AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Ingin Menghilang


__ADS_3

Disinilah Keanu saat ini berada, Di daerah yang tak seramai ibu kota. Daerah yang tak sepanas ibu kota. Keanu sudah berdiri di depan bangunan Hotel yang cukup tinggi. karena untuk sementara Keanu tinggal di Hotel ini, sampai tempat tinggalnya siap untuk ia huni.


Keanu sedang menunggu Huniannya selesai di persiapkan karena Keanu memilih membeli sebuah apartment.


Berjalan malas menuju kamar yang sudah di bookingnya. karena seperuh jiwanya masih berada di jakarta. Namun dia tetap berangkat memenuhi kewajibannya meskipun hati dan kepalanya memikirkan Aura.


Keanu mencari ponselnya saat setelah tiba di kamar hotel. Dia mulai mengetukan nama Aura dan menyentuh gambar gagang telphon.


"Hallo..." Suara Aura dari sebrang sana, suara yang sangat Keanu rindukan, karena setelah bertengkar dengan kakanya dia belum bertemu lagi dengan Aura.


Tidak mungkin Keanu berterus terang dengan apa yang ia ketahui tentang kakaknya kepada Aura. Dia juga belum yakin jika Aura sudah mengetahuinya.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Keanu khawatir karena suara Aura sangat lemah.


"Aku..., baik-baik saja Nu. Maafkan aku Nu, karena aku kamu dipindah tugaskan." Ucap Aura kemudian.


"Hey, itu bukan salah kamu. Aku memang sudah memeprkirakam, karena perusahaan disini sedang membutuhkan seseorang yang mampu menangani semua permasalahannya. Dan aku adalah orangnya. Jadi bukan karena kamu. Jangan menyalahkan diri sendiri Ra." Ucap Keanu menyadarkan Aura untuk tidak menyalahkan dirinya, karena Keanu khawatir jika Aura akan depresi lagi.


"Nu, apa aku boleh kesana?" Tanya Aura dengan Ragu, dia ingin pergi entah kemana, dia ingin mengistirahatkan hati dan pikirannya. Hanya terbesit wajah Keanu di otaknya. Dia yakin Keanu akan membantunya.


Keanu terkejut mendengarnya, karena dia merasa seperti mendaptkan sebuah kesempatan yang sangat langka.


"Maksud kamu Ra?" Tanyanya untuk lebih jelas lagi,dan agar tidak terjadi salah paham.


"Aku ingin pergi dari sini Nu. Tapi aku tidak tahu harus kemana, aku merasa sesak disini." Ucap Aura mengusap air matanya. Mencoba menahan isakan tangisnya, dia tidak mau Keanu mendengarnya dan menjadi mengkhawtirkannya.


"Datanglah! Aku akan menjemputmu di bandara." Ucap Keanu.


Dia tahu apa yang sudah terjadi dengan Aura, kini gilirannya mengambil kesempatan ini untuk bersama Aura.

__ADS_1


"Makasih Nu." Ucap Aura mematikan telphonnya. Aura tahu Keanu disana hanya sendiri, dia tidak bersama Diana. Karena itu Aura berani meminta tolong Keanu.


Perasaan Keanu tak menentu, disatu sisi dia senang bisa berada di dekat Aura lagi, namun di satu sisi dia juga sedih mengingat Aura yang tersakiti oleh kakaknya.


Andai saja yang menjadi suami Aura adalah dirinya, dia yakin tidak akan pernah membiarkan air mata Aura terjatuh.


...※※※※...


Aura kembali membuka photo suaminya bersama dengan sahabatnya. Dirinya sulit memahami mengapa mereka bisa pura-pura tidak saling mengenal. Padahal mereka sudah sangat akrab sekali.


Tiba-tiba satu pesan masuk muncul di ponsel Aura. Diapun segera membukanya. Ternyata Dari suaminya yang mengajak Aura untuk makan malam bersama. Terbesitlah ide untuk menanyakan secara langsung kepada Kenzo mengenai photo itu.


Namun sebelum itu, Aura mengkemas pakaiannya, siapa tahu pada malam nanti, pembicaraan dengan Kenzo membuat dirinya harus pergi. Setidaknya Aura sudah siap.


Membawa satu koper penuh pakaian, dan perlengkapan lainnya. Bagi Aura tidak banyak yang ia bawa, namun setidaknya bisa membuat dia bertahan beberapa hari.


"Non, mau kemana dengan membawa koper itu?" Tanya Aisten rumah tangganya.


