari menuruni tangga, karena mendengar suara keras dari suamidan mertuanya.


"Kenapa kamu berteriak Sayang?" Tanya Diana mendekati suaminya.


"Tidak usah bersandiwara lagi, kini aku tahu semuanya." Ucap Keanu. Diana semakin terkejut dengan sikap Keanu. mengapa suaminya bisa berubah seperti ini.


"Tahu apa? aku tidak mengerti." Ucap Diana meminta penjelasan.


Siska Dan Rian aemaki geram, apa lagi kini semua pekerja dirumah itu keluar dan menyaksikan semua yang terjadi.


"Kalian bisa menyelsaikannya di kamar kalian, lihat semua orang melihat kearah kalian." Ucap Siska berusaha menyadarkan keanu akan sikapnya yang telah kelewatan.


"Aku rasa mama dan papa harus tahu juga. Aku akan menceraikan Diana." Ucapnya dengan lantang, diahadapn semua orang.


Plak....


suara tamparan keras mendarat di pipi sebelah kanan Keanu, siapa lagi yang berani melakukan hal itu selain Rian, sang pembuat aturan, bahwa tidak ada perceraian di keluarganya, kecuali yang kenzo alamai.


"Kamu lupa apa yang pernah papa ucapkan?" Kini Rian murka, dia tak bisa hanya diam setelah mendengarbucapan Keanu.


"Aku sangat ingat, papa sangat tidak menginginkan perceraian ada di keluarga ini, namun jika itu berlaku untuk kak Kenzo maka itu juga berlaku untukku."


"Kamu tidak bisa melakukan itu, karena kamu yang memilih sendiri Diana untuk kamu jadikan istri."


"Tapi kenyataannya selama ini aku telah di bohongi, bahkan kebohongan terakhir akan sangat melukai kalian." Ucap Keanu. yang Kini beralih menatap mata Diana tajam.


Mata Diana melebar, namun di dalamnya mengisyaratkan permohonan untuk Keanu tidak meneruskan ucapannya.


"Stop." Teriak Diana, membuat Rian berbalik menatapnya , "Ayo kita bercerai!" lanjutnya yang membuat Rian dan Siska terkejut.

__ADS_1


"Perceraian tidak bisa di bicarakan dalam keadaan marah." Ucap siska menangkan menantunya.


"Maaf mah, pah,biarkan kami menyelsaikan masalah kami." Ucap Diana menarik paksa tangan Keanu untuk mengikutinya masuk kedalam kamar.


__ADS_2