
"Aku tidak suka dengan sikap shabat kamu sayang!" Seru Denis kepada Melly kekasihnya.
Denis melihat cara Gea bersikap sudah di luar batas, karena Gea sangat berusaha untuk dekat dengan Kenzo. Bahkan menurut Denis bukan hanya sekedar ibgin dekat taoi ada sesuatu lebih yang di harapkan Gea.
"Maksud kamu sikap Gea kepada Kenzo. Tenang saja Gea memang agresif tapi dia tidak akan melewati batas. Apa lagi saat ini Gea mengetahui bahwa Kenzo sudah memiliki istri."
"Tetap saja, aku khwatir. terua masalah anting itu, sebenarnya milik siapa?"
"Anting itu milik sahabatku, lagi pula dia sudah menikah. sebenarnya dia sudah melupakan masalah anting itu. Dia juga tinggal di sini loh."
"Siapa orangnya? siapa tahu dia pelanggan resto ini."
"Sebentar, sepertinya aku ada photonya." Melly mencari photo Aura di ponselnya.
"Ini, kamu pernah melihatnya." Unjuk Melly pada photo mereka bertiga.
Denis nampak terkejut, dia terus memandangi photo itu, berkali-kali dia zoom agar lebih jelas.
"Ini sahabat kamu?" tanyanya memastikan.
"Iya, dia Aura, kami bertiga sangat dekat." Ucap Melly menujukan beberapa photo mereka bertiga
"Tapi beberapa hari ini dia tidak bisa di hubungi." Ucap Melly kemudian.
"Dia baru mengalami keguguran." Ucap Denis saat mengetahui wanita di photo itu adalah Aura istri sahabatnya.
"Siapa yang keguguran?" tanya Melly bubgung dengan ucapan Denis, sebab saat ini dia sedang membahas sahabtnya.
"Dia istrinya Kenzo." Ucap Denis lagi, membuat melly semakin bingung.
"Siapa sih maksud kamu sayang?" Tanya Melly semakin penasaran.
"Sahabat kamu ini adalah istri Kenzo." Ulang Denis dengan menatap kekasihnya.
Denis tidak menyangka selama ini kenzo mencari wanita yang sebenarnya selalu ada di sampingnya.
"Kamu serius? wah... ini baru dinamakan takdir." Ucap Melly dengan bibir mengembang.
"Aku harus segera memberitahu Kenzo."
"Ya. kamu harus segera memberitahu kenzo." ucap Melly bersemangat.
...※※※※...
Kenzo tak bisa tenang, dia masih menunggu adiknya mengantarkan istrinya pulang. Berkali-kali dia melihat jam di tangannya, semakin lama semakin kesal Kenzo dibuatnya.
__ADS_1
Terlihat sebuah mobil hitam datang masuk ke area rumahnya, sontak saja Lenzo berdiri dan segera mendatangi mobil tersebut.
Dibukanya segera pintu mobil, dan terlihat Aura sedang tertidur nyenyak.
"Aku perlu bicara." Ucap Kenzo dengan tatapan tajam mengarah ke keanu.
Kemudian di gendongnya Aura, untuk ia pindahkan kedalam kamarnya.
Kenzo melihat wajah polos Aura saat tertidur, terlihat rahang yang menirus, tubuhnya pun sangat ringan, itu karena akhir-akhir ini pola makanya yang berantakan.
Setelah menidurkan Aura di atas kasur, Kenzo segera turun kembali menemui Keanu. Dia sangat marah, karena Keanu telah sembarangan membawa Aura, sedangkan dia saja tidak berani membawa Aura keluar rumah, karena di khwatirkan Aura akan kabur dan akan seulit dicari.
"Bisa-bisanya kamu memabwa Aura tanpa izin dariku?"Teriak Kenzo mencengkram leher pakaian Keanu.
"Aku hanya mengantar Aura saja." Jawab keanu.
"Kamu tahu, berada di luar akan membahayakan dirinya?"
"Aku tahu, tapi itu juga bisa menjadi pilihan terbaik untuknya."
"Siapa kamu bisa berkata demikian?"
Keanu benar-benar membuat Kenzo sangat marah.
"Aku bukan siapa-siapa Aura, tapi aku sangat peduli, bahkan lebih dari kakak." Ucap Keanu melepaskan cengkraman dari kakanya.
"Apa yang kamu katakan, kepedulian kamu lebih dariku?" tanya Kenzo semkin merasakan kemarahan dihatinya.
"Iya aku sangat peduli kepada Aura, lebih dari yang kakak tahu."
