AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Pria Itu Lagi


__ADS_3

Keanu duduk termenung di kursi dalam ruangan kantor barunya, baru saja beberapa hari yang lalu Keanu di pindahkan kembali ke kantor milik keluarga hartanto di jakarta, namun bukan kantor pusat yang saat ini dipimpin kakaknya.


Kali ini Kenau benar-benar terjebak. Setelah pegulatan malam itu bersama Diana, dia seperti terbelenggu. Dan sulit untuk mencari celah melepas semuanya.


Pikirannya sangat kacau bagaimna bisa malam itu dia termakan bujuk rayu Diana, harapan untuk kembali mengejar cintanya pun mulai sirna.


Brak....


Suara dari sebuah meja yang dipukulnya.


"Sial...!" Umpatnya. Keanu merasa kesal kepada dirinya sendiri.


Penyesalan karena tidak bisa sedikit menahan godaan, penyesalan karena tidak bisa memegang janji dan ucapannya sendiri.


Tiba-tiba ponselnya bergetar dan tertulis nama mamanya di layar ponselnya.


Suasana hati yang sedang kesal di tambah telphon dari sang mama yang suda pasti akan menambah rusak moodnya hari itu.


"Ada apa mah?" Tanya Keanu meletakan ponsel di telinganya.


"Tolong buat reservasi untuk Besok malam, papa ingin kita makanan malam sesekali di luar." Ucap Mamanya.


"Baik mah." Jawab Keanu segera menutup telphonnya.


"Arrghh... mengapa banyak sekali acara di keluarga ini?" Kesalnya. Karena dengan begitu dia harus bersikap baik kepada Diana, seolah-olah mereka sedang baik-baik saja.


...****************...


Reza saat ini sedang duduk di ruang rapat sebuah perusahaan, sang pemilik belum juga menunjukan batang hidungnya dan memang karena dirinya yang datang tertalu awal dari waktu yang sudah di janjikan.


Kemudian dia melihat langakah kaki yang mulai mendekat menuju kearahnya, memang ruangan rapat di kelilingi kaca besar dan hanya nampak bagian bawahnya saja.


Begitu pintu terbuka dari luar, Reza di kagetkan dengan sosok cantik nan rupawan berbalut kebaya yang melekat memamerkan kerampingan tubuhnya. Wanita yang pernah ia temui beberapa waktu lalu ternyata seorang CEO di perusahaan yang akan bekerja sama dengannya.


"Anda, Pria waktu itu..." Ucap Aura yang sama terkejutnya. Ternyata dunia sangat sempit, bisa mempertemukan Aura dengan pria yang sempat ia tabrak beberapa hari lalu.


"Perkenalkan Pak Reza yang mengajukan proposal itu." Ucap sekretaris kakeknya itu menjelaskan. Dia adalah Haris sekretaris yang sudah bertahun-tahun menemani kakeknya. dan masih bekerja di perusahaan winston untuk mengawasi Aura alih-alih kakeknya.


"Saya Aura winston." Ucap Aura melafalkan namanya. Ini perkenalan resmi antara keduanya setelah bertemu beberapa waktu lalu.

__ADS_1


Kedua mata saling memandang, saling tersenyum simpuk, bahwa pertemuan ini bukan kali pertama bagi mereka. Kemudian mereka saling berjabat tangan. Setelah memperkenalkan diri Aura menoleh kepada Haris.


"Tinggalkan saya. Jangan lupa begitu Hani datang, suruh langsung ke ruangan ini." Ucap Aura kemudian. Berada dekat Haris membuat Aura seperti sedang di awasi.


"Baik bu." Jawab Haris yang kemudian keluar meninggalkan ruang rapat.


"Bagaimana kabar anda bu Aura? Saya tidak tahu jika anda CEO baru di perusahaan ini. Selamat!" Ucap Reza mengawali pembicaraannya.


"Terimakasih, Saya baik-baik saja. Ternyata anda juga bukan orang yang sembarangan Pak Reza." Puji Aura kepada Reza.


"Anda bisa saja!" Ucap Reza tersipu, mendapatkan pujian dari seorang wanita yang terbilang masih muda jika di bandingan dengan dirinya.


"Sepertinya anda dan kakek saya cukup Akrab." Aura menduga bahwa ini bukan kali pertama Reza bekerja sama dengan perusahaannya.


"Memang saya sudah lama menjalin kerja sama dengan pak Winston. Saya harap kita bisa cocok dan kerja sama ini akan terus berlanjut seperti sebelumnya."


"Mudah-mudahan seperti itu, namun pak Reza perlu anda ketahui, bahwa anda akan mendapatkan beberpa perbedaan antar saya dan Pak Winston saya harap anda akan memakluminya." Aura memperingai klien yang baginya adalah klien baru. Dia khawatir Reza akan menganggapnya sama dengan sang kakek.


