
Istana kaisar merupakan tempat paling mewah di seluruh ibukota Kekaisaran ini, bagaimanapun orang paling penting di kekaisaran yaitu kaisar tinggal di tempat ini sehingga baik dari segi penjagaan dan kemewahan maka tempat ini merupakan yang terbaik di seluruh ibukota.
Meskipun sebagian besar prajurit di ibukota sedang bergegas menuju ke gerbang dimana para pemberontak menyerang, masih ada ribuan prajurit yang menjaga istana kaisar. Mereka merupakan pasukan paling elit milik kaisar dan bertugas menjaga dirinya, tapi ketika ia membawa para pengawal ini untuk menyerang Federasi Tuan Labirin maka setengah dari pasukan pengawal Kaisar ini mati akibat Hergaf.
Pada kamar paling mewah di istana kaisar, seorang pria tua terbang dari tidurnya.
Ia langsung duduk di tempat tidurnya sambil menatap ke arah jendela, lebih tepatnya ia sedang melihat menuju gerbang kota yang sedang di serang.
Pria tua ini memiliki rambut putih pendek serta janggut putih, lalu ia memiliki tubuh yang terlihat sangat berotot serta kuat, tidak sesuai dengan wajahnya yang terlihat seperti orang tua.
Tangan kanan pria tua ini sudah hilang, ia hanya memiliki tangan kirinya sebab ia kehilangan tangan kanannya saat melawan Hergaf. Pria tua ini tidak lain merupakan Kaisar Kuno V, orang yang memimpin seluruh Kekaisaran Kuno sekarang.
Kaisar mengamati ke arah gerbang dengan wajah suram melalui istana miliknya, tidak lama kemudian pintu kamar tersebut terbuka dan seorang pria melangkah maju di depan kaisar lalu berlutut.
Pria ini memiliki tubuh tinggi sekitar 2,5 meter, ia memiliki rambut coklat panjang serta wajah yang terlihat berusia sekitar 40 tahun. Selain itu, ia memiliki tubuh yang sangat berotot, dibandingkan dengan tubuh kaisar maka pria ini sama sekali tidak kalah sedikitpun.
Pria ini memakai zirah besi perak yang terlihat sangat kuat, berdasarkan bentuk zirah yang ia gunakan maka bisa dipikirkan bahwa posisi pria ini di kekaisaran sama sekali tidak rendah.
__ADS_1
"Kaisar, gerbang ibukota sudah di serang! Menurut beberapa prajurit yang melapor, pasukan yang sedang menyerang ibukota ini adalah para pemberontak dari utara. Menurut informasi yang sudah aku dapatkan, baik dari segi jumlah ataupun kekuatan maka pemberontak ini bukan hanya kelompok pemberontak yang pernah kita lawan, melainkan mereka sudah seperti prajurit terlatih sehingga apabila kita tidak memberikan bantuan maka para penjaga gerbang pasti kalah! Kaisar, apa yang harus dilakukan? Apakah aku harus pergi ke gerbang sambil membawa beberapa pasukan untuk membantu melawan para pemberontak disana?", tanya pria tersebut kepada kaisar.
Kaisar melihat ke arah pria itu dengan diam, pria di depannya ini tidak lain adalah jendral kanannya yang paling setia, Derka.
Sebagai orang kepercayaannya, kaisar selalu membiarkan Derka berjaga di dekatnya walaupun kaisar sedang tidur sekalipun. Oleh karena itu, Derka bisa melapor dengan sangat cepat ketika ia baru bangun tidur.
Kaisar kembali melihat ke arah gerbang "Derka, apakah menurutmu ini hanya serangan pemberontak?".
"Apa maksud kaisar?", tanya Derka bingung.
Kaisar sudah bersama Derka cukup lama sehingga ia tahu bahwa Derka ini hanya kuat, tapi dari segi kecerdasan maka ia cukup bodoh. Oleh karena itu, tidak aneh apabila Derka tidak mengerti maksud perkataan kaisar barusan.
Mendengar perkataan itu, Derka yang bodoh sekalipun sudah mengetahui maksud kaisar "Apakah mungkin ada anggota keluarga kekaisaran ataupun Ark dan yang lainnya memanfaatkan para pemberontak untuk mengalihkan perhatian para prajurit agar mereka bisa membunuh kaisar? Sangat licik! Sebenarnya siapa yang berani menjebak kaisar seperti ini".
