AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 104 : MENGAMATI IBUKOTA DYREMANN


__ADS_3

Elos mengetuk meja selama beberapa saat sambil berpikir sebelum berkata "Militer kita akan dibagi menjadi 3 yaitu angkatan darat, laut dan udara. Bare masih akan menjadi jendral prajurit darat, Lumina akan menjadi laksamana angkatan laut sedangkan Elage menjadi marsekal angkatan udara. Lalu posisi pemimpin tentara bayaran yang sebelumnya diduduki oleh Elage akan digantikan Wrath, kalian mungkin belum mengenalnya namun kalian bisa mencoba mengenalnya nanti ketika kalian bekerja bersama. Pride, beritahu Wrath dan Lust tentang keputusanku serta pekerjaan yang aku berikan kepada mereka".


"Baik, tuan", jawab Pride.


Melihat bahwa masalah Bare juga sudah selesai, Elos kembali menatap semua orang "Apakah masih ada saran lagi?".


Elos menunggu selama 5 menit dan tidak ada lagi orang yang memberikan saran, oleh karena itu Elos kembali berkata "Kalau begitu pertemuan kita akhiri, jangan sembarangan memilih orang lagi untuk duduk di posisi penting. Jika hal seperti ini terjadi lagi di masa depan, kalian harus melepas jabatan kalian, tidak peduli apapun alasannya".


"Siap, tuan!", jawab semua orang dengan tegas.


Setelah itu semua orang mulai pergi dar ruangan ini, akhirnya berita tentang suap serta hukuman mati dari Elos menyebar ke seluruh Kerajaan Manusia Hewan dan Provinsi Portus Aureus.


Pada awalnya beberapa orang terkejut, lagipula ada bangsawan setingkat Marquis serta menteri yang mati, namun ketika mengetahui bahwa semua ini keputusan Elos serta memiliki alasan yang jelas maka banyak orang yang mendukungnya. Bagaimanapun nama Elos sebagai pemimpin yang baik kepada penduduk serta prajuritnya sudah diketahui semua orang, jadi mereka tahu bahwa tindakan Elos ini bukanlah tanpa alasan.


...----------------...


Berbeda dari penduduk Elos yang sudah mengerti tentang dirinya, saat orang-orang dari kerajaan lain mengetahui tentang tindakan Elos maka mereka menganggap Elos sebagai tiran yang membunuh orang tanpa memberikan hukuman yang tepat, orang-orang itu memang salah tapi banyak yang menganggap bahwa hukuman mati terlalu berat. Jadi nama Tiran Elos menyebar ke banyak sekali orang, bahkan dikatakan bahwa Elos lebih kejam daripada iblis.


Setelah itu, Federasi Pedagang ataupun Kerajaan Ray sama sekali belum membuat gerakan apapun mengenai kejadian ini. Mereka tahu bahwa rencana pengiriman 7 budak yang dikutuk sudah gagal, tapi mereka tidak menunjukkan pendapat mereka sedikitpun seakan-akan mereka tidak merencanakan apapun.


Mengetahui tanggapan 2 kerajaan lain yang memutuskan untuk diam, maka Elos juga tidak memberikan tanggapan apapun terhadap mereka. Selama mereka tidak membicarakan apapun mengenai masalah Pride dan yang lainnya, maka Elos juga tidak membahasnya bersama mereka.


...----------------...


Pagi hari, di depan gerbang Ibukota Dyremann.


Seorang wanita yang memakai jubah datang mendekati gerbang Ibukota Dyremann, para penjaga segera menghentikannya dan memberitahu untuk menunjukkan identitasnya, wanita itu langsung memberikan sebuah kartu kepada para penjaga.


"Kania, seorang petualang rank 8! Nona muda, kau memiliki rank yang cukup tinggi! Tapi biarkan aku memberi saran kepadamu, walaupun Labirin Fjorten masih labirin baru namun sudah ada banyak monster kuat di sana. Bahkan petualang terbaik di kota ini terjebak di lantai 5, jadi nona juga harus berhati-hati agar tidak terbunuh di labirin", kata penjaga gerbang itu yang mengembangkan kartu petualang wanita berjubah itu "Nona Kania, silahkan pergi ke ibukota, tidak ada masalah terhadap identitas anda".


