AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 209 : BERTEMU PUTRA MAHKOTA


__ADS_3

Lasha mengangguk sedikit "Kau benar, para penjaga di depan gerbang tadi memang bukan lawan kita, tapi selama terjadi pertarungan besar disana maka hal tersebut pasti menarik perhatian para penjaga yang lain, bahkan pasukan militer disini. Apabila itu sampai terjadi, akan semakin merepotkan untuk datang secara diam-diam ke ibukota ini".


Nera yang ada di depan bertanya lagi ke wanita yang ada di samping Lasha "Terfis, bagaimana dengan keadaan disana? Apakah Pride sudah memberikan bantuan keuangan untuk putra mahkota atas nama diriku?".


Terfis yang ada di belakang mengangguk "Aku baru menghubunginya kemarin malam, semuanya sudah diselesaikan, Pride sudah memberikan beberapa dukungan keuangan kepada putra mahkota atas nama Tuan Elos, bukan Nera. Selain itu, selama putra mahkota bisa memenangkan peperangan maka ia setuju untuk memberikan beberapa kota penting di kekaisaran, setidaknya semua kota ini memiliki cukup banyak sumber daya tambang sebagai ganti uang yang kita berikan".


Mendengar itu, sebuah senyuman muncul di wajah Nera.


Dengan adanya dukungan uang, pasukan, serta 3 petualang kuat, lalu Kaisar saat ini terluka berat dan kehilangan setengah dari pasukannya, Nera yakin bahwa putra mahkota pasti tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk menyerang Kaisar.


Selama ia menyerang Kaisar, semua keuntungan pada akhirnya jatuh ke tangan Elos. Oleh karena itu, Elos tidak keberatan untuk memberikan banyak uang di awal, lalu ia bisa mengambilnya kembali ketika Kaisar atau pasukan putra mahkota sudah terluka berat.


"Ayo pergi, jangan sampai membuat putra mahkota menunggu terlalu lama", kata Nera.


Lasha dan Terfis mengangguk dan terus mengikuti langkah Nera.


Saat ini jubah yang Elos pakai merupakan jubah rank 2 yang merupakan harta penting milik Urmur dulu, selain untuk perlindungan maka jubah ini bisa digunakan sebagai penyamaran serta ilusi. Jadi alasan Elos sekarang terlihat seperti manusia bukan karena ia sudah menjadi manusia lagi, melainkan ilusi dari jubah ini.


Sedangkan untuk Terfis yang ada di samping Lasha, itu sebenarnya adalah Hergaf.

__ADS_1


Setelah beberapa kali membahas tentang siapa yang akan mengikuti Elos, bagaimanapun semakin sedikit yang pergi maka semakin baik agar tidak membuat putra mahkota ataupun kaisar curiga. Semua orang akhirnya setuju bahwa yang menemani Elos yaitu Riona yang sangat dekat dengannya serta Hergaf yang menyamar sebagai Terfis.


Alasan mereka memilih Hergaf sebab ia memiliki kekuatan yang sangat kuat, setidaknya orang yang melukai Kaisar hingga kehilangan 1 tangannya adalah Hergaf. Hal ini membuat semua orang setuju, selama Hergaf menjaga Elos maka seharusnya tidak akan ada masalah untuk perlindungan Elos saat berada di kekaisaran.


3 orang tersebut berjalan di jalanan ramai ibukota, ada banyak sekali manusia kuno di setiap jalan, baik itu sedang bekerja ataupun berjualan.


Keberadaan Nera, Lasha dan Terfis tentunya sangat menarik perhatian, bagaimanapun sebagian besar penduduk di ibukota ini merupakan manusia kuno, lebih tepatnya hampir tidak ada orang dari ras lain yang tinggal di kekaisaran sebab tempat ini terkenal sebagai tanah kematian. Oleh karena itu, Nera dan yang lainnya bukan manusia kuno sehingga sangat menarik perhatian penduduk lain.


Meskipun begitu, sama sekali tidak ada yang berani menganggu Nera dan yang lainnya sebab mereka sudah mendengar kabar bahwa 3 orang ini merupakan tamu putra mahkota. Selama mereka membuat putra mahkota tidak senang, maka mereka pasti akan langsung dibunuh. Jadi semua orang tidak berani membuat marah putra mahkota, apalagi mencoba menganggu tamunya ini.


Ketika sudah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka tiba di depan sebuah villa yang cukup besar.


Saat ini Nera bersama yang lainnya berdiri di depan gerbang villa untuk menunggu penjaga gerbang yang pergi untuk melaporkan kedatangan mereka kepada putra mahkota.


