
Setelah mendapatkan apa yang di butuhkan dari asisten pribadinya, Aura kemudian bergegas pergi dengan mengendap-enadap menuju pintu belakang. Melewati pintu depan terlalu beresiko karena ia harus melewati banyak pengawal yang berjaga sampai gerbang depan.
Aura menoleh kekanan dan kirinya, memastikan tidak ada satu pelayan pun yang melihatnya keluar dari rumah ini.
Namun saat akan melanjutkan langkahnya Aura dibkejutkan dengan kehadiran seorang pelayan yang sudah berdiri di depannya.
"Sssttttt...." Aura menempelkan jari telunjuk di bibirnya, meminta pelayan itu tak bersuara.
"Apa yang sedang nona lakukan?" Tanyanya dengan sedikit berbisik.
"Bantu aku keluar dari rumah ini." Ucap Aura memohon. Aura meminta bantuan Pelayan itu karena dia pernah menolong pelayan saat sedang di siksa Abigail.
"Nona ikut saya." Ucapnya menarik tangan aura. di bawanya sampai kebelakang, nampaknya dia sudah sangat hafal dengan jalannya.
"Nona bisa keluar dari sini, jika nona terus berlari di depan sana ada jalan setapak, dan ada seorang pria dengan motornya sudah menunggu." Ucap pelayan tersebut.
Aura meraih kedua tangan pelayan itu, dengan tatapan haru, aura berterimakasih.
"Terimakasih banyak, dan siapa nama kamu?" Tanya Aura yang harus tahu identitas pelayan yang telah membantunya itu, sebelum ia pergi.
__ADS_1
"Saya Eva. Nona harus hati-hati." Jawab Eva melambaikan tangan melihat kepergian Aura.
Aura hanya tersenyum dan kemudian berlari lurus tanpa menoleh kearah belakang, dengan tekad bulat Aura terus menyusuri jalanan, sampai ia bertemu dengan seorang pria sesuai dengan apa yang eva katakan. dan ternyata pria itu adalah kekasih dari eva. Aura merasa bersyukur di saat-saat seperti ini masih ada orang yang peduli dan membantunya.
Aura sudah menungu di sebuah kafe, dengan tangan mengetuk meja, ia menunggu Keanu dengan cemas.
Aura meminta Hani mengirimkan nomor ponsel Keanu, Hanya keanu yang terlintas di kepalanya, sebab ia melihat Kenzo bersama Keanu datang di pesta semalam.
...****************...
Keanu terkejut, saat hendak mematikan ponsel dia mendaptkan pesan dengan nomor baru di ponselnya. di dalamnya tertulis Aura sebagai pengirimnya, Keanu bingung, Sementara sebentar lagi pesawat akan take off. Dia pikir itu hanya pesan iseng saja, namun hatinya berkata lain.
Keanu bergegas menuju tempat janji temunya dengan Aura. karena akhirnya dia bisa kembali berkomunikasi dengan Aura yang selama beberpa bulan ini tak ada kabar. Namun yang aneh dari Aura adalah dia harus merahasiakan pertemuannya dari Kenzo.
Taxi yang di tumpangi Keanu berhenti tepat di depan kafe yang di maksud Aura. Keanu pun bergegas turun dan masuk kedalam kafe tersebut, dengan koper yang sedari tadi di bawanya.
Alangkah terkejutnya karena Keanu melihat wanita yang semalam ia lihat, wanita yang mirip dengan Aura sedang melabaikan tangan kearahnya. Dan ternyata memang dugaannya benar mereka adalah orang yang sama, Aura selama ini menjadi Laura.
"Aura....?" Dengan wajah bingung Keanu menghampiri tempat duduk Aura.
__ADS_1
Aura tersenyum sungkan, ia tahu Keanu pasti bertanya-tanya dengan apa yang telah terjadi kepadanya, menghilang tanpa kabar selama ini. Dan tiba-tiba muncul pasti sangat membuat Keanu terkejut.
"Aku tahu kamu bingung, tapi aku bisa menjelaskannya. tapi tidak sekarang." Ucap Aura, Karena ada yang lebih penting dari itu semua. Pergi dari sisi Seteven tanpa berbekal apapun, jangankan uang pakaian saja, Aura tidak membawanya.
"Lalu, apa kamu baik-baik saja? kamu tahu, kami semua sangat khawatir apa lagi Kenzo."
"Aku tahu Nu, aku punya alasannya sendiri, tapi sekarang aku minta, tolong bawa aku pergi dari negara ini, bawa aku pulang. waktunya tidak banyak Nu." Ucap Aura memegag erat tangan Keanu, meminta pertolongannya. hanya Keanu harapannya saat ini.
"Aku pasti membawa kamu pulang, karena itu tujuan aku dan Keanu berada di sini. Tapi setelah itu kamu harus menjelaskan semuanya kepadaku." Keanu sangat bersyukur karena Aura baik-baik saja, dan dia juga sangat senang bisa membantu Aura. Ternyata di saat-saat sulitnya, Aura masih mengandalkannya.
Keanu dan Aura pun segera menuju bandara, mencari tiket untuk penerbangan pulangnya. meski tidak membawa uang, setidaknya Aura masih berpikir jernih dengan kabur membawa identitasnya.
Entah kebetulan atau memang hari keberuntungan mereka, ada dua kursi tersisa di penerbangan yang sebentar lagi akan take off.
Mereka duduk bersebelahan, dengan Aura duduk di sisi jendela pesawat, sepanjang penerbangan Aura hanya menatap keluar jendela,enatap langit berserta awan yang menggantung, terlihatvjelas kesedihan yang Aura rasakan, namun karena sudah berjanji maka Keanu tak berani bertanya apapun.
"Apa yang sebebarnya telah terjadi?dan apa yang telah dilakukan pria itu?" Banyak pertanyaan yang akan ia ajukan, setidaknya ia harus mengumpulkan dalam kepalanya terlebih dahulu.
Keanu menoleh kearah Aura lagi, kini wanita yang pernah di cintainya itu tidur terlelap, Kenzo perlahan menutup jendela agar sinar matahari tidak menyilawkan mata Aura yang terlelap. Kemudian ia menyelimuti Aura dengan selimutnya. Menatap lekat wajah Aura,dan berusaha keras untuk menahan tangannya agar tidak membelai wajah Aura yang penuh kesedihan itu.
__ADS_1
"Kenapa selalu aku yang melihat kamu seperti ini Ra?" Tanya Keanu yang pada akhirnya membelai pelepis Aura dengan lembut.