AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 273 : HALRA


__ADS_3

Riona menatap Sares yang jatuh ke tanah dengan dingin, ia berjalan mendekati Sares untuk memastikan bahwa ia sudah benar-benar mati sebelum berkata "Pride, tugas kita disini sudah selesai, ayo pergi menuju Elos yang sedang melawan Ark, aku yakin tidak mudah bagi tuan untuk melwan Ark walaupun sudah mendapatkan bantuan Grenza".


Pride menganggu setuju "Tapi aku tidak berpikir bahwa Sares bisa dikalahkan semua itu, padahal ia sudah sangat beruntung karena berhasil menemukan kelemahan kekuatan pengendalian tombak mu, namun siapa yang berpikir bahwa ia kalah oleh kesalahan yang dilakukan pemula seperti ini".


Riona menatap Pride sebelum berkata "Apakah kau tahu kenapa ia kalah dengan kesalahan pemula seperti ini?".


"Karena ia bodoh?", kata Pride ragu-ragu, menurutnya kalah akibat kesalahan seperti ini hanya terjadi pada pemula. Masalahnya Sares sudah pasti bukan pemula, oleh karena itu Pride hanya bisa berpikir bahwa Sares kurang cerdas yang membuat ia kalah.


Namun Riona menggelengkan kepalanya sebagai jawaban "Bukan, ia kalah akibat menganggap remeh musuhnya! Ia sudah cukup cerdas dan licik karena menemukan serangan ku lalu menyerang memakai kelemahan itu. Tetapi ia sudah yakin akan menang, hal ini membuatnya menjadi tidak berhati-hati sehingga ia kalah. Dengar ini baik-baik, apapun yang terjadi jangan pernah meremehkan musuh mu, apakah kau mengerti?".


"Baiklah, aku akan mengingatnya! Tapi Riona, dari segi usia maka kita seharusnya tidak berbeda jauh, walaupun begitu ketika aku sedang berbicara denganmu maka aku sering merasa seperti berbicara bersama orang yang sudah tua", kata Pride.


Riona tidak bisa untuk tidak memutar matanya "Bukanlah kau sedang mengejek bahwa aku sudah terlihat seperti orang tua? Baiklah, berhenti membuang waktu disini, lagipula aku adalah seniormu apabila itu tentang siapa yang lebih dulu mengikuti Elos, oleh karena itu tidak aneh menyebut diriku yang lebih tua. Ayo pergi!".


Riona mulai terbang pergi dari tempat ini memakai sayapnya, Pride segera mengikuti sambil berkata lagi "Menurutmu, apakah Wrath, Lumina dan Kronev bisa menang juga?".


Mendengar pertanyaan Pride, Riona tidak bisa untuk tidak berpikir dulu sebelum menjawab "Aku tidak tahu, lagipula orang yang mereka lawan adalah Halra yang merupakan pelayan di samping Torei. Baik itu dari segi kekuatan atau kemampuan maka kita belum mengetahui kekuatan mereka dengan jelas. Walaupun begitu, setidaknya aku yakin mereka akan menang!".


Pride ikut mengangguk "Aku juga yakin mereka bisa menang, para 7 dosa besar yang lain ditempatkan Tuan Elos untuk menjaga perbatasan agar Ark tidak menyerang lokasi-lokasi kota yang memiliki sumber daya penting. Setelah perang kali ini selesai, kita mungkin bisa hidup dengan damai tanpa berperang dan bertarung seperti ini lagi".

__ADS_1


"Kehidupan damai ya?", kata Riona bergumam dengan suara kecil "Aku harap perang ini tidak berakhir secepat itu".


"Riona, apakah kau mengatakan sesuatu?", tanya Pride sebab Riona berbicara dengan suara yang terlalu kecil hingga ia tidak bisa mendengarnya.


Riona menggelengkan kepalanya "Aku tidak mengatakan apapun, ayo pergi, jangan sampai membuat Elos menunggu!".


Sosok 2 orang itu bergerak dengan cepat menuju ke arah dimana Elos seharusnya bertarung.


...----------------...


