AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Pria Lain


__ADS_3

Semua orang masih terkejut dengan apa yang dilakukan Kenzo. Sebelumnya Kenzo tidak pernah melakukan hal seperti tadi, Bahkan dia selalu bisa menahan emosinya.


"Nu, apa terjadi sesuatu di kantor? Karena tadi pagi dia baik-baik saja!" Tanya siska merasa khwatir dengan Kenzo, apa lagi tadi dia sangat marah sekali.


"Tidak mah, di kantor baik-baik saja!" Jawab Keanu. Diapun merasa aneh dengan kakaknya.


"Sepertinya kak Kenzo marah kepada Aura deh." Bsisik Diana pelan kepada suaminya.


"Lebih baik kita jangan turut campur."Ucap Keanu memberi nasihat kepada Diana.


Tak lama ponsel Keanu berdering, diapun izin untuk mengangkat telphonnya. Lalu Keanu masuk kedalam rumah, namun ketika dia hendak mengangkat telphonnya, dia melihat Aura yang berlari menuruni tangga dalam keadaan menangis.


Keanu menjadi khawatir dan dia menduga bhawa ucapan Diana benar. Marah Kenzo ada hubungan dengan istrinya.


Keanu mengikuti Aura. Kemudian dia segera merebut kunci mobil dari tangan Aura dan masuk ke sisi pengemudi.


Aura terkejut dengan kedatangan Keanu, tanpa meminta penjelasan, Aurapun masuk dari sisi sebelahnya. Lalu Keanu menyalakan mobil dan menjauh dari halaman rumahnya.


"Aku yang akan mengantar kamu, sebutkan tujuan kamu?" Tanya Keanu.


Aura menoleh menatap Keanu. lelaki yang kini hadir di saat dirinya sedih. seperti kembali ke masa lalu, di setiap masalahnya, kesedihannya selalu ada Kenau di sampingnya.


"Kenapa kamu tidak bertanya sesuatu?" Tanya Aura dalam hati.


"Bawa aku kemana saja, yang penting bukan kembali ke rumah." Jawab Aura.


Suasan di dalam mobil hening, tidak ada pembicaraan lagi setelah itu. Keanu fokus menyetir dengan pandangan lurus kedepan.


Keanu sudah penasaran mengapa Aura menangis dan pergi dari rumah, namun dia


tidak bisa bertanya apapun, selama Aura tidak membicarakannya, maka dia tidak akan bertanya apa masalahnya. Dia hanya tidak ingin Aura menyetir dalam keadaan menangis. Dia tahu itu berbahaya.


"Kenapa berhenti disini?" Tanya Aura saat mobil di hentikan Keanu di sebuah restoran.


"Kamu harus makan sesuatu, aku yakin kamu belum cukup makan tadi." Jawab Keanu, sebab tadi dia melihat piring Aura masih penuh saat pergi.


Keanu turun dan membukakan pintu mobil untuk Aura.


Mereka pun masuk dan memesan makanan untuk Aura dan segelas kopi untuk Keanu.


"Maaf, membuat kalian semua khawatir!" Ucap Aura menundukan pandangannya.


"Kalau boleh tahu, apa yang terjadi?" Tanya keanu, Akhirnya dia menanyakan juga masalahnya.


"Entahlah Nu, aku tidak mengerti Kenzo. Aku telah berusaha memahaminya, tapi tetap saja, dia selalu begitu. Sikapnya selalu berubah-ubah." Keluh Aura dengan airmata yang menetes.


"Apa kamu melakukan kesalahan? sebab kak Kenzo sangat sensitif." Tanya keanu.


"Kesalahn? jika memang ada pasti Aku tidak akan pergi. Aku tidak tahu apa yang membuat dia marah seperti itu."


Keanu menatap lekat Aura, meskipun saat ini Aura menunduk menyembunyikan air matanya, namun Keanu tahu wajah cantik itu kini sudah basah karena airmatanya.


"Leher kamu, Apa yang terjadi?" Tanya Keanu saat melihat guratan merah di leher Aura.

__ADS_1


sontak saja Aura menyentuh lehernya, dia tidak tahu tarikan kalung tadi akan membekas dan terlihat Keanu.


"Ini, bukan apa-apa!" Ucap Aura mencoba menutupi dengan menarik-narik ujung pakaiannya.


"Jangan-jangan karena kalung itu. pasti kak Kenzo marah karena ucapanku sebelumnya, tapi, kenapa dia tetap membeli kalung itu?" Keanu merasa aneh dengan hal itu.


Kenau mengambil sapu tangan di saku celananya. Dia akan menutupi leher Aura dengan itu.


Keanu pun berdiri, kemudian dia membungkukan badannya disamping Aura. Matanya menatap ke dalam bola mata Aura, sambil membelitkan sapu tangan untuk menutupi merah di lehernya.


"Maaf ra, ini semua karena aku." Ucapnya dalam hati.


Aura tak bisa menghindari tatapan mata Keanu, diapun tak bisa berontak dengan apa yang dilakukan Keanu.


"Terima kasih." Ucapnya segera mengalihkan pandangannya.


"Lebih baik kita pulang, orang rumah pasti mencari kamu." Bujuk Keanu. dia ingin Aura segera berdamai dengan kakaknya, menyesaikan masalahnya.


"Tidak Nu, antarkan aku ke hotel xxx. tapi, pinjamkan aku uang, aku lupa membawa tas."


"Baiklah, jika itu keputusan kamu. Ini, pakai saja. Beli apa saja yang kamu butuhkan!" Kenau memberikan kartu kerditnya.


"Aku pasti akan ganti."


...※※※※...


