
Aktivitas pagi yang sibuk, Siska sudah berada di dapur menyiapkan sarapan untuk suami dan juga anak-anaknya. Meskipun ada pembantu rumah tangga yang sudah bekerja sangat lama di rumah itu, namun jika masalah perdapuran, itu menjadi bagiannya.
"Diana mana Nu? mama butuh bantuannya." Tanya Sisika yang melihat Keanu turun hanya seorang diri.
Diana masih belum memaafkan Keanu atas pertengkarannya semalam. sehingga membuat suasana pagi Keanu berantakan.
"Masih di atas, lagi pula kenapa harus selalu Diana sih mah? Bukankah masih ada banyak orang yang bisa bantu mama." Keluh Keanu, dan memang itu juga yang Diana Keluhkan.
"Diana harus bisa memasak seperti mama. Banyak yang dia harus pelajari." Ucap Sisika sambil menata makanan di meja makan.
"Aura juga jangan lupa kamu libatkan!" Ucap Rian menimpal.
"Ini yang mamah aneh, Meskipun dia selalu belajar, tapi masakannya enak." Ucap siska Yang merasa aneh, karena Aura masih bisa memasak di saat kuliahnya yang sibuk. Berbeda dengan Diana. Namun perbedaan itu yang membuat Siska ingin menyamaknnya, membantu Diana untuk lebih bisa dalam hal memasak.
"Mama tahu dari mana?" Tanya Keanu yang penasaran.
"Mama sendiri lihat dia memasak, beberapa hari sebelum pernikahan, mama berkunjung ke rumah maminya."Siska menjelaskan kapan saat dirinya mencicipi pasakan Aura.
"Wah, sesekali biarkan Aura ikut bantu, papa jadi penasaran masakannya."
"Lidah kita itu sama. Apa lagi kamu Keanu, kamu paling tahu makanan yang enak, makanya mama mau Diana agar cepat bisa memasak sesuai dengan selera kita." Dari semua lelaki keluarga hartanto hanya Keanu yang rewel soal makanan.
Setelah mendengar penjelasan Dari siska, Kenau menjadi bersalah, karena sudah menuding Siska tidak adil kepada kedua menantunya, Sekarang Kenau tahu bahwa siska sangat menyayangi dan peduli terhadap Diana dan keluarganya.
"Iya ma, maaf karena tidak tahu niat mama sebenarnya." Ucap Keanu memegang lalu mencium tangan Siska.
"Kemana Kenzo dan Aura?" Tanya Rian, yang sedari tadi menunggu anak sulungnya yang tak juga datang.
"Sepertinya mereka masih di kamar." Jawab Keanu.
"Tidak biasanya Aura telat datang, biasanya papa yang selalu terakhir datang." Ucap Rian yang kembali meneruskan sarapannya.
"Pagi pah, sudah selesai mah?" Ucap Diana yang baru datang ke tengah-tengah mereka. dan langsung datang mendekati Siska.
"Sudah, kamu duduk saja." Jawab siska mempersilahkan Diana Duduk, karena semuanya telah selesai dengan kedua tangannya sendiri.
Tak lama Kenzopun datang, dengan masih memakai pakaian tidurnya.
"Mana Aura? kalian tidak datang bersama?" Tanya Rian yang melihat Kenzo datang tanpa Aura di sampingnya.
"Aku dan Aura akan sarapan di kamar. Dan Aku sepertinya akan telat masuk kantor."
__ADS_1
"Kenapa Ken, Aura sakit?" Tanya Sisika langsung panik.
"Tidak. Bukan seperti itu!" Jawab Kenzo segera, bukan sakit yang mereka maksud, tapi sakit yang berbeda.
Kenzo tidak ingin di tanyai lebih jauh lagi, setelah mengambil sarapan untuk Aura dan dirinya, Kenzo lekas pergi dan meninggalkan keluarga yang masih sarapan di meja makan.
"Sudah kita terusakn saja sarapannya. Tidak ada masalh dengan mereka. Kalian tidak lihat, ada yang berbeda dari Kenzo?" Tanya Sisika kepda semuanya. dia menydari ada yang aneh dengan anak sulungnya, tapi selain dia rupanya tidak ada yang menyadarinya.
"Sangat ceria." Ucap Diana. Diana berpikiran yang sama dengan Siska.
"Betul sekali, kalian para lelaki memang tidak peka." Ucap sisika meneruskan sarapannya begitu juga dengan yang lainya. Mereka meneruskan makanannya.
...※※※※...
Kenzo datang dengan dua piring sarapan untuknya dan juga Aura. dan salah satunya piring berisikan roti, yang selalu Aura makan ketika sarapn.
Aura masih di atas kasur berselimutkan kain tebal yang menutupi seluruh tubuhnya yang polos setelah aktivitas panasnya semalam, bahkan sebelum sarapan Mereka telah melakukannya lagi.
"Bagaimana, mereka tidak curiga kan kita tidak sarapan bersama?" Tanya Aura dengan suara berbisik begitu Kenzo masuk kedalam kamarnya.