Aurapun segera memasukan kopernya kedalam mobil, lalu ia pun melajukan mobil menuju tempat pertemuannya dengan Kenzo.


Sampailah Aura di sebuah restoran yang nampak indah, terlihat jelas matahari terbenam memancarkan cahaya merahnya, Namun melihat keindahan dengan suasana hati yang sedang sedih hanya terlihat semakin menyedihkan.


Aura melangkahkan kakinya memasuki Resto tersebut, Disana telah duduk seorang lelaki yang menyambut kedatangannya. Ternyata suaminya sudah sampai dan sedang menunggu dirinya.


Senyumnya memang terlihat menawan, menghiasi bibirnya yang memang jarang sekali tersenyum. Jika saat ini Aura sedang baik-baik saja mungkin senyuman itu adalah senyuman Kenzo yang paling indah. Bahakan saat mereka menikah Kenzo tidak seperti saat ini.


Kenzo mengulurkan tangannya saat Aura semakin mendekat, dengan harapan mendapat sambutan untuk mengantarkannya duduk di kursi yang telah di sediakan. Namun harapannya sirna tatakala Aura melewatinya begitu saja, kemudian duduk di kursinya.


Kenzo hanya menggenggam angin, Namun ia tidak mempermasalahkannya, Kenzo menganggap Aura tidak melihat uluran tangannya.

__ADS_1


"Tidak terlalu jauhkan perjalanan kesini?" Tanya Kenzo sedikit mengajak ngobrol istrinya sebelum mengungkapkan alasan mereka bertemu ditempat itu.


Namun Aura hanya Diam saja, tidak merespon pertanyaan suaminya. bahkan Kenzo diacuhkannya.


Kenzo merasa ada sesuatu yang terjadi, prilaku Aura tadi bukan karena dia tidak melihat tangan Kenzo, melainkan Aura sedang marah kepadanya.


"Kenapa? apa aku melakukan kesalahan?" Tanya Kenzo menggenggam tangan Aura di atas meja.


Namun seketika Aura menarik tangannya hingga terlepasa dari genggaman Kenzo.


Dari sikap Aura, Kenzo semakin yakin bahwa Aura sedang marah kepadanya, namun jika biasanya marah Aura meluap-luap, kini marahnya adalah Diam. Dan itu membuat Kenzo semakin bingung.


Kemudian Aura merogoh tasnya untuk mencari ponselnya, Kemudian ia letakan ponselnya di atas meja, dan di dorongnya Agar Kenzo melihat apa yang nampak di layar ponselnya.


"Ini?" Ucap Kenzo tanpa berkedip, saat melihat photo dirinya sedang bersama Gea.


"Kenapa kamu bisa bersama Gea?" Tanya Aura yang membuat bibir Kenzo kelu, tak dapat mencari kata-kata yang pas untuk menjawabnya.


Melihat Kenzo yang sulit menjelaskan, membuat Aura semakin yakin ada sesuatu diantara mereka.


"Aku tidak habis pikir!" Ucap Aura kepada suaminya , ia pun segera mengambil kembali ponselnya dan pergi dari hadapan Kenzo.


Kenzo sempat terpaku untuk beberapa saat, kemudian dia segera mengejar istrinya, namun sayangnya mobil Aura sudah pergi meninggalkan restoran tempatnya makan.


Semua rencana yang telah disusun Kezno batal, bahakn hadiah yang telah ia persiapkan gagal ia berikan, Dan kata-kata yang ia susun untuk memberitahukan bahwa Aura adalah cinta pertamanya, bahwa ia tahu Aura adalah wanita antingpun gagal terucapkan.


"Dapat dari mana photo itu?" Tanya Kenzo pada dirinya sendiri. padahal saat itu tak hanya dirinya yang ada disana, ada Melly dan juga Denis.


"Tapi, kenapa hanya photoku saja yang Aura daptkan?" Kenzo tidak bisa memahami yang saat ini terjadi.

__ADS_1


Kenzopun turut meninggalkan restoran itu setelah mengambil kembali hadiah untuk Aura dan membatalkan semuanya. Dia melajukan mobilnya untuk pulang kerumahnya, untuk menjelaskan semuanya kepada Aura. Jika saja Aura sedikit lebih bersabar dan mendengar apa yang akan di ucapkannya hari ini, pasti Aura paham dan mengerti mengapa dirinya bersama Gea di hari itu.


__ADS_2