AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Dua Kalung


__ADS_3

Kenzo meletakan dua kotak hadiah untuk Aura, dan juga meninggalkan secarik kertas. Karena tidak bisa menemui Aura secara langsung. Karena sekretarisnya memberitahu bahwa Kenzo harus segera menghadiri rapat.


Aura yang merasa tadi ada suara Kenzo merasa bingung, saat keluar kamar mandi sudah tidak ada siapapun di kamarnya. Kemudian ia melihat dua buah kotak yang terletak di atas meja riasnya.


"Apa ini?" Tanya Aura duduk di kursi.


Kemudian Aura membaca pesan dari suaminya.


"Hadiah!" Aura tersenyum, Dia mendapat hadiah setelah apa yang ia lakukan bersama suaminya semalam.


"Kamu bisa juga seromantis ini!" Ucap Aura mulai membuka setiap kotak satu persatu, dan dia merasa heran, mengapa Kenzo memberinya dua kalung yang berbeda.


Kemudian Aura mencoba satu kalung dari salah satu kotak tersebut.


"Cantik..." Ucapnya saat melihat kalung yang sudah menempel di leher jenjangnya.


"Aku harus memakainya, Kenzo pasti sangat senang melihatnya." Aura bahagia, karena baru kali ini dia mendapatkan hadiah dari Kenzo.


Kemudian Aura melihat ke kalung di kotak lainnya.


"Mengapa kamu harus memilih dua kalung yang berbeda?" Aurapun menyimpan kalung satunya ke tempat perhiasannya, dan akan di gunakan pada waktunya nanti.


Perubahan derastis Kenzo sangat terasa, baru saja kemarin mereka saling bertengkar dan sehari setelahnya berubah menjadi sepasang suami istri sesungguhnya.


Aura berharap kedepannya Kenzo akan selalu bersikap manis seperti sekarang. dan kelak mereka akan mengutarakan perasaannya.


Mungkin semalam adalah awal dari hubungannya di mulai, memenuhi kewajiban sebagai sepasang suami istri. meskipun diantara mereka belum ada yang menyatakan perasaannya masing-masing.


Entah dengan apa yang Kenzo rasakan, yang jelas Aura sudah menaruh hati terhadap suaminya. Meskipun belum sepenuhnya, perasaannya masih saja sering terbelah. Mengingat masa lalu yang masih menyisakan getaran dihatinya. Apalagi sang masa lalu terus membayangi masa depannya.


...※※※※...


Aura turun untuk membantu menyiapkan makan malam, sebab malam ini mereka semua akan makan malam bersama. Atas perayaan papanya yang sudah bebas dari pekerjaannya. Karena Saat ini Rian hanya akan memantau anak-anaknya saja.


"Apa ada hal baik yang terjadi dengan kalian?" Bisik Siska kepada Aura.


Siska sangat penasaran, karena selama hidup dengan Kenzo baru kali ini dia melihat Kenzo seceria hari ini.


"Maksud mama apa?" Tanya Aura tersenyum malu.


"Hari ini mama lihat Kenzo sangat ceria, jarang sekali dia seperti itu."


"Tidak mah, tidak terjadi apapun!" Aura tidak mungkin mengatakan bahwa mereka telah melakukan hubungan suami istri untuk yang pertama kali dengan Kezno.


"Ya sudah jika kamu tidak bisa memberi tahu mama. Tapi mama senang, akhirnya Kenzo bisa berubah, berkat kamu."


"Terima kasih mah." Jawab Aura yang kembali melakukan tugasnya.


Tiba-tiba Diana datang menghampiri dan berbisik.


"Kamu memang pintar merayu kaka beadik hartanto." Ucapnya tersenyum simrik.

__ADS_1


"Apa maksud kamu berkata seperti itu Di?" Tanya Aura pelan.


"Santai kak, itu pujian loh!" Jawab Diana kembali tersenyum mengejek Aura.


Aura sangat Kesal dengan kelakuan Diana, dia tidak mengerti mengapa Diana terus saja membencinya. sedangkan dialah pemenangnya. Dia menang sudah mendapatkan Keanu.


Aura menarik tangan Diana, manjauh dari siska. kali ini Aura tidak bisa diam saja dia harus tegas dan mempertanyakan sebab Diana masih saja membenci dirinya.


"Di, ada apa dengan kamu? kenapa kamu seperti ini?" Tanya Aura.


Diana terkekeh.


"Masih saja kamu pura-pura tidak tahu!" Jawabnya bertolak pinggang.


"Aku memang tidak tahu." Jawab Auar.


"Berhanti menarik perhatian Keanu. Ingin sekali aku menusuk Mata itu!" Tunjuk Diana kearah mata Aura.


Aura mengehela nafasnya. Dia tidak percaya dengan ucapan Diana. Kapan dirinya mencari perhatian Keanu.


"Aku? kapan aku melakukan itu?"


"Kamu memang tidak akan menyadarinya. dan satu hal lagi. gara-gara kamu keanu kehilangan jabatannya, dan dia selalu tidak berkutik di depan Papa."


"Jika masalah itu, tanya saja kepada papa dan suami kamu. Yang jelas aku sudah tidak ada lagi hubungan dengan Keanu, bahkan sudah dari dulu, semenjak aku menitipkan surat itu."


