
Mendengar peringatan dari pasukan Federasi Pedagang, para penjaga dari Kota Novus menjadi ragu-ragu. Bagaimanapun ada keluarga mereka di kota ini, oleh karena itu jika mereka memutuskan untuk melawan dan kalah maka keluarga mereka mungkin juga terkena masalah.
Selain itu, sebagian besar pasukan di Kota Novus sudah pergi untuk membantu Elos berperang melawan Duke Wock, hal ini menyebabkan sebagian besar pasukan yang menjaga Kota Novus adalah mereka yang sudah tua atau anak-anak yang tidak terlalu ahli berperang.
Para penjaga yang melindungi Kota Novus mulai menjadi ragu, bahkan beberapa dari mereka memutuskan untuk mulai menyerah sebab perang ini tidak mungkin dimenangkan.
Jika sudah tahu bahwa tidak ada kesempatan untuk menang maka kenapa harus repot-repot berperang yang memiliki kemungkinan membuat keluarga mereka terbunuh? Bukankah lebih baik untuk menyerah, dengan cara itu maka mereka semua masih bisa hidup.
Ketika keraguan untuk menyerah atau tidak menyebar di seluruh prajurit penjaga Tembok Kota Novus, seorang prajurit segera berdiri dan berteriak "Apakah kalian sudah lupa siapa yang memberikan kita keringanan pajak dan membiarkan anak-anak kita mendapatkan pendidikan gratis? Bukankah kalian sudah lupa bahwa sebagian besar dari penduduk dan keluarga kita sebelumnya selalu kelaparan, bahkan setiap musim dingin maka akan ada ribuan orang yang mati akibat kelaparan! Tapi sekarang kenapa semua kejadian itu tidak ada lagi? Kenapa tidak ada lagi penduduk kita yang mati kelaparan!".
"Semua itu karena Tuan Elos, ia memberikan kita kehidupan yang lebih baik setiap harinya, setidaknya kita tidak perlu khawatir tentang kelaparan lagi. Namun kalian yang sudah diberikan keringanan oleh Tuan Elos memutuskan untuk mengkhianatinya! Apakah kalian tidak malu? Aku tidak tahu tentang apa keputusan kalian, tetapi sebuah hal yang pasti adalah aku mendukung Tuan Elos! Walaupun aku harus mati sekalipun, aku akan berusaha agar tidak seorangpun musuh yang berhasil merebut Kota Novus. Apakah kalian sudah lupa terhadap kebaikan yang Tuan Elos berikan kepada kita selama ini? Sekarang adalah waktunya untuk membayar semua kebaikan itu! Pilih, bertarung atau pergilah dari sini menjadi pengkhianat!".
Para penjaga Kota Novus saling menatap, mereka kembali sadar tentang kebaikan yang sudah Elos berikan kepada mereka selama ini. Terutama kebijakan Elos tentang keringanan pajak, dengan meringankan pajak maka banyak orang yang tidak perlu khawatir lagi tentang kelaparan.
Setelah mendengar kata-kata pria tersebut, beberapa prajurit yang ragu langsung mengambil senjata mereka, bahkan para prajurit yang sudah berpikir untuk memihak musuh memutuskan untuk kembali memihak Elos, mereka akan membayar kebaikan Elos hari ini.
Para penjaga kota yang sebelumnya panik menjadi tegas, mereka mengangkat senjata mereka untuk bertarung.
Prajurit yang merupakan pemimpin Kota Novus melangkah maju sebelum berteriak "Pasukan dari Federasi Pedagang, kami menolak untuk menyerah! Oleh karena itu, jika kalian masih berencana merebut Kota Novus maka kalian hanya bisa membunuh kami semua lalu merebut kota ini! Selama kami masih hidup, maka tidak akan kami biarkan kalian merebut kota ini, bertarung!".
"Bertarung!", teriak para prajurit yang lain ikut mengangkat senjata mereka.
Wajah wakil kapten Rilhe menjadi suram, lagipula para penjaga kota yang lemah masih berani menantang pasukan elit miliknya.
__ADS_1
Wakil Kapten Rilhe yang sudah marah menunjuk ke arah tembok kota musuh memakai pedangnya "Seluruh pasukan serang, jangan biarkan seorangpun bertahan hidup! Kalian tidak perlu merasa bersalah, semua orang di Kota Novus adalah musuh sekarang, bunuh mereka semua dan jangan biarkan seorangpun hidup!".
"Bunuh!", teriak pasukan Rilhe penuh semangat, mereka berlari menuju Kota Novus dengan mata ganas yang menunjukkan bahwa mereka siap membunuh.
Pasukan Rilhe mulai meletakkan tangga pada tembok Kota Novus dan akan naik ke atas tembok kota, para penjaga Kota Novus juga mulai menembak memakai anak panah atau apapun agar musuh gagal naik ke atas.
