AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Insiden tak terduga


__ADS_3

Rapatpun selesai, semua yang hadir satu persatu keluar dari ruangan, tak terkecuali Keanu yang juga segwra keluar untuk menghindari papanya.


"Papa kira kamu tidak akan hadir Nu. Kenapa tidak pulang kerumah terlebih dahulu?" Tanya Rian dari arah belakang. Terpaksa Keanu menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap papanya.


"Akhir-akhir ini aku sibuk pah." Jawab Keanu.


"Janganlah seperti itu, istri dan anak kamu juga butuh perhatian." Ucap Rian kemudian.


"Iya pah, aku akan menyempatkan pulang."


"Pulang. Malam ini kita makan malam bersama." Ucap Rian bak perintah yang tidak bisa di langgar.


Disinilah Keanu berada, niat hati tak ingin menemui Diana, Namun dengan terpaksa Keanu pulang memenuhi keinginan papanya.


"Sayang kamu pulang." Ucap Diana menyambut Keanu yang hampir tidak pernah pulang.


Dengan muka masam Keanu menanggapi sapaan ramah dari Diana.


"Jangan senanag dulu, aku pulang karena paksaan papa." Ucapnya dengan nada sinis.


Seluruh anggota keluarga sudah berada di ruang makan, momen yang akhir-akhir ini jarang terjadi.


"Makan malam kali ini sedikit berbeda." Ucap Rian saat semuanya sudah berkumpul di meja makan. Jelas sangat berbeda karena ada satu anggota yang tidak akan lagi menghadiri makan malam keluarga.


"Kamu tidak boleh terlalu lama sendiri. Masih banyak wanita cantik di luar sana. Mama yakin kamu bisa dapat yang lebih dari Aura." Ucap siska memberi nasihat untuk anaknya.


"Baru saja beberapa hari yang lalu aku bercerai. aku masih perlu waktu mah." Jawab Kenzo dengan santainya.


"Benar kak apa yang dikatakan mama, atau mau aku carikan?" Dianapun ikut membenarkan perkataan mamanya itu.


"Biarkan kak Kenzo yang mencari dan memilih yang cocok dengan dirinya." Sela Keanu.


Kenzopun melirik tak suka kepada Adiknya itu.


"Benar, papa tidak akan ikut campur lagi masalah percintaan kamu, siapapun wanita pilihan kamu asalkan tidak ada kata perceraian lagi." Tambah Rian. kali ini Dia akan membebaskan Kenzo untuk memilih pasangannya.


"Termasuk kalian berdua. Jika mempunyai masalah selesaikan dengan kepala dingin." sambung Rian kepada Diana dan Keanu.


Rian sudah selesai dengan makannya, tapi dia masih ada yang harus di katakan untuk Keanu.


"Nu, ikut keruang kerja papa!" Ucap Rian kepada Keanu.


Keanu yang kebetulan sudah selesai juga, segera mengekori Rian menuju ruang kerjannya.


"Diana mengeluhkan tentang kamu yang bekerja jauh darinya. Jika Diana ikut kamu ke Surabaya, mama kamu tidak mengizinkan. dia ingin dekat dengan cucunya. Jadi kamu yang akan papa pindahkan ke jakarta lagi." Ucap Rian lebih terdengar sebagai perintah yang sudah di putuskan. Tanpa bermusyawarah atau menanyakan pendapt Keanu.


"Tapi pah, aku sudah nyaman disana." Tolak Keanu. Dia tidak ingin kembali ke jakarta dan berada dekat dengan Diana.


"Ingat Nu keluarga Nomor satu. Papa tidak ingin hubungan kalian renggang gara-gara ini, dan kemudian Diana akan seperti Aura."

__ADS_1


"Bercerai maksud papa?"


"Iya. papa tidak akan mengizinkan kalian untuk bercerai. apalagi Diana adalah wanita pilihanmu sendiri. Papa sudah memperingati di hari dimana kamu meminta izin untuk menikahi Diana. Dan kamu pasti ingat apa yang kamu katakan di hari itu." Ucap Rian dengan tegas.


Keanu hanya teriam mendengar ucapan dari papanya, Semakin jauh saja angan-angan Keanu untuk bercerai dari Diana. Keanu sangat ingat bagaimana dulu dia mengatakan dengan yakin untuk menikahi Diana, karena pada saat itu tidak ada wanita lain yang dekat dengannya selain Diana. Namun saat itu tidak ada sosok Aura yang saat ini telah mengambil seluruh hatinya lagi.


"Papa sudah selesai, kamu bisa kembali." Ucap Rian kemudian.


Keanupun keluar dari ruang kerja papanya dan menuju kamar Diana, Keanu menduga Diana telah mengatakan sesuatu sampai keluarlah keputusan pemindahan dirinya.


"Apa yang papa katakan?" Tanya Diana begitu Keanu masuk kedalam kamarnya.


"Justru aku yang harusnya tanya, apa yang telah kamu keluhkan kepada papa?" Bukannya menjawab keanu justru bertanya dengan nada marahnya.


"Aku? aku sama sekali tidak mengatakan apapun." Ucap Diana membela dirinya.


"Tapi kenapa papa bisa bertindak seperti itu?" Dengan tatapan tajam Keanu masih tidak percaya dengan jawaban Diana.


"Memangnya apa yang dikatakan papa?" Tanya Diana yang tidak mengerti mengapa keanu menumpahkan kekesalan kepada dirinya.


"Aku akan kembali bekerja disini." Ucap Keanu lemah. Dia tidak terima dengan keputusan papanya.


Diana tersenyum mendengar apa yang baru saja dikatakan suaminya.


