
Karena ada Keanu yang sudah menemani Aura, membuat Melly batal untuk menginap di rumah Gea, Sehingga Aura yang harus mengantarkan Melly dengan selamat. Aura dangan berhati-hati mengendarai mobilnya, sebab kini ada mahluk hidup di dalam perut Melly.
"Ra, Apa kamu juga merasakannya? Tanya Melly menoleh kepada Aura yang sedang fokus menyetir. "Sepertinya ada sesuatu diantara mereka?" Lanjut Melly bersilang tangan di depan dadanya.
Sebegitu penasarannya wanita hamil di sebelah aura itu, Memang kehamilan bisa membuat seorang wanita berubah dari sebelumnya. Melly berubah menajdi pribadi yang banyak ingin tahunya.
"Kita lihat saja kedepannya, aku berharap mereka bersama,karena terlihat cocok saja." Ucap Aura menjawab pertanyaan Melly. Karena Aura sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada Keanu, sebingga dia tidak merasakan apapun saat melihat Gea bersama Keanu.
"Tapi, bukannya Keanu meminta untuk balikan?"Tanya Melly lagi.
"Hati orang siapa yang tahu Mel." Ucap Aura tak banyak menjawab, karena semua itu bum pasti, Keanu saja tidak menanggapi ucapannya ketika membicarakan tentang Gea.
"Baiklah. Tapi, aku nggak sabar dengar kabar baik dari mereka." Di kepalanya, Melly sudah membayangkan kebersamaan Gea dan juga Keanu. Pasti seru sekali ketiga sahabat sudah memiliki pasangannya masing-masing.
Aura hanya menggelengkan kepalanya, saat melirik dan melihat Melly sedang senyum-senyum sendiri.
"Sudahh ya. Kita sudah sampai." Ucap Aura kepada Melly yang tak sadar bahwa mereka sudah berada di depan Restonya.
Saat Melly akan turun, Aura melihat ada Kenzo di dalam resto sedang bersama Denis.
"Kenzo ada disini?" Tanya Aura, yang membuat Melly kembali duduk dan menutup pintu mobil. Itu membuat Aura bingung.
"Nggak jadi turun?" Tanya Aura menautkan kedua alisnya.
"Di dalam ada Kenzo, dia bilang ingin menahan kamu untuk tidak pergi ke inggris." Ucap Melly dengan sangat serius. Kemudian melly lebih mendekat kepada Aura. "Dia takut kamu jatuh hati kepada Seteven gerald." lanjut melly dengan sedikit berbisik.
Tentu saja itu membuat Aura tak bisa untuk tidak tertawa. Siapa dia sampai berani jatuh hati kepada seorang Seteven gerlad yang levelnya jauh di atas dirinya.
__ADS_1
"Ada-ada saja, kamu sendiri tahu bahwa aku hanya ingin fokus kepada karirku dulu." Ucap Aura di sela tawanya.
"Itu Kenzo ya yang bilang." Ucap Melly cemberut karena di tertawakan Aura.
"Sudah-sudah, kamu turun sana!" Aura mendorong-dorong pundak Melly pelan, agar segera turun dari mobilnya.
Namun rupanya keberadaan mereka yang cukup lama di dalam mobil, membuat Denis dan Kenzo datang menghampiri mereka.
Tok...tok...tok...
Denis mengetuk kaca mobil dan segera di buka Aura.
"Kalian tidak akan turun?" Tanyanya kemudian.
"Iya aku akan turun sayang." Jawab Melly yang kemudian turun dari mobil Aura.
Dengan masih saling menatap, Aura menutup kaca mobilnya, dan kemudian ia memutuskan untuk turun dan menghampiri Keanu.
"Bisa bicara sebentar." Ucap Aura menarik tangan Kenzo untuk duduk di kursi depan resto.
"Besok aku berangkat, Aku tidak tahu pasti akan berapa lama disana. Apa ada yang akan kamu sampaikan?" Tanya Aura, dia hanya ingin apa yang ia dengar dari melly di ucapkan langsung oleh Kenzo. Sebenarnya itu untuk menghilangkan keragu-raguannya. Karena tak dapat di pungkiri apa yang Melly ucapkan bisa terjadi. Karena di pertemuan pertama dengan Seteven saja hatinya sudah bereaksi.