"Meskipun aku memiliki beberapa pikiran tentang orang yang melakukan semua ini, tapi tidak baik menganggap orang lain sebagai penjahat tanpa adanya bukti", kata Kaisar sambil tersenyum "Para pemberontak di gerbang hanya pengalih perhatian, tujuan utama mereka adalah aku! Derka, kau pasti sudah mengerti apa yang harus dilakukan bukan?".
"Kaisar, aku mengerti! Derka akan mengumpulkan semua pasukan pengawal untuk memperkuat penjaga istana, selama Derka belum mati maka tidak boleh ada seorangpun yang menyerang kaisar!", kata Derka tegas, lalu ia berdiri dan pergi dari ruangan tersebut untuk melakukan persiapan penjagaan setelah mendapatkan izin dari kaisar.
__ADS_1
"Aku tidak berpikir bahwa putra mahkota seberani ini! Siapa yang membujuknya? Apakah itu Kulen? Tidak peduli siapapun itu, sejak kau berani melawanku maka aku pasti membunuhmu, meskipun kau seorang putra mahkota sekalipun!", kata kaisar dengan dingin, tidak ada keraguan sedikitpun bahwa kaisar akan membunuh putra mahkota selama ia mencoba berkhianat.
...----------------...
Di sisi lain, Folk sekarang sedang berdiri di depan hampir 10.000 prajurit pemberontak, mereka sekarang sedang berada di gudang yang cukup besar di ibukota sehingga tidak ada seorangpun yang akan menemukan mereka disini.
Belum lagi gudang besar ini merupakan milik putra mahkota juga, hampir tidak mungkin bagi kaisar untuk mengetahui lokasi mereka ini.
Selain Folk dan 10.000 pasukan pemberontak, ada Nera, Lasha dan Terfis juga di gudang ini. Walaupun begitu, mereka tidak berbaris bersama para prajurit melainkan berdiri di pinggir gudang, lagipula Folk sekalipun tidak bisa memberi mereka tugas apapun. Lebih tepatnya, putra mahkota sudah memberitahu bahwa Nera dan yang lainnya bisa bergerak dengan cara apapun, selama mereka bisa membunuh kaisar maka tidak perlu repot-repot mengikuti perkataan Folk.
"Kalian semua pasti tahu alasan kenapa kita semua berkumpul disini, setelah malam ini maka seluruh kekaisaran akan mengalami perubahan!", teriak Folk di depan para prajuritnya "Beberapa dari kalian mungkin mati di perang kali ini, tapi ingat baik-baik bahwa nama kalian semua akan tercatat pada sejarah kekaisaran di masa depan! Kalian akan diingat sebagai para pahlawan yang menurunkan kaisar kejam dan mengembalikan kekaisaran ke waktu paling makmur nya! Selama putra mahkota bisa menduduki tahta maka kekaisaran akan kembali bangkit dari kemiskinan, kalian akan diingat sebagai pahlawan yang mengakhiri kemiskinan ini! Angkat senjata kalian, bunuh semua prajurit milik kaisar, biarkan putra mahkota naik tahta dan membawa kemakmuran lagi untuk seluruh kekaisaran!".
"Aaaaa!", para prajurit di sekitar mengangkat senjata mereka penuh semangat, sebagian besar dari mereka sudah tertipu oleh perkataan Folk bahwa apabila mereka mati sekalipun maka nama mereka akan tercatat di sejarah sebagai pahlawan.
Melihat para prajurit di sekitarnya menjadi bersemangat, Folk tersenyum senang sebab semuanya berjalan sesuai rencana, hanya dengan membuat para prajurit menjadi semangat bertarung maka mereka bisa bertarung dengan lebih baik lagi di medan perang.
"Kalau begitu apalagi yang kalian tunggu? Serang, menuju istana kaisar!", teriak Folk yang mengambil pedangnya lalu menunjuk ke istana kaisar.
__ADS_1
10.000 prajurit pemberontak maju tanpa ragu di bawah perkataan Folk, mereka maju dengan semangat bertarung yang tinggi tanpa tahu bahwa mereka sedang dimanfaatkan. oleh Folk dan putra mahkota.