Saat 2 kelompok sedang sibuk saling bertarung, seorang wanita tiba-tiba berjalan di atas tembok Kota Novus.
Wanita itu menatap ke arah pasukan Rilhe dengan dingin "Apakah mereka adalah orang-orang bodoh yang berpikir bahwa mereka bisa menghancurkan Kota Novus milik tuanku? Baiklah, karena mereka berpikir seperti itu maka biarkan aku menunjukkan kepada mereka harga yang harus di bayar oleh siapapun yang berani menyerang tuanku!".
Kebetulan seorang penjaga Kota Novus juga menemukan keberadaan wanita itu ketika perang akan di mulai, oleh karena itu penjaga Kota Novus memperingatkan penuh rasa khawatir "Nona, kenapa kau bisa ada disini? Apakah kau tidak tahu bahwa ini adalah medan perang? Aku sarankan kau untuk pergi dari sini secepat mungkin, kecuali kau sudah siap untuk mati seperti kami".
Tetapi wanita itu sama sekali tidak memperdulikan peringatan prajurit itu, lebih tepatnya wanita ini tidak menganggapnya penting.
Di bawah tatapan semua orang yang akan memulai perang ini, ribuan pedang tiba-tiba muncul dari atas langit.
Pedang-pedang di atas langit ini memiliki warna merah seperi darah, lebih tepatnya pedang ini memang terbuat dari kumpulan darah.
Wakil kapten Rilhe melihat semua pedang itu dengan hati-hati, firasat buruk muncul di hatinya ketika melihat pedang-pedang itu. Saat menentukan bahwa semua pedang itu mengarah pada dirinya dan seluruh pasukannya, wajah wakil kapten Rilhe segera berubah menjadi putih seperti kertas, ia sudah panik sekarang.
"Seluruh pasukan lari! Cepat pergi dari sini!", teriak wakil kapten Rilhe.
Namun sudah terlambat, wanita di atas tembok Kota Novus sudah melambaikan tangannya "Matilah!".
__ADS_1
Ribuan pedang itu terbang dengan cepat dan menusuk ribuan pasukan Federasi Pedagang, setelah pedang menembus tubuh mereka maka pedang ini kembali berubah bentuk menjadi kumpulan darah yang terbang kembali ke wanita tersebut.
Wakil kapten Rilhe menatap pasukannya yang jatuh ke tanah setiap kali tertusuk oleh pedang darah itu dengan rasa putus asa, ia memiliki rank 5 tapi tidak bisa menghentikan ribuan pedang ini dari membunuh pasukannya.
Beberapa pedang darah terbang menuju wakil kapten Rilhe, namun ia bergerak cepat untuk menghentikan semua pedang darah yang mencoba membunuhnya memakai pedang di tangannya.
Tapi seiring berjalannya waktu, wakil kapten Rilhe menyadari bahwa jumlah pedang darah yang menyerang dirinya tidak semakin berkurang, melainkan semakin bertambah.
Ketika pedang darah yang menyerang dirinya sudah terlalu banyak, akhirnya wakil kapten Rilhe tidak bisa menghentikannya lagi dan tertusuk puluhan pedang darah tersebut.
"Slab!".
Puluhan pedang darah menusuk tubuh wakil kapten Rilhe, sudah tidak ada lagi kemungkinan ia bisa bertahan hidup dari serangan itu. Tubuh wakil kapten Rilhe jatuh ke tanah dan kehilangan hidupnya, sampai mati sekalipun maka ia tidak bisa mengetahui siapa yang sudah membunuhnya.
Akhirnya peperangan selesai bahkan sebelum di mulai, kurang lebih 5000 prajurit Federasi Pedagang sudah mati di bawah serangan pedang darah ini.
Mata seluruh penjaga Kota Novus langsung beralih ke wanita yang bisa memunculkan ribuan pedang ini untuk mengalahkan musuh.
Masalahnya wanita itu sama sekali tidak peduli terhadap para penduduk, ia hanya melihat mayat-mayat yang ada di tanah dengan dingin "Kalian para semut berpikir bisa mengalahkan Kota Novus milik tuanku? Benar-benar tindakan bodoh, selama aku masih hidup maka tidak ada yang bisa melewati Kota Novus! Aku, Lara Sern Vertide sang Pengelola Labirin miliki Tuan Elos tidak akan membiarkan siapapun merebut kota Novus milik tuan ini".
Tanpa menunggu lagi, Lara berbalik untuk pergi dari tempat ini, ia kembali menuju labirin miliknya yang diberikan oleh Elos untuk ia kelola.
Meskipun Pengelola Labirin tidak bisa pergi dari labirin, tapi area bergerak mereka bisa terus bertambah sesuai dengan level labirin juga. Oleh karena itu, Lara sudah bisa bergerak di sekitar Kota Novus tanpa ada masalah.
__ADS_1