Aura hanya ingin tahu, apa Kenzo masih mencintainya atau hanya mengaggapnya sebatas teman saja. Meskipun Aura sudah sering mendaptkan kebaikan Kenzo, Tapi tidak pernah sekalipun Kenzo mengungkapkan isi hatinya lagi.
Meskipun Kenzo masih mencintainya dan juga dirinya masih mencintai Kenzo. Itu tidak mungkin membuat mereka bersama lagi. Aura hanya sebatas ingin mengetahuinya saja.
"Besok aku akan mengantarkan kamu kebandara." Ternyata kalimat itu yang terucap dari bibir Kenzo. Bukan kalimat pernyataan ataupun larangan.
__ADS_1
"Baiklah, aku pulang dulu." Ucap Aura yang dalam hantinya merasa kecewa karena tak mendaptkan apa yang ingin ia dengar.
Kenzo melihat mobil Aura semakin menjauh, kemudian dia memukul kepalanya berulang, menyalahkan ketidak berdayaannya. Bodohnya, dia tidak bisa mengatakan kalimat yang terus memutar di otaknya. Kenzo hanya tidak ingin menjadi penghalang bagi Aura mengejar karirinya. Apa lagi Aura sudah hampir sampai puncak, dan dia tidak ingin menarik Aura untuk kembali turun. merelakan apa yang menajdi haknya, kembali kepada sang kakek yang sampai detik ini masih saja tidak menyukainya.
...****************...
Setelah kepergian Melly dan Aura, Gea meminta Keanu untuk mengantarnya kembali ke dalam kamarnya, kemudian Keanu membantu Gea untuk berbaring di atas tempat tidurnya.
Ketika hendak pergi, Gea memanggilnya kembali.
"Apa kamu tidak masalah, Aura melihat semuanya?" Tanya Gea, Gea ingin tahu perasaan Keanu kepada sahabtanya. Seperti yang ia tahu bahwa Keanu masih mencintai Aura.
"Memang apa ada yang salah dengan kita?" Kenau balik bertanya.
"Semua ini, keberadaan kamu disini, menemaniku. Bukankah kamu ingin kembali bersama Aura, bukankah itu alasan kamu bercerai?" lanjut Gea lebih berani menanyai Keanu maslah pribadinya.
"Maaf, aku memilih untuk tidak menjawab." Ucap Keanu yang kemudian keluar dari kamar Gea.
Keanu menghempaskan badannya bersandar di sofa ruang tengah rumah Gea. Menatap langit-langit dengan perasaan bingung, bahkan pertanyaan sederhana dari Gea tak bisa di jawabnya.
"Aura. Apa aku masih mencintai kamu?" Tanya Keanu kepada hatinya sendiri.
"Jika memang iya, kenapa sekarang aku sulit untuk mengakuinya?" Tanyanya lagi sambil mengusap kasar wajahnya.
Seharusnya jika Keanu masih mencintai dan mengingin kan Aura, dia bisa mengakuinya di depan siapapun termasuk Gea, Namun itu tidak bisa ia lakukan, mungkin Gea sudah berhasil masuk kedalam hatinya, Meski belum menggeser posisi Aura seutuhnya, tetap saja dia sudah merasakan keanehan dalam hatinya jika menyangkut Gea.
Bersama Gea mengingatkannya kepada Aura saat-saat pertama kali mereka bertemu. Gadis SMA yang sangat butuh perlindumgannya. dan itu membuat Keanu seperti seorang pria sejati. Namun Aura sekarang menjadi Aura yang begitu mandiri, bahakan sepertinya Aura yang sekarang tidak membuthukan pria seperti apapun.
__ADS_1
Sedangkan beberapa hari bersama Gea, Keanu seperti sangat di butuhkan dan bahkan seperti diandalkan dan itu membuatnya merasa seperti seorang pria sejati. Pria yang selayaknya melindungi seorang wanita. Mungkin itu semua hanya perasaannya saja, karena memang Gea yang saat ini sedang cidera kaki, mau tak mau harus menerima bantuan darinya. walau bagimanapun itu sudah cukup mengusik hati Keanu.