AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 22 : KEMATIAN DAN KEHIDUPAN


__ADS_3

"Paman Nors--", kata Rolir sambil menangis, dapat terdengar kepahitan dari suaranya tersebut. Ia sudah menganggap Nors sebagai ayahnya sendiri, tanpa bantuan Nors maka ia mungkin akan kesulitan untuk mempertahankan Kota Manusia Harimau di masa lalu.


"Kakek! Tidak mungkin! Ini pasti bohong kan! Kakek, buka matamu! Jangan tinggalkan aku sendiri! Aku hanya memiliki kakek, jadi jangan tinggalkan aku disini, kakek! Kakek!", teriak cucu kakek Nors yang berlari menuju tubuh kakeknya yang berbaring lemah di atas tempat tidur.


Ia berusaha menggerakkan tubuh kakeknya, tapi kakek Nors tidak pernah membuka matanya.


Baik itu tabib ataupun Rolir sama sekali tidak menghentikan gerakan anak kecil itu, mereka tahu bahwa cucu kakek Nors memerlukan beberapa waktu sebelum bisa menerima kenyataan ini sebab kakek Nors adalah keluarga terakhir yang ia miliki.


Pada akhirnya, Tegir dan Ilina tidak pernah membuka pintu rumah itu. Mereka hanya berdiri di depan pintu dengan wajah sedih, bahkan Tegir sudah menangis lebih dulu.


"Kakek Nors!", kata Tegir dan Ilina, air mata di wajah mereka tidak bisa berhenti jatuh yang menunjukkan seberapa dekat mereka dengan kakek Nors ini.


Elos dan Riona hanya berdiri di samping, mereka tahu bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan sekarang. Suara tangisan dan teriakan seorang cucu yang berusaha memanggil kakeknya terus terdengar, tapi tidak peduli seberapa keras teriakan cucunya itu maka sang kakek sama sekali tidak membuka matanya lagi.


"Kenapa orang yang diramalkan itu tidak pernah muncul?", kata Elos dipikirannya penuh kemarahan, paling tidak selama orang yang diramalkan itu sudah muncul maka kakek Nors bisa memenuhi tujuan terakhirnya untuk melihat orang yang diramalkan sebelum mati.


Ketika Elos dipengaruhi kemarahan serta kesedihan yang ada di sekitarnya, ia merasa kesadarannya semakin menghilang.


...----------------...


Elos membuka matanya untuk menemukan bahwa dirinya berada di sebuah tabung, ada 2 orang yang berdiri di depan tabung lokasi dimana ia berada tapi Elos tidak bisa melihat dengan jelas sosok 2 orang itu.


Elos mencoba untuk berbicara, tetapi suaranya sama sekali tidak bisa muncul, bahkan ia menyadari bahwa dirinya tidak bisa bergerak.


Di tengah kebingungan Elos, 2 orang di depan tabung dimana ia berada sedang berbicara "Apakah kau gila? Menggabungkan kekuatan kehidupan milikku dan kematian milikku ke tubuh robot ini? Aku sebelumnya sudah tidak keberatan kau membuat banyak sekali robot, tapi kali ini berbeda! Apabila kekuatan kita digabungkan maka robot ini mungkin bisa meledak! Bagaimanapun, kematian dan kehidupan sama sekali tidak bisa bersama!".


Orang yang lain berkata "Kau tidak perlu khawatir, aku sudah memikirkan cara agar bisa menggabungkan 2 kekuatan yang berlawanan ini! Robot ini pasti berhasil dibuat!".


Orang yang berbicara di awal berkata dengan aneh "Kenapa kau sangat keras kepala untuk menggabungkan kekuatan kehidupan milikku bersama kematian milikmu ke robot ini?".


"Aku melakukan ini agar ia tidak berakhir seperti diriku! Kekuatan kematian miliknya akan membersihkan semua musuh miliknya, itu akan membawa kehancuran pada dunia. Sedangkan kekuatan kehidupan miliknya akan melindungi semua orang yang berharga baginya, itu akan membawa kemakmuran pada dunia. Berikan aku bantuan mu, paling tidak percayalah padaku kali ini!", kata orang yang lain sambil membungkukkan tubuhnya.


Orang yang berbicara di awal diam selama beberapa saat sebelum berkata "Hanya untuk robot ini, aku tidak akan membantumu membuat robot yang lain! Tapi ingat baik-baik, kekuatan kehidupan yang aku berikan padanya sama sekali tidak bisa dipakai untuk menyerang, itu hanya kekuatan untuk melindungi dan menyembuhkan. Apakah kau tidak keberatan?".

__ADS_1


"Ya, kalau begitu kita akan mulai menggabungkan", kata orang yang lain.


Orang yang berbicara di awal menggelengkan kepalanya sedikit "Kekuatan kehidupan ini pasti akan menemani anak itu, ia akan membawa kemakmuran di tangan kanannya. Kekuatan kehidupan ini akan menjadi teman robot ini, yang membantunya di keadaan paling sulit dan membawa sebuah keajaiban untuk dirinya serta orang-orang di sekitarnya".


Orang yang lain berkata "Lalu membawa kehancuran di tangan kirinya-- Elos!".


Sebelum Elos bisa mendengar semua perkataan 2 orang ini, sebuah suara tiba-tiba memanggilnya.


"Elos!", suara wanita itu memanggilnya lagi yang membawa Elos kehilangan kesadaran sepenuhnya dari tempat ini.


...----------------...


"Elos!".


