AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 212 : UNDANGAN


__ADS_3

Di sebuah penginapan paling mewah di ibukota, saat ini Nera, Lasha dan Terfis sedang duduk di sebuah ruangan dengan sebuah kotak yang ada di depan mereka.


Ini sudah malam hari sejak mereka tiba ke ibukota kekaisaran, kotak ini juga dikirimkan oleh seorang pelayan penginapan yang mengatakan bahwa ini adalah hadiah dari putra mahkota. Sedangkan untuk Kulen, ia sudah pergi sejak mereka sampai di penginapan ini.


Melihat kotak di depan mereka, Terfis melangkah maju dan membuka kotak tersebut.


Ketika kotak tersebut di buka, Nera dan Lasha sudah bisa menemukan tumpukan koin emas hitam yang ada disana.


Terfis memakai kemampuannya untuk memastikan jumlah yang ada di kota tersebut lalu berkata "Tuan, putra mahkota itu sama sekali tidak membohongi kita, ada 20.000 koin emas hitam disini. Walaupun kekaisaran sekarang sedang mengalami kemiskinan, nampaknya putra mahkota masih sangat kaya, apalagi kaisar yang seharusnya lebih kuat daripada putra mahkota".


Nera mengamati tumpukan koin emas hitam itu sebentar "Terfis, biarkan orang-orang kita yang sudah ada di ibukota untuk datang dan membawa koin emas hitam ini kembali ke Ibukota Dyremann dulu. Bagaimanapun kita berencana untuk berperang disini, keberadaan koin emas hitam ini hanya akan menganggu kita saat bertarung".


Terfis mengangguk setuju, ia memanggil beberapa anggota labirin yang sudah diam-diam berada di ibukota kekaisaran ini untuk membawa kotak koin emas hitam memakai alat komunikasi.


Saat kotak koin emas hitam itu sudah tidak ada, Lasha bertanya "Apakah kita harus kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat sekarang? Lagipula tidak ada lagi yang bisa kita lakukan, belum lagi pertarungan melawan kaisar masih membutuhkan waktu beberapa hari lagi".


Terfis menatap ke arah Nera, bagaimanapun mereka berkumpul disini hanya untuk menunggu kotak koin emas hitam ini sampai. Ketika kotak itu sudah sampai, maka mereka seharusnya tidak memiliki pekerjaan lain untuk dilakukan sampai waktunya pertarungan putra mahkota melawan kaisar.


Tetapi apa yang mengejutkan mereka adalah sebuah senyuman muncul di wajah Nera, ia berkata "Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu, kenapa tidak menunggu disini sedikit lebih lama lagi untuk mengetahui tujuan tamu kita datang kesini?".


"Tamu?", tanya Lasha dengan bingung.


Berbeda dari Lasha, Terfis memiliki kekuatan yang lebih kuat sehingga ia bisa merasakan tamu yang dikatakan oleh Nera tersebut.


Tanpa ragu sedikitpun, Terfis berjalan ke arah pintu secara diam-diam seperti sedang menunggu sesuatu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, suara ketukan pada pintu terdengar lalu diikuti dengan suara seorang pria yang sudah cukup tua "Maaf menganggu waktu istirahatnya di malam hari tuan, tapi aku memiliki pesan dari putra mahkota dan ia mengatakan bahwa pesan ini sangat penting".


Terfis tidak langsung membuka pintu tersebut melainkan melihat ke arah Nera untuk menunggu keputusannya.


Nera mengangguk yang berarti bahwa Terfis boleh bergerak.


Karena sudah mendapatkan persetujuan dari Nera, Terfis membuka pintu itu tanpa ragu untuk menemukan seorang pria tua dengan rambut yang sudah berwarna putih berdiri di depan pintu ruangan tersebut.


Pria tua ini memakai pakaian yang sama dengan para pelayan penginapan, selain itu ia memiliki sikap seperti seorang pelayan yang ahli sehingga tidak ada seorangpun yang akan meragukannya.


Namun ketika pintu baru dibuka, pelayan tersebut mengambil 5 belati yang sudah memiliki racun dan melemparkannya menuju pintu yang terbuka tersebut.


Terfis sudah menyadari tujuan pria ini dari awal, oleh karena itu ia membuang 5 belati itu dengan mudah memakai pukulannya sebelum menutup mulut pria tersebut.


Saat sudah menarik pria tersebut, Terfis menahannya dan membiarkan ia berdiri di depan Nera.


Gerakan Terfis sangat cepat, ia tidak memberikan waktu bagi pria ini untuk berteriak ataupun melawan, ketika ia sudah kembali sadar maka ia menyadarinya maka dirinya sudah duduk di depan Nera dengan Terfis yang menahan pundaknya. Pria tersebut tahu bahwa selama ia berani bertindak bodoh, Terfis yang menunggu di belakangnya pasti membunuhnya tanpa ragu.


