AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Gugatan Aura


__ADS_3

Baru saja duduk di kursi kerjannya, pintu ruangannya sudah ada yang mengetuk, Sudah bisa di tebak siapa lagi yang akan mengetuk pintu ruangannya pagi hari selain Sekertarisnya untuk melaporkan jadwalnya hari itu, Kebetulan pagi itu cukup cerah untuk memulai pekerjaannya.


Tok...tok...tok....


"Maaf pak ada paket untuk anda." Ucap Sekertarisnya menyerahkan paket kepada bosnya.


Ternyata pagi harinya sudah dikejutkan dengan datangnya sebuah paket namun ia tunda untuk membukannya, karena dia harus melihat jadwal kegiatannya hari itu.


Setelah kepergian Sekertarisnya barulah Kenzo membua paket tersebut, sebuah map yang ditujukan untuk dirinya dari kantor Pengacara keluarga winston.


Kenzo mengerutkan keningnya merasa bingung dengan apa yang diterimanya, sebab dia merasa tidak sedang ada pekerjaan apapun menyangkut keluarga winston. Kenzo pun perlahan membuka map tersebut dan sangat terkejut dengan apa yang baru saja dibacanya.


"Tidak mungkin Aura mengirimkan ini." Ucapnya mencoba untuk tidak percaya dengan apa yang saat ini di genggamnya.


Pikirannya dibuat kacau, Kenzo sudah tidak bisa fokus lagi untuk mengambil langkah selanjutnya. Dirinya tidak percaya Aura sungguh menggugat cerai dirinya, memang ini bukan pertama kali Aura meminta bercerai, tapi sebisa mungkin dirinya mencoba untuk memberi pengertian agar rumah tangganya tidak berakhir. Karena sesungguhnya Kenzo sangat mencintai Aura, bahakan dengan kekurangan Aurapun, ia tak masalah, dia siap dengan itu.


Seolah melupakan apa yang baru di laporkan Sekertarisnya, Kemudian Dia mengangkat gagang telphon.


"Pesankan tiket pesawat penerbangan ke Bali pagi ini juga." Ucapnya kepada Sekertarisnya terdengar sedikit membentak.


"Maaf pak tidak bisa pagi ini. Karena anda harus menghadiri rapat penting siang ini."


"Undur jadwalnya."


"Maaf pak klien kita sedang dalam perjalanan, sangat tidak mungkin di batalkan mendadak seperti ini."


Terjadilah sedikt adu bicara antara bos dengan Sekertaris mengenai janji penting yang harus Kenzo tepati.


"Aargghh.... ya sudah, panggil Gea keruangan saya." Ucapnya Kesal.

__ADS_1


"Baik pak." Jawab Sekertarisnya menurut. Sebnarnya dis sudah takut sejak kalimat pertama yang di ucapkan Kenzo. Namun sebagai pekerja di kantor itu, dia sebisa mungkin ingin turut mensukseskan semua pekerjaan apalagi yang menyangkut dirinya.


Tak lama Geapun datang setelah mendengar dirinya di butuhkan bosnya. dengan membawa sesuatu untuk ia berikan kepada Kenzo, Gea berjalan perlahan menemui Kenzo.


"Masuk Ge." Suara Kenzo terdengar.


Gea melihat Kenzo sudah dalam keadaan berantakan, rambut yang biasanya rapi kini sudah tak karuan, bahkan dasi yang dipakainya pun sudah tidak di tempatnya lagi.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Gea sangat berhati-hari, karena Gea tahu ada sesuatu yang sudah membuatnya kesal bahkan marah.


"Kamu bisa hadir di rapat siang nanti menggantikan saya. Saya harus menyelasaikan sesuatu dengan Aura." Pinta Kenzo, lebih terdengar meminta tolong kepada sahabat istrinya, bukan sebagai bos dan bawahannya.


"Sebenarnya saya ingin sekali membantu, tapi project ini sangat penting dan klien kita hanya ingin bertemu anda. Kita semua tahu bahwa suksesnya project ini akan membawa nama perusahaan kita lebih di kenal di Amerika." Ucap Gea menjelaskan, gea tahu bahwa saat ini Kenzo ingin segera bertemu Aura, tapi pekerjaanyapun menuntut kehadiran dirinya.


Kenzo mencerna apa yang baru saja Gea katakan. Dan benar yang dikatakan Gea, saat ini dirinya bukan di waktu bisa memilih antara urusan pekerjaan dan urusan pribadinya.


Gea melihat wajah Kenzo yang terdiam, seperti sedang memikirkan apa yang akan menjadi keputusanya. Dari apa yang di lihatnya, Kenzo sudah mulai tenang dan mengerti posisi dirinya.


Kenzo menatap kearah Gea dan beralih kearah paperbag di atas mejanya.


"Tidak terimakasih, saya tidak ingin kamu melakukan hal seperti ini lagi." Ucap Kenzo memperingati Gea dan meninggalkan Gea diruangannya.


Dia baru sadar bahwa akhir-akhir ini Gea bersikap perhatian kepadanya. Semua ini di mulai ketika mereka kembali dari Bali.


"Kenapa aku baru menyadarinya sekarang." Kesal Kenzo kepada dirinya sendiri.


...****************...


Di pagi yang sama Namun di kota berbeda, Aura yang sudah siap dengan pakaian kantornya, tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan sekretarisnya yang datang ke kediamannya.

__ADS_1


Hani datang dengan nafas yang tersngal-sengal, setelah berlari agar segera menemuinya.


"Bu hari ini ada meeting kembali bersama pak Keanu." Ucapnya setelah mengambil nafas dalam.


"Keanu, Kenapa mendadak?" Tanya Aura, sebab dia sempat melihat jadwal kerjanya hari ini, dan tidak ada rapat dengan siapapun.


"Maaf bu, Tiba-tiba saja Pak Keanu menghubungi dan meminta meeting dadakan." Ucap Sekertarisnya menundukan kepala, dia sudah bergetar karena takut akan di marahi bosnya. Karena ucapan selanjutnya pasti memancing marah bosnya itu.


"Baiklah, dimana? Hotel biasa?" Tanya Aura kemudian, dia sadar yang namanya pekerjaan selalu saja ada sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang telah di tentukan.


"Di Surabaya bu, di kantor pak Keanu." Ucap Hani pelan.


"Maksudnya kita akan terbang ke surabaya saat ini juga?" Tanya Aura dengan nada yang mulai kesal. Bukan di Bali ternyata dia harus terbang ke surabaya. sedangkan dia belum mempersiapkan apapun.


"Maafkan saya bu. Tiket pesawat dan lainnya sudah di persiapkan pihak HS bu." Ucap Hani menjelaskan, namun dengan posisi tetap menunduk.


Aura menghela nafas dalam dan menghembuskannya secara kasar.


"Saya tidak suka jika mendadak seperti ini!" Ucapnya kemudian. Dia melihat Hani yang sudah bergetar ketakutan.


Sebisa mungkin Aura menahan kesalnya, karena Hani sudah sering jadi sasaran kekesalannya. Meski Hani hanya mendengarkan dan tak akan banyak bicara, Dan juga Aura sudah sangat nyaman dengan Sekertarisnya itu


"Berangkat jam berapa?" Tanyanya setelah dirasa dia siap menghadiri rapat tersebut. Karena kerjasamanya kali ini sangat penting untuk perusahaannya.


"Kita masih ada waktu dua jam lagi sebelum pemberangkatan."


"Ya sudahlah, lain kali saya tidak ingin kejadian ini terulang lagi." Dengan mengangkat telunjuknya Aura memperingati Sekertarisnya.


Jiak di katakan kesal, memang Aura sangat Kesal, seakan banyak beban masalah yang menumpuk di pundaknya, apa lagi permasalah rumah tangganya.

__ADS_1


"Baik bu." Jawan Hani sedikit laga.


Aurapun kembali masuk kedalam kamarnya, mengganti pakaiannya karena pakaian yang di kenakan saat ini tidak akan nyaman jika dipakai untuk penerbangan. Tak ada yang ia bawa selain tas tangan dan juga beberpa berkas yang sudah disiapkan Sekertarisnya. Karena menurutnya rapatnya tidak akan memakan waktu terlalu lama, dan dia bisa segera pulang di hari yang sama.


__ADS_2