Elos membuka matanya dan menyadari bahwa Riona sudah memegang pundaknya penuh rasa khawatir.


"Apa yang terjadi?", tanya Elos penuh kebingungan terhadap wajah khawatir Riona.


Elos menggelengkan kepalanya "Tidak apa-apa, aku hanya sedikit tertidur. Tunggu, dimana Tegir dan adiknya?".


Elos menatap sekitar, ia menyadari bahwa Tegir dan Ilina menghilang.


"Mereka pergi untuk menemui Nors secara langsung, apakah kita akan ikut atau-- Tuan, tanganmu bersinar!", kata Riona yang terkejut menatap tangan kanan Elos bersinar dengan cahaya putih.


Melihat cahaya di tangan kanannya, Elos mengingat sebuah perkataan dari mimpinya yang barusan.


"Kekuatan kehidupan ini akan menjadi teman robot ini, yang membantunya di keadaan paling sulit dan membawa sebuah keajaiban untuk dirinya serta orang-orang di sekitarnya".


"Keajaiban?", kata Elos sedikit ragu sebelum sebuah senyuman muncul di wajahnya.


Elos perlahan-lahan membuka tudung yang menutupi kepalanya, sosok tengkorak Elos kembali terlihat.


"Tuan, apa yang kau lakuka--", kata Riona yang bingung terhadap tindakan Elos membuka tudungnya, tapi Elos tidak menjawab pertanyaan Riona.

__ADS_1


Elos maju selangkah dan mengangkat tangan kanannya yang memiliki cahaya putih "Ruler of Life".


Cahaya putih di tangan Elos terbang memenuhi ke semua arah di Kota Manusia Harimau, sebuah keajaiban yang menggetarkan dunia terjadi di kota ini.


Seorang anak di sudut kota berkata kepada ibunya yang sedang memeluk dirinya "Ibu, aku lapar, aku kedinginan!".


Sang ibu merasa sedih, bagaimanapun tidak ada seorang ibu yang tidak sedih apabila anaknya kelaparan. Masalahnya ia sama sekali tidak memiliki makanan apapun lagi, oleh karena itu ia hanya bisa memeluk anak itu semakin kuat "Jangan khawatir, ayahmu akan kembali dan membawa banyak sekali makanan untukmu! Ayah juga akan membuatkan api agar kau tidak kedinginan lagi".


"Ayah! Ibu, aku sudah tidak bisa menunggu lagi untuk bertemu ayah--", kata anak itu yang semakin lemah dan menutup matanya.


Sang ibu menjadi panik saat melihat anaknya menutup mata, ia tahu bahwa sebagian besar orang kelaparan di kota ini tidak akan pernah membuka matanya lagi setelah ditutup, bahkan suaminya atau ayah dari anak ini adalah contoh terbaik.


"Bertahanlah! Jangan tinggalkan ibu sendiri disini!", kata sang ibu dengan panik mencoba membangunkan anaknya.


Tapi tidak peduli seberapa keras ia mencoba, sang anak tidak pernah bangun.


Di tengah keputusasaan, sebuah cahaya putih menutupi tubuh anak bersama dirinya. Di bawah kumpulan cahaya putih, sang ibu merasa dirinya tidak lagi lapar. Bahkan tubuh kurusnya perlahan-lahan kembali normal lagi, bukan hanya dirinya tapi hal ini juga terjadi pada anaknya.


Anaknya membuka matanya lagi sebelum berkata penuh semangat serta senang, sangat berbeda dari ia tadi yang terlihat hampir mati "Ibu, aku tidak lagi kelaparan, aku tidak lagi kedinginan".


"Baik, untunglah anakku! Untunglah!", kata sang ibu yang memeluk anaknya semakin kuat dengan menangis senang.


Tapi segera ia menyadari bahwa mereka bisa kembali sehat seperti normal akibat cahaya putih ini, jadi ia membuka pintunya untuk menemukan bahwa seluruh kota sudah dipenuhi oleh cahaya putih ini.


Sang ibu membawa anaknya untuk mengikuti jejak asal cahaya putih ini, ia akan berterima kasih kepada orang yang sudah membantu mereka.


Bukan hanya dirinya, tapi semua orang di kota mengikuti jejak cahaya putih tersebut dengan penuh rasa terima kasih dan penghormatan pada mata mereka.


Perlahan-lahan semua manusia harimau di kota berjalan menuju Elos, mereka terkejut menemukan seorag tengkorak yang dipenuhi oleh cahaya putih, cahaya putih di seluruh kota yang membantu mereka berasal dari tengkorak ini.


Sang ibu tidak bisa mengalihkan matanya dari tengkorak bercahaya putih ini, beberapa kalimat muncul di kepalanya saat ia melihat Elos di tengah cahaya putih yang nanti di masa depan akan ia tulis pada bukunya yang terkenal di seluruh dunia.


Kalimat tersebut adalah "Hari itu aku melihat sebuah keajaiban di depan mataku, keajaiban yang tidak pernah datang di Kota Manusia Harimau yang hampir mati. Para pendeta dan Saint menyebut mayat hidup sebagai makhluk para buruk di dunia, makhluk menjijikan. Tapi hari itu aku melihat seorang tengkorak yang sangat bersinar, tengkorak yang menjijikan di mata para Saint tapi bagiku, tidak! Itu salah! Bukan hanya bagiku, melainkan bagi kami yang mendapatkan keajaiban tersebut, tengkorak itu ratusan atau bahkan ribuan kali lebih suci daripada seorang Saint!".

__ADS_1


__ADS_2