
Frida sedikit terkejut terhadap tindakan pria berambut perak yang merupakan tuannya ini, bagaimanapun ia sudah lama mengikutinya dan belum pernah melihat ia panik seperti ini.
Bukan hanya Frida yang terkejut, pria tua yang merupakan penyihir rank 1 itu ikut terkejut.
Berbeda dari Frida, pria tua ini bernama Letias dan sudah menjadi pengikut ayahnya pria berambut perak ini. Sejak kematian ayahnya, Letias memberikan kesetiaannya kepada pria berambut perak itu yang merupakan anak dari tuannya. Oleh karena itu, Letias sudah mengikuti pria berambut perak ini jauh lebih lama dari Frida, tapi ia juga belum pernah melihat tuannya panik seperti ini. Bahkan di keadaan hidup dan mati sekalipun, tuannya tidak pernah panik serta selalu bisa berpikir dengan baik.
Meskipun merasa terkejut, Frida masih menunjuk ke arah tempat pertarungan Elos "Mereka bertarung di sana, jika aku tidak salah maka Tuan Labirin tengkorak itu bernama Elos. Tuan, apakah ada masalah?".
Pria berambut perak itu menatap ke arah yang ditunjuk Frida untuk menemukan bahwa Huma sudah ada di belakang Elos dan akan membunuhnya.
Tanpa ragu sedikitpun, pria berambut perak itu menarik pedangnya dan berlari menuju Huma.
Sosok pria itu sangat cepat, ia melewati jarak ratusan meter jauhnya serta medan perang para prajurit dengan waktu kurang dari sedetik.
Ketika ia sudah sampai di belakang Elos memakai kekuatan tercepatnya, ia mengangkat pedangnya dan menahan serangan Huma.
...----------------...
Itu semua adalah yang terjadi sebelum pria berambut perak ini membantu Elos.
Saat ini Elos menatap pria yang merupakan ksatria di depannya ini dengan ragu-ragu "Apakah kau benar-benar Daran? Kenapa kau bisa ada di tempat ini?".
Elos mengenal pria ini sangat jelas sebab mereka bertemu tidak lama ini, ksatria pria di depan Elos tidak lain adalah Daran yang pernah ia bantu ketika Daran hampir mati di tengah jalan.
Setelah menyembuhkan luka miliknya waktu itu, perwakilan dari Kerajaan Cahaya datang sehingga Daran memutuskan untuk melarikan diri agar tidak merepotkan Elos juga.
__ADS_1
Melihat wajah ragu Elos, ksatria pria itu masih tetap tersenyum "Tuan Elos, aku benar-benar Daran! Sebenarnya aku adalah Jendral rank 1 Kerajaan Sanctus yang merupakan 3 kerajaan besar manusia, maaf karena tidak memperkenalkan diri kepada Tuan Elos dari awal. Lebih tepatnya aku berpikir bahwa hal yang merepotkan akan terjadi jika Tuan Elos mengetahui identitas milikku yang sebenarnya waktu itu, maka aku memutuskan untuk merahasiakannya! Apalagi saat itu ada banyak orang yang menargetkan untuk membunuhku, apabila mereka mengetahui bahwa Tuan Elos adalah orang yang membantuku maka mereka pasti menargetkan Tuan Elos".
Sebelum Elos bisa mengatakan apapun lagi, Yirel yang sedang berhadapan dengan Letta berteriak "Daran, apakah kau gila? Kau berusaha melindungi Tuan Labirin? Apakah kau berusaha melawan para dewa? Jika para dewa mengetahui tindakanmu, maka seorang jendral rank 1 sekalipun pasti diberikan hukuman mati!".
Frida dan Letias yang terkejut dengan tindakan tiba-tiba tuan mereka kembali sadar, mereka segera bergerak menuju ke sisi Daran lagi.
Frida bertanya dengan panik "Tuan Daran, apa yang kau lakukan? Walaupun kau sudah memiliki banyak penghargaan untuk berdirinya Kerajaan Sanctus sekalipun, selama para dewa tahu bahwa anda melindungi Tuan Labirin maka para dewa pasti memburu kita".
Mendengar peringatan dari Yirel dan pengikutnya Frida, Daran sama sekali tidak mengubah wajahnya.
Ia mengarahkan pedangnya menuju Huma "Aku Daran berhutang hidup kepada Tuan Elos, jadi Tuan Elos seperti orang yang sudah memberiku kehidupan ke 2. Oleh karena itu, meskipun harus melawan para dewa sekalipun maka aku tidak akan ragu! Huma, ini bukan balas dendam ku karena kau sudah pernah menargetkan untuk membunuh diriku dengan bantuan Yirel, bagaimanapun kita sudah menyelesaikan masalah itu. Jadi selama kau menyerang Tuan Labirin yang lain maka aku tidak peduli, namun jika kau menyerang Tuan Elos maka aku tidak akan duduk diam. Siapapun yang berencana membunuh Tuan Elos, maka mereka harus melewati ku dulu, Daran!".
