
Keanu telah sampai di depan apartmentnya, namun saat akan membuka pintu, ia menoleh kerah kanannya, menatap pintu apartment sebelahnya,
Karena harus menemani Gea sebagai pertanggung jawaban dari kecelakaan yang di buatnya, ia sedikit melupakan tujuannya untuk menemui Aura.
Keanu pun melangkah mendekat pintu apartment milik Aura. Berkali-kali ia memijit bell, namun Aura takn juga membukakan pintunya.
"Apa dia belum pulang?" Tanyanya melihat jam di pergelangan tangannya.
Aneh saja jika Aura belum pulang, sedangkan hari sudah sangat malam. diapun beranggapan Aura sudah tidur dan akhirnya dia urungkan niatnya, dan akan menemui Aura besok pagi. Namun saat berbalik, dia melihat Aura sedang berjalan bersama dengan kakaknya.
Keanu merasa seakan dirinya sudah tak ada harapan lagi untuk bersama Auar, Dia hanya berjalan sementara kakanya terus berlari mengejar Aura. Keanu benar-benar sudah tersingkir.
"Keanu, sedang apa?" Tanya Aura begitu mendekat.
"Hai Ra, aku ingin tahu keadaan kamu." Jawab Keanu terbata-bata. Entah mengapa dia tergagap hanya karena melihat tatapan kakaknya.
"Aku baik-baik saja, terimakasih sudah mengkhawtirkan ku." Ucap Aura, dia meras tidak enak karena mengabaikan pesan-pesan yang Keanu kirimkan.
"Ya sudah, aku masuk dulu." Lanjut Aura yang kemudian membuka kunci pintunya.
"Selamat beristirahat." Ucap kenzo sebelum Aura benar-benar masuk kedalam, Aura pun hanya tersenyum dan kemudian menutup pintunya rapat.
Kini giliran kakak beradik yang masih saling menatap dengan tatapan tak bersahabat.
Kenzo perlahan mendekati Keanu, kenudian mendekatkan mulutnya di telinga Keanu.
"Kemana saja dik?" Tanya Kenzo berbisik. Kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan Keanu yang sedang mengepalkan tangannya merasa geram, dia tahu kakaknya sedang mengejek dirinya. Ketidak hadiran dirinya menemani Aura di saat-saat sulitnya, pasti membuat Kenzo merasa sudah unggul.
Keanupun membanting pintu dan masuk kedalam apartmentnya.
__ADS_1
Dia menghempaskan dirinya terbaring diatas tempat tidur, menatap langit-langit di dalam kamarnya.pikirannya kososng, namun kemudian ada pikiran yang mengusiknya, Bukan Aura dan Kenzo yang saat ini menggangu pikirannya, melaikan Gea. Keanu masih memkirkan bagaimna Gea jika tak ada dirinya.
Keanu pun mengusap wajahnya kasar.
Arrgghh.....
"Apa yang aku pikirkan ini?" Tanynya dalam hati.
Keanu merasa aneh, saat Gea tiba-tiba berubah. Semula Gea masih ramah kepadanya sampai dia menyadari bahwa dirinya adalah mantan kekasih dari Aura.
"Sebenarnya ada apa? memangnya kenapa jika aku pernah berhubungan dengan Aura?" Tanyanya lagi semakin tidak mengerti dengan sikap Gea.
"Sulit sekali mengerti wanita." Lanjutnya yang kemudian terlelap.
Suara alarm membangunkan tidur nyenyak Keanu, dia harus segera bangun, dia tidak bisa tidur untuk sesaat lagi karena dia akan membuatkan sarapan untuk Aura.
Setelah selesai Keanu membawa sarapan yang telah di buatnya ke tempat Aura. memijit Bell dan kemudian pintu itu terbuka.
"Aku bawa sarapan untuk kamu. Maaf, kemarin aku tidak langsung mendatangimu untuk menanyakan kabar..." Ucap Keanu yang terpotong oleh aura.
"Sorry banget Nu. aku buru-buru. Makasih sarapannya, aku akan makan ini di kantor." Ucap Aura yang segera berlalu, meninggalkan Keanu yang masih mematung di tempatnya.
Keanu hanya bisa melihat Aura yang mulai menjauhinya, dia tidak bisa mencegah ataupun menahan Aura. Keanu saakan tak ada lagi tenaga untuk terus mengejar Aura.
"Kini kamu benar-benar terlepas." Ucapnya, Keanu sadar kini tak ada ruang lagi di hati Aura untuk dirinya.
...****************...
Aura dengan tergesa-gesa memasuki mobilnya, sebelum menginjak gas, dia sempat membuka ponselnya dan mengabari Kenzo, bahwa hari ini dia akan menemui Seteven untuk menjelaskan bahwa permasalahan yang terjadi kepadanya bukan kelalain dari pihaknya. dan berharap Seteven akan menyambutnya untuk bekerja sama dengannya.
__ADS_1
Aura segera menancap gas menuju bandara, karena dia diberitahu bahwa hari ini Seteven akan kembali ke negaranya, dan tidak akan tahu kapan dia akan kembali ke indonesia lagi.
Menyalip beberapa mobil di depannya, hal yang tidak pernah ia lakukan, berkendara ugal-ugalan di jalanan. itu bukan kebiasaan dirinya.
Aura pun segera turun saat sampai di bandara, dia berlari mencari sosok pria yang baru sekali dia temui. bahkan dia sudah melupakan bagai mana wajah sang pria. Namun Aura tetap berusaha mencari dengan menatap setiap wajah pria yang di lewatinya.
"Itu dia." tujuknya saat melihat pria di ujung sana yang sangat mirip dengan pria yang dicarinya.
Aura pun sekuat tenaga berlari, bahakan sempat bertabrakan dengan beberapa orang yang di lewatinya.
"Pak Seteven gerald." Teriaknya memanggil nama pria tersebut.
Seteven menoleh, dia merasa namanya di panggil. dia mencari dari banyak orang yang berada di belakangnya. dan ada satu tangan yang melambai kearahnya.
Aura melambai-lambaikan tangannya, sementara dia terjongkok mengatur ulang nafasnya, Aura sudah tidak kuat lagi jika haru di paksakan untuk berlari.
Seteven meminta kepada sekertarisnya untuk menunggu dirinya, sementara dia datang mendekati Aura.
"Kamu baik-baik saja?" Tannyanya memberikan satu kaleng minuman yang semula untuk dirinya.
"Aku baik-baik saja, Terimakasih." Jawab Aura mengambil kaleng minuman dari tangan Seteven, kemudian segera diminumnya sampai habis.
Ada segaris senyum dari bibir Seteven melihat saat Aura mengahbiskan satu kaleng penuh tanpa sisia.
"Aku tidak bisa terlalu lama, pesawatku akan berangkat." Ucap Seteven kemudian.
Aurapun bangun dan mencoba menahan Seteven untuk sedikit mendengar penjelasannya. "Aku harus menjelaskan tentang kejadian kemarin."
Seteven kemudian mengeluarkan dompetnya, dan mengambil sesuatu dari dalamnya.
__ADS_1
"Ini alamatku. datanglah untuk menjelaskan semuanya." Ucapnya memberikan sebuah kartu bertuliskan alamat. Entah alamat apa, mungkin alamat kantornya. setelah itu dia berbalik dan pergi.
Aura hanya berdiri, membiarkan Seteven untuk pergi,sementara dia memegang dan masih membaca alamat yang di berikan Seteven.