AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Mencari Hadiah


__ADS_3

Bukan hal mudah untuk bersikap seolah tidak pernah terjadi apapun diantar mereka, nayatanya, Mereka masih saja canggung satu sama lain.


Keanu yang berniat menemani Aura sampai kakanya datang, memulai obrolannya, meski sedikit canggung, namun dia berusaha untuk kembali dekat dengan Aura, Apalagi Aura adalah kakak iparnya, dia ingin terlihat lebih akrab.


"Bagaimana kabar ibu dan bapak?" Tanya Keanu. Setelah hari itu Keanu tidak bertemu lagi dengan orang tua Aura.


"Ibu dan bapak baik-baik saja." Jawab Aura. Aura hanya menjawab simpel, dia tidak ingin terkesan menikmati obrolan dengan Keanu.


"Mereka begitu baik kepadaku, Tapi aku, malah pergi tanpa pamitan." Uacap Keanu tersenyum getir.


"Mungkin dulu situasinya berbeda, mereka pasti mengerti."


"Mereka masih tinggal di rumah itu?" Tanyanya lagi.


"Iya, dan bapak masih mengurusi kontrakannya." Jawab Aura yang tiba-tiba teringat kontrakan tempat tinggal Keanu. Kontrakan itu kini menjadi milik bapak sepenuhnya.


"Jika diingat kembali, pada masa itu kita sangat bahagia, Aku bersyukur bisa bertemu kamu. Dan bersyukur kamu pernah mengisi hari-hariku." Ucap Keanu menarik Aura untuk kembali lagi ke masa lalu, masa-masa indah mereka.


"Akupun bersyukur, disaat ibu sakit-sakitan ada kamu yang selalu menyemangatiku. Biarkan itu menjadi kenangan di dalam hati masing-masing." Di masa lalu Keanu memang menjadi andalan Aura, Keanu selalu menomor satukannya. Keanu pula tempatnya berkeluh kesah. Namun Keanu yang dulu telah hilang.


Keanu dan Aura kompak menoleh kearah pintu ruangan Kenoz yang terbuka.


"Nu, kamu disini?" Tanya Kenzo begitu masuk, dia melihat Aura dan Keanu sedang membicarakan sesuatu.


Namun Keanu segera berpamitan ketika Kenzo sudah datang keruanganya.


"Aku menemani kak Aura sebentar, aku pergi dulu." Ucap Keanu meninggalkan ruangan Kakaknya.


Kenzo merasa ada gelagat-gelagat aneh dari adiknya. Lalu Kenzo menghampiri Aura dan memeluknya.


"Maaf sudah membuat kamu menunggu." Ucapnya meminta maaf, karena rapat dadakannya, yang memebuat Aura menunggu.


"Kita berangkat sekarang?" Tanya Aura.


"Ayo!"


Kenzo membawa mobilnya dengan kecepatan lambat, selain jarak mall yang tidak terlalu jauh dari tempat kerjannya, dia juga ingin menikmati waktu yang lama dengan istirnya.


"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Kenzo. Dia penasaran mengapa adiknya bisa menemani Aura, dan sangat terlihat Akrab.


Jika di ingat saat Awal-awal keanu bertemu Aura dia menatap tidak suka. dan juga pernah berkali-kali Kenzo memergoki Keanu seperti telah berdebat dengan Aura. Namun Akhir-akhir ini Kenzo sering melihat adiknya selalu memperhatikan Aura.


Menjauhkan Aura dari adiknya adalah salah satu alasan kepindahan mereka. namun tadi Kenzo melihat Keanu terlihat semakin Akrab denga Aura.

__ADS_1


"Kami hanya membahas ulang tahun pernikahan mama dan papa saja. tadi aku tanya Diana sudah membeli hadiah atau belum, ya... pertanyaan biasa." Jawab Aura, yang bingung saat ditanya apa saja yang telah ia obrolkan bersama Keanu. Padahal isi obrolannya semua tentang masa lalu dirinya.


Dan Aura semakin bingung bagaimana nanti dirinya juju kepada Kenzo tentang hubungannya dengan Kenau di masa lalu. Disaat hubungan Aura dan Kenzo mulai membaik.


"Oh ya mas, Kira-kira kita beli hadiah apa untuk mama dan papa?" Tanya Aura mengalihkan pemibicaraannya.


"Hhhmm... Apa ya? Kenzopun kebingungan.


"Bagaimana kalau kita belikan sepasang jam tangan?" Usul Aura kemudian.


"Ide bagus tuh."


Merekapun sampai di parkiran mall, Kenzo menggandeng tangan Aura, mereka masuk mencari store jam tangan dengan merek ternama.


Mereka pun mulai memilih jam mana yang cocok di gunakan oleh orang tuanya. sampai Tiba-tiba ponsel Kenzo berbunyi.


"Aku angkat telphon dulu!" Ucap Kenzo berjalan menjauhi Aura.