"Surat sampah itu!" Cibir Diana, mengingat surat yang Aura titipkan.


"Sampah? jadi kamu mengaggap itu sampah. Jangan-jangan kamu membuangnya dan tidak pernah sampai kepada Keanu?"


"Terima Kasih. Tapi setelah aku pikir, aku menyesal sudah menitipkannya kepada kamu."


Ucap Aura,Kemudian ia pergi, karena siska sudah memanggil -manggil namanya.


Diana mengepalkan tangannya, Dia semakin membenci Aura.


"Kenapa? kalian bertengkar lagi?" Tanya Keanu yang melihat Diana menatap tajam kearah Aura yang pergi menjauh.


"Nu, Selalu saja Aura seperti itu!" Ucap Diana memeluk suaminya. Memasang muka sedihnya di depan Keanu.


"Kali ini kenapa lagi?" Tanya Keanu, yang sudah lelah dengan hubungan antara Aura dan Diana yang tak juga akur.


"Aku tidak tahu, dia masih saja membahas masa lalu, dan dia mengatakn bahwa aku tidak pantas menikah dengan kamu." Ucap Diana, semakin erat memeluk suaminya.


"Aku yang akan bicara kepadanya." Keanu pun melepas pelukan Diana dan hendak menghampiri Aura.


"Jangan! Dia hanya ingin menarik perhatian kamu saja." Ucap Diana mencegah Keanu.


Dian tidak akan membiarkan Keanu mendekat satu cm pun dengan Aura.


Semua orang telah berkumpul, begitu juga Kenzo yang sedikit terlambat datang.

__ADS_1


"Kamu baru datang? semua orang sudah menunggu! Ucap Aura menghampiri suaminya.


Tatapn Kenzo memerah, tatakal melihat Aura datang dengan kalung yang membelit lehernya.


"Kalung itu? mengapa Aura memilih kalung itu?" Kenzo menatap tajam ka arah kalung yang di gunakan Aura.


"Ayo, kita kesana." Ajak Aura, menggandeng tangan Kenzo.


Aura tercengang, karena Kenzo melepaskan gandengannya dan berjalan mendahuluinya.


Kenzo mengepalkan tangan, Hatinya kembang kempis menahan rasa marahnya.


Namun dia tetap menahan marahnya, di hadapan semua orang, terutama di hadapan Keanu.


Semua menikmati makanan yang sudah tersaji, sedangkan Kenzo masih memendam marahnya, menatap adiknya yang sesekali masih melirik istrinya, apa lagi saat ini Aura sedang memakai kalung pilihannya. Pasti Keanu merasa bangga karena pilihannya di terima Aura.


Kenzo sengaja membeli dua kalung itu, dia penasaran, apa yang akan di pilih Aura. Dan saat ini dia tengah marah dan tidak menyangka dengan pilihan Aura.


Brraaakk...


Tiba-tiba Kenzo menggebrak Meja. Dia tidak bisa lagi menahan rasa marahnya, jika terus disana, dia pasti akan menghancurkan semua hidangan yang ada di depannya.


"Aku sudah selesai." Ucapnya Berdiri lalu pergi meninggalkan makan malamnya.


Semua orang terkejut, kini semua mata tertuju pada Aura dengan pertanyaan di benaknya masing-masing.


Aurapun menggelangkan kepalanya, sebagai isyarat menjawab setiap tatapan yang tertuju kearahnya.


Sama halnya dengan semua orang disana, Aura pun sama terkejutnya. Apalagi dia merasa Kenzo saat ini marah kepadanya.


"Sepertinya Aku juga sudah selesai!" Ucap Aura yang juga meninggalkan makan malamnya dan mengejar Kenzo.


...※※※※...


Aura berlari menuju kamar, untuk mengejar Kenzo.


"Apa yang terjadi? mengapa kamu melakukan itu? kamu tahu semua orang menatap kearahku! Tanya Aura saat masuk kedalam kamarnya.


Kenzo menarik paksa kalung yang dipakai Aura dan melemparkannya sembarang.


"Kenapa kamu mamakai kalung itu?" Teriak Kenzo.


Aura tesentak, sambil memgangi lehernya yang sakit karena gesekan kalungnya.


"Kamu sendiri yang memberikannya!"


"Kenapa harus kalung itu? kamu tahu kalung itu adalah...." Ucao Kenzo yang terhenti, karena kalung itu adalah pilihan Keanu.


Semula Kenzo sudah yakin Bahwa Aura akan memakai kalung pilihannya. Rupanya dia salah.


"Aku bingung dengan sikap kamu, kemarin kamu lembut, baik dan perhatian, tapi hari ini, kamu kembali lagi seperti ini?" Ucap Aura mendekati meja riasnya dan mengambil kalung pemberian kenzo yang ia simpan.

__ADS_1


"Sedari awal seharusnya kamu tidak memberikan hadiah itu! Ucap Aura melemparkan kalung itu ke arah Kenzo.


Kemudian Aura mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan rumah. Lagi-lagi itu yang Aura lakukan, dia tidak bisa berdiam di satu atap dengan Kenzo jika sedang marah. Apalagi disana banyak penghuninya, yang ada mereka semua akan tahu permasalah rumah tangganya.


__ADS_2