Nera mengamati pria itu sebentar sebelum berkata "Siapa yang mengirim mu? Nampaknya orang itu memiliki dendam yang sangat besar kepada putra mahkota, hanya karena aku tamu putra mahkota dan datang ke villanya hari ini maka kau sudah dikirim kesini untuk membunuhku".


Pria yang merupakan pelayan tersebut tidak langsung menjawab melainkan ia menatap Nera sebentar sambil bergumam "Nampaknya apa yang nona katakan benar, selama aku berani menyerang para petualang ini maka mereka bisa membunuhku hanya dengan waktu beberapa detik".


Melihat bahwa pria itu tidak menjawab pertanyaan Nera, Terfis yang ada di belakang pria itu segera menjadi suram.


Ia mengambil pedangnya lalu meletakkan pedang tersebut di depan leher pria itu "Apakah kau tidak dengar bahwa Nera sedang bertanya padamu?".

__ADS_1


Pria itu segera tersenyum, walaupun ia bisa mati kapanpun oleh pedang Terfis namun wajahnya sama sekali tidak menunjukkan rasa takut.


pria itu sedikit menundukkan kepalanya kepada Nera sambil berkata "Maaf terlambat memperkenalkan diri, aku adalah seorang pelayan yang dikirim untuk menemui tuan. Meskipun sepertinya tuan memiliki kesalahpahaman disini, nona hanya memberitahuku untuk memberikan tuan undangan, sedangkan yang merencanakan untuk menyerang tuan adalah diriku sendiri".


Nera melihat pria di depannya ini dengan curiga "Kau pikir aku akan percaya terhadap perkataan mu itu? Bukankah kau seorang pelayan yang memiliki kemampuan membunuh? Bagaimana mungkin pelayan sepertimu tidak mengikuti sesuai tugas yang diberikan oleh tuan mu-- Tunggu, aku rasa orang yang kau ikuti dipanggil nona".


Pria itu berkata lagi "Aku tahu memang sulit dipercaya bagi seorang pelayan untuk bertindak sendiri tanpa izin dari tuannya, tapi aku hanya sedang mengetes apakah perkataan yang nona katakan benar bahwa kalian bukanlah petualang, melainkan Tuan Labirin Elos yang akhir-akhir ini disebut setara dengan Ark dan Tersin!".


Baik itu Nera, Lasha dan Terfis terkejut sebab mereka tidak pernah berpikir bahwa penyamaran yang mereka lakukan bisa diketahui.


Wajah Terfis menjadi dingin, ia siap untuk membunuh pria ini agar menutup mulutnya.


Tetapi Nera yang ada di sisi lain mengangkat tangannya untuk menghentikan gerakan tersebut "Terfis, jangan bunuh ia dulu! Bagaimanapun orang yang ia sebut sebagai nona juga mengetahui identitas kita, oleh karena itu tidak ada gunanya hanya membunuh pria ini. Bukankah kau tadi mengatakan bahwa nona mu memberikanku undangan? Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo pergi menemui orang yang kau sebut nona tersebut".


"Sekarang?", kata pelayan tersebut sedikit terkejut bahwa Nera berencana bergerak secepat itu.


Nera yang baru berdiri dari kursinya mengangguk "Bukankah semakin cepat kita bertemu maka semakin baik? Lagipula orang yang kau sebut nona itu pasti memanggilku dengan tujuan mengenai masalah pertarungan putra mahkota dan kaisar, kemungkinan besar nona mu itu juga berasal dari keluarga kekaisaran. Oleh karena itu, lebih baik bertemu secepat mungkin untuk membuat rencana agar kita bisa memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan persiapan! Bagaimanapun perang kaisar melawan putra mahkota bukanlah masalah kecil".


Pria itu kembali sadar, setelah Terfis melepasnya maka ia kembali berdiri sambil membungkuk hormat kepada Nera "Kalau begitu aku akan langsung membawa tuan menuju nona, ia pasti sudah menunggu kedatangan kalian juga".


Akhirnya mereka pergi dari penginapan itu secara diam-diam agar mata-mata putra mahkota di penginapan ini tidak menyadarinya, Nera sekarang sedikit penasaran tentang sosok yang di sebut nona oleh pria ini.


Lagipula ia belum pernah mendengar ada anak kaisar yang cukup kuat ataupun cerdas daripada putra mahkota, tapi nona ini bisa mengetahui bahwa Nera merupakan Elos yang menunjukkan kecerdasannya.


Sepertinya masih ada banyak lagi sosok hebat yang cukup tersembunyi di kekaisaran ini.

__ADS_1


__ADS_2