AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 270 : KALIAN BERUNTUNG


__ADS_3

Ketika Witer ataupun Tiamat sudah yakin bahwa mereka pasti menang, lagipula tidak peduli seberapa kuat sihir bola api, pada akhirnya itu adalah sihir terlemah sehingga ada batasnya juga kekuatan bola api. Bahkan penyihir terhebat sekalipun, tidak bisa membuat sihir bola api bisa menghancurkan sebuah kota.


Tetapi tidak lama kemudian sesuatu yang mengejutkan terjadi di depan mata Witer dan Tiamat, hal ini membuat mereka menyadari bahwa apa yang mereka pikirkan selama ini salah.


Di atas langit, lebih tepatnya tepat di atas Luri terdapat sebuah bola api yang sangat besar, apabila gunung ini sudah sangat besar maka bola api itu memiliki ukuran 25 kali lipat lebih besar dari gunung ini, bahkan Witer ataupun Luri tidak bisa mengetahui dengan jelas seberapa besar bola api ini.


"Aku akan memberikan 1 pelajaran terakhir lagi untuk kalian, semua kemampuan itu sebenarnya kuat, sihir bola api paling dasar sekalipun bisa sangat kuat melebihi sihir terkuat sesuai dengan siapa yang menggunakannya", kata Luri "Kalian bisa merasa senang sebab aku perlu mengetahui hal ini setelah ratusan hingga ribuan tahun berlatih sedangkan kalian bisa mengetahuinya dengan mudah, kalau begitu kalian bisa mencobanya rasa dari bola api milikku ini".


Luri melambaikan tangannya, bola api raksasa itu jatuh dari langit menuju ke arah Witer dan Tiamat.


Bukan hanya mereka, selama bola api ini jatuh ke tanah maka mungkin akan ada banyak kota hingga kerajaan yang hancur.


Luri sepertinya mengetahui itu sehingga ia melambaikan tangannya untuk melindungi seluruh kota yang ada di sekitar, seperti yang ia katakan sebelumnya bahwa ia tidak tertarik membunuh orang lain yang tidak memiliki hubungan dengan masalah ini.


"Booooom!".


Saat kekuatan cahaya, api dan asap racun dari Witer serta Tiamat bertabrakan dengan bola api tersebut maka sebuah ledakan yang besar terjadi, namun ledakan tersebut dimakan dengan cepat oleh bola api itu sebelum menghilang tanpa jejak.


Melihat bola api raksasa yang semakin mendekat ini, bahkan mungkin lebih menakutkan daripada Zamir yang menjatuhkan semua gunung, Tiamat hanya bisa berteriak "Gunakan kemampuan pertahanan terbaikmu lalu serang bola api ini sebanyak mungkin sebelum mengenai kita, kurangi kekuatannya sebanyak mungkin sebelum jatuh!".


"Aku mengerti!", kata Witer.

__ADS_1


Tiamat dan Witer memakai kemampuan cahaya serta api terbaik mereka untuk menekan bola api ini, tapi tidak peduli apa yang mereka coba lakukan maka kekuatan mereka hanya dimakan oleh bola api raksasa ini tanpa bisa mempengaruhinya sedikitpun.


Akhirnya bola api itu jatuh menuju Witer dan Tiamat.


"Booooom!".


Ledakan yang besar kembali terjadi, tapi ledakan kali ini jauh lebih besar daripada ledakan sebelumnya.


Seluruh wilayah di sekitarnya menghilang, gunung tempat dimana Tiamat dan Witer berada juga hancur akibat ledakan ini.


Melihat bahwa Tiamat serta Witer tidak bisa bertahan lebih lama lagi di bawah serangan bola api ini, perisai mereka sudah hancur serta tubuh mereka sudah mulai terbakar, jika terus seperti ini maka hanya masalah waktu sebelum mereka menjadi naga dan harimau bakar.


Oleh karena itu, Luri menarik kekuatan bola apinya ini lagi.


Pertarungan sudah selesai, jadi Luri kembali mendarat di tanah, lebih tepatnya ia mendarat di tengah-tengah Tiamat dan Witer yang berbaring di tanah tidak sadarkan diri.


