
Perot yang berlari mengejar Elos sedikit terkejut ketika mengetahui bahwa Halon mencoba menghentikan langkahnya, tapi di mata Perot maka ia tidak menganggap penting Halon. Bagaimanapun Halon sama sekali tidak memiliki kekuatan dewa, jadi ia yakin bisa membunuh Halon dengan sekali serangan.
Ketika sudah tiba di depan Halon, Perot menarik pedangnya serta menebas ke arah leher Halon, menurutnya Halon pasti tidak bisa bertahan dari serangan ini.
Tetapi ketika Perot menganggap remeh Halon, hal yang mengejutkan terjadi.
"Tang!".
Perot sedikit terkejut sebab Halon benar-benar menangkap pedangnya memakai tangan, walaupun tangan Halon sedikit terluka karena mencoba menahan pedang Peron tapi seharusnya tebasan pedang tadi sudah lebih dari cukup untuk menebas tangan Halon.
Tanpa ragu sedikitpun, Perot menendang tangan Halon agar melepaskan pedang miliknya, lalu ia melompat mundur untuk menjaga jarak dari Halon.
Saat sudah berada puluhan meter jauhnya dari Halon, Perot mengamati kembali Halon dengan hati-hati.
Saat ini setengah dari tubuh Halon sudah berubah menjadi hitam, bahkan ada sebuah tanduk di bagian kanan kepalanya. Bukan hanya itu, tangan kanan Halon menjadi sangat besar serta memiliki warna hitam dan kulit seperti baja.
Mata merah Halon yang seperti darah terus melihat Perot dengan tajam, ia menghela nafas yang membentuk sebuah asap putih.
"Iblis? Apakah pil yang kau makan tadi bisa membuatmu menjadi iblis sepenuhnya? Nampaknya kau sudah benar-benar gila, jika terjadi kesalahan maka obat itu akan memakan kesadaran mu dan membuatmu menjadi seperti monster tanpa bisa berpikir. Nampaknya kabar itu benar, di antara semua Tuan Labirin maka Halon adalah yang paling gila", kata Perot sedikit terkejut, lagipula tidak semua orang berani memakan obat iblis. Bahkan para iblis sekalipun tidak berani melakukannya, selain harganya yang mahal serta langka, orang yang memakan obat iblis bisa kehilangan kesadarannya dan membuat penggunanya menjadi monster sepenuhnya.
"Kau benar, tuan kami memang sedikit gila", kata Kurt yang melangkah ke depan Halon, sebagai Golem maka ia berada di depan untuk menahan serangan musuh.
__ADS_1
"Namun karena kegilaannya itu, kami memutuskan untuk mengikutinya", kata Hepior yang berdiri di belakang sambil memegang tongkat sihirnya, ia adalah seorang penyihir yang menyerang dari belakang.
"Sepertinya aku harus membiarkan 1 Tuan Labirin lain yang barusan melarikan diri untuk pergi dari sini, sebab melawan orang gila seperti kalian akan memakan banyak waktu", kata Perot yang berdiri tegak sambil memegang pedangnya "Berbanggalah, orang yang membunuh kalian adalah aku, Perot, anggota terakhir dari keluarga Pedang Api Gren yang akan membunuh kalian!".
"Aaaaa!", Halon yang sudah kehilangan sebagian besar kesadarannya hanya berteriak penuh kemarahan seperti seorang monster, lalu ia bergegas maju menuju Perot.
Melihat tindakan Halon tersebut, Perot sedikit menggelengkan kepalanya "Sebagai bayaran atas kekuatan yang kau dapatkan, sekarang kau tidak berbeda jauh dari monster! Untuk mengalahkan monster tanpa pikiran sepertimu, aku hanya membutuhkan waktu beberapa menit!".
Setelah mengatakan semua itu dengan sombong, api mengalir dari pedang Perot dan ia langsung menebas ke arah leher Halon.
Kurt dan Hepior juga mulai bergerak untuk membantu Halon, terutama Halon yang sudah tidak bisa berpikir dengan baik seperti sekarang harus benar-benar dilindungi.
Ark berdiri dengan kosong di tempatnya, saat ini Zamir berlutut di depan Ark serta seluruh tubuhnya ditutupi oleh darah.
Walaupun keadaannya sudah sangat buruk, Zamir masih menggertakkan giginya dan mencoba untuk berdiri lagi.
