
Siska terbelak melihat hasil test DNA yang baru saja ia terima. Hatinya menjadi panas, dan kini hawa panas itu telah menjalar keseluruh tubuhnya, saat ia membaca bahwa tidak ada kecocok dari kedua sample yang ia berikan. Itu artinya bahwa lexa memang bukan keturunan keluarga hartanto.
Iapun segera menuju kamar lexa, sekilas menatap lexa yang tengah bermain dengan pengasuhnya, dengan tatapan sinis. Seolah ia tak pernah memberikan kasih sayang sedikitpun kepada sang cucu. Semua rasa sayangnya menghilang begitu saja, setelah membaca selembar kertas putih tadi.
Membuka koper, memasukan semua pakaian milik lexa. ia cukup baik dengan membekali lexa pakaian yang pernah ia beli dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"Bawa anak itu, masuk kedalam mobil." Ucap Siska kepada pengasuh, setelah selesai mengemas pakaian Lexa.
"Ba-aik bu." Jawab Pengasuh dengan sedikit terbata, karena nada bicara siska yang amat acuh.
Dengan cepat pengasuh pun membawa lexa untuk segera turun, tak lupa ia memakaikan jaket agar Lexa tak kedinginan.
"Kita akan kemana bu?" Tanya Pengasuh, karena dia tak mempersiapkan sedikitpun cemilan untuk lexa.
"Kami tidak perlu tahu." Jawab Siska. pengasuh itupun segera menutup mulutnya rapat, tak berani bertanya lagi. Melihat sikap aneh siska, dia merasa bahwa dia mempunyai kesalahan yang tak disadarinya, pengasuh itu pun berpikir keras mencari penyebabnya.
"Mulai besok, kamu tidak perlu mengasuh Lexa lagi, dan besok supir akan mengantarkan kamu sampai kampung." Ucap Siska di tengah-tengah perjalanannya.
Betapa terkejutnya pengasuh itu mendengar ucapan majikannya, dia tidak tahu apa alasan dia sampai di pecat seperti ini.
"Maaf bu, saya minta maaf jika ada kesalahan, tapi saya mohon jangan pecat saya."
"Kamu tidak ada kesalahan, hanya mulai hari ini saya tidak akan mengurus Lexa lagi, saya akan kembalikan dia kepada ibunya. Kamu tenang saja, saya akan memberikan bonus karena memberhentikan kamu mendadak seperti ini. Saya harap kamu bisa mengasuh cucu saya yang lainnya kelak."
Pengasuh itu masih tidak mengerti mengapa ia tak lagi mengasuh Lexa, namun ia sangat bersyukur mengetahu bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan.
"Terimakasih bu, saya bersedia jika ibu membutuhkan saya lagi." bekerja bersama keluarga hartanto adalah doa yang selama ini selalu di panjatkan, bisa bertemu keluarga yang baik juga harmonis. selama bekerja di rumah siska ia merasa sangat nyaman. dan berharap bisa menjadi pengasuh untuk cucu hartanto yang lainnya.
Mobil pun sampai di depan rumah yang cukup besar. Siska pun segera turun dengan membawa Lexa di gendongannya. Meski dia merasa di bohongi, tetap saja anak kecil di gendongannya tak mengerti apapun. yang bersalah tetap Diana sebagai ibunya.
__ADS_1
"Kamu tidak usah ikut." Ucap siska kepada pengasuh saat akan mengikutinya turun.
"Baik bu."
Siska berjalan dengan menggendong Lexa di tangan kanannya, sementara tangan kirinya membawa koper berisi baju Lexa.
"Ibumu memang pandai mencari laki-laki kaya." Tutur siska kepada anak laki-laki yang belum mengerti apapun.
Siska pun segera memijit Bel rumah tersebut, dan tak harus menunggu lama, pintu rumah itupun terbuka. Siska segera melemparkan kertas putih kearah wajah Diana, dan membuat Diana sangat terkejut.