"Frida, Letias, aku sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah setia mengikuti ku selama puluhan tahun. Dengan ini kalian bebas sekarang, aku tahu bahwa tindakanku kali ini sangat berisiko, hampir tidak ada kesempatan untuk hidup melawan para dewa. Tapi aku Daran bukanlah orang yang melupakan kebaikan orang lain, belum lagi Tuan Elos sudah membantuku dari kematian! Oleh karena itu, kalian tidak harus ikut denganku lagi, sebagai tuan kalian maka aku membebaskan kalian!".
Letias juga berjalan untuk berdiri di sisi lain dari Daran dengan membawa tongkat sihir kayu yang memiliki tinggi seperti tubuhnya, Letias berkata sambil memegang janggut putih panjang "Tuanku hanya memiliki 1 anak yaitu Tuan Daran, bahkan ketika mendekati kematian maka tuanku memberitahuku untuk selalu melindungi Tuan Daran. Jadi walaupun harus melawan dewa sekalipun, aku pasti akan tetap bersama Tuan Daran. Lagipula aku pasti malu untuk bertemu tuan apabila membiarkan Tuan Daran mati tanpa berusaha melindunginya".
Daran benar-benar tersentuh dengan Frida dan Letias, bagaimanapun tidak semua orang memiliki keberanian untuk melawan para dewa "Kalian, aku benar-benar berhutang banyak kepada kalian! Aku tidak tahu apakah pilihanku ini benar atau tidak, tapi jika ada kesempatan maka aku pasti membalas semua kebaikan kalian ini di masa depan. Huma, persiapkan dirimu! Melawan Tuan Elos dan mati atau pergi mencari target lain?".
Sejak menjadi rank 1 maka semua orang selalu menghormatinya, bahkan orang-orang yang memiliki rank 1 lain masih harus bersikap ramah terhadap dirinya, oleh karena itu ia menjadi sangat marah terhadap Daran yang menantang dirinya.
Huma memasang kuda-kuda bertarungnya lagi dan menarik nafas "Jangan menyesali keputusanmu untuk melindungi Tuan Labirin, karena kau melawan para dewa maka aku akan membunuhmu dengan pedangku sendiri! 1 langkah menembus awan!".
Melihat Huma yang mencoba melawan Daran, wajah Yirel berubah dengan cepat "Huma, hentikan! Kau sama sekali bukan--".
Sebelum ia bisa menyelesaikan kata-katanya, sosok Huma sudah menghilang.
__ADS_1
Kali ini Huma memakai kecepatan penuhnya, tidak menahan diri sedikitpun seperti saat melawan Elos dan yang lainnya.
Sosok Huma bergerak dengan cepat hingga sebagian besar orang tidak lagi bisa menemukan sosoknya.
Daran yang ada di sisi lain tidak panik sedikitpun, ia hanya mengangkat pedangnya dan bersiap untuk menebas Huma yang mendekat.
Tapi sebelum Daran bisa bergerak, Frida yang ada di sampingnya melangkah maju lebih dulu "Tuan tidak perlu repot-repot membuang tenaganya, untuk melawan anak muda yang baru menjadi rank 1 ini maka aku sendiri sudah cukup!".
Frida mengangkat pedangnya sedikit sebelum berteriak "Teknik Pedang Air, Aliran Air menebas Batu!".
Perlahan-lahan kumpulan air menutupi pedang milik Frida, tanpa ragu sedikitpun ia mengangkat pedangnya dan menebas ke arah depan.
"Slash!".
Huma terkejut, ia berpikir bahwa Frida akan menebas ke depan sehingga ia diam-diam mengubah arah geraknya untuk menyerang Frida dari belakang.
Tetapi saat Huma mengubah arah gerakannya, pedang Frida juga berpindah menuju ke arah dirinya.
Huma yang dari tadi bergerak cepat langsung berhenti, sebuah luka tebasan yang sangat besar muncul di tubuhnya, darah berterbangan dari luka tebasan itu.
Huma memuntahkan seteguk darah dan berkata "Bagaimana mungkin? Kenapa kau bisa melihat gerakan ku dengan sangat jela--".
Sebelum bisa menyelesaikan kata-katanya, sosok Huma sudah jatuh ke tanah.
Frida melihat Huma yang jatuh ke tanah dengan dingin, lalu menyimpan pedangnya sambil berkata "Rank 1 pemula sepertimu berusaha melawanku yang sudah bertahun-tahun menjadi rank 1? Kau sama sekali bukan lawan ku!".
__ADS_1