"Huh... Ternyata kamu masih mencintainya." Ucap Kenzo kemudian.
Keanu menegang ketika Kenzo mengucapkan kalimat itu, ya dugaan Kenzo benar. Ternyata selama ini rasa cinta untuk Aura selalu ada, apa lagi disaat kondisi Aura lemah seperti ini, Itu membuat Keanu semakin tidak ingin menjauh dari Aura.
Tak ingin mendengar apapun lagi dari Kakanya, Keanu segera masuk kedalam mobil dan pergi dari rumah kakaknya.
...※※※※...
Aura membaringkan tubuhnya di atas kasur, setelah seharian melakukan banyak hal yang membuat dirinya lelah.
"Dari mana saja kamu bersama Keanu?" Tanya Kenzo membuat Aura tersdar kembali dari tidurnya.
"Kamu tidak usah tahu." Jawab Aura.
Setelah keguguran Aura merasa kecewa kepada suaminya. Karena ketika dia sedang berjuang untuk mempertahankan anaknya, justru suaminya tidak ada di sampingnya. Dia bahkan mengutamakan pekerjaannya saja.
__ADS_1
"Berbahaya bagi kamu berada di luaran sana."
"Kenapa kamu selalu mengatakan berbahaya, apa karena menurut kamu aku ini gila?" Tanya Aura bangun dan bersandar.
Baru kali ini Aura meneriaki Kenzo setelah beberapa hari hanya diam membisu.
"Tidak sayang, aku tidak menganggap kamu gila. Kamu hanya butuh teman untuk mencurahkan isi kepala dan hati kamu dan semua itu bisa dokter ahli yang melakukannya."
"Baiklah, aku akan ikuti kemauan kamu dan keluarga kamu. Aku akan menemui psikiater."
Ucap Aura kembali membaringkan tubuhnya dan menyelimutinya.
Kenzo yang mendengar itu terkejut, setelah sekian lama ia membujuknya akhirnya berhasil juga.
"Terim kasih sayang, aku akan antar kamu."
"Tidak usah. Aku bisa sendiri." Ucap Aura pelan.
Kenzo tidak membalas lagi ucapan Aura, yang terpenting Aura sudah mau menemui psikiater dan itu membuatnya sedikit lebih lega.
Ini adalah kabar baik dan orang tuanya harus segera mendengarkannya. Kenzopun mencari ponselnya dan menelphon siska untuk memberitahukan bahwa Aura sudah mau mengikuti saran darinya.
Setelah menelohon orang tuanya, ponsel Kenzo kembali berdering, dia mendaptkan telphon dari nomor yang tak ia kenali.
Dengan perasaan ragu Kenzopun mengangkatnya.
"Hallo, dengan siapa ini?" Tanya Kenzo.
"Hai Ken, Kamu sudah lupa suaraku?" Tanya seseorang di sebrang sana.
"Gea...?"
"Ya, ternyata kamu mengenal suaraku." Ucap Gea girang.
"Besok malam, bisa kita bertemu?" Tanya Gea dengan berharap Kenzo mau menerima ajakannya.
Niat Gea sudah bulat, dia akan terus mendekati Kenzo, dia tidak peduli jika Kenzo sudah memiliki istri, dia hanya ingin dekat sebagai teman, bahkan kakak. Melihat Kenzo mengingatkannya kepada kakaknya yang meninggal beberpa minggu yang lalu.
Itulah sebabnya Gea meninggalkan negara inggris untuk pulang ke negara asalnya. Disana dia sudah tidak memiliki siapapun. kakakanya yang merupakan keluarga satu-satunya harus pergi meninggalkan dunia ini.
"Aku tidak bisa." Tolak Kenzo. sedikit menyakitkan namun Gea tak boleh berhenti berusaha.
"Aku baru saja kehilangan kakakku, tiga minggu yang lalu dia meninggal, aku butuh teman untuk bercerita." Ucap Geaengeluarkan isakan tangis yang terdemgar jelas di telinga Kenzo.
Mendengar itu Kenzo mengingat dirinya dan juga sang istri yang baru saja kehilangan anak mereka.
__ADS_1
"Baiklah aku akan temui kamu jam 19.00, di resto Denis." Ucap Kenzo menutup telphonya.
Dia khawatir jika dirinya bersikeras menolak, Gea akan menjadi seperti istrinya. Karena Aura tidak ingin mengutarakan isi hatinya kepada siapapun, setidaknya Gea ingin sedikit banyaknya bercerita dan tak ada salahnya untuk mendengarkan.