"Kamu tenang saja. justru mereka mengira kamu sakit." Jawab Kenzo yang juga bebisik
"Memang sakit!" Jawab Aura, manja. Lantas Kenzo lekas membelai rambut Aura. seraya mengucapkan permintaan maafnya.
Mereka mulai sarapannya, Kenzo berinisiatif untuk menyuapi Aura, begitu juga sebaliknya, Mereka sangat menikmati sarapan berduanya. ini sarapan pertama kali setelah menikah yang sangat berkesan.
"Kenapa kamu masih disini?" Tanya Aura saat Kenzo kembali masuk kedalam selimut.
"Aku berangkat siang, aku masih mau di sini." Ucap Kenzo, Masuk kembali kedalam selimt dan memeluk Aura dari dalam selimuntnya.
"Ternyata kamu nakal ya." Ucap Aura terkekeh.
"Aku siap di hukum." Bsisik Kenzo di telinga Aura.
Wajah aura seketika memerah, dia tidak menyangka Kenzo akan sekonyol ini. apa lagi rayuan-rayuannya yang bisa membuat Aura terpesona.
"Ini hukuman kamu." Aura mencubit pinggang Kenzo dari balik selimut.
Sontak saja Kenzo meringis kesakitan, dan segera bangun keluar dari dalam selimut itu.
"Baikalh, aku berangkat sekarang, Tapi kamu jangan coba-coba keluar dari kamar ini. Aku akan pulang saat makan siang nanti."
__ADS_1
"Iya, Aku akan tetap di atas kasur ini, lagi pula sepertinya aku memang tidak bisa melangkah." Keluhnya.
Kenzo mengecup kening Aura sebelum berangkat ke kantornya, tak lupa kecupan di bibir sebagi salam perpisahannya. Tingkahnya berubah 180 derajat, dia seperti anak kecil yang tidak mau jauh dengan ibunya atau mainan kesukaannya.
Kenzopun turun dan berpesan kepada seisi Rumah untuk tidak mengetuk atau pun menggangu Aura di dalam kamarnya.
...※※※※...
Keanu yang sudah berada di kantor sejak pagi. Sejak itu pula dia gelisah, memikirkan ucapan mamanya tentang keadaan kenzo pagi tadi.
Mempertanyakan apa yang membuat Kenzo menjadi lebih ceria di pagi itu, apa yang sudah terjadi diantara Kenzo dan juga Aura.
Kenau benar-benar tidak fokus untuk bekerja. sampai ia melihat Kenzo dari celah kerai ruanganya, Kenzo berjalan dengan wajah yang cerah dan ceria, bahakn itu bukan wajah yang selama ini Kenzo tunjukan. Keanu semakin yakin sudah terjadi sesuatu diantara Aura dan juga Kenzo.
tok...tok...tok...
"Pak, Anda di panggil pak Kenzo keruangannya!" Ucap sekretaries Keanu.
Kenau yang mengira itu adalah bagian dari pekerjaan, segera pergi untuk menemui Kenzo di ruangannya.
Saat tiba keanu melihat Kenzo sedang memilih beberapa perhiasan, yang di datangkan langsung ke ruangannya.
"Nu, bantu aku pilihkan ini!" Ucap Kenzo, meminta Kenau mendekat.
"Menurut kamu, mana yang cocok untuk Aura gunakan?" Tanya Kenzo kemudian.
Ada beberapa kalung yang tersedia, sepertinya semua ini kalung terbaik di tokonya.
"Apa ada yang spesial di hari ini?" Tanya Keanu sambil terus melihat-lihat dan membayangkan Aura sedang memakai kalung tersebut.
"Tidak, aku hanya ingin memberikan hadiah saja, sepertinya Aura akan suka yang ini, ini terlihat mewah, sama dengan yang Aura selalu kenakan." Tunjuk Kenzo kepada kalung yang sangat mewah dengan beberapa mata berlian diatasnya.
"Menurutku yang ini kak, lebih sederhana namun tetap elegan, Aura suka yang sederhana." Tunjuk Kenau kepada kalung pilihannya.
Namun Kenau merasa suasan menjadi dingin, Karena Kenzo saat ini sedang menatap tajam kearahnya.
"Maksudku, kak Aura pasti ingin selalu memakainya setiap hari, jadi yang lebih simpel akan lebih nyaman." Tutur Keanu meralat ucapannya.
Namun rupanya ucapan Kenau tadi, terlanjur terdengar dan membuat Kenzo menatap tak suka kearahnya.
"Baiklah, terim kasih masukannya, kamu bisa kembali bekerja." Ucap Kenzo tak lagi melibatkan dirinya memilih hadiah untuk Aura.
__ADS_1
Kenupun pergi dengan masih dibayangi suasan dingin di belakangnya. Dia tidak menyadari bahwa mulutnya akan mengatakan kalimat yang seolah-olah dirinya lebih mengetahui Aura dari pada suaminya.