AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 70 : AKHIR DARI PERANG LAUT


__ADS_3

Arla yang bertugas sebagai pemimpin awak kapal berteriak "Tuan, semua kapal pasukan musuh yang masih bertahan mulai berbalik, nampaknya mereka mencoba melarikan diri!".


"Melarikan diri?", kata Elos dengan senyum dingin "Apakah Marquis Nate berpikir bisa melarikan diri dari? Terlalu naif! Beritahu seluruh kapal untuk bergerak mengejar pasukan musuh, jangan biarkan sebuah kapal pun melarikan diri".


"Baik tuan!", kata Arla yang kembali menghubungi kapal yang lain untuk mengikuti rencana Elos.


Tapi ketika ia menatap ke arah langit di jendela ruangan ini, Arla berkata lagi "Tuan, seorang penyihir sedang mendekati kapal kita, ia terbang kesini sangat cepat! Sepertinya ia berencana menenggelamkan Kapal Perang Sharfas milik kita".


Elos menatap ke arah dimana Arla menunjuk, ia menemukan seorang pria yang memakai jubah serta tongkat sihir terbang mendekat ke atas mereka.


Lumina yang ada di samping Elos berkata "Seorang penyihir? Kemungkinan besar pria itu adalah penyihir badai yang hampir menenggelamkan kapal kita, belum lagi ia memiliki kekuatan rank 6 yang sama denganku. Jika aku benar maka ia pasti berusaha menahan pasukan kita agar tidak bisa mengejar kapal tuannya, kesetiaan penyihir ini memang sangat baik. Setidaknya ia masih siap untuk menggunakan hidupnya agar tuannya bisa hidup, tidak semua orang bisa melakukan hal ini".


Setelah itu Lumina menatap Elos "Tuan, izinkan aku bertarung melawannya! Aku yakin untuk mengalahkannya maka hanya memerlukan waktu beberapa menit".


Sebelum Elos bisa memberikan jawaban, sosok Kronev melompat ke kapal dimana Elos berada.


Sebelumnya Elos membiarkan Kronev berada di kapal paling belakang agar bisa melindungi mereka jika musuh menyerang mereka secara diam-diam dari belakang, tapi musuh sama sekali tidak mencoba menyerang dari belakang sehingga Kronev belum bertarung selama perang ini.


"Tuanku, saya rasa lebih baik bagi saya untuk melawan penyihir tersebut sedangkan Nona Lumina bisa menggerakkan angkatan laut tak terkalahkannya untuk menghentikan kapal sang Marquis agar tida melarikan diri. Dengan cara itu maka kita bisa mengalahkan penyihir dan sang Marquis musuh secara bersamaan, tanpa harus membuang-buang banyak waktu", kata Kronev.


Lumina yang ada di sisi lain langsung menggelengkan kepalanya "Tidak, apabila itu pertarungan di daratan maka aku bisa membiarkanmu melawan penyihir badai tersebut, namun ini pertarungan di laut. Kekuatanmu akan sangat melemah saat berada di laut sedangkan kekuatan penyihir badai menjadi semakin kuat, jadi pilihan terbaik yaitu aku yang melawannya sedangkan Kronev memimpin angkatan laut tak terkalahkan milikku untuk mengejar pasukan Marquis".


Lumina dan Kronev saling menatap lalu membalikkan kepala mereka ke arah Elos "Tuan, bagaimana menurutmu?".


Mereka tidak bisa menentukan rencana yang paling baik sehingga mereka hanya bisa menunggu keputusan Elos untuk menentukan.


Elos tidak membuang waktu lagi sebab semakin lama mereka membahas tentang strategi maka kapal Marquis akan menjadi semakin jauh "Lumina, kau akan mengejar Marquis. Kau merupakan orang yang paling ahli di pertarungan laut, hanya dirimu yang bisa mengejar kapal Marquis dengan cepat. Untuk Kronev maka ia melawan penyihir badai, tetapi aku juga tahu bahwa Kronev terlalu dirugikan untuk pertarungan di atas laut sehingga aku bersama Riona akan membantunya! Jika kalian sudah mengerti maka pergilah untuk menyelesaikan tugas kalian masing-masing, semakin lama kalian disini maka akan semakin jauh musuh melarikan diri".


Mendengar keputusan Elos, tidak ada lagi yang menolak, mereka semua berdiri dan membungkuk "Baik tuan, kami akan melaksanakan tugas yang anda berikan!".

__ADS_1


Lumina pergi dari ruangan itu secepat mungkin serta memimpin pasukan angkatan laut tak terkalahkan miliknya untuk mengejar kapal Marquis, penyihir badai melihat gerakan Lumina tersebut sehingga ia mulai merapal sihir untuk menghentikan Lumina bersama angkatan lautnya.


"Lawan mu bukan wanita itu penyihir tapi aku!", saat penyihir badai akan menghentikan gerakan Lumina maka sebuah suara teriakan terdengar.


