
Hari sudah berganti, namun masalah yang Aura hadapi belum juga selesai, pemberitaannya masih terdengar di setiap berita televisi. Bahkan penjelasan dan bukti yang ia tunjukan tak cukup menutup kasusnya. Karena beberapa korban tetap menuntutnya, upaya damaipun masih di usahakan tim kuasa hukumnya.
Aura merasa ia harus melakukan sesuatu. berdiam diri seperti ini hanya akan memperburuk situasinya saja, di tambah lagi, produk yang diyakini akan berhasil, kini di tarik dari seluruh supermarket milik Reza. Dan Aura terpaksa menghentikan produksi di pabriknya.
"Hani, jadwalkan rapat satu, jam lagi." Ucap Aura yang akhirnya mengeluarkan perintah pertamanya setelah insiden kemarin.
Hani segera memberitahu semua ketua divisi untuk kumpul di ruang rapat.
Terbesit ide di kepala Aura, jika ia terus larut dalam masalah ini, kemungkinan dirinya akan terus tenggelam dan bahkan tak bisa menyelamatkan diri.
Dia ingat perkataan Kenzo semalam, bahwa dia harus membuat sesuatu yang bisa menjadi peralihan dari masalahnya.
Satu jam telah berlalu, Aura pun keluar dari ruangannya menuju ruang rapat.
"Saya ingin kalian menuangkan setiap ide di kepala kalian. Besok sore saya ingin file mentahnya di kirim ke email saya." Ucap Aura singkat, hanya mengatakan satu kalimat Kemudian dia menyudahi rapatnya.
Hani yang juga ada di rapat tersebut segera mengejar Aura.
"Maaf bu, apa anda yakin ini adalah solusinya?" Tanya Hani ragu, karena baru saja kemarin mereka gagal dalam produk barunya.
"Iya, kita tidak bisa berhenti karena masalah ini, Anggap saja masalah ini tidak pernah ada."
Hani sangat Heran, kemarin dia melihat bosnya sangat pendiam, bahakan dia segan untuk bertanya, Namun hari ini Hani melihat wajah yang penuh semangat itu kembali.
__ADS_1
"Hani, antar saya menemui semua korban di rumah sakit." Ucap Aura kemudian.
Kemarin dia masih belum sempat menemui para korban, karena dia masih bingung cara mengahdapinya, dia hanya mengutus Hani dan tim hukumnya untuk berbicara langsung kepada semua korbannya.
...****************...
Hari ini Kenzo tidak pergi kekantornya, melainkan dia ikut terjun langusng menyelidiki dengan orang suruhannya. Menyelidiki setiap hal yang mencurigakan atas kejadian keracunan kemarin.
Kenzo mendatangi pabrik pembuatan produk milik prusahaan Aura. untuk melihat data mereka. Karena di sana pasti ada catatan waktu dan nama siapa saja yang mengambil produk Aura pada hari kemarin.
Kenzo melihat lembaran demi lembaran, dan tidak ada yang mencurigakan, semua sesuai prosedur yang diminta perusahaan, bahkan data produk yang di kirim ke supermarket selain milik Reza pun ada dan tersusun rapi.
"Apa ada seseorang yang datang secara pribadi?" Tanya Kenzo kepada mandor pabrik.
"Maafkan saya, saya benar-benar minta maaf." Ucapnya tanpa meneruskan ucapannya, hanya kata maaf yang terus ia ulang.
"Siapa orang itu?" Tanya Kenzo menaikan nada bicaranya.
"Dia pak Reza, saya sudah menolaknya, tapi dia tetap memaksa, bahkan saya sudah mencatat semuanya sesuai prosedur, namum pak Reza mengatakn itu hanya sampel dan tidak akan ada masalah apapun." Jelas mador pabrik dengan terbata-bata. bahkan sekujur tubuhnyapun berkeringat, mungkin dia takut di pecat dari pekerjaannya.
Setelah mendengar penjelasan semuanya, Kenzo tahu bahwa Reza ada dibalik semuanya. dan Apa yang di perkirakannya adalah benar.
Setelah mendapatkan sebagian bukti Kenzo pun menemui Aura untuk memberitahukannya. Ia pun melajukan mobilnya menuju Arah rumah sakit, sebab Aura berada disana, dan dia akan datang untuk menjemputnya.
__ADS_1
Kenzo menunggu kedatangan Aura di dalam mobil, selagi menunggu dia membuka ponselnya, dia masih memantau berita terkait Aura di ponselnya, dan memang masih ada saja pemberitaan tentang Aura, tapi tak seheboh hari kemarin.
Tak lama kaca mobilnya di ketuk dari luar, dan itu adalah Aura.
"Maaf menunggu lama." Ucap Aura begitu masuk kedalam mobil.
"Ini. Kamu lihat saja sendiri." Ucap Kenzo memberikan beberapa bukti yang telah ia miliki.
Aura melihatnya satu persatu, dan dia begitu terkejut, orang yang selama ini ia percaya, bahkan menajdi harapan baginya untuk bisa mendaptkan kepercayaan kakeknya, ternyata menjadi orang yang menghancurkan dirinya, membuat sang kakek meragukan dirinya lagi.
"Jadi benar, Pak Reza dibalik semua ini." Ucap Aura sangat terkejut.
"Jadi selama ini, dia hanya berpura-pura." Lanjutnya dengan sangat kecewa.
"Itu lah wajah asli Reza." Ucap Kenzo, yang sangat merasakan apa yang Aura rasakan, seperti di khianati seseorang yang ia percayai.
"Aku bahkan tidak pernah melakukan hal yang merugikan dia."
"Sudahlah Ra, kamu memang tidak salah, ini semua murni karena Reza dan jangan lupa satu orang lagi di belakang Reza." Ucap kenzo penuh amarah.
Seseorang yang memotivasi, seorang penguaaha yang sudah bertahun-tahun di dunia bisnis dan banya memeilik relasi sampai melakuka hal bodoh dan memalukan seperti ini. Dia adalah wanita yang pernah menjadi adik iparnya.
Kenzo merasa dia harus melakukan sesuatu untuk membuat Diana jera dan tak lagi mengusik kehidupan Aura. Dan satu orang yang terlintas dikepalanya. Yaitu adiknya sendiri. Karena ini semua berasal dari Keanu. Andai saja Keanu tidak mendekati Aura, andai saja Keanu benar-benar melupakan Aura, Andai saja Keanu mencintai Diana sepenuh hati. Ini semua tidak akan terjadi.
__ADS_1