Diana melihat Kenzo sedang melamun di luar rumah. dia memiliki rencana yang akan sangat menguntungkan dirinya.


"Kak Kenzo, aku pikir kakak sedang bersama kak Aura." Ucap Diana datang menghampiri Kenzo.


"Boleh aku duduk di sini?" Tanya Diana kemudian.


"Silahkan!"


Diana membaca situasi saat itu, dia melihat Kenzo sedang gelisah.


"Aku cukup terkejut tadi." Ucapnya membahas kembali saat kenzo menggebrak meja saat makan malam.


"Maaf, karena membuat kalian khawatir." Ucap Kenzo, masih menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.


"Kak, ada yang mau aku katakan, tapi aku tidak bermaksud membohongi kalian semua." Diana perlahan mulai menyusun kata-katanya.


"Ada apa Di?" Tanya Kenzo penasaran. Rupanya ucapan Diana mampu menarik perhatiannya, Karena dia menduga masih berkaitan dengan istirnya.


"Sebenarnya Aku dan Aura adalah teman lama. kami pernah satu sekolah. Jika marahnya kakak karena Aura. Aku sudah tidak aneh lagi." Ucap Diana. Sesuai dengan perkiraan Kenzo.


"Maksud kamu apa Di?" Tanya Kenzo yang semakin penasaran dengan masa lalu istrinya.


"Kakak nungkin tidak akan percaya dengan apa yang akan aku katakan." Diana terus saja memancing untuk menarik rasa penasaran Kenzo lebih dalam lagi.


"Apa Di, katakan semua yang kamu tahu!" Kenzo sudah tidak sabar ingin mendengar ucapan Diana.


"Sebenarnya ada seseorang yang masih belum bisa Aura lupakan. dan dia masih saja menanyakannya. Aku sudah sering mengingatkan bahwa saat ini dia sudah menjadi seorang istri, dan tidak pantas measih memikirkan pria lain. Dan karena itu kami selalu bertengkar." Diana mulai menceritakan kebenaran tentang Aura versi dirinya.

__ADS_1


"Maksud Kamu Aura memiliki pria lain? Tanya Kenzo memastikan.


Tangannya sudah mengepal, menahan marahnya. hatinya sudah sangat berapa-api, teilnganya terus saja terngiang ucapan Diana tentang lelaki yang belum dilupakan istrinya.


"Iya, mungkin saja mereka sudah bertemu, karena dia selalu mendesak aku untuk memberi tahu alamat pria itu." Ucapan Diana menjadi bara di hati Kenzo.


Diana melihat Kenzo sudah di luputi kemarahan, kemudian diapun menyudahi pembicaraannya.


"Aku permisi dulu ya kak." Diana pamit. Dalam hatinya sedang bersorak riang, melihat kemarahan di wajah Kenzo.


...※※※※...


Kenzo membanting pintu kamarnya. Dia mengambil ponselnya, untuk mencari keberadaan Aura saat ini. Di benaknya Dia sudah mebayangkan Aura sedang bertemu dengan lelaki yang Diana maksud.


Namun suara dering telphon terdengar di kamarnya, kemudian Kenzo mencari suara itu, dan ternyata suara itu berasal dari ponsel Aura. Aura pergi tanpa membawa ponselnya bahakan tasnya juga.


Kenzo hendak membanting ponsel Aura, karena rasa kesalnya, namun ia urungkan niatnya dan hanya menatap ponsel milik Aura.


Rasa penasarannya lebih besar dari nilai kesopanan yang di anutnya. lalu Kenzo membuka ponsel Aura yang ternyata tidak terkunci.


Dia melihat semua isi dari ponsel Aura, bahkan Kenzo melihat akun sosial medianya.


"Arrrgghh.... sial, tidak ada apapun di dalamnya." Ucap Kenzo akhirnya membanting ponsel milik Aura.


Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dari luar.


tok...tok...tok....


"Masuk!" teriak Kenzo.


Keanu membuka pintu dan masuk kedalam kamar. Dia melihat kenzo sedang berdiri dan ponsel yang sudah setengah hancur tergeletak di lantai.


"Selesaikan masalah kalian, Aura berada di hotel xxx." Kenau memberitahu Kenzo keberadaan Aura, karena dia tidak ingin kakaknya khawatir karena mencari istrinya.


Kenzo menarik kerah pakaian keanu dan mendorongnya, tersudut di dinding.


"Bagaimana kamu tahu Aura disana?" Tanyanya, menggertakan gigi.


"Lepaskan kak, kita bisa bicara secara baik-baik." Keanu mencoba mendorong Kenzo untuk melepaskan dirinya.


Kenzopun perlahan melepaskan Keanu. Dan berjalan membelakanginya.


"Aku melihat dia akan mengendarai mobil sedangkan dia sedang menangis. jadi aku menawarkan diri untuk mengantarnya."


"Mengapa kamu harus peduli."


"Karena dia istri kamu kak, dan kakak pasti mengkhawtirkannya."


Namun Kenzo masih saja tidak percaya dengan ucapan Keanu.


"Kenapa aku merasa kalian menyembunyikan sesuatu di belakangku?" Tanya Kenzo, kembali menatap tajam adiknya.


"Menyembunyikan Apa? Kakak jangan berpikiran macam-macam. segera jemput kak Aura. sebelum mama dan papa tahu pertengkaran kalian." Ucap Keanu, sedikit tertawa merasa lucu dengan ucapan kakaknya.

__ADS_1


Diapun segera keluar dari kamar Kenzo, karena dia merasa sudah tertangkap basah oleh kakaknya. Karena ada rahasia masa lalu yang masih belum Kenzo ketahui.


__ADS_2