AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Perdebatan Pagi Hari


__ADS_3

Seperti biasa keluarga hartanto selalu sarapan bersama. siska sudah siap dengan menu andalannya, menyiapkan dan menemani Rian sang suami sarapan sebelum berangkat bekerja.


"Kenzo tidak pulang lagi mah? Tanyanya di sela sela sarapannya. Sebab Rian tidak melihat anaknya dari hari kemarin.


"Dia masih ada di kamarnya, mungkin sebentar lagi dia turun." Jawab Siska.


"Berarti semalam yang papa dengar sura Kenzo, apa Keanu juga ada, sebab semalam papa juga mendengar suaranya?" Tanyanya Rian tentang yang terjadi tadi malam antara Keanu dengan Kenzo.


"sepertinya mereka sedikit berdebat." lanjut Rian, Semalam dia mendengar suara dari kedua putranya cukup keras.


Wajah Siska tiba-tiba berubah, menjadi tegang, tidak mungkin dia mengatakan kebenarannya kepada suaminya, bahwa kedua anaknya mencintai wanita yang sama, dan gara-gara itu hubungan keduanya sedikit renggang.


Ibu mana yang tidak peka terhadap apa yang sedang terjadi kepada anak-anaknya. Sudah lama Siska merasa gelisah, memikirkan penyebab sikap kedua anaknya yang tiba-tiba berubah tidak seakrab dulu. dan ternyata penyebabnya ada di dekatnya selama ini.


Jika waktu bisa di putar kembali, dia tidak akan meminta Keanu untuk menikahi anak dari Jasmin, yang bahkan Jasmin sendiri baru mengetahui anaknya itu, sikap dan sifatnya bagaimana, dan hal-hal lain tentang Aura. dan Ternyata Aura hanya pandai menggoda kedua anaknya saja.


"Kok melamun sih mah? Tanya Rian yang menunggu jawaban dari istrinya, namun istrinya hanya diam dengan pikirannya sendiri.


Siska pun tersadar dari lamunannya dikala sang suami menepuk pundaknya lembut.


"Semalam pah, Kebetulan saja mereka bertemu dan berbincang seperti biasa," Jawab Siska terbata-bata. "Berdebat apanya sih pah, lagi pula apa yang mereka perdebatkan." Lanjutnya lagi sedikit tertawa, menyembunyikan kepanikannya.


Cukup lama setelah Rian berangkat bekerja, Kenzo pun turun saat siska sedang membersihkan sisa-sisa dari sarapan suaminya.


Kenzopun duduk di kursi meja makan, dan mengambil selembar roti untuk sarapan paginya, dia datang tanpa ucapan selamat pagi kepada mamanya yang sedari tadi sudah melihat kedatangannya.


Kenzo masih marah tentang ucapan Siska semalam. Apa lagi semalam Siska menjelek-jelekan Aura di depannya.


"Kenapa kamu datang tanpa menyapa mama?" Tanya siska, Karena tidak biasanya anaknya seperti itu.

__ADS_1


Dengan kening yang mengkerut, Siska menatap kenzo yang lahap memakan rotinya tanpa peduli pertanyaan darinya.


"Tadi papa bertanya tentang keributan yang kalian lakukan semalam. Mama tidak mau papa tahu bahwa hubungan kalian sedang renggang. Apa lagi sampai tahu alasannya karena wanita tidak baik itu." ucapnya memulai pembicaraan dengan anaknya, yang terlihat sedang kesal.


"Mama masih tidak menyangka Aura yang terlihat lugu, ternyata senang bermain dengan para lelaki, jangan-jangan masih ada laki-laki lain selain kalian berdua yang di permainkannya." Lanjutnya yang terus saja menghina dan berpikiran negative terhadap Aura.


Telinga Kenzo panas mendengar ucapan-ucapan mamany tentang Aura.


Braaak...