"Saya akan sangat menantikannya." Jawab Reza dengan tetap santai. Memang pembawaanya selalu seperti itu.


"Baiklah sampai bertemu di rapat berikutnya." Ucap Aura menutup pertemuannya.


Saat Hendak keluar, Reza kembali berbali menghadap Aura.


Aura sedikit terkekeh, terlihat barisan gigi menghiasi bibirnya.


"Wah... Ternyata anda masih mengingatnya. Baiklah bagaimana jika besok malam? Saya akan kirimkan alamatnya."


"Oke, sampai bertemu besok malam." Jawab Reza merasa puas dengan usulan Aura.


...****************...


Sampainya di apartment Aura segera menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tengahnya. Tangannya mencari remot tv di sekitar tangannya. Rupanya tak ada tayangan yang menarik, karena Aura sedari tadi terus mengganti saluran televisinya.


Aura ingat janji dengan Reza yang merupakan rekan bisnis juga pria yang pernah di tabraknya. Sedangkan Ia belum memesan tempat untuk mereka nanti makan malam. Aurapun mengambil tasnya untuk mencari ponselnya.


Namun sudah berkali-kali Aura mencari didalam tasnya, dia tak juga menemukan ponselnya.


"Hani, lihat ponsel saya Tidak?" Tanya Aura kesal setelah tidak menemukan ponselnya dimanapun.

__ADS_1


"Tidak bu, memang terakhir anda simpan dimana?" Hani balik bertanya.


"Aduh... saya lupa lagi, coba kamu telphon."Pinta Aura kemudian.


Hanipun mengikuti perintah dari bosnya, dan mulai menelphon nomor bosnya. Kemudian terdengar suara pria dari sebrang sana.


"Maaf, anda siapa? ini ponsel milik bos saya, bisa anda kembalikan? saya akan Kirim alamatnya. Atau saya katakan dimana anda tinggal dan saya akan mengambilnya!" Jelas Hani kepada pria yang mengangkat ponsel bosnya.


"Tidak perlu, biar saya yang mengembalikannya, kirimkan saja alamatnya." Ucap Pria di sebrang sana.


Hani merasa lega, dia tidak perlu repot-repot untuk mengambil ponsel bosnya.


"Baik, sebelumnya terimakasih!" Ucap Hani kemudian mematikan ponselnya.


"Siapa orang itu dan apa yang dia katakan?" Tanya Aura yang melihat Sekilas senyum hani yang mengartikan bahwa semuanya telah terselesaikan.


"Dia akan mengembalikannya, bu Aura tenang saja, saya juga sudah mengirimkan alamatnya." Ucap Hani dengan semangat. Bagaiman tidak, dia senang mendapat kemudahan seperti ini.


Awalnya Aura tampak cuek, namun tiba-tiba dia teringat sesuatu.


"Tunggu dulu, apa yang baru saja berbicara adalah seorang pria?" Tanya Aura mulai cemas.


"Iya, kok ibu bisa tahu?"Tanya Hani masih terlihat santai.


"Ya ampun Hani, kamu sudah kirim alamat apartment ini?" Tanya Aura lagi yang semakin cemas.


Dia baru ingat bahwa ponselnya tertinggal di dalam mobil Kenzo.


"Sudah, baru saja dia membalas dengan emoticon oke." Jawab Hani yang semakin aneh dengan tingkah bosnya.


"Aarghh... Kenapa kamu kasih alamat apartment ini." Kesal Aura setelah mendengar jawaban Hani.


"Memang begitukan Bu?" Tanya Aura masih dengan polosnya.


"Pria itu kenzo. dan sekarang dia tahu kalau aku tinggal disini. Ini gara-gara kamu Hani!" Ucap Aura menunjuk kesal kearah asistennya itu.


"Maaf bu saya tidak tahu." Ucap Hani sesaat sebelum Aura masuk dan membanting pintu kamarnya.


Pada akhirnya Kenzo memgetahui semuanya, semula Aura tidak ingin kenzo tahu bahwa dia sudah pindah ke jakarta bahkan saat ini dia yang mempimpin perusahaan kakeknya. Aura ingin lepas sepenuhnya dari Kenzo. tidak ingin ada sosok Kenzo lagi di hidupnya.

__ADS_1


Namun rupanya semua rencananya tidak berjalan sesuai dengan keinginannya. Dia kembali bertemu dengan Kenzo, bahkan Kenzo sudah terlibat langsung dengannya.


Aura takut jika perasaan yang belum sepenuhnya hilang akan kembali berkembang seiringnya pertemuan mereka. Jika itu sampai terjadi tidak ada cara selain benar-benar menghilang atau kembali untuk terluka lagi.


__ADS_2