"Ini berita bagus dong, kita akan setiap hari bertemu, dan kita memang ditakdirkan untuk bersama." Ucap Diana yang perlahan berjalan mendekati Keanu. Sampai jarak Diana sangat dekat sekali dengan Keanu.


"Aku tahu kamu sudah lama tidak merasakan seperti ini." Ucap Diana terus memberi sentuhan kesetiap jengkal tubuh Keanu. Dari mulai leher sampai dada bidangnya.


"Berhenti Di!" Ucap Keanu mencoba menahan hasrtanya saat diana mencoba membuka setiap kancing kemejanya.


Tubuhnya menerima setiap sentuhan yang Diana berikan tapi otaknya terus berusaha menolak semua itu.


"Kamu menikmatinya sayang." Ucap Diana masih terus menggoda suaminya. Diana kali ini merasa menang, karena Keanu tidak bisa menolak apa yang sedang ia lakukan. Jelas saja Keanu terbuai, jika tidak, sudah pasti pergi saat Diana mulai menyentuh dirinya.


Tetap saja sebagaimanapun Keanu membenci Diana dia tetaplah seorang pria yang harus memenuhi kebutuhan biologisnya yang sudah lama terpendam. Mendapatkan sebuah rangsangan, apa lagi dari Diana yang setatusnya masih istri sahnya, meskipun tidak di dasari rasa cinta.


...****************...


Aura melihat jam melingkar di tangannya, dia lupa bahwa hari ini harus menghadiri wawancara terkait suksesnya produk terbarunya. Diapun menginjak Gas, menambah kecepatannya agar segera sampai di tempat tujuan.


Namun tiba-tiba Aura harus menginjak Rem karena mobil di depannya mendadak berhenti.


Braakk.... Suara benturan tak terelakan.


Mobilnya tak sengaja menabrak mobil yang ada didepannya. Kemudian Aura menepikan mobilnya sebelum turun. Dengan kepala yang sakit setelah terbentur setir, Aura mendekati mobil di depannya, dia ingin memastikan orang yang berada di mobil depannya baik-baik saja. Karea itu semua kesalah dirinya.


Tok...tok...tok...


"Apa anda baik-baik saja?" Taya Aura sambil mengetuk kaca jendela mobil tersebut.

__ADS_1


Keluarlah seorang pria dewasa dari dalam mobil tersebut. dengan tangan memegangi kepalanya.


"Kening Anda berdarah." Ucap Aura panik melihat darah di kening pria tersebut.


Pria tersebut menyentuh keningnya dan melihat darah ada di tangannya.


"Saya baik-baik saja, lain kali lebih hati-hati lagi dalam mengemudi." Ucapnya dengan nada bicara yang ringan tanpa terdengar kesal ataupun marah sedikitpun.


"Saya akan antar anda kerumah sakit." Ucap Aura yang mencoba menarik lengan pria tersebut untuk diajaknya menuju rumah sakit.


"Tidak perlu, ini hanya luka ringan." Tolak pria itu.


Aura tidak ingin menjadi wanita yang tidak bertanggung jawab, tak kehabisan ide dia pun mengingat menyimpan kotak p3K di dalam mobilnya.


"Anda tunggu sebentar disini, saya akan kembali lagi." Aura memaksa si pria untuk duduk di pinggir trotoar.


Aura bergegas menuju mobilnya dan dengan cepat kembali kehadapan Pria asing tersebut.


Aura mengeluarkan kapas yang sudah ia lumuri alkohol untuk membersihkan luka di kening si pria, setelah itu Aura menempelkan plester untuk menutupi sobekan kecil di keningnya.


Sang Pria tak berhenti menatap setiap pegerakan Aura, Dia sangat terpesona karena sangat jarang sekalai dia bertemu wanita seperti Aura.


"Maafkan saya. Dan ini kartu nama saya, anda bisa menghubung saya untuk biaya perbaikan mobil anda." Ucap Aura penuh sesal, kemudian memberikan kartu namanya kepada pria itu.


"Sepertinya anda sedang terburu-buru?" Tanya pria itu, Karena Aura selalu saja melihat jam di tangannya.


"Iya, sepertinya sudah terlambat." Ucap Aura merasa sungkan.


"Saya baik-baik saja, anda bisa meneruskan perjalanan." Jawab Pria tersebut.


"Baiklah, sekali lagi saya minta maaf, dan jangan lupa hubungi saya." Dengan berat hati Aura meninggalkan pria itu dan meneruskan tujuannya.


Aura terpaksa menaiki taksi untuk sampai di tempat yang sudah di janjikan, karena mobilnya harus diperbaiki terlebih dahulu.


Tak lupa Aurapun memberitahu Hani insiden yang telah menimpanya dan meminta untuk menunggu sampai ia tiba.


"Apa anda baik-baik saja?" Tanya Hani begitu Aura tiba. Kemudian Hani melihat memar di kening Aura.


"Kening anda memar!" Ucap Hani memberitahu.


Aura segera membuka tasnya mengeluarkan cermin untuk melihat memar di keningnya.


"Kita batalkan saja wawancara hari ini, kemudian saya akan mengantar anda kerumah sakit." Usul Hanibyang sangat khawatir terhadap bosnya.


"Tidak perlu, kita lanjutkan saja." Jawab Aura, kemudian ia mengeluarkan concealer dan ia oleskan untuk menutupi memarnya.


"Hani, jika orang yang saya tabrak menanyakan saya, berikan saja nomor ponsel saya." Ucap Aura sebelum wawancara dimulai.


"Baik bu." Jawab Hani mengiyakan.

__ADS_1


__ADS_2