Penyihir badai menatap ke arah asal suara tersebut untuk menemukan keberadaan Kronev yang memegang bola meriam.


Kronev menarik nafas sebelum mendorong bola meriam tersebut memakai seluruh kekuatannya "Aaaaa!".


Bola meriam itu terlempar dengan kecepatan melebihi ditembakkan oleh meriam secara langsung.


Penyihir badai terbang ke samping tanpa ragu, untungnya ia bergerak tepat waktu sebab selama ia terlambat walaupun hanya sedetik maka bola meriam itu pasti mengenai dirinya.


Ketika penyihir badai baru menghindar, 2 tombak terbang ke arah penyihir badai dari sisi kiri dan kanannya. Tombak di sisi kiri memiliki kekuatan kegelapan yang sangat kuat serta tombak di sisi kanan memiliki kekuatan cahaya.


Tombak ini merupakan Spear of Light dan Spear of Dark milik Riona.


"Wind Shield!", teriak penyihir badai tersebut penuh kepanikan.


"Brak!".


Elos sama sekali tidak bisa terbang sehingga ia dibantu oleh seseorang dari ras manusia burung untuk terbang mendekati penyihir badai serta menyerangnya dari belakang.


Saat sudah ada tepat di belakang penyihir badai, Elos mengangkat pedangnya yang sudah ditutupi aura kematian "Matilah! Ruler of Death".


"Tang!".


Elos yang berpikir bahwa pedangnya pasti berhasil menebas penyihir badai merasa terkejut sebab penyihir badai menghentikan pedangnya memakai tongkat sihir.


Penyihir badai menggertakkan giginya ada tekad untuk hidup yang sangat kuat di matanya.

__ADS_1


Melihat penyihir badai yang sangat bertekad untuk hidup, Elos menggelengkan kepalanya "Aku akui bahwa kau cukup kuat, tetapi itu masih belum cukup untuk membuatmu tetap hidup!".


Bersamaan dengan perkataan Elos, Kronev berlari serta melompat dari sebuah kapal ke kapal yang lain. Ketika ia sudah sampai di kapal paling dekat dari penyihir badai, ia melompat memakai seluruh tenaganya.


Lompatan Kronev benar-benar sampai setinggi penyihir badai yang sedang terbang, Kronev mengangkat palu di tangannya tinggi-tinggi "Aaaaa!".


"Brak!".


Suara tabrakan yang keras terdengar, penyihir badai ditabrak oleh palu Kronev tanpa bisa mencoba bertahan sedikitpun.


Lagipula sihirnya dipakai untuk menghentikan tombak Riona, tangannya harus memegang tongkat sihir agar tebasan pedang Elos tidak mengenai dirinya, oleh karena itu ia tidak bisa menghentikan gerakan Kronev ini.


Tubuh penyihir badai yang terpukul oleh palu Kronev jatuh kembali ke lautan seperti sebuah komet, tubuhnya menabrak laut dan langsung tenggelam.


Penyihir badai yang jatuh ke laut merasa seluruh tubuhnya sakit, nampaknya sebagian besar dari tulang miliknya sudah patah, tidak ada lagi kesempatan baginya untuk hidup. Bahkan bagi penyihir badai sekarang, ia sudah kesulitan untuk memakai sebuah sihir sekalipun.


Penyihir badai yang mulai tenggelam menuju laut perlahan-lahan menutup matanya "Maaf Tuan Marquis, aku tidak bisa menyelesaikan tugasku sampai akhir".


Penyihir badai, pelindung setia Marquis Nate dan orang yang paling kuat di bawah Marquis Nate mati pada perang laut melawan tuan labirin Elos.


Kronev yang sudah memastikan bahwa penyihir badai sudah mati, ia mengangkat palunya tinggi-tinggi "Aaaaa!".


Teriakan Kronev membawa semua pasukan Elos kembali sadar, mereka semua melihat memakai mata mereka sendiri bahwa tuan mereka sudah menang.


"Hidup Tuan Elos! Hidup Jendral Kronev! Hidup Nona Riona!", teriakan para prajurit terus bergema di seluruh medan perang, teriakan mereka juga menandakan akhir dari perang laut ini dengan hasilnya adalah kemenangan Elos.


Elos berlari menuju Kronev "Kenapa kau hanya berteriak? Cepat! Ambil kembali mayat penyihir badai! Mayatnya masih bisa dipakai!".


Kronev yang merasa senang atas kemenangannya kembali sadar, ia melompat tanpa ragu ke arah air dan mengambil kembali mayat penyihir badai. Untungnya mayat tersebut belum tenggelam terlalu jauh, jadi Kronev masih bisa mengambilnya.

__ADS_1


"Jangan senang dulu! Seluruh kapal kembali berangkat untuk mengikuti kapal Laksamana Lumina, selama Marquis Nate belum tertangkap maka perang ini belum berakhir!", teriak Elos yang mengingatkan semua orang.


__ADS_2