AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Selembar Photo


__ADS_3

Setelah seharian Kenzo habiskan bersama Aura, kini saatnya mereka harus berpisah. Dengan mengantar Aura dengan selamat sampai apartmentnya adalah akhir dari harinya bersama Aura.


Mereka pun berhenti setelah sampai tepat di depan pintu apartment Aura.


Aura sedikit sungkan, dia berniat mengundang Kenzo untuk masuk kedalam apartmentnya, untuk sekedar minum kopi bersama sebagai ucapan rasa terimakasihnya.


Namun setelah di pikir ulang, rasanya terlalu berlebihan, sedangkan yang terjadi diantara mereka adalah hal pekerjaan.


"Heem...Ken, terimakasih untuk hari ini." Ucap Aura dengan canggungnya, berpamitan kepada Kenzo, diiringi dengan sedikit membungkukan badan.


"Sama-sama, Hubungi aku jika kamu butuh sesuatu." Jawab Kenzo kemudian, sungguh di dalam hatinya Kenzo sedang merasakan gugup, karena dia berharap Aura akan mempersilahkannya untuk masuk, walauoun hanya sekejap untuk mengobrol atau memastikan Aura aman sampai dalam apartemennya.


Bodoh sekali, itu tidak akan terjadi. Tidak ada status yang mengikat untuk Kenzo melakukan hal-hal demikian.


"Aku permisi dulu." Lanjutnya. Kini Kenzo perlahan meninggalkan Apartment Aura, langkahnya seakan berat menjauh dari Aura. Kemudian dia menoleh kebelakang, berharap Aura masih ada dan sedang menatap kepergiannya."


"Huft... apa yang aku pikirkan?" Kenzo menertawakan dirinya sendiri, karena apa yang di harapakannya tidak terjadi, pintu itu sudah tertutup. Dia merasa hanya dirinya yang mengharapkan kembali bersama dengan Aura, sementara Aura tidak .


Dengan langkah lunglai, Kenzo mulai menjauh dari Apartment Aura, namun suara seseorang dari belakang memanggil namanya.


Diapun segera menoleh, dan Ternyata Adiknya yang kini sedang berjalan kearahnya.


"Berhenti menemui Aura lagi!" Ucap Keanu menatap tajam kearah kakaknya.


Namun bukan Kenzo namanya jika menanggapi ucapan adiknya. Diapun meneruskannlangkahnya tanpa menghiraukan ucapan Adiknya.


Keanu yang merasa di abaikan menarik Kenzo dan menyudutkannya di dinding.


"Aku tidak main-main, kali ini aku tidak akan pernah membiarkan kamu mendekati Aura." Ucapnya penuh emosi.


Keanu sangat cemburu melihat kedekatan Aura dengan Kenzo lagi, meskipun pertemuan mereka karena pekerjaan. Karena Keanu takut kehilangan Aura untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Kenzo mendorong tubuh Keanu keras, sehingga ia terlepas.


"Aku tidak peduli, kita lihat siapa yang akhirnya bersama Aura." Ucap Kenzo percaya diri, setidaknya dia yakin dengan dirinya sendiri untuk bisa kembali dengan Aura.


Bugh...


Kepalan tangan Keanu mendarat di sudut bibir kenzo, Keluarlah darah segera dari bibirnya. Tak hanya bibir Kenzo yang terluka, tangan Keanupun berderah karena beradu dengan gigi Kenzo, saking keras tinjunya.


"Kamu tidak bisa mendapatkan kembali apa yang sudah kamu lepaskan." Ucap keanu yang kemudian masuk kedalam apartmentnya.


"Aarghh... Sialan." Umpat Kenzo memukul dinding, melampiaskan kemarahan kepada adiknya yang sudah dengan terang-terangan mengibarkan bendera perang dengannya.


...****************...


Siska yang sedang merapikan rumah, tiba-tiba melihat sesuatu yang tak sengaja terjatuh, diapun segera memungutnya di lantai.


Siska sangat terkeju dengan apa yang dia lihat, selembar photo yang menunjukan seorang lelaki yang sedang merangkul seorang wanita, bahkan sang wanita menyandarkan kepala di bahu laki-laki tersebut.


Kemudian Siska mencari ponselnya untuk menghubungi salah satu anaknya.


"Datang temui mama sekarang juga!" Ucapnya penuh amarah. Lalu mematikan ponselnya dan di genggamnya erat.


Siska memegang dadanya, dia merasa sakit saat mengetahui bahwa kedua anaknya mencintai wanita yang sama.


"Apa ini sebab dari perceraian Kenzo?" Tanya dalam hatinya.


Tak lama datang Kenzo dengan wajah lebamnya, Siska segera menyembunyikan photo yang ada di tangannya, lalu menghampiri anak sulungnya.


"Ada apa dengan wajah kamu nak?" Tanya siska memegang lembut luka di bibir Kenzo.


"Aku baik-baik saja mam." Jawab Kenzo menghindar, apa jadinya jika mamanya tahu bahwa yang menyebabkan ini senua adalaha adiknya sendiri.

__ADS_1


"Aku istirahat dulu ya mam." Ucap Kenzo yang melanjutkan langkahnya menuju kamar.


Namun Siska seketika memanggilnya kembali.


"Bisa kita bicara sebentar saja." Ajak Siska yang kenudian dia setujui Kenzo, merekapun kini saling berhadapan di kursi tamu.


Kenzo masih menunggu mamanya mengeluarkan kata pertamanya, namun dia melihat mamanya masib menunggu seseorang yang juga akan di ajaknya bicara selain dirinya.


Benar saja, tak berapa lama, datang Keanu yang segera duduk di samping Kenzo, seolah melupakan apa yang baru saja terjadi diantara mereka berdua.


Siska melirik kearah tangan anak bungsunya yang juga terluka, Kini diapun mempunyai pemikirannya sendiri.


Semula siska akan menanyakan secara baik-baik kepada kedua anaknya, sambil berharap semua dugaannya salah.


Namun melihat keadaan kedua anaknya, membuatnya mengerti tanpa diberi penjelasan.


"Apa kalian bertengkar?" Tanya siska yang membuat Kenzo dan Keanu menoleh dan saling tatap.


Belum juga mereka sempat menjawab pertanyaan mamanya, Siska sudah melanjutkan lagi kalimatnya.


" Apa kalian bertengkar karena wanita ini?" Siska kini melempar photo yang di temukannya keatas meja.


Kenzo dan Keanu sangat terkejut, melihat Aura ada di dalam photo tersebut, dan yang lebih membuat terkejut adalah Aura sedang bersama Keanu.


"Mama dapat dari mana photo ini?" Tanya Keanu, karena photo ini sudah lama sekali, bahkan Kenau lupa masih memiliki photo dengan Aura.


"Ternyata benar, gara-gara satu wanita, menghancurkan persaudaraan kalian. Jelas Aura tidak baik untuk kalian." Kemudian siska menatap anak bungsunya " dan Kamu Keanu, jadi kamu ingin kembali dengan Aura sehingga kamu meninggalkan keluarga kamu. Sampai kapanpun mama tidak akan merestuinya." Ucapan sisika begitu menghancurkan Hati Keanu.


"Mama tidak akan pernah menerima Aura di keluarga ini lagi." Ucapnya lagi sebelum pergi meninggalkan kedua anaknya.


Kenzo dan Keanu hanya terdiam mendengar setiap kalimat dari mamanya. Itu semua membuat hati mereka hancur. bagaimana tidak, mamanya belum mengetahui apa isi dari hati anak-anaknya, bagaiman mereka sangat mencintai Aura, namun mamanya hanya memikirkan pendapatnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2