Kania mengangguk sambil menyimpan kartu petualang miliknya sebelum melangkah maju menuju Ibukota Dyremann.

__ADS_1


Setelah melewati gerbang tersebut, Kania sangat terkejut terhadap jalanan di kota yang sudah ramai.


Padahal ini masih sangat pagi, tapi sudah ada banyak orang yang lewat atau sedang membuka toko mereka.


Kania menarik jubah di kepalanya lagi agar wajahnya lebih tertutup sebelum berjalan di jalan utama Ibukota Dyremann.


Ketika berjalan-jalan di kota, Kania bisa melihat para penduduk yang saling berbicara serta tertawa, lebih tepatnya keadaan jalan-jalan di kota ini sangat hidup.


Kania sudah sering datang ke berbagai ibukota di kerajaan atau negara pada dunia ini, ia bisa mengatakan bahwa keramaian serta kemakmuran Ibukota Dyremann yang ia lihat sekarang tidak kalah dari ibukota besar tersebut.


Bahkan Ibukota Dyremann ini tidak kalah dari Ibukota Kerajaan Cahaya yang pernah ia datangi dulu.


"Apakah ini benar-benar kota yang dipimpin oleh seorang Tiran? Kenapa aku tidak merasa seperti itu, apabila seorang Tiran yang memimpin kota ini maka para penduduk seharusnya tidak bisa tersenyum tanpa rasa takut seperti itu", kata Kania penuh keraguan.


Ia berjalan ke jalan di sudut-sudut kota sebab daerah sudut kota lebih miskin daripada pusat, oleh karena itu sudut kota merupakan tempat terbaik untuk menilai keadaan sebenarnya dari sebua kota.


Bagaimanapun Kania sudah sering menemui kota yang sangat makmur di pusatnya, tapi di sudut kota maka akan ada banyak mayat-mayat orang yang mati akibat kelaparan.


Tidak ada mayat ataupun orang-orang yang duduk dipinggir jalan akibat kelaparan, bahkan ia menemukan anak-anak yang sedang bermain serta tertawa.


Kania menemukan sebuah tempat makan untuk sarapan, karena ini masih pagi hari maka tempat makan ini sedang ramai dipenuhi orang-orang.


Di antara mereka terdapat para petani yang akan pergi ke ladang, prajurit yang sarapan dulu sebelum pergi bekerja serta orang-orang dengan pekerjaan lainnya.


Kania mencari sebuah kursi kosong di tempat makan ini, suara orang yang berbicara bisa terdengar di seluruh tempat makan ini.


Melihat Kania yang sudah duduk, seorang pelayan mendekatinya sambil membawa segelas air "Nona, apa yang akan anda pesan?".


Kania menatap segelas air di mejanya dengan aneh "Aku tidak memesan air".


Dunia ini berbeda dari bumi, keberadaan air tidak semurah itu di dunia ini. Lagipula belum ada banyak alat berteknologi tinggi yang bisa menjernihkan air, meskipun ada beberapa yang dibuat memakai alat sihir namun jumlahnya langka serta memiliki harga yang mahal. Oleh karena itu, air yang bersih sangat berharga.

__ADS_1


Pelayan wanita itu tersenyum "Nona, air ini gratis".


"Gratis?", kata Kania dengan aneh, ia sudah datang ke banyak tempat makan tetapi belum pernah menemukan tempat makan yang memberikan air gratis.


Kania memeriksa air itu dengan hati-hati, setelah memastikan tidak ada racun maka Kania mencoba meminumnya "Ini benar-benar air minum!".


Melihat sikap Kania, pelayan itu hanya tersenyum, bagaimanapun ia tahu bahwa hampir semua orang dari kerajaan lain yang datang kesini akan mengalami keterkejutan yang sama.