Di sisi lain, Halra saat ini sedang berlarian dengan ratusan hingga ribuan kapal yang menembakinya dari atas langit.


Meriam pada kapal tersebut mencoba untuk terus menembak Halra, jika itu meriam normal maka Halra tidak perlu khawatir sebab tembakkan meriam tidak akan bisa membunuhnya yang sudah menjadi dewa tingkat 4. Masalahnya meriam ini sama sekali bukan meriam normal, melainkan meriam khusus dari kemampuan milik Lumina.


Ribuan kapal perang di atas langit ini tidak lain adalah kemampuan Lumina yaitu Invincible Navy and Air Force, sejak kemampuannya meningkat maka angkatan laut tak terkalahkan milik Lumina ini juga bisa terbang bergerak di atas langit.


Sebelumnya Lumina tidak sering memakai kemampuan ini sebab memanggil angkatan laut tidak terkalahkan membutuhkan ruang yang sangat besar untuk ribuan kapal bergerak, tetapi sekarang ia sedang bertarung melawan Halra di sebuah kota sehingga ia tidak perlu lagi ragu untuk memakai kemampuan ini.


Baik itu Lumina, Kronev dan Wrath berada di atas kapal yang terbang tersebut, hal ini tentunya membuat Halra kesulitan untuk menyerang mereka sebab setiap kali ia akan terbang maka peluru meriam itu menghalangi dirinya.

__ADS_1


"Ada apa? Kalian memiliki 3 orang di kelompok kalian tapi masih takut melawan aku yang sendirian? Apakah pasukan Elos hanya terdiri dari para penakut? Apabila benar seperti itu, maka aku sangat kecewa bahwa prajurit khusus Elos ternyata hanya terdiri dari orang-orang yang tidak memiliki keberanian!", kata Halra menggelengkan kepalanya dengan kecewa.


Kronev yang mudah marah langsung meledak, ia mengangkat palunya sambil berkata "Aku akan tunjukkan kepadamu siapa yang penakut disini!".


Sebelum Kronev melompat turun, Lumina memegang pundaknya sambil menggelengkan kepalanya "Kronev, ia membuatmu marah agar kau turun dari kapal ini sehingga ia bisa lebih mudah menyerang mu! Jangan mudah terpengaruh oleh ejekan musuh, walaupun kita memiliki jumlah yang lebih banyak namun selama hal itu membuat kita meremehkan musuh maka kita mungkin bisa dikalahkan!".


Kronev menatap tajam Lumina dan begitu juga sebaliknya. Kronev ini merupakan orang yang hampir tidak pernah mendengar perkataan orang lain, bahkan Riona sekalipun.


Namun di antara semua orang maka Kronev paling mendengarkan perkataan Elos, lalu diikuti oleh Lumina ini.


Setelah menatap mata tegas Lumina, maka Kronev hanya bisa menggelengkan kepalanya "Kalau begitu ayo lakukan rencana mu, bagaimanapun aku tahu bahwa musuh sedang mencoba menjebak kita! Tetapi aku tidak melakukan ini tanpa alasan, setelah pertarungan ini selesai maka kau harus membayar ku untuk makan siang sekali!".


"Jangan khawatir", kata Lumina "Aku akan membawa kau makan untuk 2 kali!".


"Kalau begitu aku setuju", Kronev mengangguk senang dan berdiri diam di samping.


Melihat Kronev yang batal turun dari kapal, wajah Halra menjadi tidak senang "Seharusnya menurut informasi yang ada maka Kronev ini merupakan orang pemarah yang tidak mendengarkan saran orang lain, sepertinya kali ini informasi itu salah, selama masih ada Lumina itu maka Kronev tidak akan mudah marah. Sedangkan untuk Wrath, lupakan! Ia memiliki sikap diam yang jauh lebih sulit marah daripada Lumina, padahal ia memiliki nama Wrath yang tidak sesuai dengannya. Nampaknya tidak ada pilihan lain, aku hanya bisa terbang menuju kapal itu sambil menghancurkan semua peluru meriamnya!".


Setelah mengatakan semua itu, Halra mulai mengambil sebuah rantai yang cukup panjang ke tangannya.

__ADS_1


__ADS_2