Penjaga gerbang segera membuka gerbang raksasa tersebut dan memberi hormat kepada Nera serta yang lainnya, Kulen melangkah maju lalu memeluk Nera dengan senyum ramah "Temanku Nera, terima kasih sudah repot-repot datang kesini, apakah kau mengalami masalah di tengah perjalanan?".


"Tidak masalah, bagaimanapun kita sudah menjadi teman, apalagi Kulen juga sudah membayar cukup mahal untuk bebatuan kami. Sebagai petualang, maka sudah tugas kami untuk melakukan tugas seperti ini", kata Nera tersenyum sopan "Tetapi ketika akan melewati gerbang tadi, para penjaga menghentikan kami dan berusaha menangkap kami ke penjara. Untungnya ada kartu yang diberikan Kulen kepada kami, jika tidak maka kami pasti sudah di penjara saat ini".


Mendengar hal tersebut, wajah Kulen menjadi suram "Apa? Para penjaga itu benar-benar sangat berani! Nera tidak perlu khawatir, aku pasti membalas semua tindakan yang dilakukan penjaga tersebut. Tetapi untuk saat ini, kita harus pergi dulu menemui putra mahkota, ia sudah menunggumu selama berjam-jam".

__ADS_1


Nera memiliki wajah seakan-akan dirinya terkejut "Bagaimana mungkin kami membuat putra mahkota menunggu selama berjam-jam? Ayo pergi, tidak baik membuat putra mahkota menunggu lebih lama lagi. Bahkan dapat bertemu putra mahkota sudah merupakan kehormatan yang sangat besar".


Kulen sedikit mengangguk, lalu membawa Nera, Lasha dan Terfis menuju ke villa tersebut.


Ia merasa senang bahwa Nera cukup tahu diri, setidaknya ia masih bersikap sangat sopan mengenai putra mahkota. Padahal Kulen sama sekali tidak tahu bahwa Nera memiliki alasan untuk bersikap sopan yaitu untuk mendapatkan kepercayaan dari putra mahkota, semakin besar kepercayaan yang ia dapatkan maka semakin mudah juga untuk membunuhnya di masa depan.


Kulen membawa mereka ke aula villa yang sangat mewah, walaupun kekaisaran saat ini sedang menghadapi kemiskinan tapi sebagai keluarga kerajaan, putra mahkota nampaknya masih memiliki hidup yang penuh akan kemewahan.


Nera tidak kagum terhadap kemewahan di villa ini, bahkan ia menggelengkan kepalanya secara diam-diam. Apabila itu Elos, maka ia pasti menolak hidup di tengah kemewahan sebagai seorang pemimpin, jika para penduduknya kelaparan hingga ada yang mati kelaparan. Kemewahan di villa putra mahkota ini sudah menunjukkan bahwa jika putra mahkota menjadi pemimpin, ia tidak akan lebih bijak daripada kaisar yang sekarang.


Kulen berdiri di depan sebuah pintu yang terbuat dari emas serta memiliki banyak berlian di sekitarnya, ia mengetuk pintu tersebut dengan hormat sebelum berkata "Tuan, 3 petualang yaitu Nera, Lasha dan Terfis sudah datang untuk menemui tuan".


Sebuah suara pria yang masih cukup muda terdengar dari balik pintu tersebut "Biarkan mereka menemui ku secara langsung".


"Baik tuan", jawab Kulen hormat lalu menjelaskan kepada Nera dan yang lainnya "Dibalik pintu ini adalah ruang kerja putra mahkota, aku tahu kalian kuat tapi paling tidak kalian harus menunjukkan sedikit rasa hormat kepada putra mahkota".


Nera mengangguk, setelah mendapatkan jawaban Nera dan yang lainnya maka Kulen membuka pintu tersebut.


Saat ini Nera menemukan sebuah ruang belajar dengan rak buku di sekitarnya, ada banyak buku di masing-masing rak tersebut seakan-akan pemilik ruang belajar ini sangat senang membaca, padahal dari keadaan buku di sekitar ruangan maka Nera bisa menilai bahwa semua buku ini hampir tidak pernah dibuka.

__ADS_1


Di ruangan ini terdapat beberapa kursi serta sebuah meja kerja yang terletak di pusat ruangan, pada meja tersebut terdapat seorang pria dengan tinggi kurang lebih 2 meter duduk dengan senyum ramah di wajahnya.


Melihat kedatangan Nera dan yang lainnya, pria tersebut berdiri dari kursinya "Maaf tidak menyambut kalian secara langsung di gerbang, para petualang pemberani! Aku adalah putra mahkota dari kekaisaran saat ini, Terzel Kuno VI, calon Kaisar Kuno VI".


__ADS_2