"Nona, nampaknya kau masih baru datang ke Ibukota Dyremann ini?", tanya seorang pria yang duduk di meja samping Kania.


Kania mengangguk "Aku seorang petualang yang berpergian ke berbagai tempat, pada awalnya aku tidak berencana datang ke kota ini sebab aku sudah mendengar bahwa penguasa kerajaan ini merupakan seorang tiran. Tapi karena merasa lapar maka aku berpikir untuk makan sebentar, lagipula aku seharusnya tidak akan terkena masalah apabila hanya makan disini kan?".


"Hahahahaha", mendengar perkataan Kania maka pelanggan pria serta pelayan tempat makan ini tertawa.


"Apakah ada yang lucu?", tanya Kania dengan aneh.


"Maaf, maaf, aku bukan menertawakan dirimu", kata pelanggan pria tersebut "Nona, apakah kau tahu bahwa aku seorang petani! Baik itu dulu atau sekarang, aku selalu pergi ke ladang setiap paginya dan kembali malam hari. Aku memiliki anak berumur 15 tahun, apakah kau tahu apa yang ia lakukan bersama 3 adiknya sekarang?".


"Bertani?", kata Kania dengan ragu sebab anak petani sering kali hanya bisa menjadi petani atau prajurit sebab karena pajak yang besar maka sebagian besar petani di dunia ini miskin. Oleh karena itu, mereka tidak bisa membuka toko sendiri, pergi ke akademi untuk belajar atau berbagai hal lainnya yang membutuhkan banyak uang. Tapi Kania ragu membicarakan ini karena takut pria di depannya ini marah.


Pria itu tidak marah terhadap perkataan Kania, bahkan ia sedikit tersenyum "Jika itu dulu maka perkataan mu pasti tidak salah, tapi untuk saat ini maka itu salah. Anakku sekarang sedang belajar di akademi, lebih tepatnya 3 anakku belajar di akademi ksatria sedangkan 1 anakku yang lain sedang belajar di akademi ilmu pengetahuan Dyremann".


"Apa?", kata Kania yang terkejut "Apakah pekerjaan petani di kerajaan ini bisa mendapatkan uang?".


Pria itu menggelengkan kepalanya "Meskipun pajak sudah diringankan oleh tuan Elos, tapi masih sulit untuk membuat 4 anakku belajar di akademi. Paling banyak aku hanya bisa membiarkan 2 anakku belajar di akademi memakai uang hasil di ladang, namun tuan Elos membuat aturan baru beberapa bulan yang lalu bahwa setiap anak di bawah usia 17 tahun harus menerima wajib belajar 3 tahun dan bebas memilih akademi tujuan mereka!".


Kania merasa seluruh kepalanya bingung, tempat makan yang memberikan air gratis sudah sangat hebat, tapi memberikan pendidikan gratis selama 3 tahun jauh lebih mengejutkan.


Bagaimanapun di dunia yang kekurangan buku serta ilmu ini, setiap pengetahuan sangat berharga. Seorang guru hanya akan memberikan pengetahuannya kepada muridnya yang berbakat atau orang yang membayar mahal, baik itu ilmu pedang, pengetahuan, hingga teknik berladang sekalipun tidak mudah di dapatkan.


Oleh karena itu, Elos yang membuat sistem kerajaan untuk memberikan pendidikan gratis selama 3 tahun sudah sangat mengejutkan Kania.

__ADS_1


Melihat Kania yang terkejut, pria itu berbicara lagi "Mungkin bagi kalian tuan Elos merupakan seorang tiran yang kejam, tetapi bagi kami yang merupakan penduduk Kerajaan Manusia Hewan dimana tuan Elos memimpin maka tuan Elos adalah sosok pemimpin yang sangat baik! Setidaknya pemimpin yang bisa mengubah kota ini dari kota mati menjadi makmur seperti sekarang ini hanyalah pemimpin yang hebat, jika tidak maka kota ini pasti masih menjadi kota mati seperti dulu di tanah tandus ini".


__ADS_2