Luri melambaikan tangannya untuk menyembuhkan 2 orang tersebut sambil berkata "Kalian benar-benar beruntung, apabila kalian bukan pengikut Elos maka aku pasti tidak akan repot-repot untuk menyembuhkan kalian, mungkin aku akan langsung membunuh kalian. Namun karena kalian adalah prajurit khusus Elos, maka aku tidak bisa membunuh kalian sebab Elos adalah anak Locke!".


Setelah menyembuhkan 2 orang itu, Luri membiarkan mereka tidak sadarkan diri di tanah.


Ia segera teleportasi ke langit, Luri yang menatap langit melihat ke arah sekitarnya sambil berkata "Sepertinya Elos memilih untuk melawan Ark secara langsung, itu sama sekali tidak aneh mengingat mereka adalah petarung utama pada pertarungan kali ini. Sekarang apa yang harus aku lakukan?".

__ADS_1


Luri berpikir sebentar sebelum ia tersenyum secara perlahan-lahan "Aku rasa lebih baik untuk menonton, bagaimanapun aku tidak bisa membunuh Elos dan aku juga tidak bisa membunuh Ark, jadi pilihan terbaik hanya untuk tetap menonton disini".


...----------------...


Berbeda dari Luri yang tidak melakukan apapun selama menunggu pasukan Elos datang untuk melawannya yaitu Tiamat dan Witer, Sares sudah menghancurkan beberapa kota.


Tidak peduli kota apa itu, sekalipun itu kota manusia yang mengikuti dirinya sekalipun. Sejak Elos sudah merebut kota itu dan Ark memberitahunya untuk menghancurkan kota tersebut, Sares pasti menghancurkannya tanpa ragu.


Saat sedang menghancurkan kota ke 3 yang menjadi targetnya, Sares tiba-tiba menghentikan gerakannya.


Melihat Sares akhirnya berhenti, para penduduk yang ketakutan di sekitarnya mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri.


Apabila itu sebelumnya maka Sares pasti tidak membiarkan orang-orang ini melarikan diri, hampir semua penduduk di kota yang Sares serang sudah mati, tapi sekarang ia membiarkan mereka melarikan diri sebab ia merasakan sesuatu yang mendekat dari arah langit "Akhirnya mereka datang, aku sudah sedikit lelah untuk membunuh para semut ini, untungnya mereka sudah datang yang bisa membuang sedikit rasa bosan milikku".


"Sares, sudah lama tidak bertemu! Tuan Elos tidak bisa datang sendiri kesini untuk membayar hutang kepadamu, ia memiliki sesuatu yang lebih penting untuk dilakukan! Oleh karena itu, aku memilih untuk datang sendiri menemui mu agar bisa membayar hutan yang sudah kau lakukan kepadaku dan Tuan Elos dulu!", sebuah suara teriakan dari langit terdengar.


Sosok Riona dengan sayap berwarna hitam terlihat dari langit, Elos harus melawan Ark. Jadi ia tidak memiliki pilihan lain, padahal Elos juga memiliki dendam terhadap Sares.


Karena hal ini, maka Riona memutuskan agar dirinya yang pergi untuk melawan Sares agar ia bisa membayar dendamnya beserta Elos kepada Sares.


Di belakang Riona, terdapat sosok Pride yang memutuskan untuk memilih Sares juga. Ia sangat penasaran terhadap sosok yang hampir membunuh Elos ketika baru datang ke dunia ini, selain itu Pride berencana untuk memberinya pelajaran juga atas apa yang sudah ia lakukan pada Elos.

__ADS_1


"Apakah ini wanita bernama Sares itu? Sangat bagus, aku akan membuat kau membayar atas apa yang sudah kau lakukan kepada tuan dulu!", kata Pride tersenyum percaya diri.


Sares menggelengkan kepalanya, ia menatap Riona dan Pride dengan tajam "Sepertinya kalian merasa sangat percaya diri, tanpa mengetahui bahwa kalian tidak bisa membalaskan dendam apapun sebab kalian tidak akan bisa menang melawanku!".


__ADS_2