Diapun mengangkat telphon yang ternyata dari Alex teman kuliahnya di inggris.


Setelah menanyakan kabar dan lain sebagainya. Alex memberitahukan tentang wanita yang sedang Kenzo cari.


"Kamu masih cari wanita itu?" Tanya Alex dari sebrang sana.


"Apa ada perkembangan?" Kenzo balik bertannya.


"Aku baru ingat ada wanita yang kehilangan sebelah antingnya, aku akan kasih nomornya, dia akan konfirmasi apakah itu barang yang sama atau bukan." Alex mengirimkan sebuah nomor, dan Kenzo diminta segera menghubungi nomor tersebut.


"Kirim aku nomornya, aku akan menanyakannya." Kenzopun menutup telphonnya. Dia memegangi dadanya yang masih berdetak mengingat wanita misterisunya. Mesiki sudah memiki Aura, Kenzo masih penasaran kepada wanita yang sudah terlanjur mencuri harinya.


Dan ternyata bukan hanya dia yang sedang mencari, bahakan wanita itupun sedang mencari dirinya.


Kenzo menatap isitrinya dari jauh, bagaimana dengan nanti jika dia bertemu dengan wanita misterius itu.


Kenzo melambaikan tangannya, ketika Aura memberi isyarat untuk dia segera datang.


"Sudah dapat yang akan cocok dipakai mama dan papa?" Tanya Kenzo.


"Sudah, tinggal pembayarannya saja." Ucap Aura membertahu. Kenzo langsung membuka dompetnya dan mengambil kartu dari dalamnya.


"Telphon dari kantor?" Tanya Aura tiba-tiba, dan membuat Kenzo terkejut.


"Iya. Mau beli sesuatu?" Jawab kenzo langsung mengalihkan dengan pertanyaan yang lain. Dia melihat Aura tidak mencurigai apapun dari dirinya.

__ADS_1


"Hhmm... sepertinya tidak ada!" Jawab Aura sedikit berpikir.


"Ikut aku!" Namun tangannya di genggam Kenzo kemudian di tariknya.


"Kemana?" Tanya Aura,


"Aku mau kamu juga mendaptkan hadiahmu." Ucap Kenzo tersenyum dan masih terus menarik Aura sampai depan store perhiasan.


"Mba, pesanan atas nama Kenzo sudah selesai?" Tanya Kenzo kepada pelayan store tersebut.


"Sudah mas, mohon tunggu!"


"Pesanan apa mas?" Tanya Aura yang sudah penasaran, sepertinya Kenzo sudah memesan dari jauh-jauh hari.


"Aku minta maaf, soal kalung yang dulu, dan Aku akan menggantinya hari ini." Kenzo memakaikan kalung dengan berinisial nama huruf A di leher Aura. Kenzo menyesali sikapnya dulu,


"Bagimana kamu suka? Tanya Kenzo saat kalung sudah terpasang di leher Aura.


Kini aura berdiri di depan cermin dan memandangi lehernya sendiri, dia masih mengingat saat kalung itu di tarik paksa kenzo sampai membekas guratan merah di lehernya.


"Aku suka. terima kasih." Ucapnya tersenyum, padahal dirinya masih takut jika nanti Kejadian itu terulang lagi.


...※※※※...


Aura sedang bersiap untuk berangkat ke pesta ulangtahun pernikahan mertuanya. Pesta yang akan di hadiri beberapa teman dan kerabat dekat.


Aura namapk cantik dengan balutan dress merah selututnya. di tambah model dress yang memperlihatkan kedua bahunya, menampakan kalung indah pemberian Kenzo.


Aura melihat jam di tangannya, seharusnya Kenzo sudah pulang dari kantornya. Sebab dia harus berganti pakaian sebelum kembali berangkat menuju rumah orang tuanya.


"Maaf sayang, jalanan macet." Ucap Kenzo mencium istrinya dan segera mengambil handuknya untuk mandi.


Namun Kenzo mundur kembali, dia baru sadar ada yang berbeda dari istrinya.


"Sayang, kamu terlihat berbeda. Cantik!" Aura tersipu mendengar pujian dari Kenzo.


"Ayo lah mas, kita pasti terlambat." Ucap Aura mendorong Kenzo untuk kembali masuk kedalam kamar mandi.


Semakin lama terlihat tingkah konyol Kenzo. semua sifatnya yang tidak Aura ketahu kini bermunculan, Kenzo yang berbeda, benar-benar pribadi baru.


Aura senang melihatnya, dan dia juga senang di perlakukan spesial oleh Kenzo. Namun di balik kesenangannya itu ada kecemasan di dalamnya.


Aura cemas jika sifat dan sikap Kenzo tiba-tiba berbalik dan pasti akan lebih menyakitkan dari sebelumnya. Sebab masih ada beberapa Rahasia yang Kenzo belum tahu, dan Aura pun takut untuk memberi tahu.

__ADS_1


__ADS_2