Melihat Zamir yang sudah kesulitan berdiri dan gemetar di seluruh tubuhnya, Ark menggelengkan kepalanya "Kenapa kau sangat keras kepala, Zamir? Apakah Tuan Labirin baru itu memang sangat penting hingga kau harus mengorbankan hidupmu untuknya? Daripada memberikan harapan kalian kepada Tuan Labirin baru itu, bukankah lebih baik kau melarikan diri dari sini dan membangun kembali kelompok Tuan Labirin? Jika kau yang melakukannya, maka kemungkinan berhasil akan jauh lebih besar daripada Tuan Labirin baru itu yang melakukannya, setidaknya kekuatanmu tidak kalah dari pemimpin dewa jahat Tersin".
Akhirnya Zamir berhasil berdiri dengan penuh kesulitan, ia menatap Ark "Aku juga tidak tahu apakah Elos bisa membangun kembali kelompok Tuan Labirin di masa depan, tapi karena Tuan Urmur mempercayainya maka aku juga percaya! Di masa depan nanti, Elos pasti menghidupkan kembali kekuasaan Tuan Labirin hari ini!".
"Elos? Apakah namanya Fjorten Elos?", tanya Ark sedikit ragu.
__ADS_1
Zamir tidak mengerti alasan Ark tiba-tiba bertanya seperti itu, tapi ia masih mengangguk dengan tegas "Namanya menang Fjorten Elos, kenapa? Apakah kau juga mengenalnya?".
Setelah memastikan nama Elos, Ark memegang wajahnya sambil bergumam dengan ragu "Fjorten Elos? Apakah namanya hanya kebetulan sama? Tapi ketika dipikirkan lagi, sifatnya sedikit mirip dengan Locke!".
Ark yang tidak bisa menemukan bukti pasti tentang Elos memiliki hubungan dengan Locke hanya bisa menggelengkan kepalanya "Tidak ada gunanya memikirkan hal itu sekarang, lebih baik mengutamakan apa yang ada di depanku".
Meskipun Zamir sedikit bingung terhadap Ark yang bergumam sendiri, tapi Zamir masih terus mengangkat tangannya untuk menyerang Ark lagi.
Melihat gerakan Zamir, Ark segera mengangkat tangannya "Tunggu dulu! Zamir, aku memiliki ide, bagaimana kalau kita bekerja sama?".
Zamir menggelengkan kepalanya tanpa ragu "Apapun yang terjadi, aku tidak akan mengkhianati Tuan Urmur ataupun kelompok Tuan Labirin. Oleh karena itu, aku pasti tidak bekerja sama denganmu!".
"Kau salah paham, kerja sama ini untuk Urmur, bukankah kalian berencana membawa Urmur pergi dari sini?", tanya Ark sedikit tersenyum.
Zamir yang berencana untuk menyerang Ark segera menurunkan tangannya lagi, ia berkata penuh rasa hati-hati "Katakan, apa maksud dari kerja sama yang kau katakan? Selama itu benar-benar untuk Tuan Urmur maka aku pasti setuju, namun apabila itu hal yang buruk maka aku akan menyerang mu lagi sampai mati!".
Mendengar bahwa Zamir siap bekerja sama, Ark sedikit tersenyum "Bukankah Letta sedang mencari celah di perisai yang aku buat untuk membawa pergi Urmur dari sini? Aku tahu bahwa Letta pasti bisa melakukan hal tersebut, tapi ia pasti membutuhkan banyak waktu untuk menemukan celahnya. Oleh karena itu, kenapa aku tidak membuka celahnya untuk Urmur pergi dari sini? Namun aku hanya akan membukanya untuk Urmur, jika itu orang lain maka aku pasti menutup celah di perisai itu lagi".
Zamir sedikit terkejut saat mendengarkan rencana Ark, ia melihat Ark penuh rasa curiga "Kenapa kau berusaha membantu Tuan Urmur pergi dari sini? Bukankah kau berencana membunuh Tuan Urmur? Sebenarnya apa yang kau rencanakan?".
"Aku tidak memiliki rencana khusus", kata Ark sedikit tidak peduli "Aku memang berencana membunuh Urmur, masalahnya Urmur sekarang sudah tidak bisa hidup lebih lama lagi. Tidak peduli apakah ia berhasil melarikan diri atau tidak, Urmur masih akan mati. Oleh karena itu, daripada kekuatan Urmur jatuh ke tangan Tersin, kenapa aku tidak membiarkan Urmur lari dari sini? Tersin yang merupakan musuhku tidak menjadi lebih kuat dan kalian bisa membawa Urmur melarikan diri dari sini, bukankah kita sama-sama mendapatkan keuntungan disini?".
__ADS_1