Kenzo berdiri sambil menggebrak meja dengan kedua tangannya. Siskapun langsung terdiam karena terkejut,


"Berhenti menjelek-jelekan Aura, Mama tidak tahu apapun tentangnya." bentak Kenzo.


Siska terkejut, anaknya mengeluarkan nada tinggi kepadanya. Ini pertama kali Kenzo seperti itu terhadapnya.


"Kenapa kamu marah? seharusnya kamu adalah orang yang paling membecinya. Itu kan alasan kalian berceria, Karena kamu tahu hubungan Aura dengan adik kamu." Ucap siska penuh penekanan.


"Mama salah besar." Jawab Kenzo menyangkal semua pernyataan siska


"Lantas apa alasannya?" Tanya siska kemudian.


"Mama tidak perlu tahu." Jawabnya singkat, Kemudian pergi meninggalkan siska.


"Jangan bilang setelah bercerai pun kamu masih mencintainya?" Pertanyaan siska rupanya mampu membuat Kenzo menghentikan langkahnya,


Deg, tebakan mamanya tepat dengan apa yang dirasakannya.


"Mama benar, aku masih mencintainya." Jawab kenzo yang kemudian melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


sebenarnya ini bukan waktu yang tepat, namun melihat mamanya yang begitu tak suka kepada Aura, Membuat Kenzo beranggapan waktu tidak masalah, karena pasti mamanya tetap tidak suka dengan Aura.


Sisla merasa seperti di hantam batu besar, Sungguh jawaban yang tak ingin didengarnya, bagaimana mungkin anaknya masih mencintai wanita yang sudah diceraikannya, jika masih cinta mengapa harus berpisah.


Siska segera mengejar anaknya. kali ini dia benar-benar marah,


"Tunggu Ken, mama tidak akan pernah merestui hubungan kalian. jangan berani-berani membawanya kembali kerumah ini." Teriak Siska di sepanjang langkahnya mengejar Kenzo.


Siska tidak bisa membiarkan Kenzo kembali bersama Aura, jika itu terjadi maka hubungan antara kedua anaknya akan renggang selamanya. Aura tidak boleh kembali kerumah ini lagi, menjadi bagian keluarganya lagi. Ini harus ia lakukan demi keutuhan keluarganya.


Namun ia sadar ini tak akan mudah, dia sangat tahu sifat kedua anaknya, merka sama keras kepalanya seperti suaminya, jika menginginkan sesuatu atau meyakini sesuatu, pasti akan ia kejar.


...****************...


Hari ini adalah rapat terakhirnya bersama Reza dan tim yang telah di bentuk untuk nanti saat acara peluncuran produk baru miliknya.


Aura sangat berharap acaranya akan sukses, dan produknya akan laris di pasaran, maka ini akan mengantarkan Aura ke gerbang kepercayaan kakeknya. Dan perusahaan yang dijalankannya akan sepenuhnya menjadi miliknya, sesuai dengan apa yang selama ini jasmin inginkan.


"Semuanya sudah menunggu bu." Ucap hani kepada Aura.


Rapat diadakan di kantornya, Aura pun segera keluar dari ruangannya menuju ruang rapat.


Dia sudah melihat Reza dan beberapa karyawan pilihannya berkumpul kembali dalam rapat bersamanya.


"Baikalh semuanya, saya berharap acara besok akan berjalan dengan lancar. Semangat." Ucap Aura saat mengakhiri rapat. rapat yang berlangsung satu jam dengan penuh semangat. Aura sangat yakin besok akan sukses, Apa lagi karyawan pilihan Reza sangat bersemangat dan penuh percaya diri.


"Pak Reza, mau minum kopi di ruangan saya? Ajak Aura kepada Reza.


Meerkapun berjalan menuju ruangan aura, karena Reza setuju untuk sedikit mengbrol dengan aura.

__ADS_1


Aura sangat bereterimakasih dengan Reza, meskipun Reza adalah rekan kerja kakeknya, namun dia sangat peduli terhadapnya.


__ADS_2