"Apa yang mama lakukan?" Tanya Diana dengan mata melotot menahan kesalnya
Namun tatapan tajam Siska mengalahkan rasa kesal Diana, Ia pun segera memungut kertas yang tadi di lempar mantan mertuanya itu.
"Ma, Ini tidak benar." Sangkalnya setelah membaca isi dari kertas tersebut.
"Sudah tidak usah bohong lagi, sudah jelas tertulis di sana. Ini bawa anak kamu. kini anak ini tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga hartanto." Ucap siska memberikan Lexa kepada Diana.
"Arrrhghhh... Sial. Mengapa tak ada yang berjalan sesuai rencanaku?" Teriak nya saat mobil Siska melesat jauh meninggalkan rumahnya.
Kini Diana terjebak di antara suami yang mulai mengacuhkannya juga anak yang harus di urusnya.
...****************...
Tak sengaja Keanu melihat Dokter Tia membawa sesuatu menuju kamar perawatan Aura. Dia berpikir itu adalah hasil test DNA yang sudah keluar. Dia pun segera berlari menuju kamar Aura.
"Apa hasilnya telah keluar dok?" Tanya Keanu begitu masuk kedalam ruangan.
"Iya hasilnya telah keluar, saya tinggal dulu." Ucap dokter yang kemudian berjalan keluar.
__ADS_1
Namun tanpa sepengetahuan Keanu ada Kenzo yang kebetulan mendengar prihal test DNA itu.
"Tets DNA?" Tanyanya menerobos masuk, Keanu dan Aura nampak terkejut dengan kehadiran Kenzo yang tiba-tiba, karena seharusnya Kenzo sedang mengantar bu ratmi ke bandara.
"Siapa yang melakukan test DNA? Bayiku, Bayi kita? mengapa?" Kenzo tidak bisa diam saja mengetahui hal itu, karena tidak ada alasan untuk melakukan hal itu.
"Tenang dulu kak, kita bisa...." Ucap Keanu terpotong, karena kini Aura mulai buka suara.
"Karena aku meragukan siapa ayahnya." Ucap Aura dengan mata terpejam menahan tangisnya.
"Apa maksud kamu, ayahnya adalah aku. Dia anakku." Teriak Kenzo, mulai mendekati Aura.
Di tengah sitausi kacau yang di hadapi Aura, Keanu menyadari sesuatu di layar televisi di depannya. Sebuah berita yang sedang memberitakan kecelakan pesawat, memang sejak tadi pagi ia sudah melihat berita itu, namun kini ia terkejut saat tak sengaja melihat nama Seteven Gerald ada di daftar penumpang.
Kemudian Keanupun mencari remot tv untuk membesarkan volumenya.
Dan tentu saja itu membuat Aura dan Kenzo menoleh bersama kearah layar tv saat nama Seteven geral di sebut, dan lebih mengejutkan lagi photo wajahnya pun terpampang jelas di layar.
Di tengah keterkejutan Aura, Kenzo merebut hasil test DNA yang masih tertutup rapat itu.
"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Aura yang tak ingin Kenzo melihat isinya, sebelum dirinya.
Tanpa diduga, Kenzo merobek hasil test itu sampai menjadi sobekan kecil.
"Kamu tidak pernah melakukan test ini. Dan bayi itu adalah anak kita. Jadi jangan pernah ungkit lagi masalah ini." Ucap Kenzo membuang sobekan kertas itu ke tempat sampah. Kemudian memeluk Aura erat.
Aura tak bisa berkata-kata, dia hanya terus menangis di pelukan Kenzo.
"Maaf membiarkan kamu berjuang sendiri selama ini. pasti sangat berat. dan Terimakasih untuk tetap bertahan dan menjaga anak kita." Bisik Kenzo di telinga Aura, dan tentu saja menambah isak tangis Aura.
__ADS_1
Kenzo sudah bertekad untuk menutup masa lalunya, masa-masa kelam sejak kepergian Aura, saat kehilangan Aura, saat berjuang mati-matian untuk menemukan Aura. Dia hanya akan membuka lembaran baru bersama keluarga barunya, tentu saja dengan setatus baru yaitu menjadi seorang Ayah.