
Suara ketukan pintu terdengar, memaksa Aura turun untuk membukakanya. Karena asisten rumah tangga yang biasa membantu Aura sedang izin pulang kampung. Dengan terpaksa Aura yang Seharian ini hanya berbaring saja setelah kedatangannya tadi pagi, harus membukakan pintu.
"Melly, ada apa?" Tanya Aura begitu melihat sahabatnya sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
Melly langsung mendorong Aura membawanya untuk lekas masuk kedalam rumahnya.
"Semalam kamu tidak pulang kan?" Tanya melly segera setelah mereka duduk di ruang tamu. Aura terkejut, bagaimana bisa sahabatnya tahu bahwa semalam dia tidak pulang ke rumah.
"Kenzo tadi pagi menelphon, dia menanyakan kamu. Aku bingung sesaat, karena kmu bilang akan pulang, semalam." Ucap Melly meneruskan.
Wajah Aura sudah menegang, bagaimana jika Kenzo tahu bahwa semalam dia tidak bersama kedua sahabatnya.
"Terus, kamu bilang apa?" Tanya Aura menunggu jawaban dari sahabatnya.
"Aku terpaksa berbohong." Jawab Melly membuat Aura membuang nafasnya lega.
Hhhuhh...
"Thanks mell, kamu memang the best!" Ucap Aura memeluk sahabatnya. Dia tidak tahu bagaimana jika Melly mengatakan kebenarannya, pasti Kenzo akan menanyakan kemana semalam dia pergi sampai tidak sempat pulang kerumahnya.
Dan Bagaimana jika Kenzo tahu bahwa semalam dia bersama Keanu sampai pagi.
"Tapi, semalam kamu pergi kemana?" Tanya Melly menelisik ke setiap perubahan wajah Aura.
Aura tidak bisa lolos dari melly, sahabatnya yang satu ini sangat memahami Aura. Dia tahu saat Aura sedih, bahagia, ataupun ada sesuatu hal yang di sembunyikan Aura.
"Mell, aku bingung. Dia datang lagi." Ucap Aura ambigu.
"Maksud kamu Keanu? Semalam kamu bersma Keanu?" Tebak Melly dengan sangat tepat.
Melly sedikit mengguncang tubuh Aura. Melly tahu hati Aura masih lemah jika menyangkut masalah Keanu. Bagaimana dulu bertahun-tahun Aura meratapi kepergian Keanu. Bertahun-tahun Aura selalu mencari kabar terbaru keanu. Kini sosoknya sangat dekat dan bahakan selalu terlihat.
"Apa yang kalian lakukan semalaman?"
Tanya Melly lagi. Sebab merka sudah sama-sama dewasa. Sebagai sepasang orang dewasa berada berdua di satu tempat, di keheningan malam, tidak mungkin tidak melakukan apapun.
"Dia mabuk Mell, aku tidak mungkin meninggalkannya sendirian. Dan aku juga tidak tahu harus membawanya kemana, pada akhirnya aku terpaka menemaninya sampai pagi."
"Yakin tidak terjadi apapun di antar kalian?" Seakan tak puas dengan jawaban Aura, melly menanyakannya lagi.
__ADS_1
Aura dengan refleksnya memegang bibirnya, mengingat tadi pagi Kenau melakukan hal yang seharusnya tidak boleh ia lakukan.
"Oh my god AURA.... Aku paham. Ini gila Ra, Kalian melakukan kesalahan."
"Aku tahu mell, aku sadar itu, tapi itu tidak di sengaja. aku sama sekali tidak menduga keanu akan melakukannya. Dan saat itu terjadi aku kehilangan kata-kata, aku sangat terkejut dan juga berdebar. Ternyata Kenau belum sepenuhnya pergi dari hati ini." Ucap Aura memegangi hatinya.
Melly segera memeluk Aura. dia tahu hatinya saat ini sedang rapuh, hatinya seperti bertahun-tahun lalu. Melly tahu bahwa saat ini perasaan Aura sedang bimbang.
Disaat hati tak sejalan dengan logika. tindakan apa yang harus di ambil diri, Agar tidak ada penyesalan di akhir nanti.
...¤¤¤¤...
Diana merasa resah setelah mengetahui bahwa Reza menemui suaminya. Dia tidak bisa diam saja, meskipun sudah memperingati Reza lewat telphon, namun dia merasa itu belum cukup. Diana berpikir untuk menemui Reza untuk mengakhiri hubungan mereka selama-lamanya.
Dengan perutnya yang sudah terlihat membesar, Diana memaksa masuk ke ruang kerja Reza meskipun di halangi sekretaris Reza karena Diana tidak memiliki janji temu dengan bosnya.
"Pokonya saya harus masuk." Ucap Diana memaksa.
"Maaf bu, Pak Reza tidak ingin di ganggu."
"Saya tidak peduli, saya harus masuk." Ucap kekeh Diana yang pada akhirnya bisa lolos dari sekretaris yang mencegahnya.
"Maaf pak, ibu ini memaksa masuk." Ucap sekretaris itu.
"Biarkan saja, Kamu boleh keluar." Sekertaris itupun keluar dan menutup kembali pintu ruangan Reza.
Diana melangkah mendekati Reza, sedangkan Reza sudah tersenyum manis menyambut kedatangan Diana.
"Akhirnya kamu datang juga." Ucap Reza menutup berkas yang sedang di kerjakannya.
"Berhenti bersikap manis. Aku datang kesini untuk memperingati kamu lagi agar tidak mengusik kebahagiaanku bersama Keanu." Ucap sinis Diana.
Reza perlahan bangun dari duduknya, berjalan mendekat kearah Diana.
"Sayang sekali, permintaanmu tidak akan pernah bisa terwujud. karena disini ada bukti dari cinta kita." Reza mengitari Diana dan berhenti saat berada di balik punggung Diana, kemudian dia memeluk dari belakang, mengusap perut Diana yang sudah membesar.
"Lepaskan. sudah aku katakan berkali-kali bahwa ini bukan anak kamu." Diana berontak, dia mencoba melepaskan tangan Reza dari tubuhnya.
"Yakin sekali kamu Di, tapi sayangnya aku tetap dengan keyakinanku. Kamu ingat malam-malam yang pernah kita lalui, sampai bisa hadirnya anak ini. Bagaimana dulu kamu datang saat Keanu tidak memberikan yang kamu inginkan." Ucap Reza membelai-belai kedua lengan Diana.
__ADS_1
Diana memejamkan matanya, menggeliatkan tubuhnya menerima setiap sentuhan yang Reza berikan. ia tak kuasa untuk menahan semua hasrat di dalam dirinya. Mengingat sudah lama ia tidak menerima hal seperti ini, Iapun membalikan badannya, menatap dalam mata Reza, pikirannya sudah gelap, dia tidak lagi ingat akan tujuannya. Kemudian Diana menarik tengkuk kepalanya Reza agar lebih dekat dengannya.
Reza menyambut dengan senang hati, Reza sangat tahu apa yang di butuhkan seorang Diana. Diana pasti akan selalu mendatanginya kapapun saat dia sedang menginginkan kehangatan seorang pria.
Tujuannya datang menemui Reza ternyata tak sesuai dengan apa yang saat ini sedang dilakukannya. Mereka melakukannya lagi, jelas sekali bahwa Diana yang juga menginginkannya.
...¤¤¤¤...
Hari ini Kenzo meminta bertemu dengan papanya juga Keanu untuk membicarakan niat kepindahannya. Juga membicarakan tentang Reancana papanya untuk membawa Keanu kembali ke perusahaan induk.
"Pah, aku akan menerima tawaran untuk memimpin perusahaan winston di Bali. papa bisa menjalankan rencana papa untuk memindahkan dan memberikan kursi kepemimpinan untuk Keanu." Ucap Kenzo kepada Rian dan juga Keanu.
"Kamu akan melepas tanggung jawab kamu di perusahaan kamu sendiri?" Tanya Rian yang cukup terkejut denga keputusan yang diambil putranya.
"Papa bisa berikan itu untuk Keanu." Jawab Kenzo.
"Aku tidak setuju. Saham di perusahaan ini hampir setengahnya milik winston, dan tante jasmin tidak akan setuju jika aku yang memimpin. karena mereka ingin kak Kenzo." Keanu menolak. meskipun dulu tempat itu di janjikan untuknya, namun dia tidak menginginkannya lagi, karena itu memang bukan haknya.
"Papa sependapat dengan Keanu. Papa izinkan kamu untuk memimpin perusahan winston di bali tapi tidak melepas tanggung jawabmu di sini. Dan untuk Keanu kamu tetep memimpin cabang kita di surabaya. kamu bisa atur waktunya, sehingga kamu bisa lebih fokus untuk Diana."
"Baik pah" Ucap keanu setuju dengan keputusan papanya.
"Satu hal lagi, aku dan Aura akan pindah ke Bali."
"Ke Bali kak? kakak akan meninggalkan kak Aura sendiri disana ketika kakak harus menyelsaikan pekerjaan disini." Kenau langsung protes dengan keputusan Kenzo. Dia tidak ingin berjauhan lagi dengan Aura.
"Kamu sadar ken, kamu pasti banyak menghabiskan hari kamu disini."
"Sebisa mungkin aku pun akan membagi waktuku, Aura butuh suasana baru pah. Dia tidak baik-baik saja setelah mengetahui kehamilan Diana. Dia masih dalam proses penyembuhan pah." Memang benar kondisi Aura belum stabil dan Kenzo ingin Aura istirahat di tempat tenang dan kembali setelah Aura benar-benar sembuh. Apalagi Diana akan selalu memanas-manasi Aura.
"Papa mengerti, jika itu untuk kebaikan Aura, papa izinkan." Ucap Rian setuju setelah mendengar alasan dari Kenzo.
Keanu membelakan mata mendengar keputusan Rian, dia tidak siap akan hal itu.
"Tapi pah, akan lebih baik jika Aura dekat dengan keluarga." Ucap Keanu berusaha untuk merubah keputusan Papanya.
"Sudahlah Nu, Kenzo sebagai suaminya sudah membuat keputusan yang terbaik untuk istrinya." Ucap Rian menyudahi pembahasan tentang pertemuan pada hari itu.
Ucapan Rian tepat mengenai hatinya, dia sadar bukan siapa-siapa untuk aura. dia bukan suaminya dia hanya adik ipar saja, Tapi ini akan menyulitkannya, Dia dan Aura akan terpisah lagi, dia